Sejarah Singkat Paroki St. Paulus Nanga Kantuk-Keuskupan Sintang



Sejarah Singkat Paroki St. Paulus Nanga Kantuk-Keuskupan Sintang
Wilayah pastoral Paroki St. Paulus Nanga Kantuk terbentang sepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia. Wilayah Paroki ini mencakupi tiga kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu-Propinsi KALBAR, yakni Kecamatan Empanang, Kecamatan Puring Kencana dan tiga dusun di desa Entipan -kecamatan Semitau: Dusun Entipan Hulu, Dusun Selupai dan Dusun Sigerat,  dengan luas wilayah kurang lebih 1.074,84Km2. . Suku yang dominan mendiami wilayah Paroki Nanga Kantuk adalah Dayak Kantuk dan Dayak Iban. Namun, pada tahun 2004/2005, seiring dengan masuknya perusahan kelapa sawit, banyak pendatang dari Padang, Minang, NTT dan Jawa yang menetap di wilayah ini.
Sebelum menjadi Paroki, Wilayah pastoral Nanga Kantuk dan sekitarnya, merupakan stasi dari Paroki St. Fidelis Sejiram, Keuskupan Sintang,  yang pada saat itu dilayani oleh para misionaris Oblat Maria Imakulata (OMI). Karena wilayah pastoral Paroki Sejiram sangatlah luas, maka pada tahun 1979 Nanga Kantuk ditingkatkan statusnya menjadi Paroki Persiapan dengan wilayah pastoral meliputi 2 kecamatan, Kecamatan Empanang dan Kecamatan Semitau. Pada tanggal 25 Januari 1980, bertepatan dengan Pesta Pertobatan St. Paulus, Mgr. Ishak Dura meresmikan Nanga Kantuk menjadi Paroki, dan St. Paulus dipilih menjadi pendoa dan pelindung Paroki yang baru terbentuk ini. Yang menjadi pastor Paroki pertama paroki ini adalah Pater Jacques Chapuis, OMI, misonaris OMI kelahiran Prancis. Pada tahun 1998 reksa pastoral Paroki St. Paulus Nanga Kantuk diserahkan kepada Imam diosesan Keuskupan Sintang. Pada tanggal 03 Februari 2020, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM Cap, Uskup Keuskupan Sintang, secara resmi mempercayakan karya pastoral Paroki St. Paulus Nanga Kantuk kepada Ordo Fratrum Minorum (OFM).
Pada kurun waktu 1979 – 2010 para katekis dan BAPUK (Badan Pengurus Umat Katolik)  memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan beriman umat Katolik Nanga Kantuk. Ada  tiga katekis yang selalu terkenang dalam memori umat Katolik Nanga Kantuk, Yakni Bpk. Thomas Mudayen (alm), Bpk. Dominikus Kopong Ola dan Bpk. Bonifasius Gubik. Bpk. Thomas dan Bpk. Dominikus merupakan guru sekolah dasar yang berasal dari NTT, sedangkan Bpk. Gubik adalah BAPUK yang berasal dari Suku Dayak. Masih banyak tokoh umat yang turut berperan dalam perkembangan gereja Nanga Kantuk yang tidak sempat tercatat di sini. para katekis dan toko umat ini sangat aktif membantu para misonaris OMI dengan memberi katekese tentang ajaran Gereja Katolik, memberi pembekalan iman kepada para katekumen  dan memimpin ibadat sabda.
Wilayah pastoral Paroki St. Paulus Nanga Kantuk saat ini (tahun 2020) terbagi dalam 32 Stasi dan 6 Kring di Pusat Paroki, dengan jumlah umat, berdasarkan data bulan Maret 2020, sebesar 6.385 jiwa. Gereja pusat Paroki terletak di kota kecamatan Empanang desa Nanga Kantuk.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025