IBADAH HARI RABU ABU 2024

IBADAH HARI RABU ABU (Ungu)

Rabu, 14 Februari 2024

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan  Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat  mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi  dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”.  Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Biasa.

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.

U : Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA

P : Hari ini adalah hari pembukaan masa Prs-Paskah, hari memulai persiapan hati dan diri kita menuju Paskah. Kita akan menandai dahi kita dengan Abu. Menaruh abu di kepala dan berpuasa merupakan tanda bertobat dalam Kitab Suci. Orang berdosa mau mengungkapkan penyesalannya dan mohon belas kasih Tuhan.

Ia mau bertobat, mau menaruh cinta kasih kepada Tuhan dan sesamanya. Bila kita ditandai dahi dengan abu pada permulaan masa Prapaskah ini, maka kita mengakui bahwa kita berdosa. Kita mohon ampun kepada Tuhan bagi seluruh Gereja dan kita mau bertobat. Iman kita akan Sabda Tuhan membawa kita menerjang maut menuju hidup yang kekal bersama Tuhan.

[hening sejenak] Tobat dan Pengampunan ditiadakan, diganti upacara pembagian abu sesudah renungan singkat.

03. DOA PEMBUKA

P. Marilah kita berdoa:

 [hening sejenak]

P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak]

Allah Bapa kami yang maharahim, sungguh besar kesabaran dan belas kasih-Mu. Kami mohon dengan rendah hati, perkenankanlah kami bertobat benar-benar kepada-Mu dan membuka hati kami lebar-lebar untuk menerima sabda penyelamatanMu dalam masa Prapaskah yang khidmat ini. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U : Amin.

04. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.

[Bacaan dibacakan dari Alkitab]

05. BACAAN PERTAMA (Yl 2:12-18) -duduk-

"Sekarang juga, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh."

L. Bacaan dari Nubuat Yoel:   

"Sekarang," beginilah firman Tuhan, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh. Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, lalu meninggalkan berkat menjadi kurban sajian dan kurban curahan bagi Tuhan, Allahmu. Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang lanjut usia, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah pengantin laki-laki keluar dari kamarnya, dan pengantin perempuan dari kamar tidurnya. Baiklah para imam, pelayan-pelayan Tuhan, menangis di antara balai depan mezbah, dan berkata, "Sayangilah, ya Tuhan, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa-bangsa: Di mana Allah mereka?" Maka Tuhan menjadi cemburu karena tanah-Nya dan menaruh belas kasihan kepada umat-Nya.

L. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

06. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN

Refren: Kasihanilah kami, ya Allah, karena kami orang berdosa.

Mazmur:

1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu, hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku.

2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.

3. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

4. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu.

07. BACAAN KEDUA  (2Kor 5:20-6:2) -duduk-

"Berilah dirimu didamaikan dengan Allah, sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan."

L.  Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, kami ini adalah utusan-utusan Kristus; seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami. Dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: Berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Kristus yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihati kamu supaya kamu jangan membuat sia-sia kasih karunia Allah yang telah kamu terima. Sebab Allah berfirman, "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Camkanlah, saat inilah saat perkenanan itu; hari inilah hari penyelamatan itu.

L. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

08. LAGU ANTAR BACAAN

Selama masa Prapaskah, Alleluia tidak disebut atau dinyanyikan

09. INJIL (Mat 6:1-6.16-18) -berdiri-

"Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau."

P. Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius

Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Hati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat. Karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong supaya dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri di rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, 'Mereka sudah mendapat upahnya.' Tetapi jika engkau berdoa masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, 'Mereka sudah mendapat upahnya.' Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

P : Demikianlah Injil Tuhan.

U : Terpujilah Kristus.

10. RENUNGAN SINGKAT

Kita sudah mendengarkan bacaan-bacaan yang memberikan nasehat bagi kita untuk berpantang, berpuasa dan memohonkan pengampunan Tuhan. Bacaan pertama mengatakan dengan jelas bahwa yang kita koyak bukanlah pakaian, melainkan hati kita. Sejalan dengan hal ini, Yesus juga menyatakan hal yang sama; puasa kita bukanlah untuk dipamerkan. Yang paling penting bagi Tuhan adalah isi hati kita sendiri. Dalam kata-kata Rasul Paulus, kita berupaya untuk mendamaikan hati kita dan mengarahkannya kepada Tuhan.

Bisa jadi, selama masa Prapaskah ini kita memilih hal-hal untuk menjadi pantangan kita. Umumnya kita memilih untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk demi kesehatan jiwa kita atau juga demi raga kita, misalnya pantang merokok, minum, begadang sampai larut malam, dan sebagainya. Kita diajak bukan saja melakukan pantangan ini hanya selama masa Prapaskah ini, melainkan kita memulainya di masa Prapaskah ini untuk selanjutnya. Itulah makna dari pantang dan puasa. Hal yang patut kita perhatikan juga selama masa Prapaskah ini adalah meninggalkan sikap dan perilaku negatif dan membangun sikap yang positif atau sikap hidup yang baik. Kita memohonkan rahmat Tuhan, agar kita sekalian dikuatkan untuk mengubah kebiasaan kita yang tidak atau kurang baik, dan sedapat mungkin membangun kebiasaan yang baik. Tuhan melihat niat batin kita dan Dia akan menolong kita. Selamat memasuki masa retret agung.

11. HENING SEJENAK

12. PEMBAGIAN ABU

P : Saudara-saudari terkasih, kita akan menerima abu yang melambangkan kerendahan kita di hadapan Tuhan yang maha agung. Abu yang akan ditandakan pada dahi kita menandakan juga penyesalan atas segala dosa dan kesalahan kita.

P : Marilah berdoa, Allah Bapa yang maharahim, Engkau tidak menghendaki kematian orang yang berdosa, melainkan pertobatannya.

 

Berkatilah kami yang menerima abu ini, yang mengingatkan bahwa kami berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu, Semoga dengan pantang dan puasa, kami memperoleh pengampunan dosa dan bangkit untuk

hidup baru bersama Kristus, Tuhan dan pengantara kami, sepanjang segala masa.

U : Amin

Jika ada abunya telah diberkati oleh Pastor, maka Pemimpin meminta salah seorang yang hadir untuk menandai dahinya (dalam tanda salib) dengan abu. Lalu, Pemimpin menandai dahi setiap orang dengan abu, sambil berkata: Bertobatlah dan percayalah kepada Injil. Sementara pemberian abu berlangsung, dapat dinyanyikan lagu tobat atau puasa. Sesudah itu, pemimpin mencuci tangan dan dilanjutkan dengan Doa Umat (tanpa mendoakan Aku Percaya).

Untuk Abu Yang Belum Diberkati Pastor [Sesuai Petunjuk dalam Buku Perayaan Sabda Hari Minggu dan Hari Raya Tanpa Imam, halaman 140-141] Sesudah Renungan Singkat, piring berisi abu dipegang oleh seorang

pelayan/ajuda, lalu Pemimpin berkata:

P : Saudara-saudari terkasih, sekarang kita hendak mengadakan upacara pemberian abu, yang menjadi tradisi kita pada permulaan Masa Prapaskah. Menerima tanda abu ini berarti bersedia untuk bertobat, berjanji kepada Tuhan untuk mengamalkan masa suci ini sebagai masa pembaruan. Mari dengan rendah hati kita mohon kepada Tuhan, Bapa kita, agar Ia sudi memberkati abu ini dan memberkati kita yang hendak menerimanya. Marilah berdoa, Allah yang maharahim, Engkau berkenan bila kami merendahkan diri, dan Engkau menyayangi kami bila kami bertobat. Sudilah Engkau memberkati abu ini. Berkatilah juga kami semua yang akan ditandai dengannya. Semoga abu yang kami terima ini menjadi semangat tobat kami. Dan semoga puasa serta pantang yang hendak kami jalankan ini menyucikan hati dan menguatkan kehendak kami untuk senantiasa mengarahkan diri kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U : Amin

 

[Abu diperciki dengan air suci. Kemudian pemimpin menandai dahi setiap orang dengan abu, sambil berkata:]

P : Bertobatlah, dan percayalah kepada Injil. Atau

P : Ingatlah, kita ini abu, dan kita akan kembali menjadi abu.

Sementara pemberian abu ini berlangsung, hendaknya dinyanyikan lagu-lagu tobat/puasa. Selesai pemberian abu, pemimpin mencuci tangan. Acara dilanjutkan dengan Doa Umat.

13. DOA UMAT

P :  Bila kita mau benar-benar bertobat, maka Tuhan akan menaruh belas kasih kepada kita. Maka, marilah kita berdoa bersama kepada-Nya: Umat menjawab: Tuhan dengarkalah umat-Mu

L.  Bagi Gereja: Semoga Bapa mendorong Gereja bertobat dan membarui diri, supaya siapa pun merasa bahagia di dalamnya. Marilah kita mohon,...

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi para pemimpin masyarakat: Semoga Bapa membimbing para pemimpin agar selalu memberi teladan hidup sederhana dan takwa kepada-Mu. Marilah kita mohon,.....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

 L.  Bagi perdamaian di Ukraina: Semoga pemimpin Rusia segera menghentikan invasi yang merusak di Ukraina; semoga mereka berhenti menjajah, menguasai serta menghisap negara lain. Semoga bagi para pengungsi Engkau beri kekuatan dan ketabahan, dan bagi para korban meninggal akibat invasi ini diterima di sisi Bapa di surga. Marilah kita mohon:

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu

L. Bagi mereka yang menderita: Semoga masa Prapaskah ini mendatangkan rezeki bagi para papa sehingga tercukupi kebutuhan mereka akan sandang, pangan dan papan berkat amal bakti umat-Mu. Marilah kita mohon,....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

 

L.  Bagi diri kita: Semoga Bapa menggerakkan hati kami pada masa Prapaskah ini, sehingga kami benar-benar mengingkari dosa dan sanggup memperjuangkan keadilan dan kejujuran bagi masyarakat. Marilah kita mohon,.....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

 L : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.

[hening sejenak lalu lanjut].

P.  Allah Bapa sumber kejujuran dan keadilan, kerukunan dan kedamaian, kami mengakui kelemahan, kemiskinan dan kecondongan kami menyombongkan diri di depan orang. Ampunilah kami dan dengarkanlah permohonan kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U. Amin.

 14. KOLEKTE

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.

15. DOA PUJIAN

[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]

P : Saudara-saudari terkasih, Yesus Kristus, Sang Juru selamat kita, telah lahir. Ia hidup dan tinggal di dalam Keluarga Kudus Nazaret. Bersama Keluarga Kudus ini, mari kita memuji dan memuliakan Allah, dengan berseru: Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.

U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.

P : Allah, Bapa, kami memuji Engkau dan meluhurkan nama-Mu, karena Engkau berkenan memercayakan keluarga Nazaret untuk mendidik dan membesarkan Yesus Kristus, Putra-Mu sendiri. Oleh sebab itu, kami memuji Engkau dengan berseru:

U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.

P : Dia mau hidup di dalam keluarga sederhana yang menjadi gambaran umat Allah yang sejati bagi kami. Dengan demikian Engkau menguduskan keluarga- keluarga kami juga. Oleh sebab itu, kami memuji Engkau dengan berseru:

U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.

P : Yesus Kristus, Putra-Mu, menjadi pusat kehidupan rumah tangga kami. Dialah yang menaungi kami, mempersatukan, memberi kedamaian, cinta kasih, dan kegembiraan bagi keluarga kami. Oleh sebab itu, kami memuji Engkau dengan berseru:

U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.

P : Kehadiran-Nya menampakkan Allah-Beserta-Kami, dan menjadi berkat melimpah bagi keluarga kami. Oleh sebab itu, kami memuji Engkau dengan berseru:

U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.

P : Allah Bapa kami, bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

Menyusul RITUS KOMUNI. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).

16A. Cara A: DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]

17A. BAPA KAMI - Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurutajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

18A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

(Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat): Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. (Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.)

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:

P : Tubuh Kristus.

U : Amin.

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.

16B. TANPA KOMUNI

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

17B. BAPA KAMI Berdiri

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Dapat dilaksanakan Salam Damai.

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.

18B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).

[hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.

▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.

▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu

19. DOA PENYERAHAN KELUARGA KEPADA TUHAN YESUS

(Satu orang peserta dapat membawakan doa berikut ini mewakil keluarga)

Tuhan Yesus, Engkau menguduskan hidup berkeluarg dengan hidup sendiri dalam keluarga Santo Yusuf di Nazaret. Kami semua berkumpul di hadapan-Mu untuk membaharui penyerahan seluruh keluarga kami kepada-Mu, raja dan pusat segala hati. Kami mohon, tinggallah di rumah kami dan kuasailah kami. Ya, Yesus Kristus, semoga kami hidup menurut pedoman injil-Mu, rukun, bijaksana, sederhana, dengan sayang menyayangi, dengan hormatmenghormati, tolong menolong dengan senang hati. Berilah supaya keramahan dan cinta kasih, semangat pengorbanan, kerajinan, dan penghasilan yang cukup selalu berada dalam keluarga kami. Semoga keluarga kami dapat menjadi garam dan terang bagi keluarga-keluarga di sekitar kami. Berkatilah kami agar janganlah seorang di antara kami menjauh dari pada-Mu, satu-satunya sumber kebahagiaan kami. Dikau kami puji bersama Bapa dan Roh Kudus, sekarang dan sela-lamanya.  Amin.

20. AMANAT PENGUTUSAN

P : Saudara-saudari terkasih, Tuhan Yesus mengajak kita sekalian untuk berdoa, berpuasa, dan beramal dalam keheningan. Selama masa Prapaskah ini, mari kita tingkatkan kedekatan kita dengan Tuhan

dengan berdoa, bertobat, dan berpuasa. Kita juga tingkatkan kepedulian kita kepada sesama dengan menyisipkan satu dua sen untuk membantu mereka yang amat membutuhkan bantuan. Mari bersolider sebagaimana Tuhan juga solider dengan kita.

21. DOA PENUTUP

P : Allah Yang Mahakuasa, kami telah menyambut Tubuh dan Darah Putra-Mu. Buatlah kami senantiasa bersukacita atas anugerah-Mu itu, sumber hidup yang baru. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.

U : Amin

22. MOHON BERKAT TUHAN PENGUTUSAN

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.

P : Marilah pergi, kita diutus.

U : Amin.

23. LAGU PENUTUP

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025