IBADAH SABDA MINGGU PASKAH II TAHUN B (PUTIH)
IBADAH
SABDA MINGGU PASKAH II TAHUN B (PUTIH)
Minggu,
07 April 2024
Para Petugas Liturgi berkumpul
di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku
nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi
dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”,
dan yang lain menyahut,
“Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa
Paskah.
01.
TANDA SALIB DAN SALAM
P
: Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh
Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02.
KATA PEMBUKA
P : Hari ini kita merayakan hari Minggu
Kedua Masa Paskah sekaligus juga Hari Minggu Kerahiman Ilahi. Kita merenungkan
Allah yang amat berbelaskasih kepada kita. Meskipun kita berdosa, Dia tetap
bermurah hati kepada kita dan menyelamatkan kita dari kematian kekal. Dalam
bacaan pertama sebentar, kita akan mendengarkan tentang cara hidup jemaat
perdana. Mereka sehati sejiwa dan saling melengkapi. Selain berdoa bersama,
mereka juga hidup bersama dan saling berbagi. Kita bisa menimba semangat hidup
bersama, sehingga kita bisa saling meneguhkan iman kita. Yang menguatkan kita
adalah iman kita. Rasul Yohanes dalam bacaan kedua menyatakan bahwa yang
mengalahkan dunia adalah iman kita. Dalam bacaan Injil, kita akan mendengarkan
kisah tentang Yesus yang menampakkan diri kepada para rasul yang sedang
berkumpul dan berdoa. Yesus juga menegur Thomas yang tidak pernah akan
kebangkitan-Nya. Berbahagialah kita yang meskipun tidak melihat, kita percaya
kepada Yesus. Mari kita saling mendukung agar iman kita diteguhkan dan kita
tidak merasa sendirian. (hening sejenak)
03.
TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P
: Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap
mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U
: Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa
saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan
kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu,
saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan
kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P
: [Dengan tangan
terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni
dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
04.
MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan untuk
memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa juga menyanyikan lagu kemulian dari
buku Mada Bakti]
P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.
05.
DOA PEMBUKA
P
: Marilah kita
berdoa,
[hening sejenak] Allah Bapa yang kekal dan
kuasa, dalam masa Paskah ini, Engkau meneguhkan iman kami akan Paskah Yesus
Kristus, Putra-Mu. Ajarilah kami mengimani Dia, yang belum pernah kami lihat
dengan mata kami, atau pun kami jamah dengan tangan kami. Semoga Sabda-Nya yang
akan kami dengar dan renungkan, menghimpun kami menjadi Gereja-Nya, yang hidup
dalam satu iman kepada-Nya. Sebab Dialah, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa,
bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
06.
AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P
: Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya
agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup
kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07.
BACAAN PERTAMA (Kis. 4:32-35)
L
: Bacaan dari Kisah Para Rasul.
Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu,
mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari
kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan
mereka bersama. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian
tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang
melimpah-limpah. Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara
mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual
kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di
depan kaki rasul-rasul; lalu dibagibagikan kepada setiap orang sesuai dengan
keperluannya.
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
08. MENDARASKAN MAZMUR
TANGGAPAN
Refren (Mzm 118:1)
Refren : Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia
baik.
Mazmur:
1. Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya
kasih setia-Nya!" Biarlah kaum Harun berkata:"Bahwasanya untuk
selama-lamanya kasih setia-Nya!"Biarlah orang yang takut akan TUHAN
berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
2.
Tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan
keperkasaan!"
Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan
perbuatan-perbuatan TUHAN. UHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia
tidak menyerahkan aku kepada maut.
3.
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.
Hal
itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari
yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!
09.
BACAAN KEDUA (1Yoh. 5:1-6)
L
: Bacaan dari Surat Pertama Yohanes.
Setiap orang yang percaya, bahwa
Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia
yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya. Inilah tandanya,
bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta
melakukan perintah-perintahNya. Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa
kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintahperintah-Nya itu tidak berat,
sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan
yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari
pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? Inilah Dia yang telah
datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi
dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh
adalah kebenaran. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
10.
