IBADAH SABDA MINGGU BIASA XXVI TAHUN B
IBADAH SABDA
MINGGU BIASA XXVI TAHUN B (HIJAU)
Minggu, 29
September 2024
Para Petugas Liturgi
berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa
siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi
dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”,
dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan
bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan
Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus
Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Bapa-ibu, saudara/I, orang muda
dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan
Bacaan-bacaan
pada Minggu Biasa ke-26 Tahun B ini hendak mengingatkan kita untuk bersikap
terbuka terhadap Roh Allah dalam cara-cara yang tak terduga dan untuk hidup
adil. Tema-tema ini mengajak kita untuk menghindari dosa, menolong sesama, dan
menghargai perbuatan baik tanpa pransangka dan curiga. Dalam bacaan I dari
Kitab Bilangan (Bilangan
11:25-29), Allah menunjukkan kepada kita bahwa bahwa Dia dapat memilih
siapa saja untuk menyampaikan pesan-Nya. Semua orang bisa menjadi Nabi yang
menyampaikan pesan Allah kepada Dunia. Bacaan Kedua dari Yakobus
5:1-6 berisi tentang teguran kepada Orang kaya karena menimbun kekayaan dan mengeksploitasi
pekerja; kemewahan dan ketidakadilan akan membawa kehancuran kepada mereka. Rasul
Yakobus mengingatkan kita bahwa Menolong mereka yang membutuhkan adalah bagian
penting dari penghayatan iman. Bacaan Injil dari injil Markus
9:38-43, 45, 47-48 : Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk tidak
menghalangi seseorang mengusir setan atas nama-Nya. Ia menekankan tentang beratnya
dosa yang menyebabkan orang lain jatuh dalam dosa. Tuhan juga menekankan pentingnya
menghindari dosa dan sumber-sumber dosa. Merenungkan tema-tema ini membantu
kita bertumbuh dalam iman. (hening sejenak)
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui
bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan
Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang
Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan
pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya
berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan
Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya
mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan
tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita,
mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan
untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa juga menyanyikan lagu kemulian
dari buku Mada Bakti]
P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi kepada orang
yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena
kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi,
Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera
yang tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba
Allah, Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa dunia,
kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa
dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa,
kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya
Yesus Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa.
Amin.
05. DOA PEMBUKA
P
: Marilah kita berdoa,
[hening
sejenak] Ya Allah, Engkau selalu memberi kesempatan kepada
kami untuk berbuat baik. Semoga, kami senantiasa memanfaatkan kesempatan yang
Kauberikan kepada kami itu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus,
Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita
untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita
iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan
dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (Bil 11:25-29)
“Apakah engkau begitu giat mendukung
diriku? Sekiranya seluruh umat Tuhan menjadi nabi!”
L. Bacaan dari Kitab Bilangan:
Sekali peristiwa turunlah Tuhan
dalam awan dan berbicara kepada Musa. Kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh
yang ada pada Musa, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua Israel. Ketika
Roh itu hinggap pada mereka, penuhlah mereka dengan Roh seperti nabi, tetapi
sesudah itu tidak lagi. Pada waktu itu masih ada dua orang tinggal di
perkemahan; yang seorang bernama Eldad, yang lain bernama Medad. Mereka itu
termasuk orang-orang yang dicatat tetapi mereka tidak turut pergi ke kemah.
Ketika Roh itu hinggap pada mereka, penuhlah mereka itu dengan Roh seperti nabi
di tempat perkemahan. Lalu berlarilah seorang muda memberitahukan kepada Musa,
“Eldad dan Medad penuh Roh seperti nabi di tempat perkemahan!” Maka menyahutlah
Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa, “Tuhanku Musa, cegahlah
mereka!” Tetapi Musa berkata kepadanya, “Apakah engkau begitu giat mendukung
diriku? Ah, sekiranya seluruh umat Tuhan menjadi nabi, karena Tuhan memberikan
Roh-Nya kepada mereka!”
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU
ANTAR BACAAN
Refren : Titah Tuhan tepat
menyukakan hati
1. Taurat Tuhan itu sempurna,
menyegarkan jiwa; Peraturan Tuhan itu teguh,
memberikan hikmat kepada orang yang bersahaja.
2. Takut akan Tuhan itu suci, tetap
untuk selama-lamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar,
adil selalu.
3. Semua itu diperhatikan oleh
hamba-Mu;memang besar ganjaran orang yang berpegang padanya.
Tetapi siapa yang sadar akan kesesatannya? Bebaskanlah aku dari apa yang
tidak kusadari.
4. Lindungilah pula hamba-Mu
terhadap kecongkakan; jangan sampai aku dikuasai oleh-Nya!
Memang aku akan menjadi tak bercela, dan bebas dari pelanggaran besar
09. BACAAN KEDUA ((Yak 5:1-6) -duduk-
Kekayaan
sudah membusuk.”
L. Bacaan dari Surat Rasul Yakobus:
Hai kamu orang-orang kaya, menangis dan merataplah atas sengsara yang akan
menimpa kamu! Kekayaanmu sudah membusuk, dan pakaianmu sudah dimakan ngengat!
Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap
kamu, dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada
hari-hari yang sedang berakhir. Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar,
karena kamu telah menahan upah para buruh yang telah menuai hasil ladangmu. Dan
keluhan mereka yang menyabit panenmu telah sampai ke telinga Tuhan semesta
alam. Kamu telah hidup dalam kemewahan dan berfoya-foya di bumi! Kamu telah
memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. Kamu telah menghukum,
bahkan membunuh orang jujur, dan ia tidak dapat melawan kamu.
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
10. ALLELUIA (Luk 4:18)
P : Alleluia
U : Alleluia
P : uhan, firman-Mu adalah
kebenaran. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran.
U : Alleluia
11. INJIL (Mrk 9:38-43.45.47-48) -berdiri-
P : Marilah kita bersama-sama
mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Markus
(Pemimpin
dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan
dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Pada suatu hari
Yohanes berkata kepada Yesus, “Guru, kami melihat seorang yang bukan pengikut
kita mengusir setan demi nama-Mu. Lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan
pengikut kita.” Tetapi Yesus berkata, “Janganlah kamu cegah dia! Sebab tak
seorang pun yang telah mengadakan mukjizat demi nama-Ku, dapat seketika itu
juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Aku
berkata kepadamu: Sesungguhnya, barangsiapa memberi kamu minum secangkir air
oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan ganjarannya.
Barangsiapa menyesatkan salah seorang dari anak-anak kecil yang percaya ini,
lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu
dibuang ke dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena
lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk ke dalam hidup daripada dengan
utuh kedua belah tangan dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak
terpadamkan. Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik
bagimu dengan kaki timpang masuk ke dalam hidup daripada dengan utuh kedua kaki
dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah,
karena lebih baik bagimu masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu
daripada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat
bangkai tidak mati, dan api tidak padam
P. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN SINGKAT
Dalam bacaan pertama, roh Allah
berdiam di Eldad dan Medad, meskipun mereka tidak hadir dalam pertemuan Bersama
musa. Hal ini mengejutkan semua orang, termasuk Musa. Musa menjelaskan bahwa
Allah dapat memilih siapa saja untuk menerima roh-Nya.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa roh
Tuhan tidak terbatas. Tuhan dapat bekerja melalui siapa pun, di mana pun mereka
berada. Kita harus terbuka untuk melihat pekerjaan Tuhan di tempat dan orang
yang tak terduga. Ketika kita menerima bahwa roh Tuhan dapat hadir dalam diri
siapa pun, kita menjadi lebih terbuka. Dengan demikian kita pun menyadari bahwa
setiap orang memiliki potensi untuk membagikan pesan Tuhan. Hal ini membantu
kita menghargai berbagai cara Tuhan bekerja di dunia.
Dalam Injil, para pengikut Tuhan Yesus
melihat seseorang mengusir setan dalam nama Yesus dan mencoba menghentikannya.
Yesus memberi tahu mereka untuk tidak menghentikannya, karena siapa pun yang
tidak melawan kita, berarti mendukung kita. Yesus menekankan bahwa perbuatan
baik yang dilakukan dalam nama-Nya itu sangat berharga.
Pelajaran ini menunjukkan kepada
kita, pentingnya bersikap terbuka dalam pelayanan kita. Kita hendaknya tidak
cepat menghakimi orang lain yang melakukan pekerjaan baik, meskipun mereka
bukan bagian dari kelompok kita. Yesus menghargai semua upaya yang dilakukan
atas nama-Nya.
Dengan mengakui dan mendukung
perbuatan baik orang lain, kita membangun komunitas yang lebih kuat. Kita semua
bekerja menuju tujuan yang sama. Semangat keterbukaan ini memperkuat iman dan persatuan kita. Tuhan
juga mengingatkan kita agar menghindari dosa dengan menyingkirkan segala
sesuatu yang menyebabkan kita berdosa. Dengan membuat keputusan-keputusan yang
sulit ini, kita dapat menjalani kehidupan yang benar dan berkenan pada Allah.
13. HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan
dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan
Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P : Kristus membimbing kita agar
berani meninggalkan segala-galanya demi kerajaan Allah. Marilah kita berdoa
kepada Allah Bapa Maha Pengasih yang akan selalu membuka pintu kerajaan-Nya
bagi kita:
L. Bagi Gereja: Semoga Bapa
memberkati Gereja-Nya agar selalu mewartakan Kabar Baik kepada kaum miskin,
serta membebaskan orang-orang yang tertindas seturut teladan Kristus. Marilah
kita mohon...
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi bangsa-bangsa yang kaya: Semoga Bapa
menuntun bangsa-bangsa yang kaya, agar tidak terus-menerus mengeksploitasi
negara-negara miskin, melainkan mendampingi mereka untuk mencapai perkembangan
dan kesejahteraan manusiawi dan jasmani. Marilah kita mohon....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi sesama kita yang dalam
kesulitan: Semoga hati dan tangan kami terbuka untuk membantu sesama kami yang
sedang dalam kesulitan, serta mengembalikan kepercayaan mereka akan keadilan
dan persahabatan di antara manusia.. Marilah kita mohon....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi umat kristiani di sini dan
di mana mereka berada: Semoga Bapa meneguhkan kami untuk berani mengutamakan
Kerajaan-Mu yang terungkap dalam karya kasih terhadap sesama kami, khususnya
mereka yang sakit dan lanjut usia, mereka yang sendirian dan kesepian, serta
semua orang yang menderita. Marilah kita mohon.
U. Tuhan, dengarkanlah
umat-Mu.
P : Kita hening sejenak untuk
menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Tuhan, Allah kami, bukalah mata
kami untuk terlibat dalam membantu kebutuhan sesama kami. Sebab hanya bila
peduli kepada sesama, kami dapat mengasihi Engkau di atas segala-galanya.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami..
U : Amin
16. KOLEKTE
[Selanjutnya ada
pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama
yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu
dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada
Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
17. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih,
Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya.
Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan
mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya
Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan
dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah
Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan
Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam
hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua
orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan
oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh
Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat
beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan
madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan
satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul
Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut
komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak
menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian,
Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain
korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari
tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala
yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan
umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin
mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita
tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut
Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang
merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
19A. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita
dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai,
Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan
salam damai.
(Umat memberikan salam
damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai,
Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti
kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah Anak Domba Allah yang
menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori
ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin
dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas,
Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
(Dengan khidmat, Pemimpin
menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang
menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P : Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
18B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak
menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran
Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B. BAPA KAMI --Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita
telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu
dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya
sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat.
Dapat dilaksanakan Salam
Damai.
P : Marilah kita saling memberikan
salam damai.
Umat memberikan salam
damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua
yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain
sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati
kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang
sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam
Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari
dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu
tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau
sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya,
dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak
dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara
rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan
mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah
daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita
masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama
kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi
oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening
secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin,
dapat dinyanyikan satu lagu.
21. MENDOAKAN MAZMUR
34:2-11
P : Marilah kita bersama-sama,
mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang membawakan Alkitab, kita buka
Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala
waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku
bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan
nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku
dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan
berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini
berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu
meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai
orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan
Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN,
tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh
Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad,
Amin.
22. AMANAT PENGUTUSAN
P : “Status kedudukan,
pangkat, jabatan atau apapun bentuknya, bukanlah jaminan atau tanda keberhasilan.
Sikap murni, jujur, tidak mementingkan diri sendiri dalam melaksanakan tugas,
itulah yang ingin disampaikan Yesus kepada kita. Setiap orang, siapapun, bila
ia bersikap dan berbuat seperti dilakukan oleh Yesus, maka ia sungguh berpihak
pada Yesus. “Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita”, tegas-Nya!
Memiliki status apapun, harus dilengkapi dengan sikap kasih dan kelembutan
hati. “Sesungguhnya, barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena
kamu adalah Pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan ganjanrannya” (ay,41).
23. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa:
Allah Bapa yang Mahabaik, semoga
Sabda dan Tubuh Kristus yang telah kami terima dalam Ekaristi ini menjadikan
kami memperoleh harta kekayaan yang tidak dapat lapuk, yaitu cinta kasih
kepada-Mu dan kepada sesama kami. Dengan demikian, kami pun mempunyai harta di
surga sebagaimana dijanjikan oleh Putra-Mu. Sebab Dialah, Tuhan, Pengantara
kami
U. Amin.
24. MOHON BERKAT TUHAN DAN
PENGUTUSAN
P : Sebelum mengakhiri
perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati
kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH
KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah
selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar