Refleksi Malam Paskah 2018
Tindakan Tuhan Yesus yang menanggalkan
jubah dan mencuci kaki para murid pada Upacara Kamis Putih; Tindakan pengorbanan berdasarkan kesetiaan pada kehendak Allah demi keselamatan banyak orang pada perayaan Jumaat Agung dan pristiwa besar kebangkitan Tuhan Yesus Kristus yang pada malam ini
kita kenangkan dan rayakan hendak mengajak kita untuk keluar dari kegelapan kuburan yang
seringkali membawa kesedihan, penderitaan, kecemasan dan ketakutan menuju
terang. Kubur yang gelap selalu identik dengan suasana angker, ketakutan,
suram, kesedihan, kehidupan lama yang penuh dosa. Kebangkitan Kristus membuka
pintu kubur bagi kita. Saatnya kita keluar dari sana menuju terang. Selama ini
mungkin kita terkubur dalam ketidaktahuan
untuk membedakan yang baik dan tidak baik, terkubur dalam kepuraan-puraan yang membawa kita
kepada kemunafikan, terkubur dalam kecurigaan-kecurigaan yang tidak perlu yang memunculkan
rasa permusuhan, terkubur dalam rasa dendam yang merusak perdamaian. Pada malam kebangkitan ini kita diajak untuk berani keluar dari sana menuju terang.
Jangan terlena dan terlelap dalam kubur karena cacing dan ngengat bisa merusak diri kita dan kita pun bisa menjadi busuk. Fokuslah
pada masa depan, jadilah keluarga yang baik, jadilah anak yang baik, jadilah
orang tua yang baik, jadilah tetangga yang baik dan persiapkan masa depan
dengan baik. Allah menghargai kebebasan kita untuk memilih jalan hidup. Jalan
yang benar akan membawa kita kepada keselamatan dan jalan yang salah akan
membawa kita kepada kebinasaan. Kristus melalui pristiwa kebangkitanNya hendak meyakinkan kita bahwa selalu ada harapan bagi siapa saja yang memiliki iman dan
kasih sayang .
Komentar
Posting Komentar