IBADAH SABDA MINGGU BIASA XXIII TAHUN B
IBADAH SABDA
MINGGU BIASA XXIII TAHUN B (HIJAU)
Minggu, 08
September 2024
Para Petugas Liturgi
berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa
siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat
komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita
ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang
menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa
Paskah.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan
Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus
Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Bapa-ibu, saudara/I, orang muda
dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan
Setiap
orang dipanggil untuk menjadi terbuka atas kasih dan sapaan Allah. Namun, harus
diakui bahwa ternyata tidak setiap orang mau mendengarkan sapaan dan kasih itu.
Bisa hal ini karena memang orangnya tertutup (tuli), namun juga barangkali
tidak melihat (buta). Allah selalu dan senantiasa hadir dan ada untuk kita.
Hanya orang yang mendengar dan mau percaya kepadaNya yang mendapat berkatNya. Hari
ini, kita berusaha membuka hati dengan dengan datang kepada Yesus yang kita
rayakan dalam Ekaristi. kita tetap mohon agar kehadiran-Nya dalam Tubuh dan
Darah memberi kesembuhan kepada kita yang merayakannya.
(hening sejenak)
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui
bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan
Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang
Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan
pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya
berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan
Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya
mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan
tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita,
mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan
untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa juga menyanyikan lagu kemulian
dari buku Mada Bakti]
P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi kepada orang
yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena
kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi,
Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera
yang tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba
Allah, Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa
dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa
dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa,
kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya
Yesus Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa.
Amin.
05. DOA PEMBUKA
P
: Marilah kita berdoa,
[hening
sejenak] Allah Bapa kami yang maharahim, hanya mereka
yang tidak mau melihat yang benar-benar buta; hanya mereka yang tidak mau
mendengar, yang sungguh tuli. Kami mohon kepada-Mu bukalah mata dan
telinga kami terhadap segala kebaikan yang telah Kaulaksanakan dengan
perantaraan orang-orang pilihan-Mu sehingga kami dapat memberi kesaksian:
‘Semua yang dibuat-Nya itu baik’. Dengan demikian, semoga semakin banyak orang
mengimani Putra-Mu itu. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang
bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang
segala masa.
U. Amin.
06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita
untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita
iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan
dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (Yesaya 35:4-7a)
" Kuatkanlah hatimu, jangan takut!
Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan ganjaran."
L. Bacaan dari Nubuat Yesaya:
Katakanlah kepada orang-orang yang
tawar hati, “Kuatkanlah hatimu, jangan takut! Lihatlah, Allahmu akan datang
dengan pembalasan dan ganjaran. la sendiri datang menyelamatkan kamu!” Pada
waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli
akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut
orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan
sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan
tanah gersang menjadi sumber-sumber air.
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU
ANTAR BACAAN
Refren : Pujilah Tuhan, hai
jiwaku
- Tuhan menegakkan keadilan bagi
orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan
membebaskan orang-orang yang terkurung.
- Tuhan membuka mata orang buta,
dan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar dan
menjaga orang-orang asing.
- Anak yatim dan janda
ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan
itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-menurun!
09. BACAAN KEDUA (Yakobus 2:1-5)
-duduk-
" sebagai orang yang beriman kepada
Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan
memandang muka."
L. Bacaan dari Bacaan dari Surat Rasul Yakobus:
Saudara-saudaraku, sebagai orang
yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu
kamu amalkan dengan memandang muka. Sebab, jika ada orang yang memakai cincin
emas dan pakaian indah masuk ke dalam kumpulanmu, dan masuk pula ke situ
seorang miskin yang berpakaian buruk, dan kamu menghormati orang yang
berpakaian indah itu serta berkata kepadanya, ‘Silakan Tuan duduk di tempat
yang paling baik ini!’ sedang kepada yang miskin itu kamu berkata, ‘Berdirilah
saja di sana!” atau, ‘Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!’ bukankah
kamu telah membuat pembedaan dalam hatimu, dan bertindak sebagai hakim dengan
pikiran yang jahat? Dengarkanlah, Saudara-saudara terkasih! Bukankah Allah
memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya
dalam iman, dan ahliwaris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada siapa saja
yang mengasihi Dia?
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
10. ALLELUIA (Luk 4:18)
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Yesus memberitakan Injil
Kerajaan Allah dan menyembuhkan semua orang sakit.
U : Alleluia
11. INJIL (Markus 7:31-37)
-berdiri-
P : Marilah kita bersama-sama
mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Markus
(Pemimpin
dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan
dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Pada waktu itu
Yesus meninggalkan daerah Tirus, dan lewat Sidon pergi ke Danau Galilea, di
tengah-tengah daerah Dekapolis. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang tuli
dan gagap dan memohon supaya Yesus meletakkan tangan-Nya atas orang itu. Maka
Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian. Kemudian Ia
memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu meludah dan meraba lidah orang
itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata
kepadanya, “Effata”’ artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinga orang itu,
dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata
dengan baik. Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan
menceritakannya kepada siapa pun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin
luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang, dan berkata, “Ia
menjadikan segala-galanya baik! Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu
dijadikan-Nya berbicara.”
P. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN SINGKAT
Tuhan Yesus dalam Injil hari ini
menyembuhkan seorang yang bisu dan tuli. Bisa berarti orang itu tidak bisa
berbicara dengan jelas. Kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak dapat
ditangkap maksudnya. Bahkan ia gagap, maka dengan susah payah segala maksud dan
keinginannya yang mau disampaikan tidak bisa ditangkap, tidak bisa dimengerti.
Dan tuli berarti ia sama sekali tidak bisa mendengar apapun, entah suara atau
bunyi-bunyian. Maka seseorang yang mengalami nasib bisu dan tuli sangatlah
dimengerti, betapa sulitnya dan menderitanya orang itu. Ia tidak bisa mendengar
dan tidak bisa berbicara dengan baik.
Ketika orang itu dibawa kepada Tuhan
Yesus dan memohon agar disembuhkan, Tuhan Yesus menyembuhkan orang itu dan
dengan demikian ia bisa dengan sangat baik mendengar dan berbicara. Kerinduan
akan kesembuhan terjawab. Tuhan Yesus memberikan jawaban atas kerinduan orang
itu. Dengan peristiwa itu, orang-orang yang menyaksikan dan yang mengalami
sungguh penuh sukacita mewartakan karya Allah dalam diri Tuhan Yesus itu dengan
memberikan kesaksian bahwa “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli
dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata”. Kebaikan
yang dialami diwartakan kepada segala orang. Dan orang semakin percaya dan
terus mewartakan peristiwa penyembuhan itu. Dari peristiwa itu Tuhan Yesus mau
menyatakan bahwa Ia menyembuhkan dan mengangkat kemampuan pendengaran manusia
untuk sanggup mendengarkan Sabda Allah. Sebab keselamatan kita tergantung dari
derajat sampai dimana kita sanggup mendengarkan Sabda Tuhan. Maka orang itu bukan hanya disembuhkan,
tetapi juga diselamatkan.
Kita saat ini secara jasmani tentu
masih baik dan jelas mendengar. Namun terkadang kita kita kurang mendengar
dengan baik. Bahkan senang mendengar hal-hal yang kurang mendukung kehidupan
iman kita. Telinga kita senang mendengar kata-kata kotor dan makian, kita juga
kurang mendengarkan berbagai nasehat baik untuk hidup kita, bahkan menutup
telinga kita terhadap jeritan dan tangisan orang-orang yang membutuhkan
perhatian dan pertolongan kita. Kita mendengar tapi ternyata tidak mau
mendengarkan. Kita pun menjadi tuli terhadap bisikan suara Tuhan dalam hidup
kita. Juga secara rohani, kita sering bisu, tidak mau berbicara tentang
kebaikan-kebaikan orang lain, kita menjadi gagap karna yang kita bicarakan
adalah kata-kata kotor, fitnahan, gosip, dan umpatan-umpatan. Kata-kata kita
banyak kali mematikan semangat hidup orang lain. Justru bisu dan tuli jenis ini
paling parah dalam hidup kita. Kita perlu datang kepada Tuhan Yesus agar
disembuhkan. Hendaknya kita mendengarkan Sabda Tuhan tidak dengan telinga
tetapi dengan hati.
Kita perlu membiarkan Tuhan Yesus
untuk menjamah telinga dan mulut atau lidah
kita agar kita bisa berbicara tentang kebaikan Tuhan dan sesama, juga
mendengarkan suara dan sapaan Tuhan, serta suaara dan jeritan sesama di sekitar
kita. Bila kita mengalami kesembuhan maka baiklah kalau kita pun dengan berani
memberikan kesaksian dalam hidup kita bahwa Allah telah menjadikan
segala-galanya baik, juga bagi diri kita, bahwa kita yang tuli dijadikan-Nya
mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata. Hendaknya kita selalu siap
untuk mewartakan karya dan kebaikan Tuhan yang kita lihat, yang kita dengar dan
yang kita alami. Maka kita tidak hanya disembuhkan tetapi juga diselamatkan!
13. HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan
dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan
Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P : Kristuslah kehadiran Kerajaan
Allah yang menyelamatkan. Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli
dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berbicara. Marilah kita dengan
mantab berdoa kepada Bapa, yang telah mengutus Yesus Kristus bagi keselamatan
kita.
