Teks Minggu Palma, Trihari Suci dan Minggu Paskah
MEMPERINGATI
YESUS MASUK YERUSALEM
CARA PERTAMA:
Upacara Masuk Meriah
Kalau
perarakan di luar gereja tidak dapat dilaksanakan, peristiwa Yesus memasuki
Kota Yerusalem dirayakan di dalam gereja dengan upacara masuk sebelum misa
utama. Umat berkumpul di depan pintu gereja atau di dalam gereja sambil
memegang daun palma. Imam, para pelayan, dan para wakil umat pergi ke tempat
yang cocok di dalam gereja -- bukan di panti Imam -- yang daapt dilihat oleh
sebagaian umat yang hadir. Sementara Imam dan para pelayan pergi ke tempat
tersebut, dilagukan Antifon 'Hosana bagi Putra Daud' atau nyanyian lain yang
sesuai. Kemudian Imam memberkati daun palma dan membacakan bacaan Injil tentang
Yesus memasuki Kota Yerusalem. Sesudah pembacaan Injil, Imam, para pelayan dan
wakil umat bergerak di dalam gereja menuju panti Imam. Sementara itu, dilagukan
responsorium 'Ketika Tuhan memasuki' atau nyanyian lain yang sesuai. Setelah
tiba di altar, Imam menghormati altar, lalu menuju tempat duduk. Dengan
menghilangkan bagian-bagian ritus pembuka misa, termasuk, bila ada Kyrie, Imam
langsung mengucapkan doa pembuka. Kemudian misa dilanjutkan seperti biasa.
CARA KEDUA:
Upacara Masuk Sederhana
Dalam
semua misa lain pada hari Minggu ini, apabila tidak dapat diadakan upacara
masuk meriah, peristiwa Tuhan memasuki Kota Yerusalem diperingati dengan
upacara masuk sederhana. Waktu Imam menuju ke altar dilagukan antifon pembuka
dengan mazmurnya atau nyanyian lain yang sesuai. Setelah tiba di altar, Imam
menghormati altar, lalu menuju tempat duduk. Sesudah membuat tanda salib, Imam
memberi salam kepada umat. Kemudian misa dilanjutkan seperti biasa. Dalam
misa-misa yang lain, apabila tidak dilagukan nyanyian pembuka, Imam - sesudah
tiba di altar - menghormati altar, menyampaikan salam kepada umat, membacakan
antifon pembuka, dan melanjutkan misa seperti biasa.
Komentar
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan.
Dalam perayaan Palma, kita merayakan kemenangan Kristus Raja dengan pewartaan
penderitaan-Nya. Kristus memasuki Kota Yerusalem untuk menggenapi misteri
Paskah-Nya. Dengan tema “Tinggal dalam Kristus, Hadirkan Damai bagi Sesama dan
Alam Ciptaan,
kita diajak untuk memperbarui komitmen kita terhadap Kristus, Sesama, dan Ciptaan.
Dalam semangat Kristus ini, kita diajak untuk memperjuangkan kesejahteraan,
keadilan, dan keutuhan ciptaan dalam kehidupan kita sehari-hari. Marilah kita, mengikuti perayaan agung misteri penderitaan
Tu han hari ini.
LAGU PEMBUKA
TANDA SALIB DAN SALAM (umat
berdiri)
I. Dalam nama Bapa dan Putra dan
Roh Kudus
U. Amin
I. Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus,
cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus bersamamu
U. Dan bersama rohmu
PENGANTAR
(umat duduk / berdiri)
I. Saudara-saudari terkasih,
sudah sejak awal masa Prapaskah kita menyiapkan diri dengan ulah tobat dan
karya amal kasih. Pada hari ini kita semua berkumpul dan bersama seluruh Umat
Allah mengawali misteri Paskah Tuhan kita, yakni sengsara, wafat dan
kebangkitan-Nya. Untuk menggenapi misteri inilah Yesus memasuki Yerusalem,
kota-Nya. Oleh karena itu, marilah dengan penuh iman dan bakti kita mengiringi
Tuhan sambil mengenangkan peristiwa yang menyelamatkan itu. Dengan demikian
kita memetik buah salib suci, yakni kebangkitan dan kehidupan.
DOA PEMBERKATAN DAUN PALMA (umat
berdiri)
Kemudian,
sambil merentangkan tangan, Imam mengucapkan doa berikut:
I. Marilah kita berdoa:
Allah yang Mahakuasa dan kekal,
kuduskanlah (+) (daun palma ini dengan berkat-Mu. Semoga kami, yang mengiringi
Raja Kristus dengan sukacita, diperkenankan memasuki Yerusalem abadi bersama
Dia, yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.
U. Amin.
Lalu Imam
memerciki daun palma dengan air suci tanpa mengucapkan apa-apa. Kemudian Imam
memaklumkan Injil yang mengisahkan Tuhan memasuki kota Yerusalem. Kitab Injil
dapat didupai.
BACAAN INJIL
Matius
21:1-11 -umat berdiri-
HOMILI
SINGKAT
Untuk
memulai perarakan, Imam atau Diakon atau pelayan awam menyampaikan ajakan
dengan kata-kata ini atau yang senada.
P. Saudara-saudari yang terkasih,
marilah kita mencontoh khalayak di Yerusalem yang mengelu-elukan Yesus. Marilah
kita berarak dalam damai.
PERARAKAN
Seperti
biasa perarakan mulai bergerak menuju gereja tempat misa akan dirayakan. Jika
dipakai dupa, seorang pelayan dupa berjalan paling depan sambil
mengayun-ayunkan pendupaan yang berasap; menyusul seorang pelayan pembawa salib
yang (seturut kebiasaan setempat) dihias dengan daun palma, diapit oleh dua
pelayan yang membawa lilin bernyala. Menyusul Diakon (Jika tidak ada diakon:
pelayan awam lain) yang membawa Evangeliarium, Imam dan para pelayan lain, dan
akhirnya seluruh umat, yang berarak sambil melambai-lambaikan daun palma.
Sementara perarakan berlangsung dilagukan nyanyian-nyanyian yang sesuai untuk
menghormati Raja Kristus.
