Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025

 

HARI MINGU BIASA XXVIII Tahun C (Hijau)

Minggu, 12 Oktober 2025

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA

P : Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan

Selamat datang dalam perayaan Ibadat Sabda hari ini. Kita berkumpul di sini sebagai satu komunitas iman untuk merayakan kasih dan kehadiran Tuhan di tengah-tengah kita. Dalam suasana penuh syukur dan pengharapan, marilah kita membuka hati kita untuk menerima rahmat dan berkat-Nya.

Bacaan-bacaan suci hari ini mengajak kita untuk merenungkan kuasa penyembuhan Tuhan dan pentingnya hidup dalam rasa syukur serta iman yang tulus. Dalam bacaan I dari Kitab 2 Raja-raja 5:14-17, kita melihat kisah Naaman, seorang panglima tentara Aram yang disembuhkan dari penyakit kusta oleh nabi Elisa. Setelah disembuhkan, Naaman mengakui kekuatan Tuhan dan bertekad untuk tidak mempersembahkan korban kepada dewa-dewa lain. Ini menunjukkan pentingnya iman dan pengakuan akan kuasa Tuhan. Dalam suratnya yang kedua kepada Timotius 2:8-13, St. Paulus mengingatkan kita untuk tetap teguh dalam iman kepada Yesus Kristus yang bangkit dari antara orang mati. Ia menegaskan bahwa jika kita setia kepada Kristus, kita akan mendapatkan hidup yang kekal. Bacaan ini mengajak kita untuk merenungkan komitmen kita terhadap iman kita, terutama dalam menghadapi tantangan dan penderitaan. Dalam bacaan Injil Lukas 17:11-19, Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta, tetapi hanya satu yang kembali untuk mengucapkan terima kasih. Yesus menyoroti pentingnya syukur dan pengakuan atas berkat yang kita terima. Sikap syukur bukan hanya menunjukkan rasa terima kasih, tetapi juga mengakui kehadiran dan karya Tuhan dalam hidup kita.

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa juga menyanyikan lagu kemulian dari buku Mada Bakti]

P : Kemuliaan kepada Allah di surga

U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.

P : Kami memuji Dikau,

U : Kami meluhurkan Dikau.

P : Kami menyembah Dikau,

U : Kami memuliakan Dikau.

P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.

U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.

P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.

U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.

P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.

U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.

P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.

U : Karena hanya Engkaulah kudus.

P : Hanya Engkaulah Tuhan.

U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.

P : bersama dengan Roh Kudus,

U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

05. DOA PEMBUKA

P : Marilah kita berdoa,

[hening sejenak]  Ya Allah, kebaikan-Mu kepada kami sungguh tak terhingga. Kami mohon, bebaskanlah kami dari kesombongan agar kami selalu sadar akan kebaikan-Mu kemudian mensyukuri dan membagikannya kepada sesama kami. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

U. Amin.

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]

07. BACAAN I (2Raj 5:14-17)
                              "Naaman kembali kepada Elisa, abdi Allah, dan memuji Tuhan,"

 L. Bacaan dari Kitab Kedua Raja-raja:

Sekali peristiwa, turunlah Naaman, panglima raja Aram, ke Sungai Yordan, lalu membenamkan dirinya tujuh kali ke dalam sungai itu sesuai dengan perkataan Elisa, abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak, dan ia menjadi tahir. Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Sesampai di sana, majulah ia ke depan Elisa dan berkata, "Sekarang aku tahu bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu, terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!" Tetapi Elisa menjawab, "Demi Tuhan yang hidup, yang aku layani, aku tidak akan menerima apa-apa." Walaupun Naaman mendesaknya, Elisa tetap tidak mau menerima sesuatu. Akhirnya berkatalah Naaman, "Jikalau demikian, berikanlah kepada hambamu ini tanah sebanyak dapat diangkut oleh sepasang bagal, sebab hambamu ini tidak lagi akan mempersembahkan kurban bakaran atau kurban sembelihan kepada allah lain, kecuali kepada Tuhan."

L. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN

Refren: Tuhan telah menyatakan keselamatan yang datang dari padaNya di hadapan para Bangsa
Mazmur:
1.  Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang daripada-Nya, Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih setia-Nya terhadap kaum Israel.
3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

09. BACAAN II (2Tim 2:8-13)
                                "Jika kita bertekun, kita pun akan memerintah dengan Kristus."

  L.  Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius:                         
Saudaraku terkasih, ingatlah akan ini: Yesus Kristus, keturunan Daud, yang telah bangkit dari antara orang mati, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. Karena pewartaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi sabda Allah tidak terbelenggu. Karena itu, aku sadar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka pun memperoleh keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal. Benarlah sabda ini: Jika kita mati dengan Kristus, kita pun akan hidup dengan Dia. Jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia. Jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita. Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

L. Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

10. ALLELUIA

P : Alleluia

U : Alleluia

P : Bersyukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagimu dalam Kristus Yesus.

U : Alleluia

11. INJIL (Luk 17:11-19) -berdiri

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas

 (Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)

P. Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia masuk suatu desa, datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh, dan berteriak, "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" Yesus lalu memandang mereka dan berkata, "Pergilah dan perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara dalam perjalanan, mereka menjadi tahir. Seorang di antara mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus, dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu seorang Samaria. Lalu Yesus berkata, "Bukankah sepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing ini? Lalu Yesus berkata kepada orang itu, "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus.

12. RENUNGAN SINGKAT

Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan

Hidup manusia tidak pernah lepas dari anugerah Tuhan. Setiap hari kita menerima begitu banyak kebaikan-Nya , seperti nafas kehidupan, orang-orang yang mencintai kita, pekerjaan dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Namun, sering kali kita seperti sembilan orang kusta dalam Injil hari ini: menerima berkat, tetapi lupa kembali kepada Sang Pemberi Berkat. Hanya satu orang kusta, yang justru orang asing dari Samaria, datang kembali untuk bersyukur. Ia sadar bahwa penyembuhan yang ia alami bukan sekadar peristiwa medis, tetapi tanda kasih Allah.

Bacaan-bacaan hari ini bercerita tentang orang-orang yang juga punya masalah besar, tapi hidup mereka berubah karena mereka percaya kepada Tuhan dan bersyukur. Naaman yang terjangkit penyakit kusta, Paulus yang dipenjara, dan orang Samaria yang dikucilkan, semuanya merasakan kasih Tuhan. Tapi yang berbeda adalah hati mereka yang penuh syukur. Mari kita renungkan cerita dan pengalaman mereka dan apa artinya buat hidup kita hari ini.

Bacaan pertama dari Kitab 2 Raja-raja menceritakan kisah Naaman, seorang panglima dari Aram, yang menderita kusta. Penyakit ini membuat dia malu dan dijauhi orang. Dia mendengar ada Nabi Elisa di Israel yang bisa menyembuhkan penyakitnya.  Jadi dia datang dengan harapan besar, membawa banyak harta. Ia yang terbiasa dihormati, harus merendahkan diri dan mengikuti petunjuk Nabi Elisa untuk mandi tujuh kali di Sungai Yordan. Namun, setelah menyingkirkan kesombongannya, ia taat dan mengalami kesembuhan total. Naaman sangat bersyukur, ia Kembali kepada Elisa dan berkata “Sekarang aku tahu cuma Tuhan Israel yang benar” (2 Raj 5:15). Kesembuhan Naaman bukan hanya jasmani, tetapi juga rohani: ia beralih dari penyembahan berhala kepada iman sejati.

Kadang kita pun seperti Naaman, ingin berkat besar, tapi menolak cara Tuhan yang sederhana.

Tuhan sering bekerja melalui hal-hal kecil: doa yang tulus, kebaikan kecil, kesabaran dalam keluarga, kesetiaan dalam pekerjaan, atau Sakramen Ekaristi yang kita rayakan dan kita terima.

Di tengah budaya yang serba cepat, apakah kita masih menghargai “Sungai Yordan” dalam hidup kita, sebuah momentum sederhana di mana Tuhan menyapa kita? Naaman mengajak kita untuk taat dan bersyukur, karena dari situlah iman sejati lahir dan rahmat besar bekerja

Dalam bacaan II, meski dipenjara, St. Paulus, yang sedang menderita dalam penjara, menasihati Timotius agar tetap setia mewartakan Injil. Ia menegaskan bahwa “Jika kita mati dengan Kristus, kita pun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kita akan ikut memerintah bersama Dia.”

Banyak dari kita yang mungkin merasa tertekan oleh tantangan hidup: krisis ekonomi, konflik keluarga, atau ketidakpastian global. Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa penderitaan bukan akhir cerita. Seperti kusta yang memisahkan Naaman dari masyarakat, penderitaan kita bisa terasa seperti penjara. Namun, kesetiaan Tuhan tak pernah goyah. St. Paulus mengajak kita untuk tetap setia menyebarkan kasih Kristus melalui tindakan nyata. Syukur kita ditunjukkan dengan ketekunan dalam iman, bahkan saat dunia terasa gelap.

Dalam bacaan Injil Lukas, kita mendengar kisah Yesus bertemu sepuluh orang kusta. Mereka berteriak, “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” (Lk 17:13). Yesus menyuruh mereka pergi ke imam, dan dalam ketaatan, mereka sembuh. Tapi hanya satu orang, seorang Samaria, yang dianggap “asing” dan “tidak layak” oleh masyarakat Yahudi, yang kembali untuk bersyukur. Ia tersungkur di kaki Yesus, memuji Allah. Yesus berkata kepadanya, “Imanmu telah menyelamatkan engkau” (Lk 17:19).

Perhatikan: kesepuluh orang itu sembuh secara fisik, tetapi hanya satu yang “diselamatkan” karena ia kembali dengan syukur. Ini mengingatkan kita bahwa penyembuhan Tuhan bukan hanya soal tubuh, tetapi juga jiwa. Syukur adalah kunci yang membuka pintu keselamatan.

Konteks di kehidupan kita, berapa kali kita menerima berkat, seperti kesehatan, keluarga, pekerjaan, tapi lupa mengucap syukur? Mari kita belajar dari orang Samaria: kembali kepada Yesus, mungkin melalui doa sederhana atau tindakan kasih, untuk mengakui bahwa segala sesuatu berasal dari-Nya.

Syukur adalah bahasa hati yang mengubah hidup kita dan dunia. Seperti orang Samaria, marilah kita kembali kepada Yesus, tersungkur di kaki-Nya, dan memuji Dia dengan hidup kita. Dengan iman dan syukur, kita akan mendengar Dia berkata, “Bangkitlah, pergilah! Imanmu telah menyelamatkan engkau.”

13. HENING SEJENAK

14. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT

P Bagi Gereja, Umat Allah: Semoga Bapa memberkati Gereja karena segala sesuatu yang telah diberikannya kepada kita: kehidupan ilahi, kasih ilahi, bimbingan dan kekuatan. Marilah kita mohon,

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi bangsa dan negara kita: Semoga Allah memenuhi hati kita dengan rasa syukur atas para pendahulu kita, atas khazanah kebudayaan yang telah mereka wariskan kepada kita, dan atas iman yang telah kita terima melalui mereka sehingga kita pun terdorong untuk menyumbangkan usaha kita dan diri kita sendiri demi hari depan yang cerah bagi angkatan yang akan datang.

Marilah kita mohon,

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L.  Bagi persoalan-persoalan besar dunia dewasa ini: Semoga Bapa mengutus Roh Kudus untuk menerangi setiap langkah hidup kami sehingga kami selalu menghormati martabat pribadi manusia dan siap sedia membukakan kesempatan-kesempatan hidup bagi semua orang. Marilah kita mohon,
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi mereka yang miskin dan terluka dalam martabat mereka sebagai manusia: Semoga Bapa memberkati mereka semua; dan semoga rasa syukur kita atas segala sesuatu yang sudah kita terima mendorong kita untuk memberi cinta kasih, kemerdekaan dan perdamaian kepada mereka yang miskin dan terlupakan. Marilah kita mohon,…

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi umat Paroki kita: Semoga Bapa memberkati kita semua, dan mengajarkan kepada kita, apa arti kemurahan hati dan terima kasih. Semoga kita juga mengajarkan kepada anak cucu serta sesama kita. Marilah kita mohon,……

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

P.  Tuhan, Allah dan Bapa kami, kepada kami Engkau telah memberi dengan cuma-cuma. Semoga kami pun memberi dengan cuma-cuma supaya lebih menyerupai citra-Mu, serta citra Putra-Mu, Yesus Kristus, Tuhan kami.

U. Amin.

16. KOLEKTE

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.

17. DOA PUJIAN

P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).

18A. Cara A: DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.

[Hening sejenak]

19A. BAPA KAMI Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)

 P : Tubuh Kristus.

U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)

----------------------------------------------------------------------------------------------

18B. Cara B. TANPA KOMUNI

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

19B. BAPA KAMI --Berdiri

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Dapat dilaksanakan Salam Damai.

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.

20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.

▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.

▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.

 21. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11

P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.

Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.

22. AMANAT PENGUTUSAN

P : Bacaan-bacaan suci hari ini telah mengingatkan kita akan kuasa Tuhan yang menyembuhkan dan kasih-Nya yang diberikan kepada semua orang, seperti Naaman dan orang Samaria. Kita juga diajak untuk hidup dengan hati penuh syukur, karena syukur adalah kunci yang membawa kita pada keselamatan sejati. Jadilah seperti orang Samaria yang kembali memuji Tuhan: ucapkan terima kasih atas berkat kecil, seperti kesehatan, keluarga dan Rahmat kehidupan. Tunjukkan syukur lewat perbuatan dengan berbagi kebaikan dengan orang yang berbeda dari kita. Seperti Paulus, tetaplah setia menyebarkan kasih Kristus dalam situasi apa pun.

23. DOA PENUTUP

P : Marilah kita berdoa:

Allah Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur atas rezeki surgawi yang telah kami terima ini. Semoga, kami selalu menyadari betapa besar anugerah yang telah kami terima dari-Mu sehingga kami pun senantiasa memuji-Mu dan bersyukur kepada-Mu sampai akhirnya kami kembali kepada-Mu dalam keabadian. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U. Amin. 

24. MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN

 P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]

 P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.

P : Marilah pergi, kita diutus.

U : Amin.

25. LAGU PENUTUP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025