IBADAH SABDA MINGGU BIASA XVI TAHUN B
IBADAH SABDA MINGGU BIASA XVI TAHUN B (HIJAU)
Minggu, 21 Juli 2024
Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus
Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Bapa-ibu, saudara/I, orang muda dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan
Pada Minggu Biasa ke-16 Tahun B ini, bacaan-bacaan suci membahas tema domba dan penggembalaan. Dalam bacaan I Nabi Yeremia mengutuk para pemimpin yang buruk dan dia menegaskan bahwa Allah berjanji untuk menggembalakan umat-Nya secara langsung. Dan nubuat itu terlaksana dalam diri Yesus Kristus yang menggenapinya dengan sungguh-sungguh Allah dan Sungguh-Sungguh Manusia. Dia adalah Sang Gembala yang baik, yang Yesus terus menggembalakan umat-Nya melalui Gereja. Ia membimbing, berjalan bersama, dan merawat mereka. Karena itu, kita harus tetap dekat dengan Yesus, menerima bimbingan-Nya, dan mengakui kepedulian dan kasih-Nya yang berkelanjutan bagi kita. (hening sejenak)
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa juga menyanyikan lagu kemulian dari buku Mada Bakti]
P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.
05. DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa,
[hening sejenak] Ya Allah, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau telah menggembalakan kami, kawanan-Mu. Semoga kami hidup sebagai kawanan yang selalu beratu dan tekun mendengarkan Sabda Putera-Mu serta melaksanakannya dalam hidup kami sehari-hari. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.
U. Amin.
06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (Yeremia 23:1-6)
“Aku akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku, dan Aku akan mengangkat gembala-gembala atas mereka.”
L. Bacaan dari Nubuat Yehezkiel:
Beginilah firman Tuhan, “Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!” Sebab itu beginilah firman Tuhan, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku, “Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai; kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalas kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman Tuhan. Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku mencerai-beraikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka; mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak. Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekor pun, demikianlah firman Tuhan. Sungguh, waktunya akan datang, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas Adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah nama yang diberikan orang kepadanya: Tuhan — keadilan Kita.
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
08. MENDARASKAN Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6
Refren : Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.
- Mazmur:
1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: ‘ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. ‘Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus. - Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
- Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.
- Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku, aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.
.
09. BACAAN KEDUA (Efesus 2:13-18) -duduk-
" “Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak.”
L. Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:
Saudara-saudara, di dalam Kristus Yesus kamu yang dahulu ‘jauh’ sekarang sudah menjadi ‘dekat’ oleh darah Kristus. Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak, dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu permusuhan. Sebab dengan wafat-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya. Dengan demikian Ia mengadakan damai sejahtera. Dalam satu tubuh Ia memperdamaikan keduanya dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan permusuhan pada salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ‘jauh’ dan kepada mereka yang ‘dekat’. Sebab oleh Dia kita, kedua pihak, beroleh jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
10. ALLELUIA (Luk 4:18)
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku
U : Alleluia
11. INJIL (Markus 6:30-34) -berdiri-
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Markus
(Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Sekali peristiwa Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil. Setelah menunaikan perutusannya, mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!” Sebab memang begitu banyaknya orang datang dan pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak, banyak orang melihat, dan mereka mengetahui tujuannya. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu dan mereka malah mendahului Yesus dan murid-murid-Nya. Ketika mendarat, dan melihat jumlah orang yang begitu banyak, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
P. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN SINGKAT
Saudara-saudariku yang dikasihi dan diberkati Tuhan
sering orang mendengar kata Ora et labora atau Berdoa dan Bekerja sebagai dua sisi kehidupan yang menjadi prinsip hidup. Dua hal itu diperjuangkan dalam hidup kita menjadi budaya kehidupan yang seimbang. Ada bahaya dalam kehidupan ini kalau kita hanya mengutamakan yang satu dan mengabaikan lainnya. Bahaya pertama adalah bahaya karena kegiatan atau bekerja yang terus-menerus, dan berdoa atau mengikuti misa. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat bekerja tanpa mengambil waktu untuk beristirahat. Juga, tidak ada seorang pun yang dapat menjalani hidupnya sebagai seorang Kristiani apabila dia tidak menyediakan waktu untuk berdoa atau misa.
Bahaya pula kalau seseorang itu hanya memusatkan hidupnya pada kegiatan doa, ibadah, devosi, tanpa disertai tindakan dan kehadiran nyata dalam kehidupan sehari-hari berhadapan dengan sesama dan lingkungan hidupnya. Karena iman dan doa hanya akan bernilai ketika menghasilkan banyak buah dalam tindak kebaikan bagi banyak orang. Kita tidak pernah boleh mencari persekutuan dengan Allah agar dapat menghindarkan diri dari persekutuan dengan sesama manusia, melainkan untuk menyiapkan diri kita agar lebih baik dalam bersekutu dengan sesama manusia. Namun cukupkah hanya dengan keseimbangan Doa dan Karya bagi hidup kita? Masih dibutuhkan satu hal yang sangat penting untuk mendasari keduanya, yaitu Belas Kasih.
Hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. Ia bertindak bukan hanya berdasarkan pertimbangan hukum belaka, tetapi karena KasihNya kepada manusia. Belas kasih dalam diri-Nya, menjadi dasar bagi Yesus untuk mengambil tindakan nyata bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongan-Nya. Belas kasihan membuat Yesus mengesampingkan ego- Nya. Kebutuhan-Nya untuk menyendiri dan beristirahat dikesampingkan, demi menjawab kebutuhan orang banyak. Tidak ada artinya kedekatan kita pada Tuhan dalam berbagai olah rohani kalau tidak dilandasi kasih kita kepada Allah. Tidak ada nilainya keaktifan kita melayani sesama tanpa adanya kasih kita kepada sesama.
Saudara saudariku terkasih, Sikap Yesus ini menjadi pelajaran sekaligus contoh bagi kita untuk menempatkan belas kasih sebagai pondasi hidup kita, termasuk dalam kegiatan rohani dan karya pelayanan. Semoga dengan demikian, kita sebagai murid-muridNya dapat memancarkan karya keselamatan Allah melalui seluruh aspek kehidupan dan kehadiran kita. Tuhan memberkati. Amin
(https://resi.dehonian.or.id/2024/07/17/minggu-21-juli-2024-hari-minggu-biasa-xvi/)
13. HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P : Begitu besarlah belas kasih Allah kepada kita, umat-Nya. Marilah kita memanjatkan doa kepada Allah Bapa kita yang amat menyayangi kita dan takkan pernah meninggalkan kita.
L : Bagi kesatuan Gereja: Ya Bapa, satukanlah umat yang mengimani Kristus, Pu tra-Mu, untuk selalu mengutamakan belas kasih dan per saudaraan sejati di atas kepentingan-kepentingan kelompok dan perbedaan yang ada di antara kami. Pimpinlah kami untuk selalu menghayati Injil-Mu dalam hidup kami sebagai satu kawanan yang dipersatukan oleh Sang Gembala Agung, Tuhan kami, Yesus Kristus. Marilah kita Mohon
U : Kabulkanlah Doa Kami ya Tuhan
L : Bagi kerukunan umat beragama: Ya Bapa, semoga kerukunan di antara umat beragama dalam masyarakat kami semakin nyata berkat penggembalaan-Mu. Semoga kami tetap bertekun mengembangkan persaudaraan sejati terhadap setiap orang di dunia ini. Marilah kita Mohon
U : Kabulkanlah Doa Kami ya Tuhan
L : Bagi anak-anak terlantar: Ya Bapa, semoga anak-anak yang terlantar menemukan tem pat tinggal dan cinta kasih sejati. Bimbinglah kami untuk memiliki bela rasa dan cinta kasih sejati bagi mereka yang miskin, menderita dan juga terlantar. Marilah kita Mohon
U : Kabulkanlah Doa Kami ya Tuhan
L : Bagi kita bersama: Ya Bapa, semoga kami selalu bersikap rendah hati dan mau belajar dari orang lain demi perkembangan hidup kami. Bimbinglah kami agar selalu tulus dan bersemangat dalam mem bangun kerja sama dengan orang lain demi kesejahteraan ber sama.
Marilah kita Mohon
U : Kabulkanlah Doa Kami ya Tuhan
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Allah Bapa Yang Maha Esa, Engkau menghendaki kami hidup rukun dan bersatu. Oleh karena itulah Engkau meng utus Putra-Mu. Perkenankanlah Kerajaan damai dan cinta kasih-Nya berkembang sekarang dan di waktu mendatang. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
U : Amin
16. KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
17. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
19A. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.
(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P : Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
18B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B. BAPA KAMI --Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Dapat dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.
Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.
21. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11
P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.
22. AMANAT PENGUTUSAN
P : Saudara-saudari, Sebagai pengikut Kristus, kita seharusnya memiliki semangat misioner, diutus untuk mewartakan dan memberi kesaksian tentang kebaikan Tuhan. Pewartaan terbaik adalah melalui sikap hidup. Semoga kita dapat menghidupi iman kita dengan baik dalam keseharian kita.
23. DOA PENUTUP
P : Ya Allah, kami bersyukur karena Putra-Mu telah menjadi tuan rumah sekaligus hidangan atas perjamuan kudus yang boleh kami ikuti ini. Semoga Ia pun senantiasa tinggal bersama kami dan menjadi gembala kami sehingga kami selalu merasa aman dan tentram di dunia ini sampai kami Kauperkenankan mengalami ketentraman abadi di surga. Sebab, Dialah Tuhan dan penyelamat kami, kini dan sepanjang masa. U. Amin.
24. MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar