Renungan Rabu Abu, 02 Maret 2022
Renungan
Rabu Abu, 02 Maret 2022
Perayaan
Rabu Abu adalah pembukaan masa
Pra-Paskah bagi semua semua orang katolik. Abu akan dioleskan pada dahi kita
sebagai pengingat bahwa kita adalah makhluk yang rapu dan lemah yang gampang
jatuh dalam dosa dan caobaan Iblis. Abu juga sebagai pengingat bagi manusia,
bahwa tanpa daya hidup dari Allah manusia bukanlah apa-apa. Manusia berada dan
hidup berkat daya hidup ilahi yang ada dalam diri kita. Jika daya hidup itu
diambil, maka yang tersisa adalah raga manusia semata. Selain itu, abu yang di taburkan atau dioleskan pada dahi
adalah uangkapan penyesalan dan pertobatan yang mendalam atas dosa-dosa kita. Dosa kita menyembabkan putusnya hubungan kita
dengan Allah dan menjauhkan manusia dari Allah. Bukan Allah yang menjauhkan
dirinya dari kita, tapi kitalah yang menjauhkan diri dari Allah karena dosa kita.
Karena itu selama masa Pra-Paskah kita akan berpuasa, berpantang,
berdoa dan beramal. Puasa adalah
tindakan sukarela tidak makan atau tidak minum yang berarti sama sekali tidak
makan atau minum apapun. Atau mengurangi makan atau minum atau makan kenyang hanya satu kali dalam sehari. Puasa
membebaskan diri dari ketergantungan jasmani dan ketidakseimbangan emosi. Puasa
membantu orang untuk mengarahkan diri kepada sesama dan kepada Tuhan. Jadi
sebagai orang Katolik wajib berpuasa pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung.
Selama masa Pra-Paskah orang
katolik wajib berpantang khususnya pada hari Rabu Abu dan setiap hari Jumat
sampai Jumat Agung. Jadi hanya 7 hari selama masa PraPaskah. Pantang adalah pantang daging,pantang rokok, pantang garam, pantang
gula dan semua manisan seperti permen, pantang hiburan seperti radio, televisi,
bioskop, film, dll. Puasa dan Pantang Katolik selalu terlaksana bersamaan
dengan doa dan derma, yang terwujud dalam Aksi Puasa Pembangunan.
Semoga berkat ketekunan, ketaatan dan
kesetiaan kita selama masa prapaskah ini, seluruh doa dan intensi kita berkenan
di hadapan Tuhan.
Komentar
Posting Komentar