IBADAT SABDA MINGGU BIASA XXIX TAHUN B
IBADAT SABDA
MINGGU BIASA XXIX TAHUN B (HIJAU)
Minggu, 20
Oktober 2024
Para Petugas Liturgi
berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa
siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi
dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”,
dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan
bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan
Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus
Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Bapa-ibu,
saudara/I, orang muda dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan
Bacaan-bacaan suci di
Minggu biasa ke-29 ini mengajarkan kepada kita tentang semangat pelayanan,
kerendahan hati, dan kepemimpinan sejati. Bacaan Pertama dari Kitab Yesaya 53:10-11: Nabi Yesaya berbicara tentang seorang hamba yang
menderita karena dosa orang lain. Hamba Allah itu akan menyerahkan nyawanya
untuk menebus kesalahan banyak orang. Nabi Yesaya bernubuat tentang peristiwa
penderitaan, wafat dan kebangkitan Kristus untuk menebus dosa manusia. Bacaan
Kedua dari kitab Ibrani 4:14-16 menegaskan kepada kita bahwa Yesus Kristus adalah
imam Agung yang memahami kelemahan kita sebagai manusia. Kita didorong untuk
mendekatkan diri kepada Tuhan dengan penuh iman dalam doa dan cara hidup,
karena Yesus, imam besar kita, memahami perjuangan kita. Dia menyerahkan
diri-Nya sebagai pengorbanan yang sempurna, yang berarti tidak ada pengorbanan
lain yang diperlukan untuk menebus dosa-dosa kita. Bacaan Injil dari Inil Markus 10:35-45: Yakobus dan Yohanes meminta kepada Yesus untuk
duduk di kanan dan kiri Yesus dalam kemuliaan-Nya kelak. Yesus menegur mereka
dengan menjelaskan bahwa kebesaran sejati di dalam kerajaan Allah berasal dari sikap
mau melayani orang lain dengan rendah
hati dan bersedia mengorbankan diri bagi
orang lain. Dia menekankan bahwa kepemimpinan yang baik berkaitan dengan
semangat mau melayani dan membantu orang lain. Merefleksikan bagian-bagian ini
membantu kita memahami peran kita sebagai pengikut Kristus.
(hening sejenak)
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui
bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan
Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang
Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan
pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya
berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan
Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya
mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan
tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita,
mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan
untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa juga menyanyikan lagu kemulian
dari buku Mada Bakti]
P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi kepada orang
yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena
kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi,
Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang
tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba
Allah, Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa
dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa
dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa,
kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya
Yesus Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa.
Amin.
05. DOA PEMBUKA
P
: Marilah kita berdoa,
[hening sejenak]
Allah Bapa Yang Maharahim, kami bersyukur karena Putra-Mu telah rela
menanggung kesalahan-kesalahan kami dan menderita demi keselamatan semua orang.
Semoga, Ia senantiasa menjiwai kami sehingga kami pun bersedia saling membantu
untuk memanggul beban hidup kami masing-masing. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara
kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah,
sepanjang segala masa.
U. Amin.
06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita
untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita
iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan
dari Alkitab]
07.
BACAAN PERTAMA (Yes
53:10-11)
"Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban silih, ia akan
melihat keturunannya, dan umurnya akan lanjut."
L. Bacaan dari Kitab Yesaya
Tuhan berkehendak meremukkan
hamba-Nya dengan kesakitan. Tetapi apabila ia menyerahkan dirinya sebagai
kurban penebus silih, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan
kehendak Tuhan akan terlaksana karena dia. Sesudah kesusahan jiwanya, ia akan
melihat terang dan menjadi puas. Sebab Tuhan berfirman: Hamba-Ku itu, sebagai
orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan
mereka dia pikul.L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU
ANTAR BACAAN
(Mzm 33:4-5,18-19,20-22)
Refr. : “Perlihatkanlah kepada
kami kasih setiamu ya Tuhan.”
Mazmur:
Ayat oleh Pemazmur :
1. Sebab Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan
kesetiaan, Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh kasih setia-Nya.
2. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa, kepada mereka yang
berharap akan kasih setia-Nya. Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan
memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan. Dialah Penolong kita dan perisai kita!
Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap
kepada-Mu.
09.
BACAAN KEDUA (Ibr
4:14-16) -duduk-
"Marilah kita menghampiri
takhta kerahiman Allah dengan penuh keberanian."
L. Bacaan dari Surat kepada Orang
Ibrani:
Saudara-saudara, kita sekarang mempunyai seorang Imam Agung, yang telah
melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang
pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Agung yang kita punya, bukanlah imam agung
yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Sebaliknya Ia sama
dengan kita! Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita
menghampiri takhta kerahiman Allah dengan penuh keberanian supaya kita menerima
rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan pada waktunya. L.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
10. ALLELUIA
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Anak Manusia datang untuk
melayani ini dan memberikan nyawanya bagi tebusan banyak orang.
U : Alleluia
11. INJIL (Panjang: Mrk10:35-45)-berdiri-
P : Marilah kita bersama-sama
mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Markus
(Pemimpin
dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan
dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Sekali peristiwa
Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata
kepada-Nya, "Guru, kami harap Engkau mengabulkan suatu permohonan
kami!" Jawab Yesus kepada mereka, "Apa yang hendak Kuperbuat
bagimu?" Mereka menjawab, "Perkenankanlah kami ini duduk dalam
kemuliaan-Mu kelak, seorang di sebelah kanan-Mu dan seorang lagi di sebelah
kiri-Mu." Tetapi kata Yesus kepada mereka, "Kamu tidak tahu apa yang
kamu minta. Sanggupkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis
dengan baptisan yang harus Kuterima?" Jawab mereka, "Kami
sanggup." Yesus lalu berkata kepada mereka, "Memang, kamu harus
meminum cawan yang harus Kuminum, dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus
Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan atau kiri-Ku, Aku tidak berhak
memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang yang baginya telah
disediakan." Mendengar itu, kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada
Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil murid-murid-Nya lalu berkata,
"Kamu tahu bahwa orang-orang yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah
rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya
dengan keras atas mereka. Tetapi janganlah demikian di antara kamu! Barangsiapa
ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan
barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi
hamba untuk semuanya. Sebab Anak Manusia pun datang bukan untuk dilayani
melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi
banyak orang."
P. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN SINGKAT
Bapa-ibu, saudara/I, orang muda dan
anak-anak yang terkasih dalam Tuhan
·
Bacaan-bacaan suci di Minggu biasa ke-29 ini
mengajarkan kepada kita tentang semangat pelayanan, kerendahan hati, dan
kepemimpinan sejati.
·
Nabi Yesaya (Yes. 53:10-11)memberi gambaran
tentang seorang hamba yang menderita bagi orang lain. Hamba Allah ini menangung
rasa sakit dan kesedihan untuk membawa penyembuhan dan pengampunan. Bagian ini merujuk
kepada Yesus, yang rela menderita untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita.
Penderitaan Yesus tidak sia-sia. Dengan luka-lukanya, kita disembuhkan.
Pengorbanannya menunjukkan kedalaman cinta-Nya kepada kita dan memanggil kita
untuk mengasihi orang lain dengan cara yang sama.
·
Dalam bacaan kedua dari kitab Ibrani 4:14-16:
berbicara tentang Yesus sebagai imam Agung kita. Dia memahami kelemahan kita
karena Dia menghadapi godaan yang sama. Karena itu, kita dapat mendekatkan diri
kepada Tuhan dengan penuh keyakinan, mengetahui bahwa kita akan menerima belas
kasihan dariNya. Dia tahu bagaimana rasanya menjadi manusia. Dia bersimpati
dengan perjuangan kita dan selalu siap membantu kita.
·
Kita didorong untuk mendekat diri kepada
Allah dalam doa. Kita harus percaya pada rencana dan belas kasihan Yesus agar kita
dapat menemukan kekuatan dan kasih karunia di saat-saat kita membutuhkannya.
Yesus, imam besar kita, menjembatani kesenjangan antara kita dan Allah Bapa.
·
Dalam
Injil Markus 10:35-45, Yakobus dan Yohanes meminta posisi kehormatan kepada Yesus.
Tuhan Yesus mengajarkan kepada mereka bahwa kebesaran sejati berasal dari sikap
melayani orang lain. Dia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani dan
memberikan hidup-Nya bagi banyak orang.
Tanggapan Yesus ini sungguh mengubah gagasan tentang kekuatan
dan otoritas duniawi. Seorang pemimpin harus menjadi hamba dengan melayani dan
siap berkorban untuk orang lain. Kepemimpinan sejati di Kerajaan Allah adalah
tentang kerendahan hati dan pelayanan, bukan mencari kehormatan bagi diri
sendiri. Dia memanggil kita untuk mengikuti teladan-Nya.
·
Pelajaran
ini menantang kita untuk memeriksa keinginan dan ambisi kita. Apakah kita
mencari kemuliaan pribadi, atau kita bersedia melayani orang lain tanpa pamrih?
Kebesaran sejati ditemukan dalam kerendahan hati dan pelayanan, seperti yang
ditunjukkan oleh Yesus.
13. HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan
dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan
Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P : Mengikuti Kristus adalah
panggilan hidup sejati sebagai putra-putri Bapa Yang Maha Pengasih. Marilah
kita berdoa kepada Bapa agar kita selalu diteguhkan dalam perjalanan kita
mengikuti Kristus, jalan kebenaran dan kehidupan:
L. Bagi Gereja, Umat Allah: Semoga
Bapa memberkati Gereja-Nya agar semakin teguh dalam mengikuti Kristus,
satu-satunya jalan menuju kerajaan-Mu. Marilah kita mohon...
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi semua orang yang telah
meninggal dengan tidak diketahui siapa-siapa, secara khusus bagi mereka para
korban perang di Timur Tengah: Semoga Engkau mengingat mereka semua dan
menempatkan mereka pada tempat damai abadi di sisi-Mu. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi mereka yang miskin dan
menderita: Semoga Bapa memberkati orang-orang miskin dan menderita. Tuntunlah
mereka untuk selalu berpengharapan akan kasih-Mu yang tidak akan pernah
meninggalkan kami. Marilah kita mohon....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi umat paroki kita: Semoga
Bapa memberkati kita semua yang bersatu di dalam nama-Mu. Marilah kita mohon.
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L Bagi kepentingan diri kita masing-masing :
... (hening) ... Kami mohon ...
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
P Allah Bapa kami, Engkau telah
mencurahkan begitu banyak rahmat kepada kami dengan cuma-cuma. Ajarilah kami
untuk memberi dengan cuma-cuma pula seturut kehendak-Mu dan Putra-Mu, Yesus
Kristus, Tuhan, Pengantara kami.
U : Amin
16. KOLEKTE
[Selanjutnya ada
pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada
sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu
dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada
Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
17. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih,
Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya.
Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih
ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya
Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan
dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah
Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan
Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam
hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua
orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan
oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh
Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat
beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan
madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan
satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul
Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut
komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak
menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian,
Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain
korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari
tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala
yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan
umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin
mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita
tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan
menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki
yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
19A. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita
dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai,
Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan
salam damai.
(Umat memberikan salam
damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai,
Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti
kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah Anak Domba Allah yang
menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori
ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin
dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas,
Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
(Dengan khidmat, Pemimpin
menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang
menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P : Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
18B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak
menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran
Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B. BAPA KAMI --Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita
telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu
dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya
sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat.
Dapat dilaksanakan Salam
Damai.
P : Marilah kita saling memberikan
salam damai.
Umat memberikan salam
damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua
yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain
sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati
kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang
sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam
Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari
dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu
tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau
sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya,
dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak
dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara
rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan
mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah
daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita
masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama
kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi
oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening
secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin,
dapat dinyanyikan satu lagu.
21. MENDOAKAN MAZMUR
34:2-11
P : Marilah kita bersama-sama,
mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang membawakan Alkitab, kita buka
Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala
waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku
bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan
nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku
dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan
berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini
berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu
meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai
orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan
Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN,
tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh
Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad,
Amin.
22. AMANAT PENGUTUSAN
P : Bacaan-bacaan suci hari
ini mengingatkan kita pada panggilan kita untuk melayani orang lain dengan
rendah hati. Pengalaman penderitaan, imamat, dan pelayanan Yesus membimbing
kita dalam perjalanan iman kita. Semoga kita menerima pelajaran ini dan
berusaha untuk mengikuti Dia dengan lebih dekat setiap hari.
23. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa:
Ya Allah, kami bersyukur atas
kekayaan rohani yang telah kami terima dalam Tubuh Kristus, Putra-Mu ini.
Jadikanlah kami putra-putri-Mu yang saling memperkaya satu sama lain dalam
iman, harapan dan cinta kasih sehingga kami pun layak menerima anugerah
keselamatan abadi yang Kaujanjikan. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.
U. Amin.
24. MOHON BERKAT TUHAN DAN
PENGUTUSAN
P : Sebelum mengakhiri
perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati
kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH
KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah
selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar