IBADAH SABDA HARI MINGGU BIASA XXVI TAHUN A1

 

IBADAH SABDA HARI MINGGU BIASA XXVI TAHUN A1 (Hijau)

MINGGU, 01 Oktober  2023

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan  Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat  mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi  dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”.  Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Biasa.

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.

U : Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA

Saudara-saudari yang terkasih,

Allah menghukum manusia karena dosa manusia sendiri, tetapi Dia adil dalam melakukannya. Siapa yang mengubah jalan hidupnya dan bertobat dari dosa akan dikasihi dan diampuni oleh Allah. Kasih Allah tidak henti-hentinya diberikan kepada kita, hendaknya kita sebagai bagian dari hidup dunia ini, kita bagikan bagi sesama kita pula. Tuhan tidak pernah menghakimi, bahkan Ia tidak pernah menghukum. Allah selalu memberikan pilihan bagi kita, pilihan inilah yang seharusnya kita pilih dengan baik supaya Allah tetap menaungi dan memberkati kita.

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda  Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.]

P : Kemuliaan kepada Allah di surga

U : dan damai di bumi

kepada orang yang berkenan pada-Nya.

P : Kami memuji Dikau,

U : Kami meluhurkan Dikau.

P : Kami menyembah Dikau,

U : Kami memuliakan Dikau.

P : Kami bersyukur kepada-Mu,

karena kemuliaan-Mu yang besar.

U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi,

Allah Bapa yang Mahakuasa.

P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.

U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.

P : Engkau yang menghapus dosa dunia,

kasihanilah kami.

U : Engkau yang menghapus dosa dunia,

kabulkanlah doa kami.

P : Engkau yang duduk di sisi Bapa,

kasihanilah kami.

U : Karena hanya Engkaulah kudus.

P : Hanya Engkaulah Tuhan.

U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.

P : bersama dengan Roh Kudus,

U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin

05. DOA PEMBUKA

P : Marilah kita berdoa,

[hening sejenak]

Ya Allah, Engkau menyatakan kuasa-Mu yang tak terhingga terutama dengan menyayangi dan mengasihani kami. Lipatgandakanlah rahmat-Mu atas kami agar kami mengejar hidup yang Engkau janjikan dan kelak mendapat bagian dalam sukacita surgawi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

U : Amin.

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.

[Bacaan dibacakan dari Alkitab]

07. BACAAN PERTAMA (Yeh 18:25-28)

L : Bacaan dari Nubuat Yehezkiel:      

 Beginilah firman Tuhan Allah,"Kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel! Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, ataukah tindakanmu yang tidak tepat? Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan serta kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, maka ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah.

08. MAZMUR TANGGAPAN (Mzm 25:4-5.6-7.8-9)

Ulangan:

Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan.

Mazmur:
1. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku; Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.

2. Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Dosa-dosaku pada waktu muda, dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan.

3. Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.

09. BACAAN KEDUA (Flp 2:1-11)

L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi

Saudara-saudara, dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan. Maka sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: Hendaknya kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, dan satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau pujian yang sia-sia. Sebaliknya dengan rendah hati anggaplah orang lain lebih utama

dari pada dirimu sendiri. Janganlah masing-masing hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, melainkan kepentingan orang lain juga. Dalam hidupmu bersama hendaklah kamu bersikap seperti Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri, mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai wafat, bahkan sampai wafat di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia, dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di langit, dan yang ada di atas serta di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapa segala lidah mengakui,“Yesus Kristus adalah Tuhan.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah.

10. ALLELUIA 

P : Alleluia

U : Alleluia

P : Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, Sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.

U : Alleluia

11.  BACAAN INJIL (Mat 21:28-32) -berdiri-

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi,

"Bagaimana pendapatmu? Ada orang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada yang sulung dan berkata, 'Anakku, pergilah bekerja di kebun anggur hari ini.' Jawab anak itu, 'Baik, Bapa'. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab, 'Tidak mau.' Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang anak itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka, "Yang terakhir!" Maka berkatalah Yesus kepada mereka, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan pelacur akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Sebab Yohanes datang menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Dan meskipun melihatnya, kamu tetap tidak menyesal, dan kamu tidak juga percaya kepadanya."

P : Demikianlah Injil Tuhan.

U : Terpujilah Kristus.

12. RENUNGAN SINGKAT

Kisah dua anak dalam pengajaran Yesus sebagaimana Injil hari ini, menggambar sikap manusia terhadap undangan Allah. Anak yang pertama menjawab “Ya”, tetapi tidak pergi, sementara yang kedua menjawab “Tidak”, tapi kemudian menyesal dan pergi. Tentu kita pun sepakat bahwa sikap anak yang kedua itu lebih baik dari yang pertama. Itulah kita, yang sering berkata, bertindak ABS, yaitu asal bapak senang. Jawaban, kata-kata dan sikap kita hanya supaya orang senang dan menganggap kita itu baik, nyatanya sebaliknya. Sikap ABS ini sering kita jumpai baik dalam kehidupan keluarga, juga di tempat kerja atau di mana saja. Hanya supaya orang senang dan punya kesan baik terhadap kita serta tidak sakit hati, di depan orang kita seolah baik, tetapi ternyata lain di belakang. Kita ternyata tidak peduli dan menyakitkan orang lain. Kita tidak mau melakukan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama.

Sebaliknya, sering juga ada yang seperti anak kedua. Pada awal ia tidak mau, tidak bersedia. Bahkan dengan tegas mengatakan bahwa, “pokoknya tidak!”,tapi dalam perjalanan, ia menyadari bahwa ia keliru, ia salah dan ia menyesali jawabannya itu, dan dengan berani ia berubah. Ia mengubah pikiran dan pendapatnya yang sebelumnya tidak, sekarang menjadi ya. Tentu hal seperti ini mengejutkan. Karena ia mau dan berani berubah. Ia menyesal dan melakukan apa yang dikehendaki atau diperintahkan kepadanya.

Yesus mau menunjukkan kedua sikap itu sering ada dalam diri manusia, dalam diri kita. Memang keduanya itu tidak pantas, tapi yang terakhir ketika ia bisa menyadari kekeliruan, menyesal dan berubah/bertobat, itulah menjadi lebih baik dari yang pertama. Yang diharapkan Yesus adalah orang harus bisa mengubah masa lalunya yang mungkin penuh kelemahan, salah dan dosa kepada suatu masa depan yang lebih baik. Menjadi manusia baru, yang berbenah, berubah dan berbuah. Allah selalu mau dengan penuh kesabaran mengasihi dan menerima kembali orang-orang berdosa yang bertobat. Allah selalu melihat di dalam setiap orang ada nilai-nilai baik yang ia miliki, yang mendorongnya untuk bangun kembali untuk menjadi lebih baik. Kita bisa melihat ada banyak contoh dalam Kitab Suci, dimana Yesus justru menerima kembali orang-orang berdosa yang bertobat. Maria Magdalena, Petrus yang sempat menyangkal-Nya, Zakheus, Lewi pemungut cukai, dll yang semuanya diterima oleh Yesus, ketika mereka menyesal dan kembali menyatakan “Ya” dan berkomitmen untuk tetap setia kepada Yesus.

Kita pun diajak oleh Yesus untuk bangkit kembali dan membaharui komitmen kita kepada-Nya, bahwa kita pernah jatuh, bahwa kita punya masa lalu yang gelap. Tapi kita sangat dihargai dan dicintai, karna kita bisa berubah. Semoga kita tidak menjadi anak yang “Ya” tapi tidak, atau “Tidak” tapi “Ya”, melainkan menjadi anak yang sekali “Ya” dan tetap “Ya” atas undangan Tuhan bagi kita.*****

13. HENING SEJENAK

14. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT

I. Marilah kita berdoa kepada Allah Bapa kita, yang senantiasa mendengarkan doa yang dipanjatkan dengan rendah hati:

L.  Bagi  Gereja kita:

Semoga Allah Bapa mencurahi seluruh umat-Nya, baik pimpinan maupun bawahan, semangat kerukunan dalam Kristus, Putra-Nya, agar seia sekata dalam gerak dan tindakan. Marilah kita mohon,
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 

L. Bagi para penanggungjawab dalam masyarakat:

Semoga Allah Bapa mendampingi para penanggungjawab dalam masyarakat kita agar berhasil memajukan kerukunan dan persatuan dan dengan demikian membahagiakan semua orang. Marilah kita mohon, .....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi para pengungsi

Semoga Allah Bapa memberikan ketabahan hati mereka yang ditahan atau ditawan, dan juga para pengungsi yang harus keluar dari daerah mereka karena ketidakamanan yang terjadi di daerah tersebut. Semoga berbagai uluran kasih dan bantuan senantiasa ada bagi mereka. Marilah kita mohon, ....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 

L. Bagi para warga yang mengalami musibah bencana alam di mana saja:

Semoga Bapa mengasihani dan menghibur mereka yang karena keadaan terpaksa mengungsi, kehilangan tempat tinggal, bahkan keluarga mereka. Semoga para pengungsi dapat menemukan apa yang mereka perlukan, tangan-tangan yang mau menolong dengan hati penuh cinta kasih. Marilah kita mohon, ....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi kita semua di sini:

Semoga Allah Bapa menerangi kita agar lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan perorangan kita masing-masing. Marilah kita mohon, ....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

I. Allah Bapa yang Mahakudus, Engkau yang menghendaki agar kami selalu bertobat dan dengan demikian menempuh jalan menuju kebahagiaan. Berilah kami kesediaan untuk meneladan kerendahan hati Yesus Kristus, Putra-Mu yang hidup dan bertakhta sepanjang masa.
U. Amin.
   

16. DOA PUJIAN

P : Saudara-saudari yang terkasih, Allah begitu baik kepada kita umat-Nya. Dalam kebaikan-Nya itu, Ia

datang melayani kita. Maka marilah kita memuji Dia

dan berkata: Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P : Allah maha pengasih dan penyayang, Engkaulah penyelenggara segala hal dalam hidup kami. Dalam kebaikan-Mu yang tak terhingga, Engkau menciptakan kami dan menganugerahi kami kehidupan. Maka kami memuji Engkau:

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P : Bapa, amat besarlah cinta-Mu kepada kami. Ketika dalam perjalanan hidup ini kami jatuh, Engkau  menyelamatkan kami dengan mengutus Putra-Mu dan Dia mengajarkan kami untuk mencintai. Engkau menyerahkan Dia bagi kami. Maka kami memuji Engkau.

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P : Dan betapa besar cinta dan kebaikan-Mu bagi kami. Engkau mencurahkan Roh Kudus-Mu untuk menyempurnakan rencana penyelamatan-Mu dalam diri kami. Maka kami memuji Engkau.

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P : Setiap hari Engkau melimpahi kami dengan karunia dan berkat, sehingga kami dapat menunaikan tugas kami sehari-hari, yakni berbakti bagi-Mu dan melayani sesama lewat karya-karya kami. Maka  kami memuji Engkau.

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa

Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

17. DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh

kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki

yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]

18. BAPA KAMI - Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran

Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

19. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya

sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat.

Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:

Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:

P : Tubuh Kristus.

U : Amin.

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.

21. DOA PENUTUP

P : Marilah kita berdoa,

Allah yang mahakuasa, kami telah menimba kekuatan iman dalam perayaan ini. Semoga kami menjadi orang yang bijaksana, yang mampu membedakan mana yang baik dan yang jahat dan menghidupi yang baik dalam hidup kami.

Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami.

U : Amin

22. MOHON BERKAT TUHAN

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.

[hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang

kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.

23. PENGUTUSAN

P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk mewartakan Sabda-Nya melalui sikap dan tutur kata kita.

U : Amin.

24. LAGU PENUTUP


   

 

 

 

 

 

      

 

 

 


   

 

             

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025