NYANYIAN PERARAKAN
MISA
NYANYIAN PEMBUKA
DOA PEMBUKA
I. Marilah kita berdoa:
I. Allah yang Mahakuasa dan
kekal, Engkau telah menyerahkan Juru Selamat kami yang telah menjadi manusia
dan direndahkan sampai wafat di salib sebagai teladan kerendahan bagi umat
manusia. Perkenankanlah, agar kami meneladani sengsara-Nya dan pantas untuk
bangkit bersama Dia, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan
berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
LITURGI SABDA
BACAAN I (Yes
50:4-7)
MAZMUR TANGGAPAN
BACAAN II (Flp
2:6-11)
BAIT PENGANTAR
INJIL (- umat berdiri - )
Kisah
Sengsara Tuhan dibacakan tanpa lilin dan pendupaan, tanpa salam dan tanda salib
pada buku; kisah ini dibacakan oleh Imam
sendiri. Dapat juga Kisah Sengsara dibacakan oleh lector.
HOMILI SINGKAT
AKU PERCAYA
DOA UMAT (umat
berdiri)
I. Bersama Yesus yang taat sampai
wafat, tetapi dijunjung tinggi oleh Bapa-Nya, marilah kita menghadap Bapa dan
berdoa:
L. Bagi Gereja yang menderita:
Semoga Bapa menabahkan mereka yang menderita, dihina, difitnah karena imannya,
agar mereka tetap berpengharapan bahwa sesudah cobaan akan datang pembebasan.
Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi para pemimpin masyarakat:
Semoga Bapa mendampingi para pemimpin masyarakat kami, agar dengan tabah tetap
memperjuangkan kesejahteraan umum dan tidak tergoda untuk mementingkan
kepentingan diri sendiri. Marilah kita mohon.
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi sanak-saudara yang
menderita: Semoga Bapa memberkati dan mendampingi saudara-saudari kami yang
sedang mengalami penderitaan agar dengan rela dan penuh iman mempersatukan
penderitaannya dengan penderitaan Kristus demi keselamatan sesama. Marilah kita
mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi kita sendiri yang berkumpul
di sekitar altar ini: Semoga Bapa Yang Mahamurah mencurahkan semangat Yesus
Kristus Putra-Mu dalam diri kami, agar kami dapat saling membantu dalam
memanggul salib kehidupan kami sehari-hari dalam mengikuti jejak Putra-Mu.
Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
I. Allah Bapa kami di surga, demi
cinta kasih-Mu, Engkau menghendaki kami menjadi putra dan putri-Mu berkat jasa
Yesus Kristus, Putra-Mu. Kami mohon terimalah dan kabulkanlah permohonan kami
dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
LITURGI EKARISTI
A. PERSIAPAN
PERSEMBAHAN
LAGU PERSIAPAN
DOA PERSIAPAN
PERSEMBAHAN
I. Berdoalah, Saudara-saudari,
supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang
mahakuasa.
U. Semoga persembahan ini diterima
demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.
(umat berdiri)
I. Ya Allah, semoga oleh
penderitaan Putra Tunggal-Mu pendamaian-Mu dengan kami semakin mendekat. Kami
tidak mampu mencapainya dengan usaha kami sendiri, namun kami sudah
merasakannya, berkat kurban yang penuh daya ini dan karena belas kasih-Mu.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
B. DOA SYUKUR AGUNG
PREFASI (Minggu
Sengsara)
KUDUS
DOA SYUKUR AGUNG
V
BAPA KAMI
DOA DAMAI
ANAK DOMBA ALLAH
PERSIAPAN KOMUNI
Komentator
Yang diperkenankan menyambut Komuni
Kudus adalah mereka yang sudah dibaptis dalam Gereja Katolik, atau yang sudah
diterima sebagai anggota Gereja Katolik dan telah Komuni Pertama, dan tidak
memiliki halangan dalam menerima Komuni Kudus. Mohon selama komuni, hingga
berakhirnya Perayaan Ekaristi umat menjaga keheningan.
KOMUNI
LAGU KOMUNI
DOA SESUDAH KOMUNI
I. Marilah kita
berdoa:
I. Ya Allah, kami yang
telah dipuaskan oleh anugerah suci ini bersujud memohon kepada-Mu: Semoga
sebagaimana berkat kematian Putra-Mu Engkau membantu kami mengharapkan apa yang
kami imani demikian pula berkat kebangkitan-Nya Engkau membantu kami mencapai
apa yang kami tuju. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
RITUS PENUTUP
PENGUMUMAN
BERKAT (umat berdiri)
Imam membuka tangan
I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu.
I. Tundukkanlah kepalamu untuk
menerima berkat Tuhan:
Imam mengulurkan kedua
belah tangan ke arah umat.
I. Ya Bapa, sudilah memandang
anak-anak-Mu yang berkumpul di sini. Sebab demi keselamatan mereka, Tuhan kami
Yesus Kristus tidak ragu-ragu menyerahkan diri ke tangan kaum penjahat dan
menderita siksaan salib. Dialah penyelamat kami kini dan sepanjang masa.
U. Amin.
I. Semoga Saudara sekalian
dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah yang Mahakuasa: (+) Bapa dan
Putra dan Roh Kudus.
U. Amin.
PENGUTUSAN
I. Saudara sekalian, Perayaan Ekaristi sudah selesai.
U. Syukur kepada Allah.
PERAYAAN
EKARISTI KAMI PUTIH
Komentator
Saudara-saudari terkasih, pada hari
Kamis Putih, Gereja menemani Yesus menuju Bukit Zaitun: ini merupakan keinginan
otentik Gereja dalam doa untuk berjaga bersama Yesus. Upaca Kamis Putih
menemani Yesus dalam kesendirian-Nya menuju Jalan Salib. Pemberian
diri Yesus yang sehabis-habisnya dilambangkan dalam Upacara Pembasuhan Kaki para
rasul nanti. Melalui iman, Sakramen Ekaristi adalah misteri yang intim. Tuhan
menetapkan Sakramen ini di Ruang Atas, dikelilingi oleh 12 rasul, dan
mewariskannya kepada Gereja di sepanjang zaman. Dalam cara ini sebuah tanggapan
diberikan bagi anjuran St. Paulus kepada jemaat di Korintus: “Karena
itu hendaklah tiap-tiap orang memeriksa dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia
makan roti dan minum dari cawan itu…” (1 Kor 11:28). Meskipun
demikian, dari keintiman ini yang merupakan karunia yang paling personal dari
Tuhan kita, kekuatan Sakramen Ekaristi ada di atas dan melampui dinding Gereja
kita. Marilah kita sekarang bangkit berdiri seraya
mengarahkan hati kepada Tuhan, dengan bersama-sama melambungkan nyanyian
pembuka:
RITUS PEMBUKA
Imam,
misdinar, dan lektor memasuki gereja melalui pintu depan dengan urutan:
Misdinar pembawa dupa berasap, salib perarakan diapit dua lilin bernyala,
lektor pembawa Evangeliarium, misdinar pembawa lilin lainnya,
lektor, petugas 12 rasul, lektor dan imam. Ketika sampai
di panti imam, Evangeliarium diletakkan pada meja altar.
