Renungan Katoli Minggu Biasa III Tahun C


 

Pengantar

Allah menyapa manusia dengan bahasa manusia.  Dalam diri Putera-Nya Ia menampakkan diri. Dialog antara Pencipta dengan ciptaan-Nya dilakukan melalui Putera-Nya, yaitu Yesus Kristus. Kristus bertemu dengan kita sebagai sabda dan karya dalam rencana ilahi. ‘Sabda’ sebagai kabar gembira yang mewartakan keselamatan kepada kaum papa dan orang-orang berdosa. Tetapi juga ‘karya’ sekaligus, karena penderitaan Kristus meyakinkan kita, bahwa Tuhan menaruh cinta kasih kepada kita sampai merelakan Putera-Nya; bahwa sabda-Nya benar dan setia, dan bahwa janji-Nya telah merupakan kenyataan hidup dalam diri Yesus Kristus (2Kor 1:20). Inilah pula yang menyebabkan wajah kita berseri-seri memancarkan sinar ilahi.

Bacaan I

Neh. 8:3-5a.6-7.9-11

“Bagian-bagian Kitab Taurat Allah dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan sehingga pembacaan dimengerti”

Sesudah umat Israel kembali dari pembuangan, pada hari pertama bulan yang ketujuh itu imam Ezra membawa kitab Taurat itu ke hadapan jemaah, yakni baik laki-laki maupun perempuan dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti.

Ia membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan perempuan dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu.

Ezra, ahli kitab itu, berdiri di atas mimbar kayu yang dibuat untuk peristiwa itu. Ezra membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, karena ia berdiri lebih tinggi dari semua orang itu. Pada waktu ia membuka kitab itu semua orang bangkit berdiri.

 

Lalu Ezra memuji TUHAN, Allah yang maha besar, dan semua orang menyambut dengan: “Amin, amin!”, sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada Tuhan dengan muka sampai ke tanah.

Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti.

Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: “Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!”, karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu.

Lalu berkatalah ia kepada mereka: “Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!”

Demikianlah Sabda Tuhan

Syukur kepada Allah

Bacaan II

1 Kor.12:12-30

Saudara-saudara, karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.bSebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.

Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? (Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?

Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.

Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.”

Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.

Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.

Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.

Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.

Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.

Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?)

Demikianlah Sabda Tuhan

Syukur kepada Allah

Bacaan Injil

Luk. 1:1-4; 4:14-21

Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.

 

Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.

Sesudah dicobai Iblis di padang gurun, dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.

Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia. Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

Renungan Singkat

Pada bagian awal dari teks injil ini adalah sebuah katekese sejarah tentang Tuhan Yesus dengan tujuan agar kita percaya. Dasar dari semua tulisan injil adalah kesaksian para rasul dan para murid pertama Yesus Kristus. Mereka adalah saksi mata seluruh hidup, karya, pelayanan, ajaran dan sabda Tuhan Yesus.

Penegasan Yesus pada bagian akhir dari teks ini adalah sebuah pernyataan ilahi “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya”. Yesus-lah penggenapan janji Allah untuk membebaskan orang-orang yang tertawan dan tertindas. Yesus-lah yang datang membawa rahmat Tuhan (lih. Luk 4:18-19). St. Agustinus mengatakan, “Kita harus mendengarkan Injil, seperti seolah-olah Tuhan sendiri yang hadir dan berbicara kepada kita. Kita harusnya tidak berkata, ‘berbahagialah mereka yang dapat melihat Dia’, sebab banyak dari mereka yang melihat Dia [malah] menyalibkan Dia. Dan banyak yang tidak melihatNya telah percaya kepadaNya…”. Perkataan- perkataan ini menggugah kita untuk memeriksa batin, sejauh mana kita telah mendengarkan sabda Tuhan seperti seolah-olah Tuhan sendiri yang menyampaikannya  kepada kita. Atau, kalau kita ditugaskan untuk membacakan sabda Tuhan ataupun menyanyikan Mazmur dalam liturgi, sejauh mana kita mempersiapkannya dan menyadari bahwa  kita dipakai Tuhan untuk menyuarakan sabda-Nya di tengah umat-Nya?

Dalam melakukan tugas-Nya, Yesus selalu dibimbing oleh Roh Kudus. Kita  yang telah dibaptis pun telah menerima Roh Kudus melalui Sakramen Penguatan/Krisma. Roh Kudus akan membimbing kita jika kita membuka diri bagi kehadiranNya melalui doa, ketekunan mebaca Kitab Suci dan merenungkanNya, selalu mengikuti Ekaristi bersama dan menyambut tubuh Kristus.

Kita adalah Gereja, Tubuh mistik Kristus.  Sebagai anggota Tubuh-Nya, kita juga mengambil bagian dari melaksanakan visi dan misi-Nya: menghadirkan Kerajaan Allah dengan banyak tanda dan mujizat, mengajar dan memberitakan tahun rahmat Tuhan sudah datang, yang ditandai dengan pembebasan terhadap orang-orang yang terbelenggu dosa dan kelemahan lainnya.

Adakalanya kita mengalami seperti Tuhan Yesus, yaitu penolakan. Entah karena asal kita atau latar belakang hidup kita, hendaknya kita tidak berkecil hati. Kita tetap mohon kekuatan Roh Kudus agar tetap setia melaksanakan visi-misi Yesus.

Tuhan memberkati..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025