IBADAH SABDA MINGGU BIASA XXV TAHUN B
IBADAH SABDA
MINGGU BIASA XXV TAHUN B (HIJAU)
Minggu, 22
September 2024
Para Petugas Liturgi
berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa
siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat
komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita
ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang
menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa
Paskah.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan
Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus
Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Bapa-ibu, saudara/I, orang muda
dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan
Pada
Minggu Biasa ke-25 Tahun B, kita merenungkan tema-tema tentang kerendahan hati,
pelayanan, dan kehidupan Kristiani. Bacaan-bacaan tersebut membimbing kita
untuk mempertimbangkan bagaimana kita menjalankan iman kita dengan cara-cara
praktis. Bacaan pertama menunjukkan perbedaan antara hikmat duniawi dan
surgawi. Kebijaksanaan duniawi mendatangkan kedengkian dan ambisi yang egois,
sedangkan hikmat surgawi mendatangkan kedamaian dan kebenaran. Bacaan kedua
dari Rasul Yakobus menyerukan kedamaian dan kemurnian. Bacaan ini
memperingatkan kita terhadap bahaya kecemburuan dan keegoisan, serta meminta
kita untuk mencari kedamaian dan melakukan perbuatan baik. Dalam Bacaan Injil
Tuhan Yesus mengajarkan orang-orang beriman tentang kebesaran melalui pelayanan
kepada sesama. Ia menempatkan seorang anak di hadapan para murid, menunjukkan
bahwa melayani orang yang paling lemah di antara kita adalah jalan menuju kedamaian
dan suka cita sejati.
(hening sejenak)
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui
bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan
Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang
Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan
pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya
berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan
Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya
mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan
tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita,
mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan
untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa juga menyanyikan lagu kemulian
dari buku Mada Bakti]
P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi kepada orang
yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena
kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi,
Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera
yang tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba
Allah, Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa
dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa
dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa,
kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya
Yesus Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa.
Amin.
05. DOA PEMBUKA
P
: Marilah kita berdoa,
[hening
sejenak] Allah Bapa Yang Maha Pengasih, melalui Putra-Mu,
Engkau selalu membela kaum yang lemah, miskin dan menderita. Kami mohon, semoga
semangat belas kasih Putra-Mu itu senantiasa menjiwai kami sehingga kami pun
berani memihak dan memberikan pertolongan nyata kepada saudara-saudari kami
yang lemah, miskin dan menderita. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang
bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa..
U. Amin.
06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita
untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita
iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan
dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (Kebijaksanaan 2:12,17-20)
L. Bacaan dari Nubuat Yesaya:
Orang-orang fasik berkata satu sama
lain, “Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi
gangguan, serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum
dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap
pendidikan kita. Cobalah kita lihat apakah perkataannya benar, dan ujilah apa
yang terjadi waktu ia berpulang. Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah,
niscaya Allah akan menolong dia serta melepas- kannya dari tangan para
lawannya. Mari kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal
kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan
hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat
pertolongan.”
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU
ANTAR BACAAN
Refren : Tuhanlah yang
menopang aku
1. Ya Allah, selamatkanlah aku
karena nama-Mu, berilah keadilan
kepadaku karena keperkasaan-Mu! Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga
kepada ucapan mulutku!
2. Sebab orang-orang yang angkuh
bangkit menyerang aku, orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku; mereka
tidak mempedulikan Allah.
3. Sesungguhnya, Allah adalah
penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Dengan rela hati aku akan mempersembahkan
kurban kepada-Mu, aku akan bersyukur sebab baiklah nama-Mu, ya Tuhan.
09. BACAAN KEDUA (Yakobus 3:16-4:3) -duduk-
L. Bacaan dari Bacaan dari Surat
Rasul Yakobus:
Saudara-saudara yang terkasih, di
mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, di situ ada kekacauan dan
segala macam perbuatan jahat. Tetapi hikmat yang dari atas itu pertama-tama
muni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah
yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Dan buah yang terdiri dari
kebenaran itu ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai. Dari
manakah datangnya sengkota dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah dari hawa
nafsumu yang saling bergulat di dalam dirimu? Kamu mengingini sesuatu tetapi
tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh. Kamu iri hati, tetapi tidak mencapai
tujuan, lalu kamu bertengkar dan berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa,
karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima
apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta akan kamu gunakan
untuk memuaskan hawa nafsu Demikianlah Sabda Tuhan.
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
10. ALLELUIA (Luk 4:18)
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Allah telah memanggil kita lewat
Injil; sehingga kita boleh menikmati kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.
U : Alleluia
11. INJIL (Markus 9:30-37)
-berdiri-
P : Marilah kita bersama-sama
mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Markus
(Pemimpin
dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan
dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Setelah Yesus
dimuliakan di atas gunung, la dan murid-murid-Nya melintas di Galilea. Yesus
tidak mau hal itu diketahui orang, sebab la sedang mengajar murid- murid-Nya.
la berkata kepada mereka, “Putra Manusia akan diserahkan ke dalam tangan
manusia, dan mereka akan membunuh Dia. Tetapi tiga hari setelah dibunuh, la akan
bangkit.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakan- nya
kepada Yesus. Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika
sudah di rumah, Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Apa yang kamu
perbincangkan tadi di tengah jalan?” Tetapi mereka diam; sebab di tengah jalan
tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Lalu Yesus
duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka, “Jika
seseorang ingin menjadi yang pertama, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari
semuanya dan menjadi pelayan dari semuanya.” Yesus lalu mengambil seorang anak
kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka. Kemudian la memeluk anak itu
dan berkata kepada mereka, “Siapa saja yang menyambut seorang anak seperti ini dalam
nama-Ku, ia menyambut Aku. Siapa saja yang menyambut Aku, sebenarnya bukan Aku
yang mereka sambut, melainkan Dia yang mengutus Aku.”
P. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN SINGKAT
Pada Minggu Biasa ke-25 Tahun B,
bacaan-bacaan suci mengajak kita untuk merenungkan kerendahan hati,
kebijaksanaan, dan pelayanan. Tema-tema ini menantang kita untuk memeriksa
bagaimana kita menjalankan iman kita dan berinteraksi dengan orang lain. Mari
kita telusuri pesan-pesan dalam bacaan ini untuk memperdalam pemahaman dan
komitmen kita untuk mengikuti Kristus.
Bacaan pertama dari Kitab
Kebijaksanaan berbicara tentang orang benar yang menderita karena kebenaran
mereka. Orang jahat merencanakan kejahatan terhadap orang benar, mencoba
melihat apakah Tuhan akan menyelamatkan mereka. Bagian ini mengingatkan kita
bahwa menjalani kehidupan yang benar dapat menyebabkan penderitaan dan
pertentangan. Dari bacaan ini kita dapat belajar bahwa hikmat sejati tidak
selalu dihargai. Terkadang, melakukan hal yang benar mendatangkan tantangan dan
kesulitan. Namun, kita dipanggil untuk tetap setia dan percaya bahwa Tuhan
melihat dan mengetahui pergumulan kita.
Renungan ini membantu kita memahami
bahwa hikmat dari Tuhan menuntun kita pada jalan yang mungkin tidak mudah,
tetapi itu adalah jalan yang benar. Kita harus mencari hikmat yang mendatangkan
kedamaian, kebenaran, dan hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan. Tetap setia
pada hikmat ini, bahkan ketika sulit, adalah panggilan kita sebagai orang
Kristen.
Bacaan kedua dari Surat Yakobus
berbicara tentang konflik yang muncul dari keinginan yang egois. Yakobus
mendesak kita untuk mencari kedamaian dan kebenaran alih-alih menyerah pada
kecemburuan dan ambisi yang egois. Ia mengingatkan kita bahwa hikmat sejati
berasal dari Tuhan dan menuntun pada perbuatan baik.
Hidup yang benar berarti
mengutamakan kehendak Tuhan di atas keinginan kita sendiri. Hidup yang benar
melibatkan pencarian kedamaian, bersikap lembut, dan menunjukkan belas kasihan.
Tindakan-tindakan ini mencerminkan hikmat Tuhan dan mendatangkan keharmonisan
dalam kehidupan dan masyarakat kita.
Pesan Yakobus mendorong kita untuk
memeriksa motif dan tindakan kita. Apakah kita didorong oleh keegoisan, atau
apakah kita berusaha untuk hidup dengan cara yang menghormati Tuhan dan
melayani orang lain? Dengan memilih kebenaran dan kedamaian, kita menyelaraskan
hidup kita dengan kehendak Tuhan.
Dalam Injil Tuhan Yesus mengajarkan
para pengikutnya tentang kebesaran sejati. Ia memberi tahu mereka bahwa siapa
pun yang ingin menjadi yang pertama harus menjadi pelayan bagi semua orang. Ia
kemudian menempatkan seorang anak di tengah-tengah mereka, menunjukkan kepada
mereka bahwa menyambut yang terkecil berarti menyambut Dia.
Pelajaran tentang kerendahan hati
dan pelayanan ini sangat penting bagi kita. Yesus menjungkirbalikkan gagasan
tentang kebesaran. Alih-alih mencari kekuasaan dan status, Dia memanggil kita
untuk melayani orang lain, terutama mereka yang rentan dan membutuhkan.
Dengan melayani orang lain dengan
kerendahan hati, kita mengikuti teladan Yesus. Bukan tentang diperhatikan atau
dipuji, tetapi tentang kepedulian dan kasih yang tulus terhadap orang lain.
Inilah cara kita menjalankan iman kita dan menunjukkan kasih Kristus kepada
dunia.
13. HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan
dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan
Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P : Kristus bersabda, "Jika
seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari
semuanya dan menjadi pelayan dari semuanya." Marilah kita panjatkan
doa kepada Allah Bapa agar kita boleh menjadi pelayan seperti Kristus,
Putra-Nya:
L. Bagi Gereja: Semoga Bapa menuntun
Gereja-Nya untuk selalu bersatu meski ada perbedaan dan dalam keanekaragaman.
Marilah kita mohon...
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi para penanggung jawab
masyarakat: Semoga Bapa membimbing para penanggung jawab masyarakat kami agar
mengutamakan semangat pelayanan daripada semangat kekuasaan. Marilah kita
mohon....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi para korban perang,
pertikaian, penahanan dan pembuangan: Semoga Bapa menolong para korban perang,
pertikaian, penahanan dan pembuangan agar mereka dapat menemukan kembali
kedamaian. Marilah kita mohon....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi kita bersama: Semoga Bapa
menuntun kita di sini agar bertekun dan bersemangat dalam melayani sesama
daripada melayani diri sendiri seturut teladan Putra-Nya. Marilah kita mohon.
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
P : Kita hening sejenak untuk
menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Allah Bapa kami yang Mahabaik,
berkatilah kami dengan kasih sayang-Mu yang demikian agung dan kabulkanlah kini
doa-doa kami yang kami panjatkan dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
U : Amin
16. KOLEKTE
[Selanjutnya ada
pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada
sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu
dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada
Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
17. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih,
Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya.
Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan
mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya
Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan
dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah
Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan
Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam
hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua
orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan
oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh
Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat
beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan
madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan
satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul
Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut
komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak
menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian,
Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain
korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari
tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala
yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan
umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin
mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita
tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut
Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang
merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
19A. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita
dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai,
Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan
salam damai.
(Umat memberikan salam
damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai,
Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti
kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah Anak Domba Allah yang
menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori
ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin
dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas,
Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
(Dengan khidmat, Pemimpin
menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang
menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P : Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
18B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak
menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran
Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B. BAPA KAMI --Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita
telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu
dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya
sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat.
Dapat dilaksanakan Salam
Damai.
P : Marilah kita saling memberikan
salam damai.
Umat memberikan salam
damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua
yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain
sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati
kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang
sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam
Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari
dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu
tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau
sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya,
dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak
dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara
rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan
mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah
daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita
masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama
kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi
oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening
secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin,
dapat dinyanyikan satu lagu.
21. MENDOAKAN MAZMUR
34:2-11
P : Marilah kita bersama-sama,
mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang membawakan Alkitab, kita buka
Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala
waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku
bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama
memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan
melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,
maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang
tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala
kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan
Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai
orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan
Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN,
tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh
Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad,
Amin.
22. AMANAT PENGUTUSAN
P : “Tuhan membalikkan
kriteria tentang apa yang benar-benar penting: kebesaran dan kesuksesan di mata
Tuhan diukur dari pelayanan. Bukan dari apa yang dimiliki seseorang, tetapi
dari apa yang diberikan seseorang. Apakah Anda ingin menjadi yang pertama?
Melayanilah.”
Paus Fransiskus
23. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa:
Allah Bapa yang penuh kasih, kami
bersyukur atas sakramen cinta kasih-Mu ini. Ajarilah kami untuk melayani sesama
sebagaimana Putra-Mu telah datang ke dunia bukan untuk dilayani tetapi untuk
melayani. Dengan demikian, semoga kelak kami Kauperkenankan untuk menikmati
kebahagiaan abadi di rumah-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami..
U. Amin.
24. MOHON BERKAT TUHAN DAN
PENGUTUSAN
P : Sebelum mengakhiri
perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati
kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH
KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah
selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar