Ibadat Sabda Minggu 3 September 2023

 

Minggu 3 September 2023

Hari Biasa Pekan XXII

Pembukaan Bulan Kitab Suci Nasional 2023

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih

Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.

U : Sekarang dan selama-lamanya.

02. PENGANTAR:

Setiap perutusan, apa pun bentuknya, pasti memiliki resiko dan konsekuensi. Atas segala resiko dan konsekuensi tersebut seorang utusan harus membuat pilihan: berhenti atau terus. Hanya orang terpilih yang akan tetap setia menjalankan perutusan meskipun resiko yang dihadapi demikian berat. Menyerahkan segala perkara kepada Tuhan adalah jalan terbaik ketika beban terasa berat. Hari ini, secara Nasional, Gereja Katolik memasuki Bulan Kitab Suci Nasional 2023 atau dan hari ini kita merayakan misa BKSN 2023 dengan tema umum, Allah Sumber Kasih dan Keselamatan"

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

 P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN

05. DOA PEMBUKA:

Allah yang mahakuasa, Engkaulah sumber dan segala yang baik. Bangkitkanlah dalam diri kami kasih akan Dikau dan tambahkanlah iman kami. Semoga Engkau memupuk benihbenih yang baik dalam diri kami dan memeliharanya sampai menghasilkan buah. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

U : Amin.

06. BACAAN I (Yer 20:7-9) -duduk-   

"Firman Tuhan telah menjadi cela dan cemooh bagiku sepanjang hari."    

 L. Bacaan dari Kitab Yeremia:       

Kata Nabi Yeremia, "Engkau telah membujuk aku ya Tuhan, dan aku telah membiarkan diriku Kaubujuk, Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semua orang mengolok-olok aku. Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa aku berseru, 'Kelaliman! Aniaya!' Sebab firman Tuhan telah menjadi cela dan cemooh bagiku sepanjang hari. Tetapi, apabila aku berpikir, 'Aku tidak mau mengingat Tuhan, dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya,' maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.

Demikianlah sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

07. MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 45:10-12.16

Ref. Jiwaku haus akan Dikau, ya Tuhan, dan Allahku

1.      Ya Allah Engkaulah Allahku, kucari-cari dan kudambakan Engkau jiwaku menghauskan Tuhanku laksana gurun gersang, tandus tanpa air.

2.      Semoga hamba boleh memandang Tuhanku melihat kemuliaan-Mu yang besar Cinta-Mu lebih berharga daripada hidup hendaknya mulutku memuji-Mu.

3.      Demikianlah sepanjang hidupku aku hendak menghormati Engkau. Jiwaku dikenyangkan dengan lemak dan sumsum, aku bersorak-sorai dan memuji-muji.

4.      Jiwaku melekat pada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku. Sungguh Engkau melulu yang menolong dan di bawah sayap-Mu sentosalah aku.a.

08. BACAAN II  (Rm 12:1-12) -duduk-  

"Persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup."          

L.  Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:                      

Saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihati kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah. Itulah ibadahmu yang sejati! Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, mana yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Demikianlah sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

09. BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya.

S : Allah Tuhan Kita Yesus Kristus menjadikan mata hatimu terang,agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilanNya.

10. BACAAN INJIL (Mat 16:21-27 -berdiri-   

"Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya."          

I. Tuhan bersamamu

U. Dan bersama rohmu

I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius

U. Dimuliakanlah Tuhan.

I. Sekali peristiwa Yesus menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Tetapi, Petrus menarik Yesus ke samping dan menegur Dia, katanya, "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau!" Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus, "Enyahlah Iblis! Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau memikirkan bukan yang dipikirkan Allah, melainkan yang dipikirkan manusia," Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikuti Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya. Tetapi, barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya bagi seseorang jika ia memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikan sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya. Pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang setimpal dengan perbuatannya."

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

 

11. RENUNGAN SINGKAT

Hari ini, secara Nasional, Gereja Katolik memasuki Bulan Kitab Suci Nasional 2023 atau dan hari ini kita merayakan misa BKSN 2023 dengan tema umum, Allah Sumber Kasih dan Keselamatan" . pada kesempatan ini, kita mengulas bacaan misa hari ini, dimana sangat menarik untuk kita dalami, tentang bagaimana kita menjadi abdi Allah yang baik dan benar, dan bagaimana keteguhan iman kita dalam hal mengikuti Yesus Juruselamat kita.

Dalam bacaan misa hari ini, mengisahkan bagaimana Yeremia berkeluh kesah akibat tekanan jabatannya sebagai Abdi Allah. Kita ketahui, bahwasannya, Yeremia dikenal dengan Nabi yang suka menangis dan suka mengomel kepada Allah.

Tampak dalam seruan bacaan itu, Yeremia menyampaikan bagaimana sulitnya situasi yang dialami ditengah massa dan rakyat Allah itu yang penuh keras hati. Tampak dalam seruan bacaan itu, Yeremia menyampaikan bagaimana sulitnya situasi yang dialami ditengah massa dan rakyat Allah itu yang penuh keras hati. Oleh karena tugas dan tanggungjawab yang ia emban dari Allah untuk menyampaikan firman Tuhan kepada umat-Nya itu, ia menjadi cercaan bagi semua orang, ia mengalami tekanan penghinaan, tertawaan, dan cemoohan.

Tentu situasi demikian sangat sulit untuk Yeremia hadapi. Namun, di akhir bacaan hari ini, tampaknya sendiri pun menyadari bahwasannya ia merasakan ada semangat yang harus dipelihara untuk terus menyampaikan kebenaran tentang Firman Allah untuk bangsa itu.

bagaimana dengan kita saat ini, di tengah kehidupan kita yang banyak tuntutan dan godaan, apakah kita masih mau untuk selalu menuruti apa yang menjadi ketentuan Tuhan yang maha kuasa?

Tentunya, situasi yang dialami Yeremia mengajarkan kita bahwa untuk melakukan pekerjaan dari Tuhan sangatlah sulit dan penuh resiko. Sehingga, tugas kita adalah taat dan menaruh pengharapannya ke hadapan Dia yang memberikan-Nya untuk kita.

Dalam bacaan Injil pun ditegaskan oleh Yesus dengan penuh makna dan kiranya meneguhkan hati kita. Mengikuti Yesus Tuhan kita, tidaklah mudah dan penuh risiko. Apa yang disampaikan oleh yesus untuk kita hari ini? "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku," Matius 16:24. Seperti apakah salib yang harus kita pikul dalam kehidupan ini?

Salib yang dimaksudkan iu adalah dampak dari mengikuti Yesus. Penderitaan oleh karena kita hidup dalam ajaran Yesus, hidup dalam taat pada ketentuan-Nya, yaitu mengasihi musuh, memaafkan sesama yang berbuat salah, dan masih banyak lagi tentang Yesus untuk hidup kita. Maka dengan itu, butuh komitmen dan keteguhan hati untuk kita semua yang oleh iman dan pengharapan penuh kita mau mengikuti Yesus sampai hari ini bersama segala risiko dan konsekuensinya. Tuhan memberkati. Amin.    

-      https://www.floreseditorial.com/story/39710009827/khotbah-katolik-minggu-3-september-2023-misa-bksn-2023-resiko-mengikuti-yesus-apakah-anda-siap?page=2

12. HENING SEJENAK

13. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

14. DOA UMAT:

I. Marilah kita berdoa kepada Allah Bapa kita dengan pengantaraan Yesus, yang telah mengundang kita untuk menjadi pengikut-pengikut-Nya:

L. Bagi para petugas Gereja: Semoga Allah Bapa mendampingi para petugas Gereja agar memelopori kita sebagai pengikut Yesus yang tulus dengan menyangkal diri dan memanggul salib. Marilah kita mohon.

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi perdamaian dunia, khususnya di Semenanjung Korea: Semoga masyarakat dunia selalu berjuang untuk menciptakan perdamaian dan kerukunan sehingga setiap orang memiliki kekuatan dan keberanian untuk menentang perang, penindasan, ketidak-adilan, dan penghancuran. Marilah kita mohon, ….

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi para pejabat pemerintahan: Semoga Allah Bapa mendorong para pejabat pemerintahan agar segala usaha mereka berlandaskan semangat pengorbanan dan pelayanan. Marilah kita mohon.

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi para penderita: Semoga Allah Bapa membimbing para penderita agar ajakan Kristus untuk mengikuti-Nya dengan menyangkal diri dan memanggul salib merupakan hiburan yang melegakan. Marilah kita mohon.

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi kita semua di sini: Semoga Allah Bapa membimbing kita agar hidup kita sesuai dengan Sabda yang kita dengar dari pada-Nya. Marilah kita mohon.

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

I. Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, kami mohon Kauperdaya dan Kaukuasai sebagaimana para nabi. Bila kami merasa lesu dan tak mampu, perkenankanlah kami dijiwai oleh kesaksian Yesus. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.

U. Amin.

15. DOA PUJIAN

P : Saudara-saudari yang terkasih, Allah begitu baik kepada kita umat-Nya. Dalam kebaikan-Nya itu, Ia datang melayani kita. Maka marilah kita memuji Dia dan berkata: Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P : Allah maha pengasih dan penyayang, Engkaulah penyelenggara segala hal dalam hidup kami. Dalam kebaikan-Mu yang tak terhingga, Engkau menciptakan kami dan menganugerahi kami kehidupan. Maka kami memuji Engkau:

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

 P : Bapa, amat besarlah cinta-Mu kepada kami. Ketika dalam perjalanan hidup ini kami jatuh, Engkau menyelamatkan kami dengan mengutus Putra-Mu dan Dia mengajarkan kami untuk mencintai. Engkau menyerahkan Dia bagi kami. Maka kami memuji Engkau.

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P : Dan betapa besar cinta dan kebaikan-Mu bagi kami. Engkau mencurahkan Roh Kudus-Mu untuk menyempurnakan rencana penyelamatan-Mu dalam diri kami. Maka kami memuji Engkau.

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P : Setiap hari Engkau melimpahi kami dengan karunia dan berkat, sehingga kami dapat menunaikan tugas kami sehari-hari, yakni berbakti bagi-Mu dan melayani sesama lewat karya-karya kami. Maka kami memuji Engkau.

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur)

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]

16. BAPA KAMI Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

17. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:

P : Tubuh Kristus.

U : Amin.

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni

18. AMANAT PENGUTUSAN

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah mendengarkan bersama tentang perumpamaan dalam Injil tadi. Mari kita berusaha untuk mencari dan menemukan harta kita yaitu Tuhan dan kerajaan-Nya. Semoga seluruh hidup kita dijiwai oleh Sabda Tuhan agar hiduplah Kerajaan-Nya di bumi ini. Mari kita saling mendukung agar Kerajaan Allah itu terwujud di dalam hidup kita, di dalam keluarga, dan di dalam komunitas kita.

19. DOA PENUTUP

P : Marilah berdoa: Ya Allah, kami telah engkau segarkan dengan roti perjamuan surgawi. Kami mohon agar santapan cinta kasih ini meneguhkan hati kami dan mendorong kami untuk melayani Dikau dalam diri saudara-saudari kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

U : Amin

20. MOHON BERKAT TUHAN

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri] DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS. U : Amin. P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.

21. PENGUTUSAN

P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk mewartakan Sabda-Nya melalui sikap dan tutur kata kita.

U : Amin.

22. LAGU PENUTUP



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025