Sejarah Singkat Paroki St. Maria Ratu Para Malekat Kurubhoko
Sejarah Singkat
Pembentukan Paroki Santa Maria Ratu Para
Malaikat Kurubhoko
Sebelum menjadi sebuah kuasi paroki, Kurubhoko telah melewati perjalanan dan kisah yang amat panjang. Pada
tahun 1950 Kurubhok masih
bernama
Tanawolo yang meliputi:
Tajo, Turenelu, Malafai, Nangge dan Malabhaka. Pada
saat
itu, wilayah Tanawolo
masih
merupakan
salah
satu
wilayah pastoral paroki
Salib
Suci
Soa. Selanjutnya
pada
tahun 1957 Wilayah
Tanahwolo
menjadi wilayah pastoral paroki Hati Kudus Yesus Wangka.
Kurang
lebih
pada
tahun 1959
wilayah
Tanawolo
menjadi
bagian
dari
wilayah pastoral Paroki St.
Maria Asumpta Maronggela (waktu itu masih bernama Warukia). Antara
tahun 1980 dan 1983 wialayah
pastoral Tanawolo dibagi menjadi tiga stasi, yakni Stasi Nangge-Kurubhoko, Stasi Tajo dan
Stasi Malafai. Jarak antara ketiga wilayah stasi tersebut dengan pusat paroki sangat jauh
(kuranglebih 50km). Pada tahun 2012 umat bersama pastor paroki mengajukan permohonan pemekaran wilayah paroki.
Keinginan umat dari ketiga Stasi tersebut
disambut
baik
oleh
MgrVinsensius
Sensi
Potokota, Pr. Kemudian
pada 2 September 2012
dibentuklah Panitia Pemekaran. Panitia
ini
mempersiapkan
umat
untuk
memulai
sebuah
paroki baru. Kerja
Panitia
ini
sudah
mulai
mendapat
titik
terang pada 29 Mei 2014. Pada
Hari Raya KenaikanYesus
Kristus itulah wilayah Kurubhoko ditetapkan sebagai Paroki Persiapan dan
dilayani
oleh para imam dari
Ordo Saudara-saudara Dina
(OFM). Sejak ditetapkan sebagai Quasi paroki, panatia
bekerja
siang
dan
malam
bersama
umat
untuk
mempersiapkan
kuasi
paroki
menuju
paroki yang definif.
Kerinduan itu mendapat tanggapan dari yang mulia
Uskup
Agung Ende dalam
pertemuan pastoral di Mbay. Pada
saat
itu, beliau
menetapkan
tanggal 2 Agustus 2017
sebagai hari peresmian paroki Kurubhoko.
Akan tetapi persoalan finansial serta persiapan
yang lain yang dirasa belum memadai, maka
setelah
melakukan
musyawarah
dengan
Romo Yoseph
Daslan
Moang
Kabu,Pr, Vikep
kevikepan
Bajawa
Keuskupan Agung Ende, maka ditetatapkan tanggal 11 September 2017 sebagai
hari
peresmian. Waktu
peresmian
tersebut
telah
disetujui
oleh Yang Mulia
Uskup
Agung
Ende, Mgr. Vicentius Sensi Potokota,
Pr. Maka pada 11 September 2017 paroki Kurubhoko diresmikan menjadi paroki defenitif oleh Uskup Agung Ende dengan nama paroki “St.
Maria Ratu Para Malaikat Kurubhoko”. Paroki Baru ini terbagi dalam enam wilayah Pastoral: Wilayah I Kurubhoko, Wilayah II
Tajo, Wilayah 3 Nangge-Wulabhara, Stasi Malafai, Lingkungan
Maladhawi
dan Stasi Ize.*****
Komentar
Posting Komentar