Puasa Yang Benar
Ada
muncul petanyaan dari Umat Allah kepada Allah sendiri:
"Kami berpuasa, mengapa Engkau tidak
memperhatikannya juga? Kami merendahkan diri, mengapa Engkau
tidak mengindahkannya juga?"
Allah menjawab: Camkanlah!Pada
hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak
semua buruhmu. Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi
serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan cara berpuasa
seperti ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.
Puasa seperti apa sebenarnya yang
dikehendaki Allah.
Kita perlu menyadari dan memahami bahwa puasa menyangkut soal menyelaraskan sikap dan
kehendak kita dengan kehendak Allah. Artinya Puasa bukan sekedar kewajiban
Agama, tetapi lebih dari itu puasa adalah sebuah kesempatan kita untuk bertobat
dengan mulai menghidup nilai-nilai injili:Iman, Harap dan Kasih dalam kehidupan
kita dengan sesama. Nabi Yesaya menegaskan :” Berpuasa yang Kukehendaki
ialah: Engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman dan
melepaskan tali-tali kuk; membagi-bagikan rotimu bagi orang yang
lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan
apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian, dan
tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! . Amin
Komentar
Posting Komentar