RENUNGAN MINGGU BIASA KE-V /C
RENUNGAN MINGGU BIASA KE-V
/C
Bacaan
I
Yesaya
6:1-2a.3-8
Inilah
aku, utuslah aku
6:1 Dalam tahun matinya g raja
Uzia 1 h aku
melihat Tuhan 2 i duduk
di atas takhta j yang
tinggi dan menjulang, k dan
ujung jubah-Nya l memenuhi
Bait Suci. 6:2 Para Serafim 3 m berdiri
di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap 6:3 Dan mereka berseru seorang kepada seorang,
katanya: "Kudus, kudus, o kuduslah 4 TUHAN semesta alam, p seluruh
bumi q penuh
kemuliaan-Nya! r " 6:4 Maka bergoyanglah alas ambang pintu
disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap. s 6:5 Lalu kataku: "Celakalah t aku 5 ! aku binasa! u Sebab
aku ini seorang yang najis bibir, v w dan
aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, x namun
mataku telah melihat y Sang
Raja, z yakni
TUHAN semesta alam. a " 6:6 Tetapi seorang dari pada Serafim itu
terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, b yang
diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. 6:7 Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta
berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, c maka
kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni. d " 6:8 Lalu aku mendengar suara e Tuhan
berkata: "Siapakah yang akan Kuutus 6 , f dan
siapakah yang mau pergi untuk Aku? g "
Maka sahutku: "Ini aku, h utuslah
aku!"
Bacaan Injil
Lukas 5: 1-11
Mereka meninggalkan segala sesuatu lalu
mengikuti Yesus
5:1 Pada
suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak
mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. v 5:2 Ia
melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang
membasuh jalanya. 5:3 Ia
naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia
supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan
mengajar orang banyak dari atas perahu. w 5:4 Setelah
selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat
yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan. x " 5:5 Simon
menjawab: "Guru, y telah
sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, z tetapi
karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 5:6 Dan
setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga
jala mereka mulai koyak. a 5:7 Lalu
mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka
datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua
perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 5:8 Ketika
Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata:
"Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa. b " 5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama
dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes,
anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan
takut, c mulai
dari sekarang engkau akan menjala manusia 1 ." 5:11 Dan sesudah mereka menghela
perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut
Yesus.
Renungan Singkat
Salam
damai dan sejahtera
Secara
positif masalah adalah warna/I kehidupan. Setiap orang pasti
memiliki masalah dalam hidup. Masalah itu baru berhenti ketika manusia mati/meninggalkan dunia ini. Tidak
ada orang yang terbebas dari masalah. Ketika sebuah permasalahan tidak segera
ditemukan penyelesaiannya, maka hanya akan
menjadi sebuah beban bagi orang tersebut, karena
masalah akan terus bertumpuk. Orang yang
tidak kuat menghadapi permasalahan dalam hidupnya
mengalami stres, kecewa, putus asa dan depresi.
Petrus
dan kawan-kawan juga mengalami hal yang sama.setelah sepanjang malam mereka
berusaha untuk mangkap ikan, tapi akhirnya mereka tidak dapat apa-apa. Nelayan dilautan biasanya memakai jalah
untuk menangkap ikan. karena itu, ada kemungkinan dapat dan ada kemungkinan
tidak dapat. Beda jika orang menangkap ikan dengan pancing, atau
bubu/perangkap, selalu disediakan umpan. Yang pasti Petrus dan kawan-kawan
sangat kecewa, marah, Lelah, stress dan kesal. Bukan kebetulan Tuhan Yesus
melihat mereka, bukan kebetulan Tuhan Yesus menaiki perahu Petrus dan mengajar
orang banyak dari atas perahu Petrus. Saat itu, Tuhan Yesus hendak menyadarkan
Petrus apa yang paling utama dalam hidup “ …. carilah dahulu Kerajaan
Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu
janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya
sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:33-34 ).
Setelah
mengajar, Yesus menyuruh Petrus untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam dan
tebarkan jalah untuk menangkap ikan. Sebagai seorang yang sehari-hari dan sepanjang usianya mengarungi lautan dan
danau untuk mengkap ikan. Petrus ragu untuk mengabulkan permintaan Tuhan Yesus.
Sebagai seorang nelayan yang berpengalaman, Petrus tahun bahwa waktu yang baik
untuk menangkap ikan adalah malam hari bukan siang hari. Dan apa lagi setelah
sepanjang malam mereka berusaha untuk mangkap ikan, tapi mereka tidak dapat apa-apa.
Bagi Petrus mustahil untuk mendapatksn ikan dalam situasi seperti itu. Bagi Petrus
heran dan tidak masuk akal, namun tetap taat pada perintah Tuhan Yesus. Luk. 5:5 Simon menjawab: "Guru,
telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi
karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." Dan saat itu
Petrus belum tahu dan sadar bahwa Yesus adalah Tuhan.
Ketaatan
Simon kepada Tuhan Yesus tidak pernah sia-sia. Secara manusia itu tidak
mungkin, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. “Dan setelah
mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka
mulai koyak…lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan
hingga hampir tenggelam” (Lukas 5:6, 7b). Karena taat, Simon mengalami
mukjizat dan diberkati Tuhan secara luar biasa! Semoga apa yang
dialami Simon hari ini dapat kita teladani dalam hidup. Taat dan percayalah
pada kuasa Yesus, Ia dapat membantu kita keluar dari setiap kesulitan yang kita
alami.
Tanpa
sadar, Yesus senantiasa melihat dan memperhatikan kita setiap hari. Begitu
banyak orang baik yang dikirim Yesus untuk melindungi kita. Begitu banyak cara
yang dipakai Yesus untuk membantu kita. Akan tetapi, kerap kali kita
mengganggap Yesus tidak memperhatikan diri kita sehingga kita dapat dengan
mudah melakukan dosa dan pelanggaran. Hari ini kita semua diajak untuk membalas
pandangan Yesus yang telah melihat diri kita yang kecil namun berharga ini
dengan jawaban, “Inilah Aku, utuslah Aku!”.
Semoga kita bisa menjadi penjala manusia
berarti mengajak/membawa orang untuk
semakin dekat dengan Tuhan agar orang-orang disekitar kita tidak jatuh dalam
kuasa maut atau kematian: Maut: kemelaratan, kebodohan, ketidakadilan, penindasan,
perpecahan dan masih banyak lagi.
Komentar
Posting Komentar