IBADAH SABDA HARI MINGGU BIASA XXIX TAHUN A1

 

IBADAH SABDA HARI MINGGU BIASA XXIX TAHUN A1 (Hijau)

MINGGU, 22 Oktober  2023

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan  Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat  mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi  dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”.  Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Biasa.

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.

U : Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA

P : Hari ini kita merayakan Hari Minggu Keduapuluh Sembilan dalam Masa Biasa. Ketika bangsa Israel jatuh dan diangkut ke pembuangan di Babel, mereka merasa ditinggalkan oleh Tuhan. Namun sebenarnya, kesalahan merekalah yang mengantar mereka keluar dari tanah terjanji. Tuhan tetap mendampingi mereka, sebagaimana yang akan kita dengar dalam bacaan pertama. Ini merupakan kabar gembira bagi kita, karena entah disadari atau tidak, Tuhan selalu mendampingi kita. Bacaan Injil yang akan kita dengakan nanti mengajak kita untuk memberikan perhatian juga kepada Tuhan. Yesus berkata, "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Perkataan ini mengajak kita untuk tidak melupakan Tuhan dalam hidup kita. Mungkin seringkali kita lebih memperhatikan hak kaisar dan segala urusan dunia kita, tetapi kita kurang memperhatikan kewajiban kepada Tuhan. Rasul Paulus mengajak kita untuk mendoakan satu sama lain, agar kita pun selalu mengingat Tuhan yang meneguhkan kita semua. Waktu untuk berdoa adalah salah satu hal yang wajib kita berikan kepada Tuhan. [hening sejenak]

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda  Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.]

P : Kemuliaan kepada Allah di surga

U : dan damai di bumi

kepada orang yang berkenan pada-Nya.

P : Kami memuji Dikau,

U : Kami meluhurkan Dikau.

P : Kami menyembah Dikau,

U : Kami memuliakan Dikau.

P : Kami bersyukur kepada-Mu,

karena kemuliaan-Mu yang besar.

U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi,

Allah Bapa yang Mahakuasa.

P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.

U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.

P : Engkau yang menghapus dosa dunia,

kasihanilah kami.

U : Engkau yang menghapus dosa dunia,

kabulkanlah doa kami.

P : Engkau yang duduk di sisi Bapa,

kasihanilah kami.

U : Karena hanya Engkaulah kudus.

P : Hanya Engkaulah Tuhan.

U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.

P : bersama dengan Roh Kudus,

U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin

05. DOA PEMBUKA

I. Marilah kita berdoa:

(hening sejenak)

I  Allah yang kekal dan kuasa, ciptakanlah dalam diri kami hati yang tulus dan setia agar kami mampu melayani Engkau, ya Allah, yang mahaagung, dengan penuh bakti dan kasih.  Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

U. Amin.

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.

[Bacaan dibacakan dari Alkitab]

07. BACAAN PERTAMA (Yes 45:1.4-6)

  "Aku memegang tangan kanan Koresh supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya."

 L. Bacaan dari Kitab Yesaya:

Beginilah firman Tuhan, "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang untuk menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja; untuk membuka pintu-pintu di depannya, supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup: Demi hamba-Ku Yakub, dan demi Israel pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, dan menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku. Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, supaya dari terbitnya matahari sampai terbenamnya orang tahu bahwa tidak ada yang lain di luar Aku; Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain."

L. Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN

Refren

Pujilah Tuhan, hai umat Allah, pujilah Tuhan, hai umat Allah!

Mazmur:

1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.

2. Sebab mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Sebab segala allah para bangsa adalah hampa, tetapi Tuhan, Dialah yang menjadikan langit.

3. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya.

4. Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi! Katakanlah di antara bangsa-bangsa, "Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.

09. BACAAN KEDUA (1Tes 1:1-5b) -duduk-

  "Kami selalu teringat akan amal imanmu, akan usaha kasihmu dan ketekunan harapanmu."

L.  Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:

                                     

Salam dari Paulus, Silwanus, dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang ada dalam Allah Bapa dan dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu. Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami. Sebab kami selalu teringat akan amal imanmu, akan usaha kasihmu dan ketekunan harapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita. Saudara-saudara yang dikasihi Allah, kami tahu bahwa Allah telah memilih kamu. Sebab Injil yang kami beritakan disamapaikan kepada kamu bukan dengan kata-kata saja, melainkan juga dengan kekuatan dalam Roh Kudus dan kepastian yang kokoh.

L. Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

10. ALLELUIA (Flp 2:15-16)

P : Alleluia

U : Alleluia

P : Hendaklah kamu bersinar di dunia seperti bintang-bintang sambil berpegang pada Sabda kehidupan.

U : Alleluia

11. INJIL [Mat 22:15-21]

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.

Sekali peristiwa orang-orang Farisi berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama orang-orang Herodian bertanya kepada Yesus, "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan dengan jujur mengajarkan jalan Allah, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Bolehkah membayar pajak kepada kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka. Maka Ia lalu berkata, "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu!" Mereka membawa suatu dinar kepada Yesus. Maka Yesus bertanya kepada mereka, "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka, "Gambar dan tulisan kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka, "Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

P : Demikianlah Injil Tuhan.

U : Terpujilah Kristus.

12. RENUNGAN SINGKAT

Injil di hari ini mengisahkan tentang Yesus berhadapan dengan pertanyaan jebakan. Pertanyaan ini menghadapkan Yesus dengan pilihan melawan Allah atau melawan Kaisar.

Pada zaman dulu, ketika suatu bangsa menaklukkan bangsa lain, maka bangsa yang ditaklukkan itu membayar upeti sebagai tanda mereka tunduk kepada penguasa. Upeti ini disebut pajak, dan dipergunakan menurut kemauan penguasa. Di masa Yesus hidup, orang Israel berada di bawah kekuasaan Romawi. Maka salah satu kewajiban utama mereka adalah membayar pajak kepada kaisar. Mereka juga memang membayar pajak Bait Allah. Maka seringkali ada pertentangan dengan para pemungut cukai atau pemungut pajak, karena mereka dianggap bekerjasama dengan para penjajah. Mereka dianggap pengkhianat karena mengumpulkan uang dan diberikan kepada para penjajah. Dalam Injil tadi kita dengar, seseorang bertanya kepada Yesus, “Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Pertanyaan ini adalah pertanyaan jebakan. Karena kalau Yesus katakan, boleh, maka Ia dianggap juga sebagai pengkhianat. Kalau Yesus menjawab tidak boleh, maka Yesus bisa disebut sebagai pemberontak terhadap kaisar dan karenanya bisa ditangkap. Namun Yesus menanggapi pertanyaan ini dengan amat bijak. Menurut Yesus, masing-masing pihak mendapatkan bagiannya dan sesuai dengan kapasitasnya. Kita memberikannya seturut kapasitas tersebut. Yesus tidak saja menyebut membayar pajak, tetapi mengingatkan orang tersebut untuk memberikan juga kewajiban yang semestinya milik Allah. Di balik jawaban Yesus ini, terkandung juga latar belakang lain. Jika Kaisar menguasai dan menjajah mereka, maka Allah justru membebaskan dan menyelamatkan mereka. Tuhan tidak pernah meminta pajak atau bayaran atas perlindungan dan jaminan keselamatan. Tuhan tidak mengenakan dan meminta pajak atas semua pemberian-Nya. Ia memberikan semuanya kepada kita dengan cuma-cuma. Tuhan membebaskan kita dari kewajiban membayar perhatian, tetapi Tuhan mengharapkan agar kita dengan bebas batin datang kepada-Nya dan tidak melupakan-Nya dalam setiap perencanaan hidup kita. Kita membayar pajak kita kepada Tuhan dengan menghargai dan mengikuti perintah-perintah-Nya. Semoga kita tidak melupakan bahwa Tuhanlah yang menguasai kehidupan kita dan Dialah yang menjamin keselamatan hidup kita. Amin

13. HENING SEJENAK

14. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT

P. Terpujilah Engkau, ya Bapa, sebab melalui Yesus Putra-Mu, Kauberikan kesempatan kepada kami untuk memanjatkan doa kepada-Mu.

L.  Bagi  semua kaum beriman: Semoga Allah Bapa yang Mahapengasih membimbing kita agar cinta kasih umat beriman menjadi tanda cinta kasih-Nya kepada manusia. Marilah kita mohon, ….

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

      

L. Bagi  hubungan Gereja dan Negara: Semoga Allah Bapa memancarkan sinar cahaya-Nya, agar Gereja dan Negara dapat bekerjasama bantu-membantu dalam pembangunan masyarakat adil dan makmur merata. Marilah kita mohon.

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi kaum muda yang menentang masyarakat dan melarikan diri dari mereka: Semoga Allah Bapa mendampingi kaum muda yang tidak puas akan situasi masyarakat dan keluarga, dengan mengutus seorang yang sanggup menenangkan hati yang kesal. Marilah kita mohon:

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi kita bersama: Semoga Allah Bapa memberkati kita agar dapat membawakan sukacita dan harapan dalam hidup bersama. Marilah kita mohon:

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

P. Ya Bapa yang kekal, Engkau mengenal kami, cita-cita akan kebaikan, sukacita dan kebahagiaan kami. Kami percaya Engkaulah cahaya dunia, Engkaulah pembawa sukacita ke dunia, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U. Amin.     

16. DOA PUJIAN

P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau  mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:

 [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni.

17.  DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.

[Hening sejenak]

18. BAPA KAMI Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

19. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosadunia. Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:

P : Tubuh Kristus.

U : Amin.

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.

20. MENDOAKAN MAZMUR 1

P : Marilah kita secara bersama-sama mendoakan Mazmur 1. Mazmur ini mengingatkan kita untuk senantiasa berjalan di jalan yang benar. Kita bisa membuka Kitab Suci kita dan mendoakan Mazmur ini secara bersama-sama. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

P : Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,

U : Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

21. AMANAT PENGUTUSAN

P : Saudara-saudari terkasih, Rasul Paulus menegaskan, janganlah kamu menjasi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, mana yang baik, mana yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna. Kita pun hendaknya tegas pada prinsip iman kita tetapi tetap menghormati sesama yang berbeda dari kita.

22. DOA PENUTUP

P : Allah yang mahaagung, dengan rendah hati kami mohon agar sebagaimana Engkau menyegarkan kami dengan santapan kudus ini, demikian pula semoga kami diperkenankan mengambil bagian dalam kodrat ilahi Kristus, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

U. Amin.   

U. Amin.  

23. MOHON BERKAT TUHAN

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.

[hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.N [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.

24. PENGUTUSAN

P : Marilah pergi, kita diutus.

U : Amin.

25. LAGU PENUTUP

 

 

Oleh: Pater Petrus Cristologus Dhogo, SVD



Artikel ini telah tayang di Tribunflores.com dengan judul Teks Misa Hari Minggu 22 Oktober 2023 Pekan Biasa XXIX Tahun A, https://flores.tribunnews.com/2023/10/20/teks-misa-hari-minggu-22-oktober-2023-pekan-biasa-xxix-tahun-a.
Penulis: Gordy Donovan | Editor: Gordy Donovan



 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025