IBADAT SABDA MINGGU BIASA XXVIII TAHUN B

 

 

IBADAT SABDA MINGGU BIASA XXVIII TAHUN B (HIJAU)

Minggu, 13 Oktober 2024

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA

P : Bapa-ibu, saudara/I, orang muda dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan

Bacaan-bacaan suci di hari Minggu biasa ke-28 ini berbicara tentang kebijaksanaan Allah dan tantangan mengikuti Tuhan Yesus. Pesan dan nasehat dari bacaan-bacaan suci hari ini mendorong kita,  orang-orang yang percaya, untuk mencari hikmat Tuhan. Bacaan pertama dari kitab Kebijaksanaan 7:7-11 menunjukkan kepada kita, bagaimana Raja Salomo berdoa untuk mendapatkan kebijaksanaan dan menghargainya di atas semua miliknya. Bacaan ini mendorong  kita untuk mencari hikmat Tuhan dengan percaya, taat dan setia pada Firman Allah yang lebih berharga dari apa pun. Bacaan II dari Kitab Ibrani 4:12-13 menegaskan kepada kita bahwa Firman Allah itu kuat, membedakan pikiran dan niat kita yang terdalam. Tidak ada yang tersembunyi dari pandanganNya; semuanya terbuka, dan kita bertanggung jawab kepadaNya. Bacaan ini mengingatkan kita bahwa firman Tuhan itu hidup dan berkuasa. Dia dapat menilai pikiran dan keinginan kita, memanggil kita untuk hidup sesuai dengan ajaran Allah. Ia adalah kebijaksanaan Allah yang akan membawa kita kepada keselamatan. Bacaan Injil