IBADAT SABDA MINGGU BIASA XXVIII TAHUN B
IBADAT SABDA
MINGGU BIASA XXVIII TAHUN B (HIJAU)
Minggu, 13
Oktober 2024
Para Petugas Liturgi
berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa
siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi
dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”,
dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan
bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan
Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus
Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Bapa-ibu, saudara/I, orang muda
dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan
Bacaan-bacaan
suci di hari Minggu biasa ke-28 ini berbicara tentang kebijaksanaan Allah dan
tantangan mengikuti Tuhan Yesus. Pesan dan nasehat dari bacaan-bacaan suci hari
ini mendorong kita, orang-orang yang percaya,
untuk mencari hikmat Tuhan. Bacaan pertama dari kitab Kebijaksanaan 7:7-11 menunjukkan
kepada kita, bagaimana Raja Salomo berdoa untuk mendapatkan kebijaksanaan dan
menghargainya di atas semua miliknya. Bacaan ini mendorong kita untuk mencari hikmat Tuhan dengan
percaya, taat dan setia pada Firman Allah yang lebih berharga dari apa pun. Bacaan
II dari Kitab Ibrani 4:12-13 menegaskan kepada kita bahwa Firman Allah itu kuat,
membedakan pikiran dan niat kita yang terdalam. Tidak ada yang tersembunyi dari
pandanganNya; semuanya terbuka, dan kita bertanggung jawab kepadaNya. Bacaan
ini mengingatkan kita bahwa firman Tuhan itu hidup dan berkuasa. Dia dapat
menilai pikiran dan keinginan kita, memanggil kita untuk hidup sesuai dengan
ajaran Allah. Ia adalah kebijaksanaan Allah yang akan membawa kita kepada
keselamatan. Bacaan Injil Markus 10:17-30 berkisah
tentang perjumpaan Tuhan Yesus dengan seorang pria muda kaya yang hendak meminta
nasehat untuk memasuki kehidupan kekal. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa hidup
kekal adalah karunia dari Allah yang membutuhkan iman dan dedikasi terhadap
perintah-perintah-Nya. Tema-tema ini membantu kita untuk memahami
bagaimana iman kita kepada Tuhan Yesus mengubah kita dan bagaimana kita harus
tetap waspada terhadap kejahatan. (hening sejenak)
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui
bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan
Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang
Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan
pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya
berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan
Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya
mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan
tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita,
mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan
untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa juga menyanyikan lagu kemulian
dari buku Mada Bakti]
P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi kepada orang
yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena
kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi,
Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera
yang tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba
Allah, Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa
dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa
dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa,
kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya
Yesus Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa.
Amin.
05. DOA PEMBUKA
P
: Marilah kita berdoa,
[hening
sejenak] Allah Bapa Yang Maha Pengasih, Engkau telah mencintai
kami dengan kasih yang begitu besar. Semoga, kami pun senantiasa belajar dan
berusaha untuk mencintai Engkau dan sesama melebihi cinta kami terhadap harta
kekayaan yang akan binasa. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, yang
bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang
segala masa.
U. Amin.
06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita
untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita
iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan
dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (Keb 7:7-11)
Dibandingkan
dengan roh kebijaksanaan, kekayaan kuanggap bukan apa-apa."
L. Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan
Aku berdoa, dan aku pun diberi
pengertian, aku bermohon, dan roh kebijaksanaan pun datang kepadaku. Dialah
yang lebih kuutamakan daripada tongkat kerajaan dan takhta; dibandingkan
dengannya, kekayaan kuanggap bukan apa-apa. Permata yang tak terhingga nilainya
tidak kusamakan dengan dia, sebab segala emas di bumi hanya pasir saja di
hadapannya, dan perak dianggap lumpur belaka di sampingnya. Kebijaksanaan
kukasihi lebih daripada kesehatan dan keelokan rupa, dan aku lebih suka
memiliki dia daripada cahaya, sebab kemilaunya tak kunjung henti. Namun
demikian besertanya datang pula kepadaku segala harta milik, dan kekayaan yang
tak terpemanai ada di tangannya.
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU
ANTAR BACAAN
(Mzm 90:12-13,14-15,16-17)
Refr. : “Kenyangkanlah kami
dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak sorai.”
Mazmur:
1. Ajarlah kami menghitung hari-hari
kami, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Kembalilah, ya Tuhan, berapa
lama lagi? Dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
2. Kenyangkanlah kami di waktu pagi
dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang
hayat. Buatlah sukacita kami seimbang dengan dukacita di masa lalu, seimbang
dengan tahun-tahun kami mengalami celaka.
3. Biarlah hamba-hamba-Mu
menyaksikan perbuatan-Mu, biarlah anak-anak mereka menyaksikan semarak-Mu.
Kiranya kemurahan Tuhan melimpah atas bumi! Teguhkanlah perbuatan tangan kami,
ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah!
09. BACAAN KEDUA (Ibr 4:12-13) -duduk-
"Firman
Allah sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita."
L. Bacaan dari Surat kepada Orang
Ibrani:
Saudara-saudara, firman Allah itu hidup dan kuat, lebih tajam dari pada pedang
bermata dua mana pun! Firman itu menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan
roh, sendi-sendi dan sumsum! Firman itu sanggup membedakan pertimbangan dan
pikiran hati kita. Tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya,
sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya
kita harus memberikan pertanggungjawaban.
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
10. ALLELUIA
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Berbahagialah orang yang
miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan Surga.
U : Alleluia
11. INJIL (Panjang: Mrk10:17-30)
(Singkat: 10:17-27)-berdiri-
P : Marilah kita bersama-sama
mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Markus
(Pemimpin
dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan
dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. (Pada suatu hari
Yesus berangkat meneruskan perjalanan-Nya. Maka datanglah seorang berlari-lari
mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya, "Guru yang
baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab
Yesus kepadanya, "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik
selain Allah! Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh,
jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta dan jangan
mengurangi hak orang, hormatilah ayah dan ibumu!" Kata orang itu kepada
Yesus, "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Tetapi
Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya,
"Hanya satu lagi kekuranganmu: Pergilah, juallah apa yang kaumiliki, dan
berikanlah itu kepada orang-orang miskin. Maka engkau akan beroleh harta di
surga. Kemudian datanglah ke mari, dan ikutlah Aku." Mendengar perkataan
Yesus, orang itu menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyaklah
hartanya. Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata
kepada mereka, "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam
Kerajaan Allah." Murid-murid tercengang mendengar perkataan-Nya itu.
Tetapi Yesus menyambung lagi, "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke
dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada
seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Para murid semakin gempar dan
berkata seorang kepada yang lain, "Jika demikian, siapakah yang dapat
diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata, "Bagi manusia hal
itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab bagi Allah segala
sesuatu adalah mungkin!") Lalu berkatalah Petrus kepada Yesus, "Kami
ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" Maka Yesus
menjawab, "Sungguh, Aku berkata kepadamu, barangsiapa, karena Aku dan
karena Injil, meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak
atau ladangnya, pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat:
rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak-anak dan ladang,
sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang ia akan menerima
hidup yang kekal."
P. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN SINGKAT
·
Dalam
Bacaan I dari Kitab Kebijaksanaan, Salomo berdoa untuk meminta kebijaksanaan di
atas segalanya. Bagi Salomo kebijaksanaan lebih berharga dari pada kekuasaan,
kekayaan, dan bahkan kesehatan. Semua hal-hal duniawi tersebut dapat kita raih
dengan kemauan, koneksi, usaha dan pengetahuan. Namun dibutuhkan kebijaksanaa
untuk mengolah dan mengatur apa yang kita miliki agar mendatangkan damai dan
kesejahteraan bagi kita dan bagi orang-orang di sekitar kita. Bagi Salomo, hikmat yang benar berasal dari Tuhan dan lebih
berharga dari pada apa pun yang dimilikinya. Kekayaan dan kehormatan duniawi
bersifat sementara dan dapat membawa kita menjauh dari Tuhan. Tetapi hikmat
membantu kita hidup sesuai dengan kehendak Allah.
