IBADAH SABDA MINGGU PASKAH III TAHUN B
IBADAH
SABDA MINGGU PASKAH III TAHUN B (PUTIH)
Minggu,
14 April 2024
Para Petugas Liturgi berkumpul
di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku
nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.
Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang
menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.
01.
TANDA SALIB DAN SALAM
P
: Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh
Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02.
KATA PEMBUKA
P : Hari ini kita merayakan hari Minggu
Ketiga Masa Paskah. Setiap kali kita bertemu untuk merayakan Ekaristi, Kristus
berada di tengah-tengah kita. Sabda Allah pada hari ini qu akan memberikan
kesaksian bahwa Yesus sungguh bangkit. “Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan
lihatlah.” la hadir di tengah rasul-rasulnya untuk menegaskan bahwa la sungguh
bangkit. Pengalaman perjumpaan ini membuat para rasul memiliki semangat lagi.
Mereka, bahkan diutus memberikan kesaksian, “Kamu adalah saksi dari semuanya
ini”. Semoga Ekaristi hari ini membuat kita pun diteguhkan untuk juga diutus
menjadi saksi iman yang kuat dan gembira dalam kehidupan ini. (hening sejenak)
03.
TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P
: Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap
mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U
: Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa
saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan
kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu,
saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan
kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P
: [Dengan tangan
terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni
dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
04.
MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan untuk
memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa juga menyanyikan lagu kemulian dari
buku Mada Bakti]
P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.
05.
DOA PEMBUKA
P
: Marilah kita
berdoa,
[hening sejenak] Ya Allah, dalam diri Yerus
Kristus, Putra-Mu, yang bangkit dan hidup mulia, Engkau telah memenuhi janji-Mu
yang diwartakan oleh para nabi. Kami mohon, semoga kami se lalu menyadari
kehadiran Putra-Mu yang membawa damai sejahtera bagi kami. Sebab, Dialah Tuhan,
Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan
berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
06.
AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P
: Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya
agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup
kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07.
BACAAN PERTAMA (Kis. 3:13-15.17-19)
L
: Bacaan dari Kisah Para Rasul.
Setelah
Petrus dan Yohanes menyembuhkan orang lumpuh, orang banyak yang sangat
keheranan mengerumuni mereka. Maka kata Petrus kepada mereka, “Allah Abraham,
Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu
Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus
berpendapat bahwa Ia harus dilepaskan. Kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar,
dan malah menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Yesus,
Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia
dari antara orang mati, dan tentang hal itu kami adalah saksi. Hai
saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena
ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpinmu. Tetapi dengan jalan demikian
Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan
nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita. Karena itu
sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan.
L.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
08. MENDARASKAN MAZMUR
TANGGAPAN
Refren
: Bagi orang benar Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gulita
Mazmur:
1. Apabila aku berseru, jawablah aku ya Allah yang adil. Apabila aku bersusah,
lapangkanlah dadaku, kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.
2.Ketahuilah,
Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasih-Nya, Tuhan akan mendengarkan
daku, bila aku berseru kepada-Nya.
3.Banyak
orang berkata, “Siapa yang akan menurunkan berkat?” Hendaknya cahaya wajah-Mu
menyinari kami, ya Tuhan.
4Aku
hendak membaringkan diri dan tidur dalam kehadiranku yang menenteramkan. Sebab
hanya Engkaulah, ya Tuhan, yang membuat istirahatku aman sentosa.
09.
BACAAN KEDUA (1Yoh. 2:1-5a)
L
: Bacaan dari Surat Pertama Yohanes.
Anak-anakku,
hal-hal ini kutulis kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa. Namun jika
seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus
Kristus, yang adil. Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita; malahan bukan
untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. Dan inilah tandanya
bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.
Barangsiapa berkata, ‘Aku mengenal Allah’ tetapi ia tidak menuruti
perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalam dia tidak ada kebenaran.
Tetapi barangsiapa menuruti firman Allah, di dalam orang itu kasih Allah
sungguh sudah sempurna.
Demikianlah
sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
10.
ALLELUIA (Luk
24:32, 2/4)
P
: Alleluia
U : Alleluia
P : Tuhan Yesus, terangkanlah Kitab
Suci, dan kobarkanlah hati kami bila mendengar Sabda-Mu.
U
: Alleluia
11.
INJIL (Lukas 24:35-48)
P
: Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas
(Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu
jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Dua murid yang dalam perjalanan ke
Emaus ditemui oleh Yesus yang bangkit segera kembali ke Yerusalem. Di sana
mereka menceriterakan kepada saudara-saudara yang lain apa yang terjadi di
tengah jalan, dan bagaimana mereka mengenal Yesus pada waktu Ia
memecah-mecahkan roti. Sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu,
Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka,
“Damai sejahtera bagi kamu!” Mereka terkejut dan takut, karena menyangka bahwa
mereka melihat hantu. Akan tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kamu
terkejut, dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hatimu? Lihatlah
tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini! Rabalah Aku dan lihatlah, karena
hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada
pada-Ku.”Sambil berkata demikian Yesus memperlihatkan tangan dan kaki-Nya
kepada mereka. Dan ketika mereka belum juga percaya karena girang dan masih
heran, berkatalah Yesus kepada mereka, “Adakah padamu makanan di sini?” Lalu
mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Yesus mengambilnya dan
memakannya di depan mata mereka. Yesus berkata kepada mereka, “Inilah perkataan
yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni
bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat
Musa, kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.” Lalu Yesus membuka pikiran mereka,
sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata Yesus kepada mereka, “Ada tertulis
demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari
yang ketiga. Dan lagi: Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan
dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah
saksi dari semuanya ini.”
P. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN SINGKAT
Saudara-saudari yang terkasih, Injil
Lukas yang kita dengarkan di Minggu Paskah ketiga ini mengisahkan kisah
perjumpaan para murid dengan Yesus yang telah bangkit. Kisah-kisah perjumpaan
dengan Yesus yang bangkit rupanya tidak membuat para murid secara otomatis
mengenal Yesus. Para murid yang melakukan perjalanan ke Emaus mengenal Yesus
ketika Yesus memecah-mecahkan roti, begitu juga ketika Yesus menampakkan diri
kepada para murid justru disangka sebagai hantu.
Setelah kematian Yesus, para murid
mengalami kegoncangan iman, sehingga sungguh tidak memahami peristiwa kematian
dan kebangkitan Yesus Kristus. Menariknya, Yesus datang kepada kepada para
murid untuk menguatkan iman mereka. Ia menunjukkan bahwa Dia sungguh mengalami
penderitaan, wafat disalib, dan bangkit dengan menunjukkan luka-lukanya serta
makan bersama mereka. Yesus meneguhkan para murid bahwa jalan yang dilalui
Yesus telah dinubuatkan oleh para nabi, yakni Mesias harus menderita dan
bangkit pada hari yang ketiga.
Kisah perjumpaan para murid dan Yesus
ini menunjukkan kepada kita bahwa penderitaan semakin membuat kita menjadi
takut ketika kita terpisah dari Allah. Namun, Allah menunjukkan bahwa
ketakuatan dan kecemasan telah dikalahkan lewat misteri sengsara, wafat dan
kebangkitan-Nya. Kita diundang untuk melihat tentang penderitaan bukanlah akhir
dari segalanya, tetapi sebagai jalan yang membuat kita semakin kuat karena
Allah telah melewatinya melaluli wafat dan kebangkitan Yesus.
Saudara-saudari yang terkasih, mari kita
bersyukur atas misteri iman kita ini. Allah yang bangkit senantiasa memberikan
kabar bahwa keselamatan ditawarkan kepada banyak orang. Sekarang, kita semua
diundang untuk membagikan kabar baik yang kita terima kepada orang-orang di
sekitar kita. Berkat Tuhan menyertai kita semua.
13.
HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P
: Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada
Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang
mahakuasa…..
15.
DOA UMAT
P : Kedua
murid yang tengah berjalan ke Emaus berkobar kobar hati mereka karena berjumpa
dengan Yesus yang bangkit. Marilah kita panjatkan doa dengan hati yang ber
kobar-kobar kepada Bapa karena Kristus telah bangkit bagi keselamatan kita pula
P : Bagi kaum
awam di dalam Gereja: Semoga Allah Bapa Yang Mahabaik memberkati para rasul
awam: para katekis dan pendidik, para pembina dan penjiwa gerakan-gerakan
sosial sehingga setiap karya pengabdian mereka dalam karya kerasulan menjadi
wujud kesaksian nyata atas iman akan Kristus yang telah bangkit. Marilah kita
berdoa…
U : Engkaulah
tumpuan harapan dan keselamatan kami, ya Tuhan.
P : Bagi
masyarakat kita. Semoga berkat kebangkitan Kristus, masyarakat kita yang
diperbudak oleh kesempitan cinta diri dan ketidaksetiaan, diperbarui
kembali dalam kekudusan seturut kehendak Kristua. Marilah kita berdoa…
U : Engkaulah
tumpuan harapan dan keselamatan kami, ya Tuhan.
P : Bagi para
penderita: Semoga berkat kebangkitan Kristus, para penderita cacat dan sakit
selalu teguh dalam pengharapan dan setia dalam iman yang terwujud dalam
perjuangan tanpa henti untuk berbagi hidup demi masa depan yang semakin cerah.
Marilah kita berdoa …
U : Engkaulah
tumpuan harapan dan keselamatan kami, ya Tuhan.
P : Bagi
keluarga-keluarga muda di paroki kita: Semoga Allah Bapa Yang Mahasetia
berkenan membimbing para keluarga muda di paroki kami agar menemukan ke
bahagiaan dalam saling mencinta dan membuktikan kese tiaan yang mantap. Marilah
kita berdoa …
U : Engkaulah
tumpuan harapan dan keselamatan kami, ya Tuhan.
P : Kita
hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Bapa
kami di surga, dalam diri Yesus yang telah bangkit Eng kau menunjukkan kepada
kami bahwa Engkau adalah Allah yang setia, Allah orang-orang hidup dan sukacita
kami. Maka, dengarkanlah doa putra dan putri-Mu dan perkenankanlah kami
bergembira karena pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami.
U : Amin
16.
KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang
Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte
dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu
persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
17.
DOA PUJIAN
P
: Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan
kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada
Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau
di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang
terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi
satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami
berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas
segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan
anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau
kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami
berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci
Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki
setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu
lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus
Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni
(lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati
komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A. Cara A: DENGAN
KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan
komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil
Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale.
Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para
pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah
dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan
lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak
merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut
Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang
merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
19A.
BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan
menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A.
SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai
berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam
damai.
(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada
paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen
Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah Anak Domba Allah yang
menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau
datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu.
Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali
berkata:)
P
: Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian
komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
18B.
Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak
menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran
Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B.
BAPA KAMI --Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah
dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan
sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat.
Dapat dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah kita saling memberikan salam
damai.
Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada
paling dekat saja.
20B.
DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin
dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita
untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah
bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan
Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya
sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak
berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh
hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku
merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat
menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani
ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan
mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah
daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita
masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama
kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir
sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.
21. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11
P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan
Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang membawakan Alkitab, kita buka
Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala
waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku
bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama
memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan
melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,
maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang
tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala
kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan
Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya
yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa
muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan
sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti
pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.
22.
AMANAT PENGUTUSAN
P
: Tuhan Yesus selalu hadir dalam keluarga dan dalam keseharian hidup kita,
dalam tugas dan pelayanan kita, juga ketika kita gagal dan tidak memperoleh
hasil apa-apa dari setiap pekerjaan dan perjuangan hidup kita. Ia hadir dan
memberi semangat baru, juga ketika kita tidak lagi mengenal Dia yang selalu
hadir di hati dan hidup kita. Dia hadir dan menguatkan kita. Tidak saja
meneguhkan, tetapi hadir-Nya memberikan kepada kita semangat hidup baru dalam
iman yang memungkinkan kita memperoleh hasil berlimpah, berkat yang luar biasa;
juga melalui orang-orang lain yang tidak kenal; yang dengan caranya sendiri,
entah langsung maupun tak langsung, dengan doa, dukungan dan kehadirannya telah
membuat kita berhasil, menjadi lebih baik. Karena itu kita patut bersyukur atas
cinta-Nya seperti fajar yang tak pernah berhenti bersinar dan seperti sungai
yang mengalir dan terus mengalir.
23.
DOA PENUTUP
P : Ya Allah, kami mohon, pandanglah
kami, umat-Mu; Engkau sudah berkenan membarui kami dengan sakaramen hidup
kekal. Semoga Engkau menyertai kami sampai kami memperoleh kemuliaan
kebangkitan badan yang tidak akan binasa. Dengan pengantaran Kristus, Tuhan
kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U. Amin.
24.
MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN
P
: Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon
berkat Tuhan. [hening sejenak]
P
: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar
kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM
NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah
selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
25.
LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar