IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)
HARI
MINGU BIASA XXV Tahun C (Hijau)
Minggu,
21 September 2025
Para
Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk
nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan
suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata,
“Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan
bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.
01. TANDA
SALIB DAN SALAM
P : Dalam
nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih
karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus
beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA
PEMBUKA
P : Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang
dikasihi dan diberkati Tuhan
Hari ini, kita berkumpul untuk berdoa dan bersyukur pada
Hari Minggu ke-25 dalam Masa Biasa. Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk
merenungkan bagaimana kita mengelola harta dan sumber daya yang dipercayakan
Tuhan kepada kita. Melalui firman-Nya, kita diingatkan untuk hidup dalam
keadilan, berdoa bagi semua orang, dan setia kepada Allah sebagai pengelola
yang bijaksana.
Dalam bacaan pertama dari kitab Amos 8:4-7 Nabi Amos
mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh bersikap egosentris,
mencari keuntungan tanpa memperhatikan penderitaan sesama: “Beres-bersihlah
dari penindasan dan perampokan, supaya engkau tetap berdiri.” Di tengah dunia yang sering mengutamakan keuntungan,
Tuhan menyerukan keadilan. Kita diajak melawan ketamakan dan memperjuangkan
martabat sesama, terutama yang tertindas, dengan hati penuh kasih.
Dalam bacaan ke-2 dari 1 Timotius 2:1-8 St. Paulus menegaskan
pentingnya doa untuk semua orang, termasuk bagi para penguasa, supaya kita
hidup tenang dan tenteram dalam segala kebajikan. Doa bukan hanya untuk
kebutuhan pribadi, tetapi sebagai suatu aksi solidaritas, kasih dan tanggung
jawab sosial. Dalam Injil Lukas 16:1-13, Tuhan Yesus
menantang kita untuk cerdik menggunakan harta duniawi demi kebaikan abadi,
bukan untuk kepentingan diri. Di era konsumerisme, kita dipanggil memilih Allah
sebagai satu-satunya Tuhan, menjadikan hidup kita berkat bagi sesama.
Marilah kita membuka hati kita dalam Ibadat Sabda ini,
memohon rahmat Tuhan agar kita dapat menggunakan segala anugerah-Nya untuk
kemuliaan-Nya dan kebaikan sesama.
03. TOBAT
DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah
menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan
Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya
mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya
telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon
kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada
saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang
Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup
yang kekal.
04.
MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa
juga menyanyikan lagu kemulian dari buku Mada Bakti]
P :
Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan
damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami
memuji Dikau,
U : Kami
meluhurkan Dikau.
P : Kami
menyembah Dikau,
U : Kami
memuliakan Dikau.
P : Kami
bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan
Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan
Yesus Kristus, Putera yang tunggal.
U : Ya Tuhan
Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.
P : Engkau
yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau
yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau
yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
U : Karena
hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya
Engkaulah Tuhan.
U : Hanya
Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.
P : bersama
dengan Roh Kudus,
U : dalam
kemuliaan Allah Bapa. Amin.
05. DOA
PEMBUKA
P : Marilah
kita berdoa,
[hening sejenak] Ya Allah, Engkau menghendaki
agar semua orang mengabdi kepada-Mu secara total sehingga dapat memperoleh
anugerah keselamatan. Kami mohon, berilah kami kebijaksanaan agar kami
senantiasa menjadikan Engkau sebagai yang pertama dan utama dalam hidup kami. Dengan
pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa
bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
06. AJAKAN
MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah
kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar
Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.
[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07.
BACAAN I (Am 8:4-7) (duduk)
"Peringatan
terhadap orang yang membeli orang papa karena uang. "
L. Bacaan dari Nubuat Amos:
Dengarkanlah ini, hai kamu yang
menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri
ini, dan yang berpikir, Kapan pesta bulan baru berlalu, supaya kita boleh
menjual gandum; kapan hari Sabat berlalu, supaya kita boleh berdagang terigu;
kita akan memperkecil takaran, menaikkan harga dan menipu dengan neraca palsu;
kita akan membeli orang papa karena uang, dan membeli orang miskin karena
sepasang kasut; kita akan menjual terigu tua. Beginilah Tuhan telah bersumpah
demi kebanggaan Yakub, “Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala
perbuatan mereka!”
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur
kepada Allah.
08.
MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN
( Mzm
13:1-2.4-6.7-8, Ul: lh.1a.7b)
Ulangan:
Pujilah Tuhan, yang mengangkat orang miskin
Mazmur:
1. Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan! Kiranya nama
Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selama-lamanya.
2. Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
Siapakah seperti Tuhan Allah kita, yang diam di tempat tinggi, yang merendahkan
diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?
3. Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang
miskin dari lumpur. Untuk mendudukkan dia bersama-sama para bangsawan, bersama
dengan para bangsawan bangsanya.
09.
BACAAN II (1Tim 2:1-8) -duduk
"Panjatkanlah permohonan untuk semua orang.
Itulah yang berkenan kepada Allah, yang menghendaki agar semua orang
diselamatkan."
L. Bacaan dari Surat Pertama
Rasul Paulus kepada Timotius:
Saudaraku
yang terkasih, pertama-tama aku menasihatkan: Panjatkanlah permohonan, doa
syafaat dan ucapan syukur kepada Allah bagi semua orang, bagi pemerintah dan
penguasa, agar kita dapat hidup aman dan tenteram dalam segala kesalehan dan
kehormatan. Itulah yang baik dan berkenan kepada Allah, Penyelamat kita. Ia
menghendaki agar semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan
kebenaran. Allah itu esa, dan esa pula Dia yang menjadi pengantara Allah dan
manusia, yaitu Manusia Kristus Yesus. Ia telah menyerahkan diri sebagai tebusan
bagi semua orang: suatu kesaksian pada waktu yang tepat. Untuk kesaksian itulah
aku telah ditetapkan sebagai pewarta dan rasul. Yang kukatakan ini benar, dan
aku tidak berdusta! Aku ditetapkan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi
dalam iman dan kebenaran. Oleh karena itu aku ingin, agar di mana pun kaum
laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa kemarahan dan
perselisihan.
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur
kepada Allah
10. ALLELUIA
P : Alleluia
U : Alleluia
P :
U : Alleluia
11. INJIL (Lukas
16:1-13) -berdiri
P : Marilah
kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas
(Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu
jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Sekali
peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Ada seorang kaya yang
mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan bahwa bendahara itu
menghamburkan miliknya. Lalu si kaya itu memanggil bendahara itu dan berkata,
Apakah yang telah kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungjawaban atas
urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. Berkatalah
bendahara itu dalam hatinya, Apakah yang harus kuperbuat? Tuanku memecat aku
dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku
malu. Aku tahu apa yang akan kuperbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku
sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.” Lalu
bendahara itu memanggil satu demi satu orang yang berhutang kepada tuannya.
Katanya kepada yang pertama, Berapakah hutangmu kepada tuanku? Jawab orang itu,
Seratus tempayan minyak. Lalu kata bendahara itu kepadanya, Inilah surat
hutangmu! Duduklah dan buatlah surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh
tempayan. Kemudian ia berkata kepada yang kedua, Dan Saudara, berapakah
hutangmu? Jawab orang itu, Seratus pikul gandum. Katanya kepada orng ini,
Inilah surat hutangmu! Buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.
Bendahara yang tidak jujur itu dipuji oleh tuannya, karena ia telah bertindak
dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya
daripada anak-anak terang. Maka Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan
dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat
menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi. Barangsiapa setia dalam
perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan
barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam
perkara-perkara besar. Jadi, jika kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak
jujur, siapakah yang akan mempercayakan harta sejati kepadamu? Dan jika kamu
tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu
sendiri kepadamu? siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia
akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain; atau ia akan setia kepada
yang seorang, dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi
kepada Allah dan kepada Mamon.
P.
Demikianlah Injil Tuhan
U.
Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN
SINGKAT
Bapa-ibu,
saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan
Hari ini
kita kumpul di gereja dengan hati penuh syukur karena Tuhan masih memberi kita
napas, kesehatan, dan kesempatan untuk mendengar dan merenungkan firman-Nya.
Bacaan-bacaan suci hari ini dari Kitab Amos, Surat pertama St. Paulus kepada Timotius,
dan Injil Lukas berbicara tentang satu hal penting: bagaimana kita menggunakan
apa yang Tuhan beri, seperti talenta, harta, waktu dan tenaga, supaya hidup kita menjadi berkat, bukan hanya untuk
diri sendiri, tapi juga untuk orang lain dan untuk kemuliaan Tuhan.
Dalam bacaan
pertama dari Kitab Amos, kita mendengar kecaman keras dari Tuhan melalui nabi
Amos kepada mereka yang menindas orang miskin dan lemah. Para pedagang yang
tamak, yang menipu dengan timbangan curang dan mengejar keuntungan dengan
mengorbankan keadilan, diingatkan bahwa Tuhan tidak pernah melupakan perbuatan
mereka. “Tuhan tidak akan melupakan segala perbuatan mereka” (Amos 8:7). Firman
ini adalah panggilan yang relevan bagi kita di zaman modern ini, di mana
ketidakadilan masih merajalela: eksploitasi pekerja, korupsi, atau
ketidakpedulian terhadap mereka yang berkekurangan.
Sebagai umat
Katolik, kita dipanggil untuk menjadi suara kenabian seperti Amos. Di tengah
masyarakat yang sering kali mengutamakan keuntungan pribadi, kita harus berani
menegakkan keadilan, berbagi dengan mereka yang membutuhkan, dan menjalani
hidup dengan kejujuran. Pertanyaan bagi kita hari ini adalah: Apakah tindakan
kita mencerminkan keadilan Allah, atau justru kita terjebak dalam pola hidup
yang mementingkan diri sendiri?
Dalam bacaan
kedua, St. Paulus mengajak kita untuk berdoa bagi semua orang, termasuk para
pemimpin dan mereka yang berwenang, agar kita dapat hidup dalam damai. St. Paulus
menegaskan bahwa Allah menginginkan agar semua orang diselamatkan dan mengenal
kebenaran (1 Tim 2:4). Ini adalah panggilan untuk memperluas hati kita,
melampaui batas-batas pribadi, keluarga, atau komunitas kita. Doa kita tidak
hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk dunia yang penuh konflik,
ketidakadilan, dan penderitaan.
Di Indonesia
saat ini, kita menghadapi berbagai tantangan: polarisasi sosial, krisis
lingkungan, hingga kesenjangan ekonomi. Doa kita harus menjadi jembatan yang
mempersatukan, bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kebaikan
bersama. St. Paulus juga mengingatkan kita untuk hidup “tanpa kemarahan dan
pertengkaran” (1 Tim 2:8). Ini adalah tantangan untuk menjaga hati kita tetap
murni, penuh kasih, dan rendah hati, bahkan di tengah perbedaan pendapat atau
konflik.
Dalam Injil
hari ini, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur,
yang justru dipuji karena kecerdikannya. Sekilas, cerita ini membingungkan.
Mengapa Yesus memuji seseorang yang tidak jujur? Namun, jika kita renungkan
lebih dalam, Yesus tidak memuji ketidakjujurannya, melainkan kecerdikannya
dalam mempersiapkan masa depan supaya tidak jatuh lebih dalam. Yesus
mengajak kita untuk belajar dari kecerdikan duniawi ini, tetapi mengarahkannya
pada tujuan yang lebih mulia: Kerajaan Allah. Yesus mengingatkan: kalau untuk
urusan duniawi orang bisa begitu serius dan cerdas, mengapa kita kadang begitu
malas, lalai, dan tidak sungguh-sungguh dalam urusan rohani?
Yesus
menegaskan, “Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon” (Luk
16:13).
Mamon, atau
harta duniawi, sering kali menjadi tuan yang menuntut kesetiaan kita. Dalam
konteks kehidupan modern, kita mungkin tergoda untuk mengejar kekayaan, status,
atau kenyamanan dengan mengorbankan iman dan nilai-nilai Kristiani. Namun,
Yesus mengingatkan kita bahwa kesetiaan sejati adalah kepada Allah, dan kita
dipanggil untuk mengelola segala berkat, waktu, talenta, dan harta, dengan
bijaksana untuk kemuliaan-Nya.
Mari kita
bawa pesan ini ke dalam konteks kita hari ini: Dalam keluarga, bagaimana
kita mengelola keuangan dengan bijaksana, bukan hanya untuk gaya hidup, tetapi
untuk pendidikan anak, kesehatan, dan membantu yang membutuhkan. Luangkan waktu
untuk berdoa bagi para pemimpin, komunitas, dan mereka yang menderita, agar
damai dan keadilan dapat terwujud.
Dalam
masyarakat, mari kita berani berkata tidak pada korupsi, suap, atau manipulasi.
Walau kecil, kejujuran kita adalah kesaksian iman. Dalam Gereja, kita
semua dipanggil menjadi pengelola yang setia: mengelola waktu, talenta, dan
harta untuk pelayanan dan pengembangan iman.
13. HENING
SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah
menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan
dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P Setiap
waktu Tuhan mencurahkan rahmat-Nya kepada semua saja yang hidup bersatu
dengan-Nya. Para pengusaha diturunkan-Nya dari takhta. Sebagai orang kecil dan
papa beranilah kita memanjatkan doa kepada Tuhan:
L. Bagi
Gereja Allah: Semoga Bapa, memberikan Gereja-Nya rasa bangga dan gembira, bila
berhasil meringankan beban para tertindas. Marilah kita mohon,
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
L.
Bagi perdamaian dunia, secara khusus kita berdoa bagi mereka di Irak dan Suriah
: Semoga masyarakat dunia selalu berjuang untuk menciptakan perdamaian dan
kerukunan sehingga setiap orang memiliki kekuatan dan keberanian untuk
menentang perang, penindasan, ketidak-adilan, dan penghancuran. Marilah kita
mohon, ….
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
L.
Bagi para pejabat pemerintahan: Semoga Bapa, membantu para pejabat
pemerintahan, agar mereka berhasil mempersatukan dan mempertaruhkan bakat-bakat
mereka untuk setiap warga negara, terutama yang kecil dan papa. Marilah
kita mohon, …
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi para
penderma: Semoga Bapa, mendampingi para penderma agar mereka melaksanakan amal
cinta kasih dengan tulus ikhlas dan setia, bukan hanya karena terdorong oleh
gengsi dan kekuasaan belaka. Marilah kita mohon,………
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi kita
sendiri: Semoga Bapa, menabahkan hati kita, agar berani menampakkan iman kita
di sekitar kita. Marilah kita mohon,……………
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
P. Allah
Bapa kami di surga, Putra-Mu telah Kauutus menyelamatkan mereka yang hilang.
Engkau berkenan, karena kami dapat bersahabat lagi berkat pengampunan-Mu. Maka
kini agar dapat ikut serta bergembira dengan Dikau, kami gabungkan diri kami
dengan kurban Tuhan kami Yesus Kristus.
U. Amin.
16. KOLEKTE
[Selanjutnya
ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada
sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu
dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada
Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
17. DOA
PUJIAN
P :
Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita
untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan
yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di
surga.
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami
bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah
jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di
hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa,
dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa,
agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus
itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa,
umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam
gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka,
bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus
Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat]
dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat],
kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua
kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut
komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A. Cara A:
DENGAN KOMUNI
Sesudah
Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia
membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen
Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah
mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar
bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan
sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami
sambil berdiri.
P :
Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita
memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan
saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati
di hadirat Tuhan.
[Hening
sejenak]
19A. BAPA
KAMI Berdiri
P : Atas
petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami
yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah
kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari
ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah
kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah
kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A. SALAM
DAMAI DAN KOMUNI
Bila
ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah
kita saling memberikan salam damai.
(Umat
memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah
Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu
menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah
Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Hosti
dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke
perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan
saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya
akan sembuh.
(Dengan
khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani
umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P :
Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
18B. Cara B.
TANPA KOMUNI
P : Pada
perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita
menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B. BAPA
KAMI
--Berdiri
P :
Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka
sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana
yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa
kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah
kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari
ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah
kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah
kami dari yang jahat.
Dapat
dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah
kita saling memberikan salam damai.
Umat
memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
20B. DOA
KOMUNI BATIN
Berlutut/berdiri
Pemimpin
mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan
antara lain sebagai berikut:
P : Kini,
mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati
kita.
P : Yesus
bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan
kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting
tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok
anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam
Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku,
aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu
lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku.
Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah
sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah
datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan
biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening
sejenak]
P : Dalam
keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir
saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan
mengatakan:
P : Yesus,
datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus,
datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪
Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga
kali.
▪
Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪
Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.
21.
MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11
P : Marilah
kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang
membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai
dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak
memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya
dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita
bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab
aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu
kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia
dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang
yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa
baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan
TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang
takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang
mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan
Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang
segala abad, Amin.
22. AMANAT
PENGUTUSAN
P : Marilah kita
menjadi pengelola setia yang cerdik, yang menggunakan segala anugerah Tuhan
untuk membangun Kerajaan-Nya. Seperti yang dikatakan oleh Yesus, “Barangsiapa
setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar”
(Luk 16:10). Dengan rahmat Tuhan dan bimbingan Roh Kudus, mari kita hidup
dengan integritas, keadilan, dan kasih, sehingga dunia dapat melihat kemuliaan
Allah melalui hidup kita. Tuhan memberkati kita semua.
23. DOA
PENUTUP
P : Marilah
kita berdoa:
Ya Allah,
semoga dengan kekuatan rezeki surgawi yang telah kami terima ini, kami
dimampukan untuk mengabdi-mu dengan setia. Ajarilah kami untuk berani melawan
segala bentuk penindasan dan ketidakadilan dengan cinta kasih yang bersumber
dari-Mu seingga kami layak bagi hidup yang abadi. Dengan pengantaraan Kristus,
Tuhan kami.
U.
Amin.
24. MOHON
BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN
P :
Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat
Tuhan. [hening sejenak]
P :
Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita
ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada
diri sendiri]
DALAM NAMA
BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan
Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur
kepada Allah.
P : Marilah
pergi, kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU
PENUTUP
Komentar
Posting Komentar