IBADAH SABDA HARI MINGGU BIASA XXV TAHUN A

 

IBADAH SABDA HARI MINGGU BIASA XXV TAHUN A

MINGGU, 24 September  2023

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan  Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat  mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi  dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”.  Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Biasa.

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.

U : Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA

Belas kasih Allah melampui ruang dan waktu, Dia tidak tebang pilih dalam menganugerahkan berkat dan keselamatan kepada manusia. Melalui bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus menunjukkan keutamaan atau mutu hidup yang harus dimiliki oleh mereka yang ingin menjadi bagian dari Kerajaan Allah. Prinsip utama dari Kerajaan Allah adalah kemurahan hati. Ia adalah Allah yang murah hati, dan oleh karena itu, Ia dapat menerima siapa saja di dalam Kerajaan-Nya sesuai dengan kemurahan hati-Nya. Murah hati, pada gilirannya, harus menjadi mutu hidup dari setiap orang yang menjadi pengikut Kristus.

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda  Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.]

P : Kemuliaan kepada Allah di surga

U : dan damai di bumi

kepada orang yang berkenan pada-Nya.

P : Kami memuji Dikau,

U : Kami meluhurkan Dikau.

P : Kami menyembah Dikau,

U : Kami memuliakan Dikau.

P : Kami bersyukur kepada-Mu,

karena kemuliaan-Mu yang besar.

U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi,

Allah Bapa yang Mahakuasa.

P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.

U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.

P : Engkau yang menghapus dosa dunia,

kasihanilah kami.

U : Engkau yang menghapus dosa dunia,

kabulkanlah doa kami.

P : Engkau yang duduk di sisi Bapa,

kasihanilah kami.

U : Karena hanya Engkaulah kudus.

P : Hanya Engkaulah Tuhan.

U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.

P : bersama dengan Roh Kudus,

U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin

05. DOA PEMBUKA

P : Marilah kita berdoa,

[hening sejenak]

Allah yang murah hati, kami bersyukur karena Yesus Putra-Mu datang ke tengah dunia dan mengajarkan kami tentang kebenaran. Kuatkanlah hati kami agar kami selalu berusaha belajar tentang kebenaran iman kami dan hidup sesuai iman kami itu agar kami terhindar dari kejahatan yang bisa  membinasakan kami. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U : Amin.

 

 

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengar[1]kan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.

[Bacaan dibacakan dari Alkitab]

07. BACAAN PERTAMA (Yesaya 55: 6-9)

L : Bacaan dari Kitab Yesaya

Carilah TUHAN   selama Ia berkenan ditemui  berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan  jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali  kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan  dengan limpahnya. Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah.

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN

Refren (Mzm. 145: 2-3.8-9.17-18)

Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepadaNya

1.Setiap hari aku hendak memuji Engkau dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan dan sangat terpuji; kebesaran-Nya tidak terselami.

2. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

3. Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan

09. BACAAN KEDUA (Flp 1: 20c-24.27a)

L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi

Saudara-saudara, dengan nyata Kristus dimuliakan di dalam tubuhku,baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: Aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — ini memang jauh lebih baik; tetapi demi kamu lebih berguna aku tinggal di dunia ini. Maka hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah.

10. ALLELUIA  

P : Alleluia

U : Alleluia

P : Tuhan, bukalah hati kami, sehingga kami memperhatikan SabdaMu Putera-Mu

U : Alleluia

 11. INJIL (Mat. 20:1-16)

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.

Kemudian Pemimpin membacakan Injil.

"Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti  seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.  Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut   kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas y  terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?  Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.  Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir. "

P : Demikianlah Injil Tuhan.

U : Terpujilah Kristus.

12. RENUNGAN SINGKAT

Untuk mengerti kemurahan hati Allah melalui Injil hari ini rasanya mungkin membingungkan kita. Melalui perumpamaan Yesus dalam Injil hari ini mau menghantar kita untuk menyelami kemurahan hati Allah, yang tentu sangat berbeda dengan ukuran keadilan yang dipakai manusia. Kisah para pekerja yang menerima upah yang sama satu dinar, tidak dibedakan yang masuk awal pagi, siang maupun sore itu, ternyata mendapat protes dan tuan itu diprotes karena dirasa tidak adil, tidak memperhitungkan lama dan prestasi kerja dari para pekerja itu.

Namun, tuan itu merasa tidak berbuat salah, dan tidak merugikan siapa pun, karena kesepakatan adalah mereka diberi upah satu dinar. Kesepakatan itu untuk upah setiap pekerja. Dan sang tuan telah memenuhi kewajibannya. “Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadapmu”, demikian tanggapan tuan itu. Dan dilanjutkan, “Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?” Jadi kesepakatan itulah yang mengikat. Bahkan lebih lanjut tuan itu mengingatkan, “Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendakku? Atau iri hatikah engkau karena aku murah hati?”

Kemurahan hati Allah ialah dengan bebas menggunakan milik-Nya menurut kehendak-Nya, tentu untuk kebaikan semua orang. Ia berlaku sangat adil. Kemurahan hati Allah ialah memberikan perhatian dan apa yang terbaik bagi semua orang, tanpa membedakan. Semua orang di mata Tuhan itu berharga. Ia mengasihi setiap orang secara pribadi. Dari kelimpahan kasih dan kemurahan hati-Nya manusia dianugerahi kebaikan, kesejahteraan dan keselamatan. Kita tidak perlu harus iri hati terhadap kebaikan dan kemurahan hati Allah. Allah itu baik dan penuh belaskasih. Hanya kita manusia sering membuat perbedaan dan berlaku serta berpikir tidak adil. Kita iri hati dan mungkin tidak mau terima dengan baik kalau ada orang yang hidupnya jauh lebih baik dari kita, yang lebih berhassil dari kita, atau lebih sehat dan lebih untung dalam hidupnya. Sementara kita tetap biasa saja, kita tetap mengalami kesulitan dan kegagalan, kita masih saja hidup susah dan menderita. Lalu kita mempersalahkan Allah. Merasa dan menilai bahwa Allah tidak adil, Allah pilih kasih, padahal kita diberi waktu dan kesempatan yang sama. Mungkin juga kita yang sudah lama menjadi Katolik, sudah dibaptis dan menjadi pengikut Yesus yang setia, telah banyak berkurban, telah banyak berbuat baik, tapi di pihak lain, masih menuntut agar kita diperlakukan lebih daripada yang baru menjadi Katolik. Mengapa Tuhan sangat peduli dengan mereka itu? Kita mengeluh, kita merasa Tuhan tidak adil. Di sini tentu Tuhan akan bertanya kepada kita seperti dalam Injil hari ini, “Iri hatikah engkau karena Aku murah hati?”

Tuhan selalu dan selamanya bermurah hati kepada setiap kita. Kemurahan hati-Nya menghantar kita untuk hidup bahagia, sejahtera dan memperoleh keselamatan. Maka marilah kita belajar dari kemurahan hati Allah, agar kita pun bermurah hati kepada sesama seperti Allah yang murah hati. Tuhan memberkati.

13. HENING SEJENAK

14. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT

P. Allah Bapa memberikan anugerah dan pahala menurut kehendak-Nya yang bebas. la Mahabaik dan mengundang kita untuk bekerja. Maka, marilah kita berdoa:

L. Bagi semua warga Gereja yang mengabdikan diri kepada Tuhan dan Injil-Nya. Semoga Allah Bapa memberkati semua warga Gereja yang mengabdikan diri kepada-Nya dan Injil dengan segala daya, keberanian dan kesetiaannya. Marilah kita mohon.

U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan

L. Bagi para Uskup dan Imam. Semoga Bapa menerangi para Uskup dan Imam dalam berjuang bersama-sama memahami dan mewujudkan kebenaran dalam Kristus di tengah-tengah dunia dan bukalah hati mereka untuk semakin memiliki iman yang teguh akan penyertaan-Nya dalam setiap langkah hidupnya. Marilah kita mohon.

U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L. Bagi para karyawan. Semoga Allah Bapa menghibur dan memberkati para karyawan yang dengan tekun dan penuh pengabdian melayani keperluan masyarakat. Marilah kita mohon.

U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan

L. Bagi orang-orang sakit dan jompo di rumah-rumah khusus, atau rumah mereka sendiri. Semoga Allah Bapa Yang Mahakasih menghibur mereka yang sakit dan jompo dengan perawatan yang memadai dan penuh kasih sayang. Marilah kita mohon.

U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan

L. Bagi kita di sini. Semoga Allah Bapa Yang Mahabijaksana membuka hati dan pandangan kita sehingga bersedia dengan tulus hati memberi tempat kepada siapapun di tengah kita. Marilah kita mohon.

U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan

P. Allah Bapa kami di surga, dengan bantuan rahmat-Mu kami ingin berkembang dalam Tubuh mistik Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami.

U. Amin.

 

16. DOA PUJIAN

P : Saudara-saudari yang terkasih, Allah begitu baik kepada kita umat-Nya. Dalam kebaikan-Nya itu, Ia

datang melayani kita. Maka marilah kita memuji Dia

dan berkata: Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P : Allah maha pengasih dan penyayang, Engkaulah penyelenggara segala hal dalam hidup kami. Dalam kebaikan-Mu yang tak terhingga, Engkau mencipta[1]kan kami dan menganugerahi kami kehidupan. Maka kami memuji Engkau:

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P : Bapa, amat besarlah cinta-Mu kepada kami. Ketika dalam perjalanan hidup ini kami jatuh, Engkau  menyelamatkan kami dengan mengutus Putra-Mu dan Dia mengajarkan kami untuk mencintai. Engkau menyerahkan Dia bagi kami. Maka kami memuji Engkau.

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P : Dan betapa besar cinta dan kebaikan-Mu bagi kami. Engkau mencurahkan Roh Kudus-Mu untuk menyempurnakan rencana penyelamatan-Mu dalam diri kami. Maka kami memuji Engkau.

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P : Setiap hari Engkau melimpahi kami dengan karunia dan berkat, sehingga kami dapat menunaikan tugas kami sehari-hari, yakni berbakti bagi-Mu dan melayani sesama lewat karya-karya kami. Maka  kami memuji Engkau.

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa

Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambung[1]kan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

17. DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh

kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki

yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]

18. BAPA KAMI - Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran

Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama[1]Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

19. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya

sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat.

Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:

Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:

P : Tubuh Kristus.

U : Amin.

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.

21. AMANAT PENGUTUSAN

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah mendengarkan bersama tentang perumpamaan dalam Injil tadi.

Mari kita berusaha untuk mencari dan menemukan harta kita yaitu Tuhan dan kerajaan-Nya. Semoga seluruh hidup kita dijiwai oleh Sabda Tuhan agar hiduplah Kerajaan-Nya di bumi ini. Mari kita saling mendukung agar Kerajaan Allah itu terwujud di dalam hidup kita, di dalam keluarga, dan di dalam komunitas kita.

22. DOA PENUTUP

P : Marilah kita berdoa,

Allah yang mahakuasa, kami telah menimba kekuatan iman dalam perayaan ini. Semoga kami menjadi orang yang bijaksana, yang mampu membedakan mana yang baik dan yang jahat dan menghidupi yang baik dalam hidup kami.

Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami.

U : Amin

23. MOHON BERKAT TUHAN

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.

[hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang

kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.

24. PENGUTUSAN

P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk mewartakan Sabda-Nya melalui sikap dan tutur kata kita.

U : Amin.

25. LAGU PENUTUP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025