·
Kitab
Ibrani, dalam bacaan ke-2, mengajarkan bahwa firman Tuhan itu hidup dan
berkuasa. Ia lebih tajam dari pedang bermata dua, mampu menilai pikiran dan
niat hati. Teks ini mengingatkan kita pada kuasa firman Tuhan dalam hidup kita.
Firman Tuhan bukan sekedar teks tertulis. Ia aktif dan
berbicara kepada kita secara pribadi. Ia mengungkapkan pikiran kita yang
terdalam dan membimbing kita di jalan yang benar. Firman Tuhan akan membantu
kita untuk membedakan yang benar dari yang salah dan menuntun kita di jalan yang
menyelamatkan. Mari kita berkomitmen untuk membaca Alkitab secara teratur, agar
kita mengetahui kehendak dan rencana Tuhan atas hidup kita.
·
Dalam
bacaan Injil, Tuhan Yesus berjumpa dengan seorang pemuda kaya yang bertanya
bagaimana cara memperoleh hidup kekal. Yesus mengatakan kepadanya untuk menjual
semua yang dia miliki, berikan semuanya kepada orang miskin, dan mengikuti-Nya.
Ini adalah perintah yang sulit, tetapi menyoroti tantangan untuk lepas bebas
dari hal-hal duniawi.
·
Dalam
dunia yang serba cepat dan materialistis saat ini, konsumerisme mendorong orang
untuk mengejar dan memperoleh barang dan jasa tanpa henti, bahkan menyamakan
kebahagiaan dengan kekayaan materi. Konsumerisme memunculkan keserakahan dan sikap
egois dalam diri manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan ketidakpedulian
terhadap orang lain. Seringkali kekerasan dan konflik terjadi karena
keserakahan dan egoisme dalam diri manusia.
·
Tuhan
mengajarkan kepada kita bahwa mengusahakan kekayaan bukanlah hal yang buruk, tetapi
keterikatan padanya dapat membawa kita menjauh dari Allah dan sesama, bahkan
dari anggota keluarga kita. Kita perlu bersikap bijaksana dalam menilai dan menggunakan apa yang kita miliki, baik itu kekayaan,
pengaruh maupun talenta. Sehingga kita mengalami dan merasakan suasana damai
dan sejahtera.
·
Marilah
kita berdoa kepada Tuhan untuk memberi kita kebijaksanaa. Marilah kita
menghargainya di atas segalanya dan menggunakannya untuk memandu keputusan dan
tindakan kita. Hikmat akan membantu kita untuk hidup dengan setia dan semakin
dekat dengan Allah.
13. HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan
dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan
Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P : Mengikuti Kristus adalah
panggilan hidup sejati sebagai putra-putri Bapa Yang Maha Pengasih. Marilah
kita berdoa kepada Bapa agar kita selalu diteguhkan dalam perjalanan kita
mengikuti Kristus, jalan kebenaran dan kehidupan:
L. Bagi Gereja, Umat Allah: Semoga
Bapa memberkati Gereja-Nya agar semakin teguh dalam mengikuti Kristus,
satu-satunya jalan menuju kerajaan-Mu. Marilah kita mohon...
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi semua orang yang telah
meninggal dengan tidak diketahui siapa-siapa, serta bagi mereka yang telah
wafat sebagai martir untuk nilai-nilai yang mereka alami: Semoga Engkau
mengingat mereka semua dan menempatkan mereka pada tempat damai abadi di
sisi-Mu. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi mereka yang miskin dan
menderita: Semoga Bapa memberkati orang-orang miskin dan menderita. Tuntunlah
mereka untuk selalu berpengharapan akan kasih-Mu yang tidak akan pernah
meninggalkan kami. Marilah kita mohon....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi umat paroki kita: Semoga
Bapa memberkati kita semua yang bersatu di dalam nama-Mu. Marilah kita mohon.
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L Bagi kepentingan diri kita
masing-masing : ... (hening) ... Kami mohon ...
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
P Allah Bapa kami, Engkau telah
mencurahkan begitu banyak rahmat kepada kami dengan cuma-cuma. Ajarilah kami
untuk memberi dengan cuma-cuma pula seturut kehendak-Mu dan Putra-Mu, Yesus
Kristus, Tuhan, Pengantara kami.
U : Amin
16. KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan
kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang
berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan
diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada
Tuhan atau Ajakan Berbagi.
17. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih,
Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya.
Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan
mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya
Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan
dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah
Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan
Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam
hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua
orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan
oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh
Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat
beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan
madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan
satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul
Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut
komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak
menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian,
Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain
korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari
tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala
yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan
umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin
mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita
tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan
menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki
yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
19A. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita
dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai,
Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan
salam damai.
(Umat memberikan salam
damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai,
Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti
kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah Anak Domba Allah yang
menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori
ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin
dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas,
Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
(Dengan khidmat, Pemimpin
menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang
menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P : Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
18B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak
menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran
Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B. BAPA KAMI --Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita
telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu
dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya
sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Dapat dilaksanakan Salam
Damai.
P : Marilah kita saling memberikan
salam damai.
Umat memberikan salam
damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua
yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain
sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati
kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang
sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam
Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari
dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu
tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau
sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya,
dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak
dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara
rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan
mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah
daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita
masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama
kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi
oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening
secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin,
dapat dinyanyikan satu lagu.
21. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11
P : Marilah kita bersama-sama,
mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang membawakan Alkitab, kita buka
Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala
waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku
bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama
memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan
melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,
maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang
tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala
kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan
Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai
orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan
Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN,
tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh
Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad,
Amin.
22. AMANAT PENGUTUSAN
P : Dalam Bacaan Injil
Tuhan Yesus mau menyadarkan kita, bahwa kekayaan atau harta yang disediakan dan
diberikan oleh Allah kepada umat manusia adalah baik dan perlu. Namun Tuhan
Yesus juga mengingatkan kita bahwa obsesi yang berlebihan terhadap harta atau
kekayaan dapat menghalangi orang untuk berbuat baik. Yesus menggunakan hal
kekayaan sebagai titik tolak untuk menunjukkan, bahwa kekayaan, harta milik, kekuasaan,
kesusksesan, kemakmuran dapat merupakan jerat atau hambatan hidup yang
berbahaya jika tidak dihayati dan dinilai secara bijaksana. Karena itu
kesediaan melepaskan diri seutuhnya dari ikatan duniawi memang dituntut dari
setiap murid Yesus yang sejati. Sebab hal-hal duniawi dapat memusatkan hati
kita hanya kepada dunia ini saja. Dan bila kita dipanggil Tuhan, dapatkah
kekayaan itu kita bawa serta? Bila hanya berpikir secara duniawi, kita hanya
diajarkan memperhitungkan segala-galanya, baik relasi maupun perilaku kita
terhadap orang lain, menurut ukuran harga bukan menurut ukuran nilai.
23. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa:
Ya Allah, kami bersyukur atas
kekayaan rohani yang telah kami terima dalam Tubuh Kristus, Putra-Mu ini.
Jadikanlah kami putra-putri-Mu yang saling memperkaya satu sama lain dalam
iman, harapan dan cinta kasih sehingga kami pun layak menerima anugerah keselamatan
abadi yang Kaujanjikan. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.
U. Amin.
24. MOHON BERKAT TUHAN DAN
PENGUTUSAN
P : Sebelum mengakhiri
perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita,
melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH
KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah
selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar