BADAH SABDA HARI RAYA PENGENANGAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN
IBADAH
SABDA HARI RAYA
PENGENANGAN
ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN (Ungu)
Kamis,
02 November 2023
Para
Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku
nyanyian. Sedapat mungkin, untuk
kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi
dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah
Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa
Biasa.
01.
TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh
Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus,
cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02.
KATA PEMBUKA
Secara universal, tanggal 2 November
dikhususkan oleh Gereja Katolik sebagai tanggal peringatan arwah semua orang
beriman. Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, pada hari ini, Peringatan
Mulia Arwah Semua Orang Beriman, kita mengingat semua saudara kita yang telah
pergi sebelum kita, semua orang yang telah kita kenal dan telah meninggalkan
kita, dan bahkan semua orang lain, orang asing yang tidak kita kenal, tetapi
memang telah meninggalkan kehidupan duniawi ini.
Kita sebagai umat Katolik dalam satu
persekutuan mendoakan mereka yang telah meninggal. Kerapkali, banyak orang
beranggapan bahwa mendoakan mereka yang telah meninggal adalah perbuatan
sia-sia. Tetapi apa yang dialami oleh Sta. Faustina justru menghadirkan
pemahaman yang berbeda. Bahwasanya, ketika kita mendoakan mereka, kita justru
mengalami keselamatan dan berkat berlimpah. Efek yang timbul dari doa kita bagi
mereka bisa kita rasakan kemudian dalam keseharian kita.
Dalam tradisi Katolik, peran mereka yang
sudah meninggal, selain menerima doa kita, mereka juga dapat meneruskan doa
kita ke hadapan Allah yang kita imani. Di sini dapat kita lihat bahwa, kematian
ragawi tidak bisa menjadi penghalang bagi doa kita untuk terus sampai pada
Allah.
"Cinta kasih Kristiani tak mengenal
batas serta melampaui batas-batas ruang dan waktu sehingga memungkinkan kita
untuk mengasihi mereka yang telah meninggal dunia ini." Sebab
itu, bukan hanya keyakinan akan api penyucian, melainkan juga kewajiban rohani
untuk berdoa bagi jiwa-jiwa di api penyucian tetap merupakan bagian dari iman
Katolik kita.
(Hening Sejenak)
03.
TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa
kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang
Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan
pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya
berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan
Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya
mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : Semoga Allah yang Mahakuasa
mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
04.
DOA PEMBUKA
P. Marilah kita berdoa:
(hening sejenak)
Ya Allah, Putra Tunggal-Mu telah
mengalahkan maut, dan telah Engkau alihkan ke dalam kemuliaan surgawi.
Perkenankanlah hamba-hamba-Mu, yang telah meninggal dunia, untuk ikut serta
dalam kemenangan Kristus atas maut dan untuk selama-lamanya memandang Engkau,
Pencipta dan Penebus mereka. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami,
yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah,
sepanjang segala masa.
U. Amin.
06.
AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk
mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman
kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.
[Bacaan
dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (Kitab Kedua Makabe
12:43-46)
“Kami yakin bahwa orang yang meninggal
dengan saleh akan menerima pahala yang indah.”
Setelah menguburkan tentara yang gugur
dalam pertempuran, Yudas, panglima Israel, menyuruh mengumpulkan uang di
tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke
Yerusalem untuk mempersembahkan kurban penghapus dosa. Ini sungguh suatu
perbuatan yang sangat baik dan tepat, karena Yudas memikirkan kebangkitan.
Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit,
niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagipula Yudas ingat
bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal
dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu
maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah
mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
08.
MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN Mazmur
130:1b-2.3-4.5-6ab
Ref. Aku
percaya kepada-Mu, Tuhanlah pengharapanku. Atau: Tuhan, pada-Mu kuberserah, dan
mengharap kerahiman-Mu.
1. Dari
jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku!
Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
2. Jika
Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi
pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang takwa kepada-Mu.
3. Aku
menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.
4. Sebab
pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah
yang akan membebaskan Israel dan segala kesalahannya.
09.
BACAAN KEDUA (I Korintus 15:12-34)
“Semua orang
akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus”
Saudara-saudara, jika kami beritakan
bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di
antara kamu yang mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Kalau
kebangkitan orang mati tidak ada, maka Kristus pun tidak dibangkitkan. Dan
andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan
sia-sialah pula kepercayaanmu. Apalagi, andaikata betul demikian, kami ternyata
berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan bahwa Ia telah
membangkitkan Kristus, padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, andaikata benar
bahwa orang mati tidak dibangkitkan. Sebab andaikata benar orang mati tidak
dibangkitkan, maka Kristus pun tidak dibangkitkan. Dan kalau Kristus tidak dibangkitkan,
maka sia-sialah kepercayaanmu, dan kamu masih hidup dalam dosamu. Dengan
demikian binasa pulalah orang-orang yang mati dalam Kristus. Dan jikalau kita
berharap pada Kristus dalam hidup ini saja, maka kita adalah orang-orang yang
paling malang di antara semua manusia. Namun ternyata Kristus telah
dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang
telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia,
demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena
sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula
semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi
tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka
yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya,
yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia
membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus
memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di
bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. Sebab segala
sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa
“segala sesuatu telah ditaklukkan”, maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah
menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk didalamnya.
Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri
sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya dibawah Dia, yang telah menaklukkan
segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua. Jika
demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati?
Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis
bagi orang-orang yang telah meninggal? Dan kami juga—mengapakah kami setiap
saat membawa diri kami ke dalam bahaya? Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku
berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan
kita, aku katakan, bahwa hal ini benar. Kalau hanya berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas
di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan,
maka “marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati.” Janganlah kamu
sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Sadarlah kembali
sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak
mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.
10. ALLELUIA (Yoh 6:40)
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu
supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku, jangan ada yang hilang,
tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
U : Alleluia
11. INJIL [Yohanes 6:37-40]
P : Marilah kita bersama-sama
mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes
Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus
berkata kepada orang banyak, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang
kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku
telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk
melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang
telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku
jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab
inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan
percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya
pada akhir zaman.
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
12.
RENUNGAN SINGKAT
Dalam penziarahan hidup di dunia ini,
kita tentu pernah mengalami kehilangan, seperti kehilangan orang-orang yang
kita cintai: anggota keluarga, sahabat, teman, dan lain sebagainya. Kehilangan
orang terdekat terutama anggota keluarga merupakan hal terberat atau sulit
untuk diterima. Pasti ada perasaan sedih, putus asa, kecewa, hancur dan bahkan
kadang kala kita mempersalahkan Tuhan. Hal semacam ini merupakan perasaan-perasaan
yang muncul ketika kita mengalaminya.Terkadang pun kita kehilangan iman dan
harapan ketika berhadapan dengan realitas seperti ini.
Peringatan Arwah Semua Orang Beriman
yang dirayakan Gereja Katolik secara universal pada hari ini, meneguhkan iman
kita bahwa dalam hidup selalu ada harapan. Bacaan-bacaan suci hari ini pun
mengajak kita untuk selalu memperdalam iman kita kepada Tuhan yang empunya
kehidupan. Kita pun diundang untuk tetap menjaga relasi kita dengan saudara/i
yang telah mendahului kita melalui doa, sehingga jiwa mereka dapat beristirahat
dengan tenang dan damai di surga.
Sebagai orang yang percaya dan mengikuti
Kristus, kita memiliki suatu keyakinan bahwa setelah kematian pasti ada
kehidupan baru. Inilah yang dinamakan “harapan” bagi kita sebagai umat
kristiani. Di dalam bacaan pertama dan kitab kedua Makabe secara tegas
dikatakan bahwa setelah kematian pasti ada kebangkitan. Paulus sendiri dalam
suratnya yang pertama kepada Jemaat di Korintus menegaskan kembali bahwa
harapan yang dijanjikan Yesus melalui kebangkitan-Nya diberikan untuk kita
semua. Dalam bacaam Injil, Yesus meyakinkan kita bahwa setiap orang yang
melihat diri-Nya dan percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup yang kekal dan
dibangkitkan pada akhir zaman.
Karena itu, kita patut bersyukur kepada
Allah Bapa atas jaminan-Nya, bahwa arwah umat beriman ada di tanganNya, dan
bahwa kita semua kelak dipanggil untuk bangkit bagi hidup kekal karena
kebangkitan Kristus, PutraNya. Kita tidak perlu gelisah, serah diri pada
kehendakNya, karena Allah Bapa meneguhkan, mendampingi peziarahan perjalanan
kita menuju kepadaNya, dan yakin akan Yesus yang adalah jalan kebenaran dan
hidup kita hari ini dan sepanjang masa.
Jika kita menjalani hidup dengan Tuhan. Dia tidak akan pernah
mengecewakan kita
13. HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan
mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat.
Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P. Allah
sumber kehidupan, telah menciptakan manusia supaya hidup dan bahagia. Dia akan
memberikan kita hidup kekal dan tidak akan menyerahkan kepada maut. Maka
marilah kita panjatkan doa kepada-Nya:
L. Bagi
anggota keluarga serta umat paroki kita yang telah meninggal; bagi arwah semua
orang yang kita cintai semasa hidup mereka: Semoga Bapa memanggil mereka dengan
nama masing-masing dan gabungkanlah mereka dengan persekutuan para kudus di
surga. Marilah kita mohon:
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi arwah
mereka yang telah amat menderita semasa hidup, karena penyakit, ketidakadilan
dan kemiskinan: Semoga Bapa mengakhiri kesusahan mereka yang telah amat
menderita semasa hidup karena penyakit, ketidakadilan dan kemiskinan.
Anugerahilah mereka kebahagiaan kekal bersama-Mu di surga. Marilah kita mohon:
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi arwah
mereka yang semasa hidupnya kurang mendapat perhatian dari sahabat-sahabat,
ditinggalkan oleh keluarga dan anak-anak mereka: Semoga Bapa yang Mahabaik,
menuntun mereka semua dalam menemukan kebahagiaan kekal karena ditemani oleh
para kudus-Mu di surga. Marilah kita mohon:
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi kita
sendiri: Semoga Bapa tinggal bersama kami selalu agar di dalam perjalanan hidup
ini, kami saling menolong dan mendukung. Tuntunlah kami di jalan-Mu untuk
saling membahu dan berbagi hidup dengan sesama karena kasih-Mu. Marilah kita
mohon:
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
P. Allah Bapa
kami, kami bersyukur atas jaminan-Mu, bahwa arwah umat beriman ada di tangan-Mu
dan bahwa kami semua Kaupanggil untuk bangkit bagi hidup kekal karena
kebangkitan Kristus, Putra-Mu. Janganlah membiarkan hati kami gelisah, tetapi
teguhkanlah perjalanan peziarahan kami menuju kepada-Mu. Berilah kepada kami
Putra-Mu sebagai jalan, kebenaran dan hidup kami, kini dan sepanjang masa.
U. Amin.
17.
DENGAN KOMUNI
Sesudah
Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia
membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen
Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah
mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar
bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan
sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami
sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak
merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut
Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang
merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
18. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan
menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
19. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila
ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam
damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling
dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus,
lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus
dosadunia. Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang
diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau
datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. Dengan
khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani
umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.
Penyambutan
komuni diiringi dengan nyanyian komuni.
20. MENDOAKAN MAZMUR 1
P : Marilah kita secara bersama-sama
mendoakan Mazmur 1. Mazmur ini mengingatkan kita untuk senantiasa berjalan di
jalan yang benar. Kita bisa membuka Kitab Suci kita dan mendoakan Mazmur ini
secara bersama-sama. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat
orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk
dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang
merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi
aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu
daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bukan demikian orang fasik:
mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab itu orang fasik tidak akan
tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang
benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju
kebinasaan.
P : Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan
Roh Kudus,
U : Seperti pada permulaan, sekarang,
selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
21. AMANAT PENGUTUSAN
P : Kita percaya, Tuhan Yesus sendiri
bersabda bahwa semua orang yang diberikan Bapa kepada Yesus, yang menjadi
percaya, dan bersatu dengan Yesus, tidak akan dibuang. Tidak boleh ada yang
hilang satupun, semua akan dibangkitkan pada akhir zaman. Yesus
bertanggungjawab melaksanakan kehendak Bapa. “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku,
yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh
hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada
akhir zaman.”
22. DOA PENUTUP
P : Ya Allah, lipatgandakanlah belas
kasih-Mu atas hamba-hamba-Mu yang telah meninggal, berkat kurban yang telah
kami terima. Semoga, berkat rahmat baptisan, mereka Engkau beri kepenuhan sukacita
yang kekal. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
23. MOHON BERKAT TUHAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini
marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
[hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita,
melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.N [sambil
membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH
KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah
selesai.
U : Syukur kepada Allah.
24. PENGUTUSAN
P : Marilah pergi,
kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar