IBADAH SABDA HARI MINGGU BIASA XXVII TAHUN A1
IBADAH
SABDA HARI MINGGU BIASA XXVII TAHUN A1 (Hijau)
MINGGU,
08 Oktober 2023
Para
Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku
nyanyian. Sedapat mungkin, untuk
kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi
dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah
Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa
Biasa.
01.
TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh
Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus,
cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02.
KATA PEMBUKA
Hari ini kita merayakan Minggu Biasa Keduapuluh
Tujuh dalam Masa Biasa. Bacaan pertama dan bacaan Injil di hari Minggu ini
berbicara tentang keterbukaan menerima Sabda Tuhan yang menuntun kepada
keselamatan. Melalui perumpamaan tentang kebun anggur, nabi Yesaya menggemakan
suara Tuhan yang merasa kecewa dengan Israel, yang adalah kebun anggur Tuhan.
Tuhan sudah memelihara mereka dan diharapkan menghasilkan anggur yang baik,
ternyata mereka menghasilkan anggur asam; dengan kata lain, mereka mengecewakan
Tuhan. Sementara itu, dalam bacaan Injil, Tuhan Yesus mengecam ketegaran hati
orang Israel yang tidak menerima kehadiran Nya. Mereka menolak Sabda Tuhan.
Karena itu, warta keselamatan dan hak keselamatan yang semestinya menjadi hak
mereka, dialihkan kepada bangsa-bangsa lain atau orang lain yang mendengarkan
dan melaksanakannya. Kita juga akan mendengarkan kata-kata Rasul Paulus yang
meneguhkan jemaat di Filipi agar mereka tetap setia dan tekun dalam
melaksanakan Sabda Tuhan. Satu pesannya untuk mereka dan untuk kita adalah ‘apa
yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, lakukanlah itu’.
Semoga kita selalu tekun dan setia menghayati Sabda Tuhan dalam hidup kita.
[hening sejenak]
03.
TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa
kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang
Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan
pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya
berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan
Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya
mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : Semoga Allah yang Mahakuasa
mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
04.
MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan untuk memakai Madah
Kemuliaan di bawah ini.]
P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi
kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu,
karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi,
Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang
tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah,
Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa dunia,
kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa dunia,
kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa,
kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus
Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin
05.
DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak]
Allah yang mahakuasa, kami berterimakasih Yesus Putra-Mu yang rela menjadi
manusia demi menyelamatkan kami. Dia mewartakan Sabda Keselamatan sehingga kami
bisa mengarahkan diri kami kepada keselamatan kekal. Bantulah kami untuk selalu
tekun mendengarkan Sabda-Mu dan menghayatinya dalam hidup kami setiap hari.
Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan
Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.
06.
AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk
mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman
kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.
[Bacaan
dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (Yes. 5:1-7)
L : Bacaan dari Kitab Yesaya.
Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang
kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai
kebun anggur di lereng bukit yang subur. Ia mencangkulnya dan membuang
batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah
menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu
dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang
dihasilkannya ialah buah anggur yang asam. Maka sekarang, hai penduduk
Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu.
Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum
Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik,
mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? Maka sekarang, Aku mau
memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu:
Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda
temboknya, sehingga kebun itu diinjak- injak; Aku akan membuatnya ditumbuhi semaksemak,
tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput;
Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya.
Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah
tanam-tanaman kegemaranNya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman,
dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN
Refren (Yes. 5:7a)
Kebun anggur Tuhan ialah umat Israel.
Mzm. 80:9,12,13-14,15-16,19-20
-
Telah Kauambil pohon anggur dari Mesir,
telah Kauhalau bangsa-bangsa, lalu Kautanam pohon itu. dijulurkannya
ranting-rantingnya sampai ke laut, dan pucuk-pucuknya sampai ke sungai Efrat.
-
Mengapa Engkau melanda temboknya,
sehingga ia dipetik oleh setiap orang yang lewat? Babi hutan menggerogotinya
dan binatang-binatang di padang memakannya.
(Refren)
-
Ya Allah semesta alam, kembalilah
kiranya, pandanglah dari langit,
dan
lihatlah! Indahkanlah pohon anggur ini, batang yang ditanam oleh tangan
kanan-Mu!
(Refren)
09.
BACAAN KEDUA (Fil 4:6-9)
L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus
kepada jemaat di Filipi Saudara-saudari, janganlah hendaknya kamu kuatir
tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah
dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang
melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang
adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang
disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang
telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu
dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber
damai sejahtera akan menyertai kamu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
10. ALLELUIA (Yoh. 15:16)
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Aku memilih kamu, supaya kamu
menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, sabda Tuhan.
U : Alleluia
11. INJIL [Mat. 21:33-43]
P : Marilah kita bersama-sama
mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius. Pemimpin dan semua yang hadir
membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian
Pemimpin membacakan Injil. "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain.
Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya.
Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam
kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu
berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh
hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi
bagiannya. Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hambahambanya itu: mereka
memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan
batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari
pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan
mereka. Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka
segani. Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka
berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia,
supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke
luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu
datang, apakahyang akan dilakukannya dengan penggarappenggarap itu?" Kata
mereka kepada-Nya: "Ia akanmembinasakan orang-orang jahat itu dan kebun
anggurnya akan disewakannya kepada penggarappenggarap lain, yang akan
menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya." Kata Yesus kepada mereka:
"Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh
tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak
Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu,
bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu
bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
12.
RENUNGAN SINGKAT
Bacaan
Injil menghadirkan sebuah perumpamaan dengan dua tokoh yang memainkan peranan
utama, yaitu sang tuan tanah dan para penggarap. Kita akan merefleksikan
peranan mereka untuk hidup kita. Pertama, sang tuan tanah. Kelihatannya sang
tuan tanah ini amat baik. Dia menyiapkan semua yang terbaik bagi kebunnya lalu
pergi. Sebuah tindakan yang tidak biasa karena biasanya para penggaraplah yang
mesti melakukan semuanya. Selanjutnya, dengan kepergiannya, sang tuan tanah
memberikan kesempatan kepada para penggarap untuk melakukan yang terbaik
menurut kemampuan mereka untuk menghasilkan. Kemudian, dia meminta bagiannya.
Sang tuan tanah tidak menuntut banyak. Ia hanya meminta bagiannya. Sudah tentu,
yang dimaksudkan dengan sang tuan tanah ini adalah Tuhan sendiri. Tuhan
menyiapkan segala sesuatu bagi kita, agar hidup kita menjadi lebih mudah dan
kita sendiri bisa hidup. Tuhan tidak mendikte kita atau memaksa kita untuk
berbuat menurut cara-Nya. Dia memberikan kita kebebasan. Satu saja tuntutan
Tuhan yaitu Dia tetap ada dalam setiap pertimbangan hidup kita. Dia mendapat
bagian yang layak dalam hidup kita. Mungkin ini adalah kritikan bagi kita yang
kadangkala tidak menjadikan Tuhan sebagai bagian dari hidup kita, padahal Tuhan
sendiri telah memberikan kita kehidupan. Mungkin juga kita lupa dan tidak
memberikan perhatian kita kepada Tuhan, yang merupakan bagian yang diminta
Tuhan juga. Kedua, para penggarap. Mereka amat bersyukur bahwa semua
kelengkapan di kebun anggur sudah disiapkan sang tuan tanah. Mereka hanya
mengolah dan menyerahkan bagian yang disepakati bagi sang tuan tanah. Dengan
kata lain, mereka sudah memiliki hidup. Dari ketiadaan tanah dan pekerjaan,
kini mereka memiliki semua hal itu dan bisa hidup. Sayangnya, mereka menjadi
tamak dan rakus. Mereka mau memiliki kebun itu, dan tidak mau berbagi dengan
tuan tanah. Semua yang datang mewakili tuan tanah, dibunuh, termasuk putra
semata wayang dari tuan tanah. Sikap para penggarap ini mengingatkan kita akan
dosa manusia pertama. Mereka tergoda untuk menjadi sama seperti Tuhan, tahu
akan segalanya. Para penggarap mau mengambil hak tuan tanah dan menjadikan
mereka sebagai pemilik tanah tersebut. Seringkali secara tidak sadar, kita pun
menjadi para penggarap ini. Kita menjadikan diri kita sebagai pusat dari
segalanya. Kita berjuang dengan berbagai cara, termasuk mematikan sesama dan
meniadakan Tuhan, agar kita bisa menjadi lebih baik atau lebih berkuasa.
Padahal, kita terbatas. Dosa terbesar adalah menjadikan diri sendiri sebagai
tuhan dan mengenyahkan Tuhan dari hidupnya. Maka, keselamatan yang ditawarkan
kepada kita, dengan sendirinya akan menjauh dari kita. Semoga kita tidak
melupakan Tuhan dalam hidup kita dan dengan cara ini, kita juga menghargai
sesama kita yang adalah utusan Tuhan bagi kita. Selamat menjadi penggarap kebun
anggur Tuhan yang baik.
13. HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan
mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat.
Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan
tidak pernah merasa jenuh untuk memanggil kita kembali kepada-Nya.Ketika kita
datang ke hadapan-Nya, Ia merangkul kita dengan kasih-Nya yang tak terbatas.
Marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita di hadapan-Nya.
P : Semoga para pemimpin Gereja dan para
pemimpin bangsa selalu mendengarkan suara dan Sabda Tuhan dalam kepemimpinan
dan dalam semua keputusan mereka. Marilah kita mohon…
P : Semoga Gereja menjadi kebun anggur
yang baik, yang menginspirasi dan menuntun semua orang untuk menghasilkan
buah-buah yang baik dalam hidup setiap hari. Marilah kita mohon…
P : Semoga semua orang beriman selalu
meluangkan waktu untuk mendengar dan merenungkan Sabda Tuhan sehingga mereka
diarahkan kepada hidup yang benar menuju keselamatan kekal. Marilah kita mohon…
P : Semoga kita semua yang mendengarkan
Sabda Tuhan pada hari ini, diteguhkan untuk selalu membarui diri kita, menjadi
anak-anak Tuhan yang setia dan yang menghasilkan buah-buah baik dalam
hidup harian kita. Marilah kita mohon…
P : Kita hening sejenak untuk
menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing. [hening sejenak lalu
lanjut].
P : Ya Tuhan, demikianlah doa-doa
permohonan kami. Terimalah kami dan kabulkan doa-doa kami demi jasa Yesus
Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
16. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan
selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada
banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih
ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah
Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa,
telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan
kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus,
Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam
hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua
orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh
kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh
Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman,
dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama
Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami
melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:
[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]
Menyusul Ritus Komuni.
17. DENGAN KOMUNI
Sesudah
Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia
membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen
Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah
mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar
bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan
sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami
sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak
merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut
Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang
merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
18. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan
menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
19. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila
ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam
damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling
dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus,
lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:
P : Inilah Anak Domba Allah yang
menghapus dosadunia. Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah
kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau
datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. Dengan
khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani
umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.
Penyambutan
komuni diiringi dengan nyanyian komuni.
20. MENDOAKAN MAZMUR 1
P : Marilah kita secara bersama-sama
mendoakan Mazmur 1. Mazmur ini mengingatkan kita untuk senantiasa berjalan di
jalan yang benar. Kita bisa membuka Kitab Suci kita dan mendoakan Mazmur ini
secara bersama-sama. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat
orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk
dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang
merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi
aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya,
dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bukan
demikian orang fasik:
mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab itu orang fasik tidak akan
tahan dalam
penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; sebab
TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
P : Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan
Roh Kudus,
U : Seperti pada permulaan, sekarang,
selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
21. AMANAT PENGUTUSAN
P : Saudara-saudari terkasih, para
penggarap kebun anggur tidak mengakui hak pemilik kebun itu atas hasil
kebunnya, malah demi keuntungan pribadinmereka membuntuh putra tunggal pemilik
kebun anggur itu. Marilah kita berani menjadi saksi iman di Tengah situasi
Masyarakat yang penuh dengan korupsi, penindasan, dan ambisi akan kekuasaan .
Yakinlah bahwa dalam Kristus kita pasti menang.
22. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa, Ya Tuhan, kami
berterimakasih untuk Sabda-Mu hari ini yang menegur kami dan yang meneguhkan
hati kami untuk tetap setia kepada-Mu. Semoga hati kami menjadi tanah yang
subur bagi pertumbuhan anggur-anggur Sabda-Mu, sehingga hidup kami bisa
menghasilkan buah-buah kebaikan. Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara
kami.
U : Amin
23. MOHON BERKAT TUHAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini
marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
[hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita,
melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.N [sambil
membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH
KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah
selesai.
U : Syukur kepada Allah.
24. PENGUTUSAN
P : Marilah pergi,
kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU PENUTUP
P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD.
Komentar
Posting Komentar