IBADAH SABDA HARI MINGGU BIASA XXVIII TAHUN A1
IBADAH
SABDA HARI MINGGU BIASA XXVIII TAHUN A1 (Hijau)
MINGGU,
15 Oktober 2023
Para
Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku
nyanyian. Sedapat mungkin, untuk
kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi
dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah
Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa
Biasa.
01.
TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh
Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus,
cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02.
KATA PEMBUKA
Tuhan Yesus menggambarkan anugerah keselamatan
itu ibarat sebuah perjamuan pesta nikah. Setelah ditolak oleh yang pertama,
yang memiliki hak istimewah , tawaran itu diberikan kepada yang lain. Namun,
ada syarat : memiliki pakaian pesta, yaitu menjauhkan diri dari dosa.
03.
TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa
kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang
Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran
dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya
sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada
para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan
saya pada Allah, Tuhan kita.
P : Semoga Allah yang Mahakuasa
mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
04.
MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan untuk memakai Madah
Kemuliaan di bawah ini.]
P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi
kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu,
karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi,
Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang
tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah,
Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa dunia,
kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa dunia,
kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa,
kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus
Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin
05.
DOA PEMBUKA
P. Marilah kita berdoa, [hening sejenak]
Ya Bapa Mahakuasa, semoga rahmatMu
selalu mendahului dan menyertai kami, sehingga dengan pertolonganMu kami tidak
akan pernah lelah untuk berbuat baik . dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus
Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan Roh
Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin
06.
AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk
mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman
kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.
[Bacaan
dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (Yes. 25:6-10a)
L : Bacaan dari Kitab Yesaya.
TUHAN semesta alam akan menyediakan di
gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang
bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk
dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya. Dan di atas gunung ini
TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku
bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa. Ia akan
meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata
dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi,
sebab TUHAN telah mengatakannya. Pada waktu itu orang akan berkata:
"Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita
diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak
dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!" Sebab tangan
TUHAN akan melindungi gunung ini, tetapi Moab akan diinjak-injak di tempatnya
sendiri, sebagai jerami diinjak-injak dalam lobang kotoran.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN Mzm.
23:1-3a,3b-4,5,6
Refren
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
-
TUHAN adalah gembalaku,Ia
membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang
tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena
nama-Nya. Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh
karena nama-Nya.
-
Sekalipun aku berjalan dalam lembah
kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu,
itulah yang menghibur aku.
-
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di
hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh
melimpah.
-
Kebajikan dan kemurahan belaka akan
mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang
masa.
09.
BACAAN KEDUA (Flp. 4:12-14,19-20)
L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus
kepada jemaat di Filipi
Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu
apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu
yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal
kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala
perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Namun
baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku. Allahku
akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam
Kristus Yesus. Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
10. ALLELUIA (Yoh. 15:16)
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Hari ini janganlah
bertegar hati, tetapi dengarkanlah sabda Tuhan.
U : Alleluia
11. INJIL [Mat.
21:33-43]
P : Marilah kita
bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.
Pada suatu
ketika Yesus berbicara kepada para imam kepala dan pemuka rakyat dengan memakai
perumpamaan. Ia bersabda, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja yang
mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil
orang-orang yang telah diundang ke perjamuan nikah itu tetapi mereka tidak mau
datang. Raja itu menyuruh pula hamba-hamba lain dengan pesan, ‘Katakanlah
kepada para undangan: Hidanganku sudah kusediakan, lembu-lembu jantan dan
ternak piaraanku telah disembelih.
Semuanya telah
tersedia. Datanglah ke perjamuan nikah ini’. Tetapi para undangan itu tidak
mengindahkannya. Ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
dan yang lain menangkap para hamba itu, menyiksa dan membunuhnya. Maka murkalah
raja itu. Ia lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan
pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Kemudian ia berkata kepada para
hamba, ‘Perjamuan nikah telah tersedia, tetapi yang diundang tidak layak untuk
itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap
orang yang kalian jumpai di sana ke perjamuan nikah ini. Maka pergilah para
hamba dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan,
orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan nikah itu
dengan tamu.
Ketika raja
masuk hendak menemui para tamu, ia melihat seorang tamu yang tidak berpakaian
pesta. Ia berkata kepadanya, ‘Hai saudara, bagaimana saudara masuk tanpa
berpakaian pesta?’ Tetapi orang itu diam saja. Maka raja lalu berkata kepada
para hamba, ‘Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam
kegelapan yang paling gelap; di sana akan ada ratap dan kertak gigi.’ Sebab
banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”
P : Demikianlah
Injil Tuhan.
U : Terpujilah
Kristus.
12. RENUNGAN SINGKAT
Bacaan Injil yang kita renungkan hari ini menggambarkan sebuah
suasana pesta sebagai gambaran kerajaan Allah untuk kita sekalian. Ada
orang-orang yang sebenarnya sejak awal beruntung karena “diundang ke perjamuan”
tetapi malah meremehkannya. Karena itulah keberuntungan yang sebenarnya akan
mereka nikmati kemudian beralih kepada orang-orang lain yang tadinya tidak
masuk hitungan.
Maksud perumpamaan ini sebenarnya adalah membantu agar orang
menyadari bagaimana cara Yang Mahakuasa mengajak siapa saja ikut masuk ke dalam
kehidupan keluargaNya yang tidak bisa sebarangan dimasuki.
Dengan mengajak orang ikut serta dalam
kegembiraan pesta nikah anaknya, sang raja tadi ingin berbagi kegembiraan.
Bahkan boleh dikatakan, kegembiraannya itu baru menjadi nyata bila ikut
dirasakan orang lain. Pesta nikah itu terjadi justru karena hadirnya
orang-orang jalanan tadi. Kita diberikan ajakan yang amat kuat. Mari ikut
membuat kehidupan yang nyata ini bagian dari Kerajaan Surga. Dan Tiap orang
diminta menemukan wujud Kerajaan Surga bagi dirinya dalam kehidupan
sehari-hari, kehidupannya di persimpangan jalan. Namun untuk itu perlu memakai
pakaian pesta.
Tidak mengenakan pakaian pesta berarti datang tanpa sungguh
mau mengikuti pesta dan datang tanpa pakaian yang cocok berarti membiarkan diri
tidak dikenal sebagai undangan. Komitmen setengah-setengah ini kurang dapat
menjadikan hidup orang menjadi bagian dari hidup dalam Kerajaan Surga.
Kebalikannya, datang dengan mengenakan pakaian pesta berarti datang tanpa
maksud atau tujuan lain. Yang bersangkutan akan dikenali sebagai orang yang
hidupnya sedang berubah dari yang ada di persimpangan jalan menjadi dia yang
hidup dalam perjamuan yang makin memanusiakan dan makin mendekatkan ke
keilahian.
Pertanyaan untuk kita sekalian, kita ini berada digolongan
undangan yang mana? Apakah yang diundang secara resmi tetapi mati-matian
menolak karena kesibukan dan rutinitas sehari-hari ataukah yang berada
dipersimpangan jalan tapi tidak menyiapkan diri dengan baik? Atau apakah kita siap untuk memenuhi undangan Tuhan
dan tak lupa mengenakan pakaian pesta ketika memenuhi undangan itu? Pakaian
pesta adalah bagaimana kita membangun relasi yang baik dengan Tuhan dalam hidup
sehari-hari.Kita menghormati Tuhan sebagai yang empunya pesta,
menghormatinya dengan berbuat baik dalam hidup kita sehari-hari.
Mari kita harumkan pakaian pesta kita dengan amal baik kita,
dengan teladan hidup kita, kita rapikan pakaian pesta kita dengan kesetiaan
kita, kita datang ke pesta dengan sebungkus kado yaitu tanda persembahan syukur
kita atas segala berkat yang telah kita peroleh dari Tuhan. Ingatlah bahwa
banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih.
13. HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan
mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat.
Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P. Kita diundang mengikuti perjamuan Tuhan. Sebagai
sahabat-sahabat-Nya kita diperkenakan mengetuk pintu hati-Nya dengan doa
permohonan:
L. Bagi Gereja Kristus: Semoga Allah Bapa mendorong
Gereja-Nya, agar tak henti-hentinya mengundang semua orang mengikuti perjamuan
Tuhan. Marilah kita mohon, ….
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi para bapa dan ibu: Semoga Allah Bapa membimbing para
bapa dan ibu dalam dunia modern ini tidak terbawa arus nafsu akan kemewahan
materi, melainkan mengusahakan rumah tangga yang membahagiakan seluruh
keluarga. Marilah kita mohon.
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi kaum papa: Semoga Allah Bapa memberi kaum papa
kesempatan untuk dapat mengikuti perjamuan-Nya. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi kita semua di sini: Semoga Allah Bapa perkenankan
kita memperluas lingkup perayaan ini dengan mengajak bersahabat dan makan
bersama sesama kita. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
P. Allah Bapa kami, sering kami tidak tahu, bagaimana kami
harus berdoa. Maka utuslah Roh-Mu, agar mengajar kami berdoa dengan
pengantaraan Kristus, Putra-Mu, dan Tuhan kami.
U. Amin.
16. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan
selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada
banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih
ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah
Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa,
telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan
kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus,
Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam
hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua
orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh
kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh
Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman,
dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama
Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami
melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:
[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]
Menyusul Ritus Komuni.
17.
DENGAN KOMUNI
Sesudah
Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia
membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen
Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah
mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar
bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan
sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami
sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak
merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut
Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang
merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
18. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan
menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
19. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila
ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam
damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling
dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus,
lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:
P : Inilah Anak Domba Allah yang
menghapus dosadunia. Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah
kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau
datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. Dengan
khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani
umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.
Penyambutan
komuni diiringi dengan nyanyian komuni.
20. MENDOAKAN MAZMUR 1
P : Marilah kita secara bersama-sama
mendoakan Mazmur 1. Mazmur ini mengingatkan kita untuk senantiasa berjalan di
jalan yang benar. Kita bisa membuka Kitab Suci kita dan mendoakan Mazmur ini
secara bersama-sama. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat
orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk
dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang
merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi
aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu
daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bukan demikian orang fasik:
mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab itu orang fasik tidak akan
tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang
benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju
kebinasaan.
P : Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan
Roh Kudus,
U : Seperti pada permulaan, sekarang,
selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
21. AMANAT PENGUTUSAN
P : Injil hari ini mengingatkan kita
bahwa relasi dengan Allah sebenarnya didasari oleh sebuah undangan atau
tawaran. Hidup kita tergantung pada sejauh mana kita menanggapi tawaran
tersebut dengan penuh kesadaran, tanpa paksaan. Allah selalu membuka diri-Nya
dan mengulurkan tangan-Nya untuk kita, supaya kita tahu jalan kembali
kepada-Nya karena kita berasal dari-Nya.
22. DOA PENUTUP
P : Allah yang mahaagung, dengan rendah
hati kami mohon agar sebagaimana Engkau menyegarkan kami dengan santapan kudus
ini, demikian pula semoga kami diperkenankan mengambil bagian dalam kodrat
ilahi Kristus, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U. Amin.
23. MOHON BERKAT TUHAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini
marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
[hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita,
melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.N [sambil
membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH
KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah
selesai.
U : Syukur kepada Allah.
24. PENGUTUSAN
P : Marilah pergi,
kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar