IBADAH SABDA HARI MINGGU BIASA XXX TAHUN A1

 

IBADAH SABDA HARI MINGGU BIASA XXX TAHUN A1 (Hijau)

MINGGU, 29 Oktober  2023

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan  Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat  mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi  dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”.  Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Biasa.

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.

U : Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA

Hari ini kita merayakan Minggu Ketigapuluh dalam Masa Biasa. “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.“ Itulah pesan utama dari bacaan Injil hari ini. Sama seperti Tuhan mencintai kita, maka kita pun hendaknya mencintaiNya dengan sepenuh hati. Kita wujudkan cinta ini dengan mencintai sesama kita, yang adalah juga anak-anak Allah, sama seperti kita. Bacaan pertama menginformasikan kepada kita tentang aturan bagi orang Israel di masa dulu. Mereka mesti melindungi orang-orang kecil, yang diwakilkan dalam sosok anak yatim dan janda-janda. Anak kecil adalah simbol mereka yang tidak berdaya, sedangkan para janda adalah wakil dari mereka yang tidak memiliki pegangan dan harta, sebab dalam budaya Israel waktu itu, semua harta dimiliki oleh laki-laki. Mereka tidak boleh diperas atau dimanipulasi. Kita diajak untuk saling mengasihi dan saling membantu. Namun, pertama-tama kita juga harus menjaga diri kita dan melengkapi diri kita dengan hal-hal yang baik, sebagaimana yang dikatakan Rasul Paulus dalam bacaan kedua hari ini. Semoga cinta kasih hidup di antara kita semua.

[hening sejenak]

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda  Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.]

P : Kemuliaan kepada Allah di surga

U : dan damai di bumi

kepada orang yang berkenan pada-Nya.

P : Kami memuji Dikau,

U : Kami meluhurkan Dikau.

P : Kami menyembah Dikau,

U : Kami memuliakan Dikau.

P : Kami bersyukur kepada-Mu,

karena kemuliaan-Mu yang besar.

U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi,

Allah Bapa yang Mahakuasa.

P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.

U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.

P : Engkau yang menghapus dosa dunia,

kasihanilah kami.

U : Engkau yang menghapus dosa dunia,

kabulkanlah doa kami.

P : Engkau yang duduk di sisi Bapa,

kasihanilah kami.

U : Karena hanya Engkaulah kudus.

P : Hanya Engkaulah Tuhan.

U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.

P : bersama dengan Roh Kudus,

U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin

05. DOA PEMBUKA

P. Marilah kita berdoa, [hening sejenak]

Allah yang kekal dan kuasa, ciptakanlah dalam diri kami hati yang tulus dan setia agar kami mampu melayani Engkau, ya Allah, yang mahaagung, dengan penuh bakti dan kasih. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.

[Bacaan dibacakan dari Alkitab]

07. BACAAN PERTAMA (Kel 22:21-27)

L : Bacaan dari Kitab Keluaran:

Beginilah firman Tuhan, "Janganlah orang asing kautindas atau kautekan, sebab kamu pun pernah menjadi orang asing di tanah Mesir. Seorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas. Jika engkau sampai menindas mereka ini, pasti Aku akan mendengarkan seruan mereka. Jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring. Maka murka-Ku akan bangkit, dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang, sehingga istrimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim. Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, yakni orang yang miskin di antaramu, janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih utang terhadap dia; dan janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya. Jika engkau sampai mengambil jubah temanmu sebagai gadai, maka haruslah engkau mengembalikannya sebelum matahari terbenam, sebab hanya itu sajalah penutup tubuhnya, hanya itulah pembalut kulitnya; jika tidak, pakai apakah ia pergi tidur? Maka, apabila ia berseru-seru kepada-Ku, Aku akan mendengarkannya sebab Aku ini pengasih."
 L. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN Mzm 18:2-3a.3bc-4.47.51ab

Refren Aku mengasihi Tuhan, Dia sumber kekuatan. Hidupku 'kan menjadi aman dalam lindungan-Nya

Mazmur:
1. Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku; ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahanan dan penyelamatku.

2. Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Terpujilah Tuhan, seruku; maka aku pun selamat dari para musuhku.
3. Tuhan itu hidup! Terpujilah Gunung Batuku, Tuhan mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, Ia menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya.

09. BACAAN KEDUA (1Tes 1:5b-10)

L.  Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:
Saudara-saudara, kamu tahu bagaimana kami bekerja di antara kamu demi kepentinganmu. Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman Tuhan dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus, sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya. Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya. Di mana-mana telah tersiar kabar tentng imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah berbicara lagi tentang hal itu. Sebab mereka sendiri bercerita tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk mengabdi kepada Allah yang hidup dan benar, serta untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari surga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.

L. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

10. ALLELUIA (Yoh 14:23)

P : Alleluia

U : Alleluia

P : Jika seorang mengasihi Aku, ia akan mentaati Sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

U : Alleluia

11. INJIL [Mat. 21:33-43]

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.

Ketika orang-orang Farisi mendengar bahwa Yesus telah membungkam orang-orang Saduki, berkumpullah mereka. Seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia, "Guru, hukum manakah yang terbesar dalam hukum Taurat?" jawab Yesus kepadanya, "Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang utama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

P : Demikianlah Injil Tuhan.

U : Terpujilah Kristus.

12. RENUNGAN SINGKAT

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengutip bagian doa terkenal dari orang Yahudi dalam Perjanjian Lama, yang terdapat dalam kitab Ulangan (Ul. 6:5). Doa ini selalu diserukan dalam berbagai kesempatan sebagai ungkapan iman mereka kepada Tuhan. Namun demikian, Yesus tidak mengutipnya secara utuh untuk memberikan penekanan khusus. Dalam kitab Ulangan tertulis, “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” Yesus menggantikan “segenap kekuatan” dengan “segenap akal budi”, menjadi “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu”. Perubahan ini bukanlah tanpa maksud. Yesus pasti menginginkan agar bagian itu dipahami dengan baik agar nanti dipraktekkan dengan baik pula. Dengan memberikan penekanan pada akal budi,Yesus mengajak para pendengar-Nya untuk mendayagunakan akal budi. Kita tahu, dalam dunia Perjanjian Lama, Tuhan dikenal sebagai Dia yang berkuasa dan kadangkala dipahami sebagai seorang yang selalu memenangkan pertempuran. Karena itulah maka orang perlu mencintai Allah dengan segala kekuatannya. Namun, Yesus mengajak para pendengar-Nya dan kita semua untuk mencintai Tuhan dengan akal budi kita. Orang Farisi yang bertanya kepada Yesus itu memiliki tujuan untuk mencobai Yesus. Yesus memberikan jawaban dengan meminta mereka untuk mencintai Tuhan dengan akal budi mereka. Hal ini juga mengajak kita untuk mendayagunakan akal budi kita untuk mencintai Tuhan dan sesama. Seringkali terjadi, kita memakai akal budi kita untuk membenarkan perbuatan kita yang salah, atau mencobai sesama kita, atau memasukkan kita sendiri ke dalam pencobaan. Kita mungkin tidak menyakiti  sesama secara fisik atau dengan kekuatan fisik kita, tetapi kita menyakiti mereka dengan kata-kata yang membenarkan yang salah, atau memutarbalikkan fakta. Kita tidak mencintai dan memuliakan Tuhan ketika pikiran kita dipenuhi dengan hal-hal yang tidak baik. Semoga teguran Yesus hari ini mengingatkan kita untuk mengarahkan akal budi kita untuk mencintai yang benar dan tidak memakainya untuk memanipulasi banyak hal. Cintailah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budimu. Kita diajak untuk memakai akal budi kita mencari, menghidupi yang benar, dan mengajarkan kebenaran mulai dari dalam keluarga kita. Semoga!

13. HENING SEJENAK

14. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT

P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan amatmengasihi kita. Bahkan Ia mengutus Putra-Nya untuk menunjukkan kasih-Nya yang luar biasa kepada kita. Kepada Tuhan yang maha pengasih ini, marilah kita sampaikan doa-doa permohonan kita.

P : Semoga Roh Kudus menggerakkan hati para pemimpin dan bangsa-bangsa di dunia, terutama di wilayah-wilayah konflik, untuk menemukan caracara damai dalam menyelesaikan pertikaian dan persoalan. Marilah kita mohon…

P : Semoga Roh Kudus juga mencairkan hati mereka yang dipenuhi kebencian karena perbedaan, agar mereka mulai menemukan keindahan dari hidup saling mengasihi. Marilah kita mohon…

P : Semoga setiap orang atau organisasi yang melaksanakan karya-karya kerasulan di tengah saudara-saudari yang miskin dan menderita selalu mendasarkan motivasi diri pada cinta kasih ilahi. Marilah kita mohon…

P : Semoga hati kita sekalian dipenuhi Roh Kudus sehingga kita mampu memaafkan sesama kita dan mengasihi mereka sebagaimana Tuhan sendiri mengasihi kita. Marilah kita mohon…

P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing. [hening sejenak lalu lanjut].

P : Ya Tuhan, kami berterima kasih atas cinta-Mu yang tak berhingga kepada kami semua. Terimalah kami dan kabulkan doa-doa kami demi jasa Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

U : Amin

16. DOA PUJIAN

P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau  mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:

 [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni.

17.  DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.

[Hening sejenak]

18. BAPA KAMI Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

19. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosadunia. Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:

P : Tubuh Kristus.

U : Amin.

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.

20. MENDOAKAN MAZMUR 1

P : Marilah kita secara bersama-sama mendoakan Mazmur 1. Mazmur ini mengingatkan kita untuk senantiasa berjalan di jalan yang benar. Kita bisa membuka Kitab Suci kita dan mendoakan Mazmur ini secara bersama-sama. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

P : Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,

U : Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

21. AMANAT PENGUTUSAN

P : Saudara-saudari terkasih, hukum cinta adalah hukum terbesar. Jika kita hidup dalam kasih maka kita hidup dalam damai. Marilah kita berusaha agar cinta kasih itu merajai hati, keluarga-keluarga dan komunitas-komuntias kita. Allah adalah kasih. Orang yang mengasihi adalah orangnya Tuhan.

22. DOA PENUTUP

P : Ya Allah, kami mohon, sempurnakanlah dalam diri kami rahmat yang terkandung dalam sakramen-Mu agar apa yang sekarang kami rayakan dalam tanda, kelak kami nikmati dalam kenyataan yang sesungguhnya. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.

U. Amin.  

23. MOHON BERKAT TUHAN

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.

[hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.N [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.

24. PENGUTUSAN

P : Marilah pergi, kita diutus.

U : Amin.

25. LAGU PENUTUP

 


Teks disusun oleh Pater Petrus Cristologus Dhogo, SVD






 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025