Umat
berdiri
LAGU PEMBUKA
TANDA SALIB DAN
SALAM umat berdiri
I. Dalam nama Bapa dan Putra dan
Roh Kudus
U. Amin
I. Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus,
cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus bersamamu
U. Dan bersama rohmu
SERUAN TOBAT PS umat
berlutut/berdiri
MADAH KEMULIAAN umat
berdiri
DOA PEMBUKA
I. Marilah kita berdoa:
(hening sejenak)
I. Ya Allah, dalam perjamuan malam
yang amat kudus ini, Putra Tunggal-Mu menyerahkan diri-Nya kepada kematian,
mempercayakan kepada Gereja kurban yang baru dan kekal, serta perjamuan cinta
kasih-Nya. Semoga kami yang merayakan perjamuan malam ini menimba kepenuhan
kasih dan hidup dari misteri yang luhur dan agung itu. Dengan pengantaraan
Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan
Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.
U. Amin.
umat duduk
LITURGI SABDA
BACAAN I (Kel
12:1-8.11-14)
MAZMUR TANGGAPAN
BACAAN II (1Kor
11:23-26) umat duduk
BAIT PENGANTAR
INJIL
BACAAN INJIL (Yoh
13:1-15) umat berdiri
HOMILI
PEMBASUHAN KAKI
Seusai
homili diadakan pembasuhan kaki. Para petugas rasul menempati tempat duduk yang
sudah disediakan. Imam menanggalkan kasula dan mengenakan celemek. Kemudian
Imam membasuh kaki mereka serta menyekanya. Sementara itu dilagukan beberapa
dari lagu berikut:
DOA UMAT
I. Dengan membasuh kaki
para murid-Nya, Yesus telah memberikan perintah baru agar kita saling melayani
dan saling mencintai. Marilah kita berdoa kepada Bapa agar dapat melaksanakan
perintah baru itu dengan sepenuh hati.
L. Bagi Sri Paus, para Uskup dan
para Imam: Semoga Sri Paus dan Uskup, serta para Imam dapat melakukan tugas
penggembalaan mereka dengan rendah hati seperti Yesus yang membasuh kaki
murid-murid-Nya. Marilah kita mohon,...
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi para pemimpin masyarakat:
Semoga para pemimpin masyarakat selalu mendasari tugas pelayanannya dengan
Sabda Yesus sendiri untuk saling melayani satu sama lain demi keselamatan
bersama. Marilah kita mohon,.....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi orang-orang yang
menderita: Semoga keteladanan Kristus dalam mengasihi para murid-Nya menggugah
setiap orang untuk terlibat dalam memberi pertolongan dan kasih bagi
orang-orang yang sedang menderita. Marilah kita mohon,.....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi kita di sekitar altar
ini: Semoga kita semua pada hari ini memperbaharui niat untuk saling mengasihi
dan bekerja sama dalam keluarga kita masing-masing, sehingga nilai hidup
kristiani keluarga kita terpancar pula di dalam kehidupan bermasyarakat.
Marilah kita mohon,.....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
I. Ya Allah, Maha Pengasih,
dengarkanlah permohonan kami. Semoga kami belajar sabar dan rela berkorban bagi
sesama seperti Yesus Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
LITURGI EKARISTI
A. PERSIAPAN
PERSEMBAHAN
LAGU PERSIAPAN
PERSEMBAHAN
DOA PERSIAPAN
PERSEMBAHAN
I. Berdoalah, Saudara-saudari,
supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang
mahakuasa.
U. Semoga persembahan ini diterima
demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.
I. Ya Tuhan, perkenankanlah kami
merayakan misteri ini dengan pantas karena setiap kali kenangan akan kurban ini
dirayakan, terlaksanalah karya penebusan kami. Dengan pengantaraan Kristus,
Tuhan kami.
U. Amin.
B. DOA SYUKUR AGUNG
PREFASI EKARISTI
KUDUS
DOA SYUKUR AGUNG
C. KOMUNI
BAPA KAMI
DOA DAMAI
ANAK DOMBA ALLAH
PERSIAPAN KOMUNI
Komentator
Yang diperkenankan menyambut Komuni
Kudus adalah mereka yang sudah dibaptis dalam Gereja Katolik, atau yang sudah
diterima sebagai anggota Gereja Katolik dan telah menerima Sakramen Komuni
Pertama, dan tidak memiliki halangan dalam menerima Komuni Kudus. Mohon selama
komuni, hingga berakhirnya Perayaan Ekaristi umat menjaga keheningan.
KOMUNI
LAGU KOMUNI
DOA SESUDAH KOMUNI
I. Marilah kita berdoa:
I. Allah Yang Mahakuasa, dalam
hidup di dunia ini kami dikuatkan oleh Perjamuan Putra-Mu. Semoga kami layak untuk
turut menikmati perjamuan abadi di surga. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan
kami, yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. U. Amin.
PEMINDAHAN
SAKRAMEN MAHAKUDUS
Seusai
Doa Sesudah Komuni, sambil berdiri, Imam mengisi pendupaan dan memberkatinya.
Lalu, sambil berlutut ia mendupai Sakramen Mahakudus tiga kali. Kemudian Imam
mengenakan velum berwarna putih di atas bahunya, berdiri, menyelubungi sibori
dengan ujung-ujung velum dan mengangkatnya.Sakramen Mahakudus yang diarak
menggunakan sibori, bukan monstrans.
Lalu
dimulailah perarakan. Dengan disemarakkan lentera dan kepulan asap dupa,
Sakramen Mahakudus diarak melintasi gereja menuju tempat penyimpanan yang
disiapkan di bagian lain dari gedung gereja atau di ruang lain yang dihiasi secara
serasi.
Petugas
pembawa salib berjalan paling depan, diapit dua petugas lain yang membawa lilin
menyala, (dapat disertai para petugas lain yang membawa lilin menyala.) Di
depan Imam yang membawa Sakramen Mahakudus berjalan petugas yang membawa
pendupaan yang mengepul. Sementara itu dilagukan Pange lingua atau Mari kita
memadahkan (kecuali dua bait terakhir) atau nyanyian ekaristis lain. Tempat
sakramen disinggahkan tidak dizinkan dibuat seolah sebuah makam.
Setibanya
perarakan di tempat penyimpanan Sakramen Mahakudus, Imam kalau perlu dibantu
oleh diakon, meletakkan sibori di dalam tabernakel tempat persinggahan. Lalu ia
mengisi pendupaan, dan sambil mendupai Sakramen Mahakudus. Sementara itu
dilagukan Tantum Ergo Sacramentum atau Mari kita memadahkan. Setelah bersembah
sujud sejenak dalam keheningan, Imam dan para pelayan berlutut lalu kembali ke
sakristi.
Pada saat
yang tepat segala hiasan dan perlengkapan altar diambil. Jika mungkin
salib-salib dikeluarkan dari gereja. Seyogyanya salib-salib yang tetap ada
dalam gereja diselubungi.
Umat hendaknya melaksanakan sembah sujud di hadapan Sakramen Mahakudus
selama waktu yang cocok pada malam hari, seturut kebiasaan dan keadaan setempat
dengan cukup meriah. Tetapi sesudah tengah malam (pk 24.00), sembah sujud
dilakukan secara sederhana.
PERARAKAN SAKRAMEN
MAHAKUDUS
Komentator
Pada hari Kamis Putih ini kita
merayakan hari ulang tahun perjamuan malam Kristus. Wafat-Nya kita kenangkan,
kebangkitan-Nya kita muliakan, dan kedatangan-Nya kembali kita nanti-nantikan.
Kristus telah menyerahkan hidup-Nya demi kita. Demikian pula hendaknya kita
dalam pengabdian sehari-hari menyerahkan hidup demi sesama kita. (Lih. 1Yoh
3:16)
(Setelah Sakramen
Mahakudus ditahtakan dan didupai, Imam, Prodiakon, Putra Altar berlutut dan
berdoa sejenak, kemudian dilanjutkan dengan doa berikut:)
I. Engkau telah memberi kami roti
surgawi,
U. Yang mengandung segala
kesegaran.
I. Marilah kita berdoa:
I. Ya Tuhan, Engkau telah
meninggalkan kenangan akan kesengsaraan-Mu dalam sakramen yang mengagumkan ini.
Kami mohon, semoga kami dapat menghormati tubuh dan darah-Mu sedemikian,
sehingga kami selalu dapat menikmati buah dari penebusan-Mu. Sebab Engkaulah yang
hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
U. Amin.
IBADAT JUMAT AGUNG
Komentator
Kita berkumpul di sini untuk
memperingati Yesus dari Nazaret yang demikian dekat dengan kita, tetapi berbeda
jauh dengan kita, karena ia Allah dan Manusia. Ia disiksa, didera, dihina, dan
dihukum mati serta takut seperti kita. Namun segala penderitaan itu
diterima-Nya dengan sukarela dan sekalipun sudah tampak datang, Ia tidak
melarikan diri. Maka Hamba Yahwe yang menderita tanpa dosa ini diangkat oleh
Allah. Maka jelaslah bahwa maut bukanlah titik punah, melainkan suatu
kemenangan. Itulah sebabnya hari ini penuh rasa syukur dan gembira. Upacara
akan terbagi menjadi tiga bagian:
1. Liturgi
Sabda: untuk menghidupkan iman kita atas
kekuatan wafat Yesus.
2. Penghormatan
Salib: untuk memusatkan perhatian pada
salib sebagai sumber kebahagiaan.
3. Komuni: untuk
memberi kesempatan memetik buah salib.
Tanpa lagu pembuka, imam,
prodiakon, lektor dan putra/i altar masuk gereja. Di depan altar imam akan
tiarap, sementara umat, prodiakon, putra/i altar, lektor serta umat berlutut
Marilah berdiri!
(Tanpa
lagu pembuka, imam, prodiakon, lektor dan putra/i altar masuk gereja. Di depan
altar imam akan tiarap berdoa sejenak dalam keheningan, sementara umat,
prodiakon, putra/i altar, lektor serta umat berlutut. Lalu Imam dan para
petugas menuju ke tempat duduk. Di situ Imam menghadap ke arah umat dan sambil
merentangkan tangan mengucapkan doa pembuka tanpa ajakan "Marilah kita
berdoa")
DOA PEMBUKA
I. Ingatlah, ya Allah Bapa, akan
belas kasih-Mu. Kuduskanlah dan lindungilah selalu hamba-hamba-Mu. Bagi
merekalah Kristus, Putra-Mu, telah memulai misteri Paskah dengan penumpahan
darah-Nya. Dialah Tuhan, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U. Amin.
LITURGI SABDA
(Umat duduk)
BACAAN I (Yes
52:13-53:12)
MAZMUR TANGGAPAN (
BACAAN II (Ibr
4:14-16;5:7-9)
BAIT PENGANTAR INJIL
KISAH SENGSARA (Yoh
18:1-19:42)
DOA UMAT MERIAH (dapat
dinyanyikan)
KOLEKTE II
LAGU
PENGHORMATAN
SALIB
Komentator
Saudara-saudari terkasih, putra/i
altar akan menjemput salib yang diselubungi kain ungu. Salib diarak ke depan
altar atau panti imam, untuk diserahkan kepada Imam, sedikit demi sedikit
selubung dibuka setiap kali disertai nyanyian. Kemudian umat berlutut selama
nyanyian Hai umat apa salah-Ku dinyanyikan.
Salib Diperlihatkan
[imam membuka selubung salib yang
dibungkus dengan kain merah, mengangkatnya lalu menyerukan: “Lihat kayu
salib..” dan umat menyerukan:”Marilah kita sembah”. Lalu semua berlutut dalam
keheningan. Ritus ini dilakukan 3 kali].
I/D Lihatlah kayu salib, di sini
tergantung Kristus, Penyelamat dunia.
U. Mari kita bersembah
sujud kepada-Nya.
(umat berdiri ketika salib diarak berjalan
menuju ke altar/panti imam dan umat berlutut ketika menyanyi Lihatlah kayu
salib. Sesudah penghormatan salib, salib dibawa imam altar ke tempatnya di
dekat altar. Lilin bernyala diletakkan di sekitar atau di atas meja altar atau
di dekat salib)
Penyembahan Salib Suci
[imam dan palayan altar, membawa salib
yang telah dibuka selubungnya ke panti imam. Lilin mengapiti salib tersebut,
lalu mulailah ritus penyembahan salib. Koor dan umat dapat menyanyikan
lagu-lagu yang sesuai.]
UPACARA KOMUNI
Di atas
meja altar dibentangkan kain altar dan di atasnya diletakkan korporale dan buku
misa. Sementara itu, Imam sendiri mengenakan velum, lalu mengambil Sakramen
Mahakudus dari tempat penyimpanannya, dan membawanya ke altar melalui jalan
singkat. Dua putra/i altar mendahului pembawa Sakramen Mahakudus dengan membawa
lilin bernyala dan menempatkan lilin tersebut di sekitar atau di atas meja
altar. Seluruh umat berdiri dalam keheningan.
BAPA KAMI dan
EMBOLISME
PERSIAPAN KOMUNI
Komentator
Yang diperkenankan menyambut Komuni
Kudus adalah mereka yang sudah dibaptis dalam Gereja Katolik, atau yang sudah
diterima sebagai anggota Gereja Katolik dan telah Komuni Pertama. Mohon selama
komuni, hingga berakhirnya Ibadat Jumat Agung umat menjaga keheningan.
KOMUNI
LAGU KOMUNI
DOA SESUDAH KOMUNI
I. Marilah kita berdoa
I. Allah yang kekal dan kuasa
Engkau telah memulihkan kebahagiaan kami berkat wafat dan kebangkitan Putra-Mu.
Peliharalah karya belas kasih-Mu dalam diri kami, agar kami yang telah ambil
bagian dalam misteri ini, dapat hidup penuh bakti kepada-Mu. Dengan
pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
I. Tundukkanlah kepalamu untuk
menerima berkat Tuhan.
I. Kami mohon, ya Tuhan, semoga
turunlah berkat melimpah ke atas umat-Mu ini, yang telah mengenangkan wafat
Putra-Mu sambil mengharapkan kebangkitan-Nya; berikanlah pengampunan,
anugerahkanlah penghiburan, tumbuhkanlah iman yang kudus, berikanlah jaminan
penebusan yang kekal. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
PERAYAAN MALAM PASKAH
Pada tempat yang memadai di luar gereja, disediakan api unggun, Umat
berkumpul di sekitar api unggun itu, lalu Imam bersama para pelayan berarak
menuju ke api unggun, seorang di antaranya membawa Lilin Paskah. Salib dan
lilin-lilin tidak dibawa serta.
Semua lampu
dipadamkan.
Komentator
Saudara-saudari terkasih, pada
malam suci ini Tuhan kita Yesus Kristus beralih dari kematian memasuki
kehidupan. Gereja mengundang Umat Allah sekalian untuk berkumpul mengadakan
upacara malam paskah. Kita mengikuti upacara ini untuk mengungkapkan iman kita
akan Kristus yang bangkit dengan mulia. Dialah cahaya yang menghidupkan harapan
serta memberikan kegembiraan karena telah jaya atas maut. Malam ini kita akan
memperbaharui janji baptis, memperbaharui iman kita akan Tuhan. Hidup-Nya
membuka harapan baru, hidup bersatu dengan Tuhan. Tetapi warta Paskah ini
mengandung pula tugas baru bagi kita, dan akan dimahkotai dengan perayaan
Ekaristi. Perayaan malam ini akan diawali dengan upacara cahaya. Mari kita
mengikuti upacara ini dengan penuh iman.
(Penyalaan Lilin Paskah)
PEMBERKATAN API
DAN PERSIAPAN LILIN PASKAH
TANDA SALIB DAN SALAM (berdiri)
I. (+) Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U. Amin
I. Tuhan memandang dan memperhatikan Saudara,
menunjukkan kerelaan hati-Nya, dan memberikan damai sejahtera kepadamu.
U. Dan bersama rohmu
(Umat tetap berdiri, nanti hanya diperkenankan
menyalakan lilin dari lilin Paskah.)
PEMBERKATAN API (berdiri)
I. Marilah kita berdoa:
I. Allah Bapa mahamulia, Engkau telah menganugerahi
cahaya kemuliaan-Mu dengan perantaraan Kristus. Kami mohon berkatilah (+) api
baru ini. Semoga perayaan Paskah malam ini menyalakan kerinduan kami akan hidup
surgawi, sehingga kelak kami dapat merayakan Paskah abadi dengan hati murni
dalam cahaya-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
PEMBERKATAN LILIN PASKAH
(Imam menggoreskan tanda-tanda pada lilin sambil
mengucapkan kata-kata:]
I. Kristus dahulu dan sekarang, (dari atas ke bawah)
Awal dan akhir, (dari kiri ke kanan)
Alpha dan Omega, (A, O)
Milik-Nyalah segala masa, (2)
dan segala abad (0)
Kepada-Nyalah kemuliaan dan kekuasaan, (1)
sepanjang segala masa (0)
(sambil menancapkan lima biji dupa, imam
mengucapkan):
I. Demi luka-luka-Nya yang kudus
dan mulia
Semoga kita dilindungi
dan dipelihara oleh Kristus Tuhan. Amin.
I. Semoga cahaya Kristus, yang telah bangkit mulia,
menghalau kegelapan hati dan budi.
(Lilin Paskah diarak masuk Gereja. Di tiga tempat
berhenti untuk memuji Kristus Cahaya Dunia. Umat berdiri.)
KRISTUS CAHAYA DUNIA
Dinyanyikan 3 kali, setiap kali naik
dengan nada lebih tinggi
(Umat tetap berdiri sambil memegang lilin bernyala)
Setelah sampai di altar, Imam menuju
ke tempat duduknya. Ia memberikan lilinnya kepada putra-putri altar, lalu
mengisi pendupaan dan memberkatinya seperti pada pembacaan Injil dalam
Misa.
Jika tidak ada Diakon, Pujian Paskah dapat dibawakan oleh Imam sendiri, atau
oleh Imam lain yang ikut konselebrasi. Tetapi, jika dibawakan oleh seorang
awam, kata-kata di antara kurung dilewatkan.
PUJIAN PASKAH
LITURGI SABDA
BACAAN I (Kej
1:1 - 2:2)
MAZMUR TANGGAPAN
DOA
BACAAN II (Kel
14:15-15:1)
MAZMUR TANGGAPAN
DOA (berdiri)
BACAAN III (Yes
55:1-11)
MAZMUR TANGGAPAN
DOA (berdiri)
MADAH KEMULIAAN
(berdiri)
DOA PEMBUKA (berdiri)
I. Marilah kita berdoa:
(hening sejenak)
I. Ya Allah, Engkau menyemarakkan malam yang
amat suci ini dengan kebangkitan mulia Kristus Tuhan kami. Bangkitkanlah di
dalam Gereja-Mu semangat hidup sebagai anak-anak Allah. Semoga kami dibarui
lahir-batin agar kami selalu mengabdi Engkau dengan setia. Dengan pengantaraan
Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang dengan kebangkitan-Nya bersatu dengan
Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
umat duduk
BACAAN EPISTOLA (Rm
6:3-11)
BAIT PENGANTAR INJIL
BACAAN INJIL (Luk
24:1-12) (berdiri)
HOMILI
hening sejenak
LITURGI BAPTIS
umat berlutut
Jika tidak ada
calon baptis dan tidak ada pemberkatan bejana baptis, Litani Para Kudus
ditiadakan, langsung diadakan pemberkatan air.
PEMBERKATAN AIR BAPTIS (berdiri)
Ajakan
Kalau ada pembaptisan:
I. Saudara-saudari terkasih, marilah kita
menguatkan kerinduan suci saudara-saudari kita ini dengan doa kita bersama.
Semoga Allah Bapa yang mahakuasa dan maharahim mengasihani dan membantu mereka
yang kini datang ke sumber kelahiran baru.
Kalau tidak ada pembaptisan, tetapi diadakan
pemberkatan air baptis:
I. Saudara-saudari terkasih, marilah kita mohon
kepada Allah, Bapa yang mahakuasa, agar rahmat-Nya memenuhi air ini. Semoga
semua yang akan dilahirkan kembali dalam Kristus berkat pembaptisan disatukan
dalam keluarga Allah.
Dengan tangan terentang Imam mengucapkan doa untuk
memberkati air baptis:
I. Allah yang mahamulia, Engkau menciptakan
karya-karya agung melalui tanda-tanda sakramen. Dengan pelbagai cara Engkau
mempergunakan air untuk menyatakan rahmat pembaptisan. Ya Allah, pada awal mula
dunia, Roh-Mu melayang-layang di atas permukaan air. Sejak itu air mengandung
kekuatan untuk menyucikan. Ya Allah, dalam peristiwa air bah Engkau menyatakan
kelahiran baru, sebab kekuatan air itu memusnahkan kejahatan dan melahirkan
kebaikan. Ya Allah, lewat jalan yang kering putra-putra Abraham Kauseberangkan
melintasi Laut Merah. Dengan demikian, kaum yang telah bebas dari perbudakan
Firaun melambangkan umat yang dibaptis. Ya Allah, di Sungai Yordan Putra-Mu
dibaptis oleh Yohanes dan diurapi dengan Roh Kudus. Ketika bergantung di salib,
Ia mengeluarkan air dan darah dari lambung-Nya, Sesudah bangkit Ia mengutus
para murid-Nya: Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah
mereka dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Kami mohon ya Tuhan, pandanglah
Gereja-Mu dan sudilah membuka baginya sumber air baptis. Semoga berkat Roh
Kudus air ini dipenuhi rahmat Putra Tunggal-Mu. Semoga manusia, yang diciptakan
menurut citra-Mu dan dengan sakramen Baptis disucikan dari kecemaran masa lalu,
dilahirkan kembali dari air dan Roh Kudus, menjadi manusia baru.
Sambil mencelupkan kaki Lilin Paskah
ke dalam air satu atau tiga kali, Imam melanjutkan:
I. Kami mohon, ya Tuhan, semoga dengan pengantaraan
Putra-Mu kuasa Roh Kudus turun ke dalam bejana ini.
Sambil tetap memegang Lilin Paskah
yang tercelup dalam air, ia melanjutkan:
I. Semoga semua orang, yang lewat pembaptisan
dikuburkan bersama Kristus, diperkenankan pula bangkit bersama Dia, dalam
persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
Lalu Lilin diangkat dari air dan
sementara itu umat berseru:
U. Pujilah Tuhan, hai sumber-sumber air, megahkan
dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Pemberkatan Air
Jika tidak ada pembaptisan, dan tidak ada
pemberkatan bejana baptis, Imam menyampaikan pengantar pemberkatan air kepada
umat sambil berkata:
I. Saudara-saudari terkasih, dengan rendah hati
marilah kita mohon kepada Tuhan Allah kita, supaya Ia sudi memberkati air ini,
yang akan direcikkan pada kita sebagai kenangan akan pembaptisan kita. Semoga
Ia sendiri memperbarui kita, agar tetap setia kepada Roh Kudus yang telah kita
terima.
hening sejenak
Imam merentangkan tangan memanjatkan doa berikut:
I. Tuhan Allah kami, dampingilah umat-Mu, yang
berjaga pada malam yang amat kudus ini. Sudilah memberkati air ini bagi kami,
yang sedang mengenangkan penciptaan kami yang mengagumkan dan penebusan kami
yang jauh lebih mengagumkan. Air telah Engkau ciptakan untuk menyuburkan ladang
dan untuk menyegarkan serta membersihkan tubuh kami. Air juga telah Engkau
jadikan sarana belas kasih-Mu: Sebab lewat air Engkau membebaskan umat-Mu dari
perbudakan, dan dengan air Engkau memuaskan dahaga mereka di padang gurun.
Dengan lambang air para nabi mewartakan Perjanjian Baru, yang hendak Engkau
ikat dengan manusia. Akhirnya, dengan air yang dikuduskan oleh Kristus di Sungai
Yordan, kodrat kami yang telah hancur Engkau perbarui dalam pembasuhan
kelahiran kembali. Oleh sebab itu, semoga air ini mengingatkan kami akan
pembaptisan yang telah kami terima. Semoga Engkau membuat kami bersukacita
bersama-sama saudara-saudara kami, yang dibaptis pada Hari Raya Paskah ini.
Demi Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
Lilin Paskah dikembalikan, misdinar menyalakan lilin
umat.
umat tetap berdiri
PEMBAHARUAN JANJI BAPTIS (berdiri)
I. Saudara-saudari terkasih, berkat misteri Paskah,
dalam pembaptisan kita dikuburkan bersama Kristus, supaya bersama Dia kita
menghayati hidup yang baru. Oleh karena itu, setelah menjalani masa puasa
selama 40 hari, marilah kita memperbarui janji baptis suci. Dengan janji itu
dulu kita telah menolak setan dan perbuatan-perbuatannya dan berjanji mengabdi
Allah dalam Gereja Katolik yang kudus. Jadi, apakah saudara menolak dosa supaya
hidup dalam kemerdekaan anak-anak Allah?
U. Ya, saya menolak
I. Apakah Saudara menolak bujukan kejahatan supaya
tidak dikuasai dosa?
U. Ya, saya menolak
I. Apakah Saudara menolak setan, penyebab dan
pangkal segala dosa?
U. Ya, saya menolak
I. Percayakah Saudara-saudara akan Allah, Bapa yang
mahakuasa, Pencipta langit dan bumi?
U. Ya, saya percaya.
I. Percayakan Saudara akan Yesus Kristus, Putra-Nya
yang tunggal, Tuhan kita, yang dilahirkan oleh Perawan Maria; yang menderita
sengsara, wafat dan dimakamkan; yang bangkit dari antara orang mati, naik ke
surga dan duduk di sisi kanan Bapa?
U. Ya, saya percaya.
I. Percayakah Saudara akan Roh Kudus, Gereja katolik
yang kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan dan
kehidupan kekal?
U. Ya, saya percaya.
I. Allah yang mahakuasa, Bapa Tuhan kita Yesus
Kristus, telah melahirkan kita dari air dan Roh Kudus, dan telah menganugerahi
kita pengampunan dosa. Semoga dengan rahmat-Nya Ia menjaga kita sampai ke hidup
yang kekal, dalam Kristus Yesus Tuhan kita.
U. Amin.
Imam memerciki umat dengan air suci,
sementara itu umat bernyanyi:
LAGU
DOA UMAT
(berdiri)
I. Marilah kita panjatkan doa kepada Bapa di surga,
yang telah membangkitkan Yesus Kristus, Putra-Nya, dari kematian agar kita
dapat menemukan hidup sejati pada-Nya.
L. Bagi para baptisan baru dan semua pengikut
Kristus: Ajarilah kami menerima Sakramen-sakramen misteri Paskah dengan penuh
hasrat dan niat yang murni agar kami semakin dimampukan untuk menghayati hidup
sesuai dengan janji baptis kami. Marilah kita mohon:
U. Dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi tanah air kita: Semoga kebangkitan Putra-Mu
menjiwai para pemimpin dan seluruh rakyat, agar mereka bersama-sama bangkit dan
berjuang membangun bangsa yang lebih beradab. Marilah kita mohon....
U. Dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi saudara-saudari kita yang mengalami krisis
kepercayaan, yang lengah dan acuh tak acuh : Semoga pada malam ini, mereka ikut
memperbarui janji baptis dan menyadari kembali tanggung jawab mereka menjadi
pengikut Putra-Mu. Marilah kita mohon....
U. Dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi semua orang yang telah meninggal sebagai
orang-orang yang sudah ditandai dengan pembaptisan: Perkenankanlah mereka malam
ini menghayati sukacita paskah sepenuhnya di surga. Marilah kita mohon....
U. Dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi semua saja yang dalam Perayaan Paskah ini
berkumpul sebagai saudara satu sama lain: Semoga iman akan Kristus yang bangkit
memperteguh kami dalam menunaikan tugas kami masing-masing di dunia. Marilah
kita mohon....
U. Dengarkanlah umat-Mu.
I. Allah Bapa kami yang mahakuasa dan kekal, Bapa
Tuhan kami Yesus Kristus, kami telah dilahirkan kembali dari air dan Roh Kudus,
dan telah diampuni dosa-dosa kami. Bawalah kami berkat rahmat yang telah
diperoleh Kristus Putra-Mu, memasuki Paskah raya abadi. Dengan pengantaraan
Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
LITURGI EKARISTI
A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN
LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN
I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku
dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.
U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan
Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus. (berdiri)
I. Allah Bapa yang Mahakudus, berkenanlah menerima
permohonan serta persembahan umat-Mu, yang diunjukkan kepada-Mu. Semoga
perayaan Ekaristi, yang berasal dari misteri Paskah, memberi kami kekuatan
untuk mencapai hidup yang kekal. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
B. DOA SYUKUR AGUNG
PREFASI
KUDUS (umat
berdiri)
DOA SYUKUR AGUNG I
C. KOMUNI
BAPA KAMI
(berdiri)
DOA DAMAI
ANAK DOMBA ALLAH
PERSIAPAN KOMUNI
Komentator
Yang diperkenankan menyambut Komuni Kudus adalah
mereka yang sudah dibaptis dalam Gereja Katolik, atau yang sudah diterima
sebagai anggota Gereja Katolik, telah menerima Komuni Pertama, dan tidak
memiliki halangan dalam menyambut Komuni. Komuni harus segera disantap di
hadapan pelayan komuni. Mohon selama komuni, hingga berakhirnya Perayaan
Ekaristi umat menjaga keheningan.
KOMUNI (berlutut/duduk)
LAGU KOMUNI 1
DOA SESUDAH KOMUNI (berdiri)
I. Marilah kita berdoa:
I. Allah Bapa yang mahapengasih dan penyayang, kami
telah Kausegarkan dengan perayaan Paskah ini. Kami mohon, curahkanlah roh cinta
kasih-Mu kepada kami dan satukanlah kami dalam kasih sayang-Mu, agar kami hidup
rukun dan damai sehati sejiwa sebagai umat kesayangan-Mu. Dengan pengantaraan
Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
RITUS PENUTUP
PENGUMUMAN
BERKAT MERIAH
I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu
I. Semoga karena perayaan meriah Paska ini, Allah
yang mahakuasa dan maharahim melindungi saudara terhadap segala dosa.
U. Amin.
I. Semoga karena kebangkitan Putra-Nya yang tunggal,
Allah menganugerahkan kepada saudara, hidup abadi yang sempurna.
U. Amin.
I. Semoga karena bimbingan Yesus Kristus yang jaya,
dengan hati riang gembira saudara sampai pada perayaan Paska abadi di surga.
U. Amin.
I. Semoga saudara sekalian selalu dibimbing,
dilindungi, dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putra, dan Roh
Kudus.
U. Amin.
PENGUTUSAN (berdiri)
I. Saudara sekalian, Perayaan Ekaristi sudah selesai
alleluya, alleluya
U. Syukur kepada Allah, alleluya, alleluya.
PERARAKAN KELUAR
PERAYAAN
EKARISTI MINGGU PASKAH
Komentator
Kebangkitan Kristus menghidupkan
harapan duniawi dengan “pengharapan besar” kehidupan kekal, menanam benih keselamatan
di zaman kita sekarang. Tantangan, cobaan dan godaan dunia berusaha menjatuhkan
kita; berusaha menjauhkan kita dari Tuhan dan sesama. Namun Tuhan “memberi
kekuatan kepada yang lelah, dia menguatkan yang tak berdaya… Mereka yang
berharap kepada Tuhan akan mendapatkan kembali kekuatan mereka, mereka akan
terbang dengan sayap seperti rajawali; meskipun berlari tidak akan menjadi
lelah, meskipun berjalan tidak akan pernah lelah» (Yes 40:29, 31). Melalui
peristiwa Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, kita dipanggil untuk menempatkan
iman dan harapan kita kepada Tuhan , karena hanya jika kita percaya kepada Kristus yang bangkit , kita kita akan terus bertahan dalam iman, harap
dan kasih. Mari kita menyiapkan hati untuk perayaan kudus dan suka cita ini.
Mari kita bangkit berdiri seraya mengarahkan hati kepada Tuhan, dengan
bersama-sama melambungkan nyanyian pembuka
RITUS PEMBUKA
LAGU PEMBUKAAN
TANDA SALIB DAN SALAM
I. Dalam nama Bapa dan Putra dan
Roh Kudus
U. Amin
I. Kasih karunia dan damai
sejahtera dari Allah Bapa dan dari Tuhan kita, Yesus Kristus, bersamamu
U. Dan bersama rohmu
PENGANTAR
SERUAN TOBAT
TUHAN KASIHANILAH
MADAH KEMULIAAN
DOA PEMBUKA
I. Marilah kita berdoa:
(hening sejenak)
I. Ya Allah, pada hari ini dengan
pengantaraan Putra Tunggal-Mu Engkau telah menaklukkan kematian dan membuka
bagi kami pintu keabadian. Semoga kami yang merayakan pesta kebangkitan Tuhan
dibarui oleh Roh-Mu dan bangkit dalam terang kehidupan. Dengan pengantaraan
Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan
Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.
U. Amin.
BACAAN I (Kis
10:34a.37-43)
MAZMUR TANGGAPAN
BACAAN II (1Kor
5:6b-8)
BAIT PENGANTAR INJIL (umat
berdiri - PS 959)
BACAAN INJIL (
Yoh 20:1-9)
HOMILI (duduk)
DOA UMAT
I. Kristus, Sang Mesias sumber
kehidupan, telah dibangkitkan oleh Allah. Kristus juga akan membangkitkan kita
dengan kasih karunia-Nya. Maka marilah kita berdoa:
L. Ya Kristus, Engkaulah awal dan
akhir. Engkau telah wafat, namun hidup kembali. Semoga kami semua yang telah
dibaptis selalu berjuang melawan kejahatan dan tetap setia sampai mati
mengamalkan semangat pengorbanan-mu di tengah masyarakat. Marilah kita mohon....
U. Kristus, dengarkanlah kami.
L. Ya Kristus, Engkaulah cahaya dan
keselamatan segala bangsa. Terangilah kiranya para pemimpin bangsa-bangsa agar
selalu menggalang persatuan dan kerukunan di antara para bangsa demi perdamaian
dan kesejahteraan umat manusia. Marilah kita mohon....
U. Kristus, dengarkanlah kami.
L. Ya Kristus, Engkaulah
kebangkitan dan kehidupan. Tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada mereka yang
sakit, yang menderita dan yang menghadapi ajal agar mereka semua dikuatkan dan
diteguhkan berkat kebangkitan-Mu. Marilah kita mohon....
U. Kristus, dengarkanlah kami.
L. Ya Kristus, Engkaulah batu yang
dibuang para tukang, tetapi terpilih menjadi batu sendi. Gunakanlah kami
sebagai batu-batu yang hidup dalam membangun masyarakat yang rukun dan adil
makmur merata. Marilah kita mohon....
U. Kristus, dengarkanlah kami.
I. Allah Bapa kami, semoga Putra-Mu
yang telah bangkit tetap tinggal bersama dengan kami dan menuntun kami
kepada-Mu dalam iman, harapan, dan kegembiraan, sekarang dan selama-lamanya.
U. Amin.
LITURGI EKARISTI
A. PERSIAPAN
PERSEMBAHAN
LAGU PERSIAPAN
PERSEMBAHAN PS.
DOA PERSIAPAN
PERSEMBAHAN
I. Berdoalah, Saudara-saudari,
supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang
mahakuasa. (berdiri)
U. Semoga persembahan ini diterima
demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.
I. Ya Allah, terimalah kurban
yang kami persembahkan kepada-Mu di tengah sukacita Paskah. Dengan kurban ini,
Gereja-Mu Engkau perbarui dan Engkau pelihara secara mengagumkan. Dengan
pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
PREFASI PASKAH I (berdiri)
KUDUS
DOA SYUKUR AGUNG
I
BAPA KAMI
DOA DAMAI -umat
berdiri-
ANAK DOMBA ALLAH
PERSIAPAN KOMUNI (berlutut/berdiri)
KOMUNI
Komentator
Yang diperkenankan menyambut Komuni
Kudus adalah mereka yang sudah dibaptis dalam Gereja Katolik, atau yang sudah
diterima sebagai anggota Gereja Katolik, telah menerima Komuni Pertama, dan
tidak memiliki halangan dalam menyambut Komuni. Komuni harus segera disantap di
hadapan pelayan komuni. Mohon selama komuni, hingga berakhirnya Perayaan
Ekaristi umat menjaga keheningan.
LAGU KOMUNI
PENGUMUMAN
BERKAT MERIAH (berdiri)
I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu
I. Semoga berkat perayaan Paskah
hari ini Allah yang mahakuasa memberkati Saudara dan melindungi Saudara dari
segala bahaya dosa.
U. Amin.
I. Semoga Allah, yang memulihkan
hidup Saudara lewat kebangkitan Putra Tunggal-Nya, memenuhi hati Saudara dengan
karunia-karunia abadi.
U. Amin.
I. Semoga sesudah memperingati
hari-hari sengsara Tuhan dan merayakan pesta Paskah dengan gembira, Saudara
diantar Tuhan memasuki pesta sukacita abadi.
U. Amin.
I. Dan semoga Saudara sekalian
dilindungi, dibimbing dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa: (+) Bapa dan
Putra dan Roh Kudus.
U. Amin.
PENGUTUSAN (berdiri)
I. Saudara sekalian, Perayaan
Ekaristi sudah selesai. Alleluya, alleluya
U. Syukur kepada Allah, Alleluya,
alleluya.
Komentar
Posting Komentar