IBADAH HARI MINGGU BIASA XXXII Tahun A1

 

IBADAH HARI MINGGU BIASA XXXII  (Hijau)

12 November 2023

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan  Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat  mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi  dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”.  Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Biasa.

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.

U : Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA

Kitab kebijaksanaan berbicara tentang kebijaksanaan dan bagaimana kebijaksanaan ditemukan oleh mereka yang mencarinya. Sebagai orang beriman kita percaya bahwa Kristus adalah kebijaksanaan Allah dan mereka yang mencari Dia akan menemukannya. Bacaan injil hari ini mengingatkan kita bahwa kita tahu kapan Tuhan akan memanggila kita dari kehidupan ini, sehingga kita harus selalu siap sedia. Itu adalah sikap yang bijaksana. Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa mereka yang telah meninggal dalam Kristus telah pergi kepada Tuhan dan oleh karena itu kita tidak perlu berduka untuk mereka. Janji ini juga diberikan kepada kita, hanya jika kita mati dalam Kristus.

(Hening Sejenak)

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda  Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

04. DOA PEMBUKA

P. Marilah kita berdoa:

(hening sejenak)

Allah yang Mahakuasa dan Maharahim, singkirkanlah segala sesuatu yang menghalangi kami supaya kami siap lahir batin untuk melaksanakan kehendak-Mu dengan hati yang lapang. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

U. Amin.

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.

[Bacaan dibacakan dari Alkitab]

07. BACAAN PERTAMA (Kebijaksanaan 6:3-17)

“Kami yakin bahwa orang yang meninggal dengan saleh akan menerima pahala yang indah.”

Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan (6:3-17)

Kebijaksanaan itu bersinar dan tak dapat layu, mudah dipandang oleh yang kasih kepadanya, dan ditemukan oleh mereka yang mencarinya. Ia mendahului memperkenalkan diri kepada orang yang menginginkannya. Barangsiapa pagi-pagi bangun demi kebijaksanaan tak perlu bersusah payah, sebab kebijaksanaan itu ditemukannya duduk di dekat pintu. Merenungkan kebijaksanaan merupakan pengertian sempurna, dan siapa yang berjaga karena kebijaksanaan segera akan bebas dari kesusahan. Sebab kebijaksanaan sendiri berkelililing mencari orang yang patut baginya, dan dengan rela memperlihatkan diri kepada mereka yang mencarinya; kebijaksanaan dijumpai pada tiap-tiap pemikiran mereka.

L. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN(Mzm 63:2.3-4.5-6.8-9; Ul: 2b, 2/4)

Ref. Jiwaku haus pada-Mu, Tuhan, ingin melihat wajah Allah.

1. Ya Allah, Engkaulah Allahku, kucari-cari dan kudambakan Dikau jiwaku menghauskan Tuhanku laksana gurun gersang, tandus tanpa air.

2. Semoga hamba boleh memandang Tuhanku melihat kemuliaan-Mu yang besar. Cinta-Mu lebih berharga daripada hidup hendaknya mulutku memuji-Mu.

3. Demikianlah sepanjang hidupku aku hendak menghormati Engkau. Jiwaku dikenyangkan dengan lemak dan sumsum, aku bersorak-sorai dan memuji-muju.

4. Jiwaku melekat pada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku. Sungguh Engkau melulu yang menolongku dan di bawah sayap-Mu sentosalah aku.

09. BACAAN KEDUA (1Tes 4:13-18)

“Semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus”

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika

Saudara-saudara, kami ingin agar kamu mengetahui tentang orang-orang yang sudah meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena kalau kita percaya bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama dengan Yesus. Hal ini kami katakan kepadamu seturut sabda Allah ini. Kita yang hidup dan masih tinggal sampai kedatangan Tuhan sekali-kali takkan mendahului mereka yang sudah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberikan, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, Tuhan sendiri akan turun dari surga. Dan mereka yang meninggal dalam Kristus Yesus akan lebih dahulu bangkit. Sesudah itu, kita yang hidup dan masih tinggal akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Karena itu hendaklah kamu saling menghibur dengan perkataan-perkataan ini.

L. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

10. ALLELUIA (Mat 24:42a.44)

P : Alleluia

U : Alleluia

P : Berjaga-jagalah dan bersiap-sedialah, sebab kamu tidak tahu bilamana Putera Manusia datang.  

U : Alleluia

11. INJIL (Matius 25:1-13)

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius

Pada suatu hari Yesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, "Hal Kerajaan Surga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Yang bodoh itu membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan yang bijaksana, selain pelita juga membawa minyak dalam buli-bulinya. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang, mengantuklah mereka semua, lalu tertidur. Tengah malam terdengarlah suara berseru, ‘Pengantin datang! Songsonglah dia!’ Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada yang bijaksana, ‘Berilah kami sedikit dari minyakmu, sebab pelita kami mau padam.’ Tetapi yang bijaksana menjawab, ‘Tidak, jangan-jangan nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi membelinya pada penjual minyak.’ Tetapi, sementara mereka pergi membelinya, datanglah mempelai, dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama dia ke dalam ruang perjamuan nikah. Lalu pintu ditutup. Kemudian datanglah juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata, ‘Tuan, Tuan, bukakanlah kami pintu!’ Tetapi tuan itu menjawab, ‘Sungguh, aku berkata kepadamu, aku tidak mengenal kamu.’ Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun saatnya.”

P : Demikianlah Injil Tuhan.

U : Terpujilah Kristus.

12. RENUNGAN SINGKAT

Kebijaksanaan mengajar orang untuk dapat menempatkan diri dan mengambil sikap dalam segala situasi: bagaimana orang harus mengambil sikap terhadap kegembiraan, kesengsaraan, tugas dan tanggungjawab. Kebijaksanaan mengajar orang untuk mengambil sikap yang tepat dalam relasi dengan orang lain, bagaimana harus bersikap terhadap orangtua, terhadap teman dan sebagainya. Orang yang mendengarkan nasehat bijak atau mengikuti jalan kebijaksanaan akan sampai pada kebahagiaan hidup yang diimpikan oleh setiap manusia.

Yesus dalam Injil hari ini memberikan contoh nilai kebijaksanaan dan bagaimana kebjaksanaan menuntun orang pada jalan yang benar. Lebih dari itu, Yesus menunjukkan bagaimana kebijaksanaan  dapat mengantar orang masuk ke dalam Kerajaan Surga. Karena Allah akan datang pada waktu yang tidak disangka-sangka, maka orang yang bijaksana senantiasa berjaga-jaga. Kapan pun Allah akan datang, ia senantiasa siap menyambut-Nya. Yesus mengungkapkan hal ini dalam kisah sepuluh gadis yang menyambut mempelai, yang lima bodoh dan yang lima adalah gadis bijaksana. Yang bijaksana, membawa pelita juga  cadangan minyak, karena mereka tidak tahu kapan mempelai datang.

Hal ini mau menunjukkan bahwa setiap orang yang mau hidup bahagia, mau ikut serta dalam kebahagiaan sang mempelai, hendaknya mencari jalan kebijaksanaan. Hendaknya membawa pelita serta minyak cadangan. Ia tidak akan mengalami kesulitan ketika pelitanya selalu tersedia minyak. Karena itu bukan hal yang sulit atau mustahil bagi orang yang bijaksana, ia akan selalu menemukan sukacita, mengalami kegembiraan bersama sang mempelai ketika mempelai itu datang.

Cerita tentang kesepuluh gadis dalam Injil adalah cerita tentang kita juga. Apakah kita termasuk gadis-gadis yang bijaksana atau gadis-gadis yang bodoh. Yang bijaksana tidak akan terbuai oleh segala hal yang menjanjikan kenikmatan sementara, yang mencari popularitas diri, mengejar kuasa dan nama, tetapi dengan tekun menghidupi nilai-nilai kristiani. Ia tetap dengan sukacita menyangkal diri dan memikul salibnya setiap hari. Yang bijaksana selalu siap sedia kapan saja, ia setia dalam menjalankan tugasnya dengan penuh rasa tanggungjawab, selalu berjaga-jaga karena tidak tau akan hari dan saatnya. Bagi yang lalai, yang masa bodoh, tidak peduli, yang tidak siap adalah seperti gadis-gadis yang bodoh, yang kemudian akan tersisih dan ditolak dengan kata-kata yang keras, “Aku tidak mengenal kamu” (Mat. 25:12)

13. HENING SEJENAK

14. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT

P. Kristus menghendaki agar kita selalu berjaga-jaga dalam menantikan Kerajaan Allah. Maka marilah kita dengan penuh iman dan sikap berjaga-jaga memanjatkan doa kepada Bapa Yang Mahapengasih:

L.  Bagi Bapa Suci, para Uskup dan para Imam: Semoga Allah Bapa yang Mahabijaksana menerangi dan mendampingi Bapa Suci, para Uskup dan para imam sehingga mereka menjalankan tugas penggembalaan Umat Allah dengan bijaksana, sabar, rendah hati, dan tegas. Marilah kita mohon, ….

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 

L.  Bagi para pemimpin bangsa: Semoga paa pemimpin bangsa selalu berada dalam lindungan Allah Bapa Maha bijaksana sehingga mereka selalu bijaksana, adil dan setia dalam melayani warganya demi kesejahteraan bersama. Marilah kita mohon, ….

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi mereka yang meninggal secara mendadak: Semoga Allah Bapa Maharahim mengampuni dan menerima di dalam surga, mereka yang meninggal secara mendadak. Marilah kita mohon.

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi kita di sini (dan yang mengikuti misa daring di rumah): Semoga Allah Bapa Mahamurah meneguhkan iman kita akan kebangkitan Kristus sehingga kita semakin mampu berjaga-jaga dan bijaksana dalam hidup sehai-hari demi menantikan Kerajaan Allah dalam diri Kristus. Marilah kita mohon:

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 

P. Allah Bapa Yang Mahabaik, Engkaulah sumber kebijaksanaan kami. Berilah kami pengertian akan rencana-Mu sehingga kami dengan giat dan penuh keyakinan menghayati hidup kami berdasarkan iman bahwa Engkau selalu mendampingi kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U. Amin.

17A.  DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.

[Hening sejenak]

18A. BAPA KAMI Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosadunia. Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:

P : Tubuh Kristus.

U : Amin.

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.

20A. MENDOAKAN MAZMUR 1

P : Marilah kita secara bersama-sama mendoakan Mazmur 1. Mazmur ini mengingatkan kita untuk senantiasa berjalan di jalan yang benar. Kita bisa membuka Kitab Suci kita dan mendoakan Mazmur ini secara bersama-sama. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

P : Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,

U : Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

17B. Cara B. TANPA KOMUNI

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

18B. BAPA KAMI Berdiri

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Dapat dilaksanakan Salam Damai.

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari
yang berada paling dekat saja.

19B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali. Lalu diberi saat hening secukupnya. Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu

lagu Syukur.

20B. MENDOAKAN MAZMUR 23

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku
di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

21. AMANAT PENGUTUSAN

P : Yang bijaksana tidak akan terbuai oleh segala hal yang menjanjikan kenikmatan sementara, yang mencari popularitas diri, mengejar kuasa dan nama, tetapi dengan tekun menghidupi nilai-nilai kristiani. Ia tetap dengan sukacita menyangkal diri dan memikul salibnya setiap hari. Yang bijaksana selalu siap sedia kapan saja, ia setia dalam menjalankan tugasnya dengan penuh rasa tanggungjawab, selalu berjaga-jaga karena tidak tau akan hari dan saatnya. Bagi yang lalai, yang masa bodoh, tidak peduli, yang tidak siap adalah seperti gadis-gadis yang bodoh, yang kemudian akan tersisih dan ditolak dengan kata-kata yang keras, “Aku tidak mengenal kamu”.

22. DOA PENUTUP

P : Ya Allah, kami bersyukur kepada-Mu karena kami telah Engkau segarkan dalam kurban kudus ini. Kami mohon kepada-Mu, ya Allah yang Mahamurah, semoga daya karunia Roh Kudus yang Engkau curahkan dalam sakamen ini, tetap tinggal dalam diri kami dan mengubah hidup kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.

U. Amin.  

23. MOHON BERKAT TUHAN

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.

[hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.N [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.

24. PENGUTUSAN

P : Marilah pergi, kita diutus.

U : Amin.

25. LAGU PENUTUP

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025