L : Bagi Gereja di negara-negara
berkembang: Ya Bapa, bimbinglah Gereja-Mu di negara-negara berkembang, agar
tidak hanya menonjol karena perhatiannya kepada kaum miskin, tetapi berani pula
membela keadilan sosial. Marilah kita mohon, …
L : Bagi masyarakat kita: Ya Bapa,
berkatilah masyarakat kami untuk tetap setia dalam memperjuangkan keadilan dan
kebenaran serta mau terlibat dalam memberikan diri bagi orang-orang yang sedang
mengalami penderitaan dan kesulitan. Marilah kita mohon, …
L : Bagi orang-orang sakit, bisu tuli
dan buta: Ya Bapa, teguhkanlah semangat dan pengharapan orang-orang sakit, bisu
tuli dan buta, sehingga dapat mempersatukan penderitaan mereka dengan
penderitaan Kristus dan demi cinta kasih sejati. Marilah kita mohon, …
L : Bagi kita semua di sini: Ya
Bapa, bukalah hati kami dan terangilah kami dengan Roh Kudus‐Mu khususnya agar
pada bulan Kitab Suci ini kami umat‐Mu dapat membaca, memahami, dan menghidupi
Sabda‐Mu, sehingga kami semakin menjadi pribadi, keluarga, komunitas yang
berakar pada sabda‐Mu. Marilah kita mohon,…
P : Kita hening sejenak untuk
menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Allah Bapa di surga, kami
percaya akan kebaikan dan penyelenggaraan-Mu terhadap semua orang.
Perkenankanlah kami mengalami dan menghayati bahwa Engkau Allah kami dan kami
umat kesayangan-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
U : Amin
16. KOLEKTE
[Selanjutnya ada
pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada
sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu
dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada
Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
17. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih,
Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya.
Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan
mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya
Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan
dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah
Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan
Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam
hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua
orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan
oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh
Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat
beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan
madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan
satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul
Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut
komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak
menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian,
Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain
korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari
tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala
yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan
umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin
mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita
tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut
Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang
merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
19A. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita
dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai,
Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan
salam damai.
(Umat memberikan salam
damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai,
Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti
kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah Anak Domba Allah yang
menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori
ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin
dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas,
Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
(Dengan khidmat, Pemimpin
menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang
menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P : Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
18B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak
menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran
Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B. BAPA KAMI --Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita
telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu
dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya
sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat.
Dapat dilaksanakan Salam
Damai.
P : Marilah kita saling memberikan
salam damai.
Umat memberikan salam
damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua
yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain
sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati
kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang
sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam
Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari
dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu
tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau
sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya,
dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak
dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara
rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan
mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah
daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita
masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama
kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi
oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening
secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin,
dapat dinyanyikan satu lagu.
21. MENDOAKAN MAZMUR
34:2-11
P : Marilah kita bersama-sama,
mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang membawakan Alkitab, kita buka
Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala
waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku
bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama
memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan
melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,
maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang
tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala
kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan
Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai
orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan
Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN,
tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh
Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad,
Amin.
22. AMANAT PENGUTUSAN
P : Dalam Injil kita
mendengarkan bahwa Yesus menyembuhkan seorang tuli dan gagap, sehingga bisa
mendengarkan dan berbicara dengan baik. Injil hari ini menggambarkan bagaimana
Yesus, dengan menyembuhkan seorang tuli dengan gangguan bicara, menggenapi
nubuatan Mesianik Yesaya, “Mata orang buta akan terbuka dan telinga orang tuli
akan terbuka.” Penyakit yang disebutkan
oleh Yesaya adalah simbol dari penyakit batin kita: kebutaan terhadap kebutuhan
sesama kita, keengganan untuk mendengar suara Tuhan dan ketidakmampuan untuk
mengucapkan kata-kata pujian, permintaan maaf, pengampunan, dan rasa syukur.
Melalui kisah mukjizat ini, Markus juga mengingatkan kita bahwa tidak ada
seorang pun yang dapat menjadi pengikut Tuhan tanpa menjangkau mereka yang
tidak berdaya, dan bahkan tak mengenal batas..
23. DOA PENUTUP
P : Allah Bapa Yang Maharahim, kami
bersyukur atas sakramen cinta kasih-Mu ini. Mampukanlah kami untuk melihat dan
mewartakan karya cinta kasih-Mu dalam hidup kami sehari-hari. Utuslah Roh
Kebijaksanaan-Mu untuk membimbing kami dalam peziarahan menuju kepada-Mu.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
24. MOHON BERKAT TUHAN DAN
PENGUTUSAN
P : Sebelum mengakhiri
perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati
kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH
KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah
selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar