IBADAH HARI MINGGU BIASA IV/B
IBADAH
HARI MINGGU BIASA IV/B (Hijau)
Minggu,
28 Januari 2024
Para Petugas Liturgi berkumpul di
sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab.
Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat
komunikasi dimatikan. Ketika memulai,
Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut,
“Yang menjadikan langit dan bumi”.
Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Biasa.
01.
TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh
Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus,
cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02.
KATA PEMBUKA
Injil Minggu Markus yang lalu berceritera
tentang Yesus yang memanggil murid-murid-Nya untuk mengikuti Dia (Mark
1:14-20). Hari ini Injilnya memperlihatkan bagaimana Yesus menghadapi atau
berkonfrontasi dengan setan dengan otoritas sabda-Nya (Mark 1:21-28). Pesan
Injil hari ini ialah, kita dipanggil berada bersama dengan Yesus, dan bersama
Yesus melaksanakan tugas kenabian kepada masyarakat dalam hidup kita
sehari-hari, di manapun, kapanpun, bagaimanapun, masing-masing sesuai dengan
kedudukan dan tugasnya. Kerajaan Allah memang sudah dekat dengan kehadiran
Yesus Kristus. Tuhan datang dan bersabda agar kita, orang-orang yang percaya,
mengenal kehendak-Nya. Memang Yesus tidak secara langsung menanggapi kata-kata
orang yang kerasukan roh jahat itu, tetapi dari tindakan-Nya kita tahu bahwa
dia datang untuk membinasakan kekuasaan kejahatan. Yesus mengalahkan kekuasaan
jahat ini, namun bukan dengan cara kekerasan, melainkan hanya dengan bersabda,
artinya dengan kekuatan yang keluar dari pribadi-Nya. Kuasa-Nya ialah untuk
membebaskan orang yang terbelenggu. Yesus menyelamatkan orang dari kuasa
kejahatan (si jahat). Melalui ibadat Sabda ini marilah kita semakin
memuliakan dan menyembah Dia lewat hidup kita.
03.
TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa
kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang
Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan
pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya
berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan
Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya
mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : Semoga Allah yang Mahakuasa
mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
04.
MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.]
P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi
kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu,
karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi,
Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang
tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah,
Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa dunia,
kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa dunia,
kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa,
kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus
Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin
05.
DOA PEMBUKA
P. Marilah kita berdoa:
[hening sejenak]
Ya Allah, Engkau telah mengutus Yesus
Kristus, Putra-Mu untuk mengajar kami. Semoga berkat pengajaran-Nya yang penuh
kuasa, kami semakin terbuka dan memusatkan perhatian pada Sabda yang akan
membawa pengudusan bagi hidup kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang
bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah,
sepanjang segala masa.
U. Amin.
06.
AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk
mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman
kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.
[Bacaan
dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (Ul 18:15-20)
-duduk-
"Seorang nabi akan Kubangkitkan, Aku akan menaruh firman-Ku dalam
mulutnya."
L. Bacaan dari
Kitab Ulangan:
Sekali
peristiwa berkatalah Musa kepada bangsanya, "Seorang nabi sama seperti aku
akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Allahmu, dari tengah-tengahmu, dari antara
saudara-saudaramu. Dialah yang harus kamu dengarkan. Di Gunung Horeb dulu, pada
hari perkumpulan, kamu minta kepada Tuhan, Allahmu, dengan berkata: Aku tidak
mau lagi mendengar suara Tuhan, Allahku, dan tidak mau lagi melihat api yang
besar ini, supaya aku jangan mati! Lalu berkatalah Tuhan kepadaku: Apa yang
dikatakan mereka itu baik. Aku akan membangkitkan bagi mereka seorang nabi
seperti engkau dari antara saudara-saudara mereka sendiri.
Aku akan
menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala
yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan firman-Ku yang akan
diucapkan oleh nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut
pertanggungjawaban. Tetapi seorang nabi yang berani mengucapkan demi nama-Ku
perkataan yang tidak Kuperintahkan, atau yang berkata demi Allah lain, nabi
seperti itu harus mati.
L. Demikianlah
Sabda Tuhan
U. Syukur
kepada Allah.
08.
MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN
Refren
(Mzm. 95:1-2. 6-7.8-9)
Pada
hari ini, kalau kamu mendengarkan suara Tuhan, janganlah bertegar hati.
1. Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi
Tuhan, bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap
wajah-Nya dengan lagu syukur bersorak-sorailah bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
2. Masuklah, mari kita sujud menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita
ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.
3. Pada hari ini, kalau kamu mendengar
suara-Nya, janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di
Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal
mereka melihat perbuatan-Ku.
09.
BACAAN KEDUA (1Kor 7:32-35) -duduk-
"Anak-anak gadis
memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka
kudus."
L. Bacaan
dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:
Saudara-saudara,
aku, Paulus, ingin supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak
beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana supaya Tuhan
berkenan kepadanya. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara
duniawi, bagaimana supaya ia dapat menyenangkan isterinya, dan dengan demikian
perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis
memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus.
Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi,
bagaimana supaya ia dapat menyenangkan suaminya. Semuanya ini kukatakan untuk
kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan
kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan
melayani Tuhan tanpa gangguan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
10. ALLELUIA
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Bangsa yang diam dalam kegelapan,
telah melihat terang besar, dan bagi yang diam di negeri yang dinaungi maut,
telah terbit terang
U : Alleluia
11. INJIL (Mk 1:21-28) -berdiri-
"Yesus mengajar
sebagai orang yang berkuasa."
P. Marilah
kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Markus
Pada awal karya-Nya,
Yesus beserta murid-murid-Nya tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai,
Yesus masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Orang-orang takjub mendengar
pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak
seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu, di dalam rumah ibadat itu ada seorang
yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: "Apa urusan-Mu dengan kami,
hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa
Engkau, yakni Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya,
kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Roh jahat itu
menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia
keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya,
katanya. "Apa ini? Suatu ajaran baru? Guru ini berkata-kata dengan kuasa.
Roh-roh jahat pun Ia perintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya." Lalu
tersebarlah dengan cepat kabar tentang Yesus ke segala penjuru di seluruh
daerah Galilea.
P : Demikianlah Injil
Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
12.
RENUNGAN SINGKAT
13. HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan
mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat.
Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P : Saudara-saudari, Allah Bapa dalam
kerahiman-Nya meminta kita untuk bertobat dan percaya kepada-Nya, karena itulah
satu-satunya jalan menuju keselamatan.
L. Bagi para Imam, Diakon dan katekis:
Semoga kasih setia Bapa menuntun mereka agar mampu mendekati umat yang
menjauhkan diri dari-Mu. Semoga dengan rahmat-Mu, umat yang semakin menjauh itu
mampu bertobat dan kembali menemukan jalan baru. Marilah kita mohon, ….
U. Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
L. Bagi kaum remaja: Semoga kasih setia
Allah Bapa menggerakkan para remaja untuk memiliki cita-cita luhur dalam
mengikuti panggilan-Nya demi membangun Gereja dan bangsa. Marilah kita
mohon,...
U. Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
L. Bagi mereka yang sedang tertimpa
musibah: Semoga kasih setia Allah Bapa membimbing dan meneguhkan orang-orang
yang sedang tertimpa musibah sehingga mampu bangkit kembali dan menyadari bahwa
musibah yang menimpa mereka dapat menjadi alat pembuka jalan menuju kepada
Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita mohon,
U. Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
L : Bagi orang muda. Semoga orang muda
kita tetap setia akan nilai-nilai Injil di tengah arus zaman yang amat pesat
ini. Semoga mereka membangun pandangan hidup dan sikap pribadi untuk
mempersiapkan masa depan dengan bebas dan bertanggung jawab. Marilah kita
mohon,...
U. Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
L. Bagi kita bersama: Semoga Allah Bapa
Mahabaik memberkati segala perjuangan kita dalam mencapai kesejahteraan bersama
dan mempersiapkan dunia baru. Marilah kita mohon,....
U. Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
L : Kita hening sejenak untuk
menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
I. Bapa Yang Mahakuasa, dengarkanlah
permohonan umat-Mu. Semoga kami selalu mengalami belas kasih-Mu berkat
pengantaraan Kristus, Putra-Mu, dan Tuhan kami.
U. Amin.
16.
KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai
perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan,
diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di
depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau
Ajakan Berbagi.
17.
DOA PUJIAN
[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di
depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan
aklamasi bersama.]
P : Saudara-saudari terkasih, Yesus
Kristus, Sang Juru selamat kita, telah lahir. Ia hidup dan tinggal di dalam
Keluarga Kudus Nazaret. Bersama Keluarga Kudus ini, mari kita memuji dan
memuliakan Allah, dengan berseru: Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.
P : Allah, Bapa, kami memuji Engkau dan
meluhurkan nama-Mu, karena Engkau berkenan memercayakan keluarga Nazaret untuk
mendidik dan membesarkan Yesus Kristus, Putra-Mu sendiri. Oleh sebab itu, kami
memuji Engkau dengan berseru:
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.
P : Dia mau hidup di dalam keluarga
sederhana yang menjadi gambaran umat Allah yang sejati bagi kami. Dengan
demikian Engkau menguduskan keluarga- keluarga kami juga. Oleh sebab itu, kami
memuji Engkau dengan berseru:
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.
P : Yesus Kristus, Putra-Mu, menjadi
pusat kehidupan rumah tangga kami. Dialah yang menaungi kami, mempersatukan,
memberi kedamaian, cinta kasih, dan kegembiraan bagi keluarga kami. Oleh sebab
itu, kami memuji Engkau dengan berseru:
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.
P : Kehadiran-Nya menampakkan
Allah-Beserta-Kami, dan menjadi berkat melimpah bagi keluarga kami. Oleh sebab
itu, kami memuji Engkau dengan berseru:
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.
P : Allah Bapa kami, bersama seluruh
umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami
[nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat],
kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu
bertemakan Puji Syukur]
Menyusul RITUS KOMUNI. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan,
yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi
umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A.
Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan
komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil
Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale.
Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para
pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah
dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan
lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak
merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut
Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang
merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening
sejenak]
19A.
BAPA KAMI - Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan
menurutajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A.
SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak
Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam
damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling
dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus,
lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:
P : Inilah Anak Domba Allah yang
menghapus dosa dunia.
(Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat):
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. (Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.)
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau
datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu.
Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali
berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.
Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.
18B.
TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak
menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran
Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B.
BAPA KAMI Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah
dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan
sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat. Dapat dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah kita saling memberikan salam
damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling
dekat saja.
20B.
DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin
dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita
untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah
bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan
Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya
sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak
berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).
[hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh
hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku
merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat
menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani
ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan
mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah
daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing
menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.
Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir
sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu
21.
DOA PENYERAHAN KELUARGA KEPADA TUHAN YESUS
(Satu orang peserta dapat membawakan doa berikut ini mewakil
keluarga)
Tuhan Yesus, Engkau menguduskan hidup
berkeluarg dengan hidup sendiri dalam keluarga Santo Yusuf di Nazaret. Kami
semua berkumpul di hadapan-Mu untuk membaharui penyerahan seluruh keluarga kami
kepada-Mu, raja dan pusat segala hati. Kami mohon, tinggallah di rumah kami dan
kuasailah kami. Ya, Yesus Kristus, semoga kami hidup menurut pedoman injil-Mu,
rukun, bijaksana, sederhana, dengan sayang menyayangi, dengan
hormatmenghormati, tolong menolong dengan senang hati. Berilah supaya keramahan
dan cinta kasih, semangat pengorbanan, kerajinan, dan penghasilan yang cukup
selalu berada dalam keluarga kami. Semoga keluarga kami dapat menjadi garam dan
terang bagi keluarga-keluarga di sekitar kami. Berkatilah kami agar janganlah
seorang di antara kami menjauh dari pada-Mu, satu-satunya sumber kebahagiaan
kami. Dikau kami puji bersama Bapa dan Roh Kudus, sekarang dan sela-lamanya. Amin.
22.
AMANAT PENGUTUSAN
P : Kalau Tuhan telah memanggil kita,
kita harus langsung mengikuti-Nya dan sekaligus meninggalkan segala-galanya di
belakang kita. Mengikuti-Nya berarti selalu siap dan tidak boleh berbalik
pulang. Mengikuti-Nya berarti selalu maju. Singkatnya: sifat ragu-ragu dan
setengah hati tidak boleh ada pada seorang pengikutNya, seorang kristen. Kita
harus menyatakan “ya” kepada Tuhan, tanpa “tetapi” atau “jikalau”. Tuhan
memanggil kita untuk rupa-rupa maksud dan tugas dalam rangka membangun Kerajaan
Allah itu! Dan untuk itu dituntut dari kita supaya kita segera dan rela
melepaskan yang lain-lain untuk mengikuti-Nya. Untuk mengikuti panggilan Tuhan,
orang tidak boleh ragu-ragu dan hanya dengan setengah hati. Pada kesempatan
lain Ia pernah berkata: “Siapa yang telah memegang bajak dan menoleh ke
belakang, tak layak menjadi murid-Ku”.
23.
DOA PENUTUP
P : Allah Yang Mahakuasa, kami telah
menyambut Tubuh dan Darah Putra-Mu. Buatlah kami senantiasa bersukacita atas
anugerah-Mu itu, sumber hidup yang baru. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan
kami, yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.
U : Amin
24.
MOHON BERKAT TUHAN PENGUTUSAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini
marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita,
melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil
membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH
KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah
selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
24.
LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar