Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025
HARI
MINGU BIASA XXXII Tahun C (Putih)
Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran
Minggu,
09 November 2025
Para
Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk
nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan
suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata,
“Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan
bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka.
01. TANDA
SALIB DAN SALAM
P : Dalam
nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih
karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus
beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA
PEMBUKA
P : Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang
dikasihi dan diberkati Tuhan
Bersama Gereja di seluruh dunia, hari ini kita merayakan Pesta Pemberkatan Basilik
Lateran, Ibu bagi seluruh gereja di dunia. Bukan karena batu atau emasnya, melainkan
karena di sinilah Kristus mendirikan takhta-Nya di tengah umat-Nya yang hidup. Ini
mengingatkan kita bahwa Gereja bukan hanya bangunan batu, melainkan bait Allah
yang hidup, di mana Roh Kudus mengalir seperti sungai kehidupan dari visi
Yehezkiel ( Yeh. 47:1-2.8-9.12) yang menyuburkan segala yang disentuhnya. “Aku
melihat air mengalir dari dalam Bait Suci … sungguh, ke mana saja sungai itu
mengalir, semuanya di sana hidup.”
Dalam bacaan II dari 1
Korintus 3:9c-11.16-17 Rasul Paulus menegaskan
kebenaran, bahwa “Kamu adalah bait Allah!” (1Kor. 3:16). Bukan lagi bangunan,
tapi dirimu sendiri yang menjadi rumah Roh Kudus. Setiap detik napasmu adalah
doa, setiap langkahmu adalah prosesi, setiap luka dan tawamu menjadi mezbah
persembahan. Rasul Paulus mengajak kita
untuk merenungkan makna yang lebih dalam: bahwa setiap orang beriman adalah
Bait Allah yang hidup, tempat di mana Allah berdiam melalui Roh Kudus.
Dalam bacaan Injil Yohanes
2:13-22, Tuhan Yesus dengan cambuk
tali membalikkan meja-meja pedagang di hati kita: “Ambil
semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat
berjualan!” (Yoh. 2:16). Bukan untuk
menghukum, tapi untuk membebaskan. Ia merobohkan Bait Allah batu dalam tiga
hari kematian, lalu mendirikannya kembali dalam tiga hari kebangkitan menunjukkan
bahwa Gereja sejati adalah Tubuh-Nya yang hidup, dan kita adalah
anggota-anggotanya.
Maka marilah kita memulai perayaan kudus ini dengan hati
yang penuh syukur, memohon agar Tuhan menyucikan hati kita, membersihkan segala
dosa dan kelemahan, agar kita layak menjadi kediaman-Nya yang hidup.
03. TOBAT
DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah
menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan
Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya
mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya
telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon
kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada
saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang
Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup
yang kekal.
04.
MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa
juga menyanyikan lagu kemulian dari buku Mada Bakti]
P :
Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan
damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami
memuji Dikau,
U : Kami
meluhurkan Dikau.
P : Kami
menyembah Dikau,
U : Kami
memuliakan Dikau.
P : Kami
bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan
Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan
Yesus Kristus, Putera yang tunggal.
U : Ya Tuhan
Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.
P : Engkau
yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau
yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau
yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
U : Karena
hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya
Engkaulah Tuhan.
U : Hanya
Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.
P : bersama
dengan Roh Kudus,
U : dalam
kemuliaan Allah Bapa. Amin.
05. DOA
PEMBUKA
P : Marilah
kita berdoa,
[hening sejenak] Ya Allah, dari batu-batu
hidup dan terpilih Engkau telah menyiapkan tempat tinggal yang kekal bagi
keagungan-Mu. Lipatgandakanlah di dalam Gereja-Mu anugerah Roh yang telah
Engkau berikan, agar umat yang setia kepada-Mu senantiasa
bertambah. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang
hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang
segala masa.
U. Amin.
06. AJAKAN
MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah
kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar
Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.
[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07.
BACAAN I (Yeh 47:1-2.8-9.12) -duduk-
"Aku melihat air mengalir dari dalam Bait Suci; ke mana saja air itu
mengalir, semua yang ada di sana hidup."
L. Bacaan dari Nubuat Yehezkiel:
Sekali peristiwa aku dibawa malaikat
Tuhan ke gerbang Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu
Bait Suci itu, mengalir menuju timur, sebab Bait Suci itu juga menghadap ke
timur. Air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci, sebelah
selatan mezbah. Lalu malaikat itu menuntun aku keluar melalui pintu gerbang
utara, dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang
menghadap ke timur. Sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. Lalu
malaikat itu berkata kepadaku, "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur,
menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin; maka air laut yang
mengandung banyak garam itu menjadi tawar. Ke mana saja sungai itu mengalir,
segala makhluk yang berkeriapan di dalamnya akan hidup. Ikan-ikan menjadi
sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi
tawar, dan ke mana saja sungai itu mengalir, semua yang ada di sana hidup. Pada
kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya
tidak pernah layu, dan buahnya tidak habis-habis. Tiap bulan ada lagi buahnya
yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus. Buahnya
menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur
kepada Allah.
08.
MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN
(Mzm 46:2-3.5-6.8-9; Ul: 5)
Refren: Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam
lindungan-Nya aman sentosa
Mazmur:
1. Allah itu tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai
penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut,
sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut.
2. Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, di sukakan oleh aliran-aliran sungai.
Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya
menjelang pagi.
3. Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub.
Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan. Yang mengadakan permusuhan di bumi.
09.
BACAAN II (1Kor 3:9-11.16-17) -duduk-
"Kamu
adalah tempat kediaman Allah."
L. Bacaan dari Surat Pertama
Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:
Saudara-saudara, kamu adalah ladang
Allah, bangunan Allah. Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan
kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar,
dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus
memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada
seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah
diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait
Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan
bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan
bait Allah itu ialah kamu.
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur
kepada Allah
10. ALLELUIA
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Tempat ini telah
Kupilih dan Kukuduskan. Supaya nama-Ku tinggal di sana sepanjang masa.
U : Alleluia
11. INJIL (Yoh
2:13-22) -berdiri
P : Marilah
kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Yohanes
(Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu
jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Ketika
hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam
Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan
penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir
mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang
penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari
sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." Maka
teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu
menghanguskan Aku. Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda
apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak
demikian?" Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan
dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi
kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan
Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya
dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari
antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah
dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang
telah diucapkan Yesus.
P.
Demikianlah Injil Tuhan
U.
Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN
SINGKAT
Bapa-ibu,
saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan
Hari ini
Gereja di seluruh dunia merayakan Pesta Pemberkatan Basilika Lateran di Roma.
Basilika Lateran adalah gereja pertama dan tertua di dunia, gereja utama Paus,
yang menjadi lambang kesatuan umat Katolik di seluruh dunia. Tapi yang lebih
penting adalah kita sendiri, manusia yang hidup, sebab kita pun adalah Bait
Allah yang hidup.
Dalam bacaan
pertama dari Kitab Yehezkiel, kita mendengar tentang air yang mengalir dari
dalam Bait Allah. Air itu mengalir ke mana-mana dan membawa kehidupan. Air itu
melambangkan rahmat Tuhan. Di mana rahmat itu mengalir, di situ ada hidup, ada
damai, ada sukacita.
Kita bisa
bayangkan seperti air sungai yang mengalir di sekitar kampung kita. Airnya
jernih, mengalir pelan, tapi ke mana saja ia pergi, rumput jadi hijau,
ikan-ikan hidup, pohon berbuah lebat.
Begitu juga kalau hati kita bersih dan dekat dengan Tuhan, hidup kita akan jadi
berkat bagi orang lain. Namun, kalau air di sungai kotor, banyak sampah dan
lumpur, ikan pun mati dan tanah jadi tandus. Demikian juga kalau hati kita
kotor oleh dosa, amarah, iri hati, dan keserakahan, rahmat Tuhan tidak bisa
mengalir. Itulah yang dilihat Nabi Yehezkiel: sungai dari Bait Allah yang
menghidupkan segalanya.
Dalam bacaan
kedua Rasul Paulus berkata, “Kamu adalah Bait Allah, dan Roh Allah diam di
dalam kamu.” Berarti Tuhan tidak hanya hadir di dalam gereja, tetapi juga di
dalam diri kita. Bait Allah bukan hanya bangunan dengan atap dan dinding, tetapi hati kita sendiri juga Adalah bait
Allah. Di sanalah Tuhan ingin tinggal. Karena itu, kita mesti bertanya: “Apakah
hatiku sudah menjadi rumah yang pantas bagi Tuhan?” Kalau rumah kita kotor,
tentu tamu tidak akan betah. Begitu juga kalau hati kita dipenuhi kebencian,
iri, malas berdoa, atau suka bicara buruk tentang orang lain, Tuhan pun tidak
nyaman tinggal di situ. Tapi kalau hati kita penuh kasih, sabar, dan suka
mengampuni, maka Tuhan betah tinggal dalam diri kita.
Dalam bacaan
Injil, Yesus marah karena orang menjadikan Bait Allah, rumah Bapa-Nya, sebagai
pasar. Mereka berjualan, mencari untung di tempat ibadah. Yesus berkata,
“Runtuhkan Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan membangunnya kembali.”
Yang dimaksud Yesus adalah tubuh-Nya sendiri, sebab Yesus adalah Bait Allah
yang sejati.
Artinya,
lewat Yesus, kita bisa berjumpa dengan Allah yang hidup. Dan lewat kita, yang
percaya kepada Yesus, dunia juga bisa
merasakan kehadiran Allah.
Kadang kita
pun perlu membiarkan Yesus membersihkan hati kita seperti Ia membersihkan Bait
Allah. Mungkin ada banyak “pedagang” dalam hati kita: keinginan untuk selalu
menang, rasa iri terhadap sesama, kebiasaan malas berdoa, dan kebiasaan buruk
lainnya. Yesus ingin membuang semua itu, supaya hati kita bersih kembali.
Menjadi Bait
Allah berarti hidup kita harus memancarkan kasih Tuhan. Kalau di rumah kita ada
kasih, di situ Tuhan hadir. Kalau kita bekerja dengan jujur, Tuhan hadir. Kalau
kita saling menolong di kampung, Tuhan hadir. Tuhan tidak hanya mau disembah di
dalam gereja, tapi juga di dalam kehidupan kita sehari-hari, saat kita
mengasihi, mengampuni, dan melayani.
13. HENING
SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah
menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan
dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P. Sering
kita kurang menyadari bahwa Tuhan mau berada di tengah-tengah kita dan bahwa
kita diperkenankan memanjatkan doa kepada-Nya di rumah doa ini:
L. Bagi semua anggota umat kita: Semoga Bapa berkenan memasang kita
sebagai batu-batu hidup dalam bangunan rohani, dan terutama menjadikan kita
insan berdoa. Marilah kita mohon, ….
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi
masyarakat kita: Semoga Bapa membmbing masyarakat di sekitar kita agar mereka
memandang kesaksian hidup umat-Nya sebagai tanda penyelamatan oleh-Nya. Marilah
kita mohon.
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi para
gelandangan yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap. Semoga Bapa memberkati
para gelandangan agar para gelandangan yang beriman tetap merasa kerasan di
dalam Gereja dan bertemu dengan orang-orang yang mampu membantu. Marilah kita
mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi diri
kita: Semoga Bapa membimbing kita agar kita menemukan cara-cara yang lebih
nyata dalam menghayati cinta kasih kepada sesama, yang benar-benar memerlukan
bantuan kita. Marilah kita mohon:
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
I. Allah
Bapa di surga, Engkau hadir di tengah-tengah kami, di dalam gedung batu maupun
di dalam diri kami yang lemah ini. Maka kabulkanlah doa-doa kami, dan penuhilah
keinginan kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin..
16. KOLEKTE
[Selanjutnya
ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada
sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu
dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada
Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
17. DOA
PUJIAN
P :
Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita
untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan
yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di
surga.
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami
bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah
jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di
hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa,
dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa,
agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus
itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa,
umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam
gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka,
bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus
Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat]
dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat],
kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua
kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut
komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A. Cara A:
DENGAN KOMUNI
Sesudah
Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia
membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen
Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah
mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar
bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan
sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami
sambil berdiri.
P :
Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita
memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan
saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati
di hadirat Tuhan.
[Hening
sejenak]
19A. BAPA
KAMI Berdiri
P : Atas
petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami
yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah
kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari
ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah
kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah
kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A. SALAM
DAMAI DAN KOMUNI
Bila
ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah
kita saling memberikan salam damai.
(Umat
memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah
Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu
menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah
Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Hosti
dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke
perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan
saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya
akan sembuh.
(Dengan
khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani
umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P :
Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
18B. Cara B.
TANPA KOMUNI
P : Pada
perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita
menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B. BAPA
KAMI
--Berdiri
P :
Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka
sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana
yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa
kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah
kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari
ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah
kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah
kami dari yang jahat.
Dapat
dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah
kita saling memberikan salam damai.
Umat
memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
20B. DOA
KOMUNI BATIN
Berlutut/berdiri
Pemimpin
mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan
antara lain sebagai berikut:
P : Kini,
mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati
kita.
P : Yesus
bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan
kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting
tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok
anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam
Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku,
aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu
lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku.
Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah
sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah
datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan
biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening
sejenak]
P : Dalam
keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir
saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan
mengatakan:
P : Yesus,
datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus,
datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪
Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga
kali.
▪
Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪
Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.
21.
MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11
P : Marilah
kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang
membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai
dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak
memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya
dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita
bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab
aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu
kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia
dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang
yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa
baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan
TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang
takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang
mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan
Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang
segala abad, Amin.
22. AMANAT
PENGUTUSAN
P : Hari ini
Tuhan mengingatkan kita bahwa setiap orang beriman adalah Bait Allah yang
hidup. Tuhan tidak hanya tinggal di dalam gereja, tetapi juga di dalam hati
orang yang mau hidup dalam kasih dan kebenaran. Maka, marilah kita pulang
dengan tekad baru: menjadikan hati kita tempat kediaman Tuhan, menjadikan
keluarga kita rumah doa dan kasih, serta menjadikan kampung dan lingkungan kita
sebagai tanda kehadiran Allah yang membawa damai. Biarlah dari hidup kita
mengalir “air kehidupan”, berupa
kata-kata yang menghibur, tindakan yang menolong, dan kasih yang menumbuhkan
harapan bagi siapa pun yang kita jumpai.
23. DOA
PENUTUP
P : Marilah
kita berdoa:
Ya Allah,
Engkau menghendaki agar Kerajaan-Mu hadir secara tersamar dalam Gereja-Mu
sebagai tanda di dunia ini. Kami mohon, semoga dengan mengambil bagian dalam
sakramen ini Engkau menjadikan kami kanisah rahmat-Mu dan memperkenankan kami
memasuki kediaman-Mu yang mulia. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang
hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.
U.
Amin.
24. MOHON
BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN
P :
Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat
Tuhan. [hening sejenak]
P :
Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita
ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada
diri sendiri]
DALAM NAMA
BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan
Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur
kepada Allah.
P : Marilah
pergi, kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU
PENUTUP
Komentar
Posting Komentar