TATA PERAYAAN PERKAWINAN KATOLIK

 

 

 

TATA PERAYAAN PERKAWINAN

KATOLIK

Dalam

misa

 

 

 

 

Pasangan :

..................................... dan .....................................

 

 

Di Gereja  

………………………………………….

 

Ritus Pembuka

PENYAMBUTAN MEMPELAI                            

L :   Bapa, Ibu dan Saudara-Saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus.

 

Selamat datang di Gereja ………………. ini. Hari ini kita hadir di sini untuk menyaksikan dan turut bersukacita bersama keluarga ..................................... dan ……………….. teristimewa kedua mempelai ..........................................................................  dan ..................................... yang hari ini akan menerima (Sakramen) perkawinan dalam Misa Perkawinan menurut tatacara Liturgi Gereja Katolik.

 

Mari kita menyertai mereka berdua dengan doa-doa kita, supaya mereka boleh mengalami kebahagiaan, kesejahteraan dan kesanggupan untuk  menjalankan nilai-nilai kristiani di dalam rumah tangga mereka kelak.

 

Mari kita semua berdiri untuk memulai liturgi perkawinan ini dengan upacara penyambutan.

Mempelai beserta rombongan berhimpun di depan pintu gereja. Imam menyambut kedua mempelai di pintu itu dengan mengenakan busana liturgi berwarna putih atau warna pesta, dan didampingi putra-putri altar. Imam dapat memercikan air suci kepada mereka dan kerabatnya. Ketika memerciki mereka Imam dapat mengucapkan kata-kata berikut ini :

 

I   :   Semoga Allah memberi rahmat dan berkat, agar Saudara-saudari menghadap kepada-Nya dengan hati yang suci.

 

Imam menyampaikan salam dan menyatakan bahwa Gereja ikut bebrahagia bersama mereka. Setelah itu perarakan masuk menuju altar.

I   :   Selamat datang, Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan. Kita berhimpun di sini untuk mengawali perayaan perkawinan ..................................... dan..................................... Gereja menyambut Saudara-saudari dan ikut bergembira dalam perayaan kasih ini.

Wakil Keluarga menyampaikan permohonan:

WK: Pastor ……. yang terhormat, atas nama keluarga Bpk/ibu ………………. dan bpk/ibu ………………., Perkenankanlah kami menyerahkan anak-anak kami, ..................................... dan ...................................... Mereka sudah saling mengenal dan saling mencintai dan mereka ingin saling menerimakan Sakramen Pernikahan menurut tata cara Gereja Katolik. Maka atas nama kedua mempelai dan para orang tua mereka, saya mohon sudilah kiranya Pastor meresmikan dan meneguhkan maksud baik mereka sehingga Tuhan berkenan melimpahkan rahmat-Nya bagi kedua pasang mempelai ini. Terima kasih

Tanggapan dan ajakan Imam:

I   :   Semoga Tuhan berkenan akan kehendak dan harapan kita semua.

Sekarang, marilah kita masuk ke rumah Tuhan dan menyerahkan seluruh harapan serta doa-doa kita kepada-Nya. Semoga kita boleh mengalami kasih setia Tuhan yang menghidupkan dan menguduskan kita, umat-Nya.

 

PERARAKAN

Secara berurutan: 1) Putra-Putri Altar, 2) Imam, 3) Kedua Mempelai, 4) Orangtua, 4) Saksi, 5) Kerabat dekat, berarak menuju altar, dan kemudian menuju tempat masing-masing.

Perarakan ini diiringi dengan nyanyian atau antifon Pembuka.

TANDA SALIB DAN SALAM                                      

I    :    Dalam nama Bapa  dan Putra dan Roh Kudus,

U :    Amin.

I    :    Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus bersamamu.

U :    Dan bersama rohmu.

 

KATA PEMBUKA

Kemudian Imam menyampaikan Kata Pembuka yang ditujukan kepada kedua mempelai dan umat yang hadir, supaya mengarahkan perhatian untuk perayaan perkawinan.

 

I   :   Saudara-saudari terkasih,

Khususnya keluarga dan sahabat kedua mempelai, dengan penuh suka cita kita berkumpul di rumah Tuhan bersama ..................................... dan ....................................., yang pada hari ini bermaksud meneguhkan ikatan kasih mereka dalam perkawinan suci. Bagi mereka, hari ini sangatlah istimewa. Kita akan mendengarkan Sabda Tuhan, yang ditujukan kepada mereka, namun juga kepada kita semua. Marilah menopang keinginan mereka dengan doa-doa yang tulus. Semoga Allah memberkati keluarga yang akan mereka bangun mulai hari ini.

I :  Saudara-saudari terkasih, hari ini ..................................... dan ..................................... dipanggil untuk mengambil bagian dalam misteri itu, melalui perkawinan mereka. Kita semua bersatu padu dalam iman akan Kristus, yaitu karunia dari Allah yang dicurahkan ke dalam hati kita, dan kita ikrarkan ketika dibaptis. Oleh karena itu, marilah kita kenangkan saat pembabtisan kita, awal hidup baru dalam iman, sumber dan dasar setiap panggilan kristiani.

Pernyataan tobat – TIDAK ADA

 

Kemuliaan : (kecuali pada masa Adven dan Prapaskah)

 

DOA PEMBUKA

Bila misa pada hari Minggu atau hari raya, maka harus menggunakan doa dari hari pesta/raya bersangkutan.

I   :   Marilah kita berdoa. (hening sejenak)

        Allah, Pencipta yang penuh kasih, Engkau telah menuntun kedua mempelai ini, .................................... dan ..................................... dalam perjalanan untuk saling mengasihi. Kukuhkanlah cinta dan keinginan luhur mereka yang melandasi ikrar untuk saling mengikatkan diri di hadapan-Mu. Limpahkanlah rahmat-Mu atas mereka. Buatlah mereka pantas dan kudus, agar mampu menjadi tanda kehadiran-Mu yang nyata. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

U :    Amin.

Liturgi Sabda

Pasangan atau pihak keluarga boleh mengajukan bacaan dari perikop lainnya atau menambah bacaan dalam Alkitab dan berkonsultasi dengan Pastor paroki.

Epistola : (I Kor. 13 : 1 – 13)

 

Mazmur antar Bacaan/Lagu antar Bacaan

 

Bacaan Injil: (Mat. 19 : 1 – 6)

HOMILI    :

 

Perayaan Perkawinan

 

MOHON RESTU  (Dapat dilaksanakan setelah Pembukaan Kerudung, sebelum Penyerahan Barang Devosional)

 

Sebelum melangsungkan Perayaan Perkawinan, kedua mempelai mohon restu para orang tua dengan cara yang sesuai dengan adat setempat. Kedua mempelai menghadap orang tua mereka. Sementara itu dapat diiringi nyanyian.

 

Lagu (yang sesuai):

I   :   Saudara .......................................................................... dan ..................................... yang berbahagia, sebelum perayaan perkawinan Gereja kita laksanakan, kami persilakan kalian berdua terlebih dahulu menghadap kedua orang tua kalian untuk mohon restu bagi perjalanan hidup yang hendak kalian awali ini.

 

 

PENGANTAR                                                                   

Mempelai kembali ke tempat duduk semula dan para Saksi Perkawinan berdiri mendampingi mempelai. Di hadapan mempelai yang berdiri Imam menyampaikan pengantar:

 

A.      Bila kedua mempelai dibaptis

 

I    :    Mempelai yang berbahagia,

      Kalian datang di tempat ini untuk menerima berkat Tuhan, karena kalian berniat untuk saling mengikat diri dalam hidup perkawinan. Para pelayan Gereja dan saudara-saudara seiman hadir juga di sini untuk menyaksikan peristiwa penuh rahmat ini.

      Kristus memberikan berkat melimpah bagi cinta kalian sebagai suami istri. Ia telah menguduskan kalian dalam pembaptisan dan kini Ia memperkaya serta memperkuat kalian dengan Sakramen Perkawinan ini. Semoga kalian saling mempercayai dan melaksanakan kewajiban-kewajiban hidup perkawinan.

      Kini, saya minta kalian menyatakan niat itu di hadapan Gereja.

  

B.      Bila salah satu  mempelai tidak dibaptis

 

I  :  Mempelai yang berbahagia,

      Kalian telah datang kemari dengan maksud untuk menguhkan perkawinan kalian di hadapan penjabat Gereja dan disaksikan oleh umat beriman.

     

      Kristus akan memberkati dan mengukuhkan perkawinan kalian agar kalian sanggup saling mengasihi dengan setia dan menunaikan tanggung jawab sebagai suami istri.

      Maka, sekarang saya minta supaya kalian menyatakan maksud dan isi hati dengan menjawab pertanyaan saya.

 

 

PERNYATAAN MEMPELAI

 

Kemudian Imam menanyai mempelai (M) tentang kehendak bebas, kesetiaan, kesediaan menerima dan mendidik anak mereka. Masing-masing mengungkapkan jawaban pribadi namun diucapkan bersama-sama.

I    :    Saudara .......................................................................... dan ....................................., sungguhkah kalian dengan hati bebas dan tulus ikhlas hendak meresmikan perkawinan ini?

M :    Ya, Sungguh

 

I    :    Selama menjalani perkawinan nanti, bersediakah kalian untuk saling mengasihi dan saling menghormati sepanjang hidup?

M :   Ya, saya bersedia

 

Pertanyaan berikut dapat dihilangkan bila dianggap tidak cocok

I    :    Bersediakah kalian dengan penuh kasih sayang menerima anak-anak yang dianugerahkan Allah kepada kalian, dan mendidik mereka sesuai dengan hukum Kristus dan Gereja-Nya?

M :    Ya, saya bersedia.

 

KESEPAKATAN PERKAWINAN

 

Cara A: Janji dengan berjabatan tangan

Imam mengajak Mempelai Laki-laki (ML) dan Mempelai Perempuan (MP) untuk mengungkapkan Kesepakatan Perkawinan.

 

I    :    Untuk mengikrarkan perkawinan kudus ini, silakan kalian saling berjabatan tangan kanan dan menyatakan kesepakatan kalian di hadapan Allah dan Gereja-Nya.

Kedua mempelai saling menghadap, berjabat tangan kanan, dan sambil bergantian mengucapkan janji masing-masing.

Mempelai Pria:

   Saya, ..................................... memilih engkau, ..................................... menjadi istri saya. Saya berjanji untuk setia mengabdikan diri kepadamu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit. Saya mau mengasihi dan menghormati engkau sepanjang hidup saya.

 

 

 

 

Mempelai Wanita:  

Saya, ..................................... memilih engkau, ..................................... menjadi suami saya. Saya berjanji untuk setia mengabdikan diri kepadamu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit. Saya mau mengasihi dan menghormati engkau sepanjang hidup saya.

 

 

Cara B: Janji dalam bentuk tanya jawab

 

I:      Kini tibalah saatnya pernyataan janji perkawinan.

      Saya persilahkan Anda berdua untuk saling berjabat tangan kanan, dan secara bergantian menjawab pertanyaan saya.

 

Kedua mempelai saling menghadap, berjabat tangan kanan, dan jika memungkinkan, imam melatakkan stola di atas tangan mereka

 

Janji perkawinan mempelai laki-laki

 

I:    Saudara ..................................... (mempelai pria)..., maukah Anda menerima ..................................... (mempelai wanita),,, menjadi istrimu, dan berjanji setia mengabdikan diri kepadanya dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit, serta mau mengasihi dan menghormati dia sepanjang hidupmu?

 

ML: Ya, saya mau

 

Janji perkawinan mempelai perempuan

 

I:    Saudari ..................................... (mempelai wanita)..., maukah Anda menerima . ..................................... (mempelai pria),,, menjadi suamimu, dan berjanji setia mengabdikan diri kepadanya dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit, serta mau mengasihi dan menghormati dia sepanjang hidupmu?

 

MP: Ya, saya mau

 

 

PENERIMAAN KESEPAKATAN PERKAWINAN

Imam menerima Kesepakatan Perkawinan dan berkata kepada mempelai, misalnya dengan salah satu rumus berikut:

 

A. Jika kedua mempelai Katolik

 

I  :  Atas nama Gereja Allah, di hadapan para saksi dan umat Allah yang hadir di sini, saya menegaskan bahwa perkawinan yang telah diresmikan ini adalah perkawinan Katolik yang sah. Semoga bagi kalian berdua Sakramen ini menjadi sumber kekuatan dan kebahagiaan. Yang dipersatukan Allah janganlah diceraikan manusia.

U :  Amin.

I  :  Marilah memuji Tuhan.

U  :    Syukur kepada Allah.

 

B. Untuk semuanya

I:    Semoga Tuhan memperteguh janji yang sudah kalian nyatakan di hadpan Gereja dan berkenan melimpahkan berklatNya kepada kalian berdua.

Yang telah dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia.

U:     Amin

I  :  Marilah memuji Tuhan.

U :  Syukur kepada Allah.

 

 

atau

 

I:    Semoga Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, yang telah mempersatukan manusia pertama di Taman Eden, mengukuhkan dan memberkati perkawinan yang kalian laksanakan di hadapan Gereja dalam Kristus. Yang telah dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia.

U:     Amin

I  :  Marilah memuji Tuhan.

U :  Syukur kepada Allah.

 

 

RITUS PELENGKAP

 

PEMBERKATAN DAN PENGENAAN CINCIN

Imam memberkati cincin kedua mempelai, setelah itu memerciki cincin-cincin tersebut dengan air suci.

I    :    Ya Tuhan, berkatilah  kedua cincin ini. Semoga kedua mempelai yang mengenakannya tetap bersatu dalam kesetiaan; tinggal dalam damai menurut kehendak-Mu; saling mengasihi dan menghormati. Semoga mereka selalu hidup dalam cinta kasih satu sama lain. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

Lalu Imam mereciki cincin dengan air kudus dan menyerahkan cincin mempelai perempuan kepada mempelai laki-laki sambil berkata:

I  :  Saudara ....................................., kenakanlah cincin ini pada jari istrimu sebagai lambang cinta dan kesetiaan.

Mempelai laki-laki mengenakan cincin pada jari manis tangan kanan mempelai perempuan.

MP:   ....................................., terimalah cincin ini sebagai lambang cintaku dan kesetiaanku kepadamu; (jika Katolik ditambahkan) Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

Imam menyerahkan cincin mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan sambil berkata:

I    :    Saudari ....................................., kenakanlah cincin ini pada jari suamimu sebagai lambang cinta dan kesetiaan.

Mempelai perempuan mengenakan cincin pada jari manis tangan kanan mempelai laki-laki.

MP:   ....................................., terimalah cincin ini sebagai lambang cintaku dan kesetiaanku kepadamu; (jika Katolik ditambahkan) Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

 

 

Umat boleh bertepuk tangan

Umat dapat menyanyikan sebuah lagu pujian-syukur kepada Allah.

Mempelai dapat BERTUKAR TEMPAT DUDUK.

PENYERAHAN BARANG ROHANI

(Berupa: Kitab Suci, Salib dan Rosario)

Imam memberkati Kitab Suci, Salib, dan Rosario; kemudian Orang Tua (OT) kedua mempelai menyerahkannya kepada kedua mempelai.

Doa Pemberkatan barang-barang Rohani

I:       Ya Allah, sumber segala kesucian dan kesempurnaan, Pencipta dan Penyelenggara keluarga serta seluruh hidup kami, berkatilah  Kitab Suci ini, sabdaMu sendiri, agar direnungkan dan dihayati sebagai bekal hidup. Berkatilah  Salib Kristus ini, yang telah mengorbakan hidupNya demi keselamatan kami, agar setiap orang yang memandang dan berdoa di hadapanNya beroleh penebusan. Berkatilah  pula rosario (dan patung) ini, agar oleh kekudusan serta doa-doa Bunda Maria (dan .....), setiap orang yang menggunakannya beroleh seluruh berkat yang diperlukan dalam hidupnya. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

OT: Anak-anak yang terkasih, terimalah Kitab Suci, Salib, dan Rosario ini sebagai bekal perjalanan hidup Perkawinan. Baik dalam suka maupun duka, pergunakanlah semua ini dengan semestinya. Tuhan akan selalu mendampingi langkah kalian. Doa kami pun selalu menyertai kalian. Terimalah ini.

M : Terima Kasih.

 

SYAHADAT

Dalam Misa untuk Mempelai, bukan Misa Umat dan bukan pada hari Minggu dan pesta/raya, Syahadat tidak perlu diucap/nyanyikan.

I+U : Aku percaya .....

DOA UMAT                                                           

I    :    Saudara-saudari terkasih, Tuhan telah berkenan menyempurnakan dan menguduskan cinta .......................................................................... dan ....................................., maka sambil mengenakan anugerah kebaikan dan cinta istimewa yang telah mereka terima marilah kita menyerahkan mereka kepada Tuhan melalui doa-doa ini.

L   :    Semoga .......................................................................... dan ....................................., yang baru saja dipersatukan dalam perkawinan suci selalu  dikaruniai kesehatan jiwa dan raga. Marilah kita mohon:

U  :    Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan

L   :    Semoga Tuhan, yang memberkati perkawinan di Kana melalui kehadiran-Nya, senantiasa juga menjaga pasangan ini agar selalu setia pada janji perkawinan mereka. Marilah kita mohon:

L   :    Semoga cinta mereka akan berbuah dan menjadi sempurna. Semoga mereka dapat saling mendukung. Dalam damai dan saling membantu, serta, sebagai orang kristiani, mereka dapat menjadi saksi Injil. Marilah Kita Mohon:

L   :    Semoga umat Allah tumbuh dari hari ke hari dalam keutamaan dan semoga semua orang yang berbeban berat dapat mendapat kekuatan dalam rahmat suci Allah. Marilah Kita Mohon:

L   :    Semoga rahmat Sakramen Perkawinan dari semua pasangan Suami-Istri yang hadir di sini diperbaharui oleh Roh Kudus. Marilah Kita mohon:

I    :    Ya Tuhan, utuslah Roh cinta-Mu atas pasangan yang berbahagia ini, agar mereka menjadi sehati dan sejiwa. Jangan biarkan sesuatu menganggu kebahagiaan mereka, karena Engkaulah yang telah memberkati mereka. Jangan biarkan pula mereka terpisah, karena Engkaulah yang telah mempersatukan mereka. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U  :    Amin.

 

 

 

Liturgi Ekaristi

 

PERARAKAN PERSEMBAHAN                                                         

Kedua mempelai mengantar sendiri roti dan anggur dan para petugas atau kerabat mereka menyertai dengan bahan-bahan persembahan yang lain.

Koor menyanyikan lagu persembahan : BETAPA HATIKU

 

DOA PERSEMBAHAN                                                      

 

I    :    Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima roti yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari bumi dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan.

U  :    Terpujilah Allah selama-lamanya.

I    :    Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima anggur yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari pohon anggur dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi minuman rohani.

U  :    Terpujilah Allah selama-lamanya.

I    :    Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan kepada Allah, Bapa yang mahakuasa.

U  :    Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita, serta umat Allah yang kudus.

 I   :    Ya Tuhan, terimalah kurban yang kami persembahkan untuk perjanjian perkawinan yang suci ini. Engkaulah yang memungkinkan pelaksanaannya. Semoga Engkau juga mengatur kelangsungannya dengan bijaksana. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U  :    Amin

 

DOA SYUKUR AGUNG                                                

Imam dapat memilih salah satu Doa Syukur Agung (I, II, III) yang tersedia dalam buku Tata Perayaan Ekaristi. Imam membawakan Prefasi berikut ini.

Dialog Pembuka

I    :    Tuhan bersamamu

U  :    Dan bersama rohmu

I    :    marilah mengarahkan hati kepada Tuhan

U  :    Sudah kami arahkan

I    :    Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.

U  :    Sudah layak dan sepantasnya 

Prefasi Perkawinan-Martabat Perjanjian Perkawinan

I   :   Sungguh layak dan benar, pantas dan menyelamatkan, bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa yang kudus, Allah yang Mahakuasa dan kekal:

      Engkau menjalin janji perkawinan dengan tali kerukunan yang lembut dan dengan ikatan damai yang tak terputuskan, agar kesuburan yang murni dari pasangan-pasangan suci menambah jumlah anak-anak angkat-Mu.

      Sebab, oleh penyelenggaraan dan kasih karunia-Mu, ya Tuhan, secara mengagumkan Engkau mengatur agar keturunan yang dilahirkan untuk memenuhi bumi menambah jumlah anggota Gereja oleh kelahiran kembali dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

Dengan pengantaraan-Nya, bersama para Malaikat dan semua Orang Kudus, kami menyanyikan madah pujian bagi-Mu dengan tak henti-hentinya bernyanyi

U :   Kudus...... (atau: dinyanyikan Lagu Kudus)

Nama para mempelai dapat disebut dalam Doa-doa Syukur Agung. Berikut ini adalah rumusan tambahan yang harus disisipkan dalam Doa Syukur Agung yang telah dipilih.

Doa Syukur Agung II

TAMBAHAN: Setelah kata-kata ”dan semua pelayan SabdaMu” hendaknya ditambahkan:

I    :   Ingatlah juga, ya Tuhan, akan hamba-hamba-Mu, ................ dan .................. ini, yang telah Engkau antar sampai pada hari perkawinan ini. Semoga dengan bantuan rahmat-Mu mereka saling mencintai dan hidup rukun.

I    :   Ingatlah akan hamba-Mu….

 

Doa Syukur Agung II

TAMBAHAN: Setelah kata-kata ”ersatukanlah semua anakMu di mana pun mereka berada,” hendaknya ditambahkan:

 

I:    Kami mohon, teguhkanlah dalam rahmat perkawinan hamba-hambaMu .......................................................................... dan ....................................., yang telah Engkau antar dengan sukacita sampai pada hari perkawinan ini. Semoga janji yang mereka ikrarkan di hadapanMu, senantiasa mereka pelihara selama hidup di dalam naunganMu.

 

BAPA KAMI                                                             

Imam mengajak umat untuk bersama-sama mengucapkan atau menyanyikan doa Tuhan, ”Bapa Kami”.

Embolisme-Doksologi DITIADAKAN

 

BERKAT UNTUK MEMPELAI                          

Setelah doa ”Bapa Kami” Imam berdiri di hadapan kedua mempelai yang berlutut di tempat mereka atau di depan altar. Umat berdiri.

Sambil mengatupkan tangan Imam memberi pengantar dan mengajak semua untuk hening sejenak.

 

I    :    Saudara-saudari terkasih, marilah kita berdoa dengan rendah hati agar Tuhan berkenan melimpahkan anugerah berkat-Nya atas hamba-hamba-Nya ini yang sudah menikah dalam Kristus; dan yang sudah diikat-Nya dengan janji suci [dengan Sakramen Tubuh dan Darah Kristus] serta dibuat-Nya sehati sejiwa dalam satu kasih.

Sikap hati; H e n i n g

Imam merentangkan kedua tangannya di atas mempelai yang berlutut (umat berdiri) dan mengucapkan doa berikut. Kalimat dalam tanda kurung dapat dilewati jika memang tidak sesuai keadaan mempelai.

I    :    Ya Allah, dengan kuat kuasa-Mu, Engkau telah menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan. Setelah Engkau mengatur awal mula alam semesta dan menciptakan manusia menurut citra-Mu, Engkau pun menetapkan bagi laki-laki seorang perempuan sebagai penolong yang tak terpisahkan. Mereka bukan lagi dua melainkan satu daging, dan Engkau mengajarkan bahwa yang sudah dipersatukan tidak pernah boleh diceraikan.

Ya Allah, Engkau telah menguduskan ikatan perkawinan dengan misteri yang begitu luhur, sehingga dalam janji perkawinan Engkau memperlambangkan sakramen hubungan Kristus dengan Gereja.

Ya Allah, di dalam Engkau perempuan bersatu dengan laki-laki, dan komunitas insani yang pertama, yaitu keluarga, dianugerahi dengan berkat yang tidak bisa ditiadakan oleh apa pun: tidak oleh kutukan dosa asal, tidak pula oleh hukuman air bah.

Pandanglah dengan rela hamba-hamba ini yang setelah menjalin persekutuan perkawinan, mereka tetap mangharapkan berkat dan perlindungan-Mu. Curahkanlah anugerah Roh Kudus ke atas mereka agar mereka tetap setia dalam ikatan perkawinan karena kasih-Mu yang dituangkan ke dalam hati mereka.

Penuhilah hati hamba-Mu,  ....................................., mempelai perempuan ini, dengan rahmat cinta dan damai. Semoga ia mengikuti teladan hidup perempuan-perempuan kudus yang dipuji di dalam Kitab Suci.

Semoga hati suaminya, ....................................., tertambat padanya dan dia diterima sebagai teman hidup yang sederajat. Semoga ia mendampinginya dengan rasa hormat yang pantas dan senantiasa mencintainya, dengan kasih Kristus sendiri, yang mencintai Gereja-Nya.

Maka kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan, semoga hamba-hamba-Mu ini tetap tinggal dalam ikatan iman dan pelaksanaan hukum-Mu. Semoga mereka yang sudah dipersatukan sebagai suami-istri menjadi orang-orang terpandang karena kesempurnaan peri hidup mereka. Semoga mereka yang telah diteguhkan oleh Injil menjadi saksi Kristus yang baik di hadapan semua orang (semoga mereka mendapat keturunan, menjadi orang tua yang patut dicontohi karena kebajikan, dan (kelak) boleh melihat cucu-cicit mereka).

Akhirnya, semoga mereka mencapai usia lanjut, dan masuk dalam kehidupan para kudus di dalam kerajaan surga. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U  :    Amin.

Doa damai ”Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah bersabda...” DITIADAKAN, dan Imam langsung menyampaikan ”Salam Damai”

SALAM DAMAI                                               

Imam mengungkapkan salam berikut ini.

I    :    Damai Tuhan bersamamu

U  :    Dan bersama roh-Mu

 

Tidak ada lagu Salam Damai

 

Lagu Anak Domba Allah

 

 

PEMECAHAN HOSTI DANAJAKAN KOMUNI

 

I    :    Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya.

I+U:  Ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

KOMUNI

Kedua mempelai, orang tua, saudara sekandung mereka, dan para saksi sebaiknya menerima komuni dalam dua rupa, dengan minum dari piala atau dicelupkan oleh Imam/Diakon dan disambut dengan lidah.

Antara kedua mempelai, dan juga Umat, tidak diizinkan mengambil sendiri, saling memberikan, ataupun saling menyuapkan hosti kudus dan piala.

 

Komuni boleh diiringi dengan nyanyian yang sesuai,

 

 

DOA SESUDAH KOMUNI

 

I    :    Marilah kita berdoa.

      Ya Tuhan, kami telah mengambil bagian pada meja perjamuan-Mu. Kami mohon semoga mereka yang telah dipersatukan dengan Sakramen Perkawinan senantiasa berpaut pada-Mu, dan memaklumkan nama-Mu kepada semua orang. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U  :    Amin.

Ritus Penutup

 

BERKAT MERIAH

                           

I    :    Saudara-saudari, marilah kita mengakhiri perayaan ini dengan memohon berkat Tuhan.

Hening sejenak

 

I    :    Semoga Allah Bapa yang kekal memelihara kalian dalam cinta kasih dan kerukunan, supaya damai Kristus senantiasa tinggal dalam diri dan dalam rumah (tangga) kalian.

U  :    Amin

I    :    Semoga kalian diberkati dengan keturunan, memeroleh penghiburan dari para sahabat dan kenalan, dan hidup dalam damai sejati dengan semua orang.

U  :    Amin.

I    :    Semoga kalian menjadi saksi kasih Allah dalam dunia, dan berhati dermawan bagi mereka yang menderita dan berkekurangan, agar kelak mereka menyambut kalian dengan penuh terima kasih ke dalam kediaman Allah yang kekal.

U  :    Amin.

I    :    Dan semoga saudara sekalian yang hadir di sini diberkati oleh Allah yang mahakuasa: Bapa  dan Putra dan Roh Kudus.

U  :    Amin.

 

PENGUTUSAN

 

I    :    Saudara-saudari terkasih, dengan ini Perayaan Ekaristi dan Perkawinan ............... dan ............... sudah selasai.

U  :    Syukur kepada Allah.

I    :    Marilah pergi, kita semua diutus.

U  :    Amin.

 

 

DOA KEPADA BUNDA MARIA ATAU KELUARGA KUDUS

A.       Doa kepada Bunda Maria

M:   Santo Yusuf dan Santa Maria, kalianlah pasangan hidup yang setia dan saling mengasihi. Karena keberanian dan kerelaanmu, telah lahir ke dunia ini Puteramu, Yesus Kristus Tuhan kami. Bersama Yesus itulah keluarga yang kudus dari Nazaret telah kami kenal dan menjadi teladan hidup rumah tangga kami.

 

        Ya Yesus, Maria dan Yusuf, dampingilah selalu kami berdua yang baru saja meneguhkan cinta kami dalam hidup perkawinan. Sinarilah kami dengan teladan keluarga kudusmu dan bimbinglah kami ke jalan damai sejahtera. Semoga Allah Bapa menjadikan kami keluarga yang suci.

 

        Terpujilah Engkau, ya Yesus, cahaya mulia dari Allah Bapa. Terpujilah engkau, ya Maria, bunda dan perawan yang murni. Terpujilah engkau, ya Yusuf, ayah pengasuh yang setia. Terpujilah nama Yesus, Maria dan Yusuf, untuk selama-lamanya.

Amin.

        Salam Maria .......

 

PENANDATANGANAN SURAT PERKAWINAN

Kedua mempelai dan saksi menuju meja yang telah disediakan atau dilakukan di sekretariat paroki setelah selesai upacara.

Dilarang dilakukan di atas altar.

PENGUMUMAN

Sambutan dari wakil keluarga mempelai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025