ALLELUIA (yoh. 1:14:12b)
P
: Alleluia
U : Alleluia
P : Karena telah melihat Aku, Tomas, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka
yang tidak melihat, namun percaya.
U
: Alleluia
11.
INJIL (Yoh. 20:19-31)
P
: Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St.
Yohanes
(Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu
jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
I. Pemimpin dan semua yang hadir membuat
tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin
membacakan Injil. Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu
berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci
karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itudatanglah Yesus
dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi
kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan
lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat
Tuhan. kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti
Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Sesudah
berkata demikian, Ia menghembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu
menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada." Tomas, seorang dari
kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka,
ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya:
"Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka:
"Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku
mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam
lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." Delapan hari kemudian
murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan
mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di
tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah
tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan
engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Tomas menjawab Dia:
"Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah
mereka yang tidak melihat, namun percaya." Memang masih banyak tanda lain
yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam
kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu
percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu
memperoleh hidup dalam nama-Nya.
I. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN SINGKAT
Dari bacaan Injil yang kita dengarkan
tadi, mari kita renungkan dua poin untuk kehidupan iman kita, baik secara
pribadi maupun secara bersama. Pertama, para murid Yesus berkumpul. Disebutkan
bahwa mereka berkumpul dalam ketakutan dan karenanya mereka mengunci pintu dan
jendela. Hal ini bisa dipahami karena situasi sedang mencekam, terutama setelah
Sang Guru ditangkap, diadili dan disalibkan. Bisa jadi, para pengikut-Nya akan
diburu juga. Karena itu, mereka merasa takut. Meskipun demikian, mereka tetap
berkumpul bersama, supaya saling meneguhkan. Kisah ini mengajak kita untuk
selalu berusaha untuk berada bersama. Iman kita memang sangat bersifat pribadi,
tetapi jika kita bersatu, maka kita akan makin teguh dalam iman.
Kehadiran kita dalam doa atau dalam
ibadah bersama, juga merupakan salah satu cara untuk bertumbuh bersama dalam
iman. Ketika kita bersatu, kita tidak merasa takut akan apapun, karena kita
saling mendukung. Saling berbagi akan selalu meringankan beban kita satu sama
lain. Kedua, rasul Thomas yang tidak percaya. Thomas tidak hadir ketika Yesus
menampakkan diri dan karenanya dia tidak percaya bahwa Yesus sudah bangkit. Dia
perlu bukti. Yesus memenuhi permintaan Thomas. Dia hadir dan menegur Thomas
yang tidak percaya.
Thomas pun percaya dan kemudian menurut
tradisi kita tahu, Thomas merasul sampai ke India dan mati di India. Kadangkala
kita meragukan apakah Tuhan memang hadir dalam hidup kita. Perasaan seperti ini
muncul ketika kita berada dalam kesulitan, kehilangan harapan atau kehilangan
pegangan hidup. Kita mungkin saja tidak percaya bahwa Tuhan sungguh hadir dan
menolong kita. Sama seperti Thomas, kita butuh bukti nyata bahwa Tuhan hadir.
Namun yang tidak kita sangka adalah
Tuhan selalu hadir dan menampakkan diri-Nya dalam hidup kita. Dia bisa hadir
ketika kita berkumpul bersama dalam nama-Nya, karena di mana dua atau tiga
orang berkumpul dalam nama-Nya, di sana Dia hadir. Semoga kisah Thomas mengingatkan
kita bahwa dalam situasi apapun, Tuhan hadir dan selalu meneguhkan kita. Jika
tidak bisa menemukan dan merasakan kehadiran-Nya dalam kesendirian,
rasakanlah kehadiran-Nya dalam kebersamaan atau dalam persekutuan iman. Kisah
cara hidup jemaat perdana adalah bukti bahwa di mana orang berkumpul dalam nama
Tuhan, di sana ada kekuatan dan iman yang hidup. Mari kita saling mendukung
agar setiap kita bisa merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita.
13.
HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P
: Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada
Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang
mahakuasa…..
15.
DOA UMAT
P :
Saudara-saudari terkasih, kita bergembira karena Kristus yang telah bangkit,
hadir di tengah-tengah kita. Dalam suasana gembira ini, marilah bersamasama
memanjatkan doa kepada Bapa di surga.
P : Bagi bangsa kita. Semoga kemenangan Kristus atas maut menumbuhkan gairah
dalam hati semua anak bangsa, agar kita bersama-sama tekun berjuang menegakkan
kebenaran, keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan bangsa. Marilah kita mohon….
P : Bagi
mereka yang putus asa dan kehilangan harapan. Kita berdoa juga bagi mereka yang
putus ada dan kehilangan harapan, agar mereka menemukan Yesus Kristus yang
telah bangkit dan yang tetap hidup bersama mereka juga. Marilah kita mohon….
P : Bagi umat
kita. Kita memohon kepada Bapa di surga, agar Ia mendorong kita menjadi pewarta
sukacita dan damai sejahtera Paskah Kristus kepada dunia, yang mendambakan masa
depan yang cerah. Marilah kita mohon….
P : Bagi kita
semua. Semoga Bapa di surga membimbing kita, agar kita sanggup mewartakan dan memuliakan
wafat dan kebangkitan Kristus di dalam hidup kita. Dan semoga kebersamaan dan
persaudaraan kita dalam Gereja menjadi penopang yang kuat bagi tugas pewartaan
dan kesaksian Marilah kita mohon….
P : Kita
hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
P :
Demikianlah ya Bapa, doa-doa permohonan yang kami sampaikan ke hadirat-Mu.
Semoga Engkau berkenan mengabulkannya sebab semua ini kami sampaikan kepada-Mu
dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U : Amin
16.
KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang
Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte
dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu
persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
17.
DOA PUJIAN
P
: Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan
kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada
Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau
di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang
terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi
satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami
berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas
segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan
anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau
kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami
berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci
Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki
setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu
lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus
Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni
(lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati
komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A. Cara A: DENGAN
KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan
komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil
Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale.
Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para
pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah
dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan
lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak
merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut
Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang
merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
19A.
BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan
menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A.
SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai
berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam
damai.
(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada
paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen
Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah Anak Domba Allah yang
menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau
datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu.
Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali
berkata:)
P
: Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian
komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
18B.
Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak
menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran
Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B.
BAPA KAMI --Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah
dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama,
marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat.
Dapat dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah kita saling memberikan salam
damai.
Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada
paling dekat saja.
20B.
DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin
dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita
untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah
bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan
Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya
sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak
berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh
hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku
merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat
menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani
ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan
mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah
daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita
masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama
kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir
sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.
21. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11
P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan
Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang membawakan Alkitab, kita buka
Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala
waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku
bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama
memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan
melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,
maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang
tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala
kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan
Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai
orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan
Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN,
tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh
Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad,
Amin.
22.
AMANAT PENGUTUSAN
P
: Saudara-saudari, sebagai pengikut Kristus, kita hidup dalam kebersamaan dan
persaudaraan Gereja kudus. Di dalamnya kita saling meneguhkan iman kita.
Sebagai Gereja, kita menerima iman seperti diimani dan diwariskan oleh para
rasul. Semoga kita saling meneguhkan sebagaimana para murid Yesus pada awalnya
saling meneguhkan satu sama lain.
23.
DOA PENUTUP
P : Ya Allah, semoga Tubuh Kristus yang
telah kami sambut ini mendorong dan memberikan keberanian kepada kami untuk
mewartakan Putra-Mu sehingga semakin banyak orang mengenal dan mengimani-Nya.
Sebab Dialah satu-satunya jaminan keselamatan abadi yang kami harapkan, kini
dan sepanjang masa.
U. Amin.
24.
MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN
P
: Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon
berkat Tuhan. [hening sejenak]
P
: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar
kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM
NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah
selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
25.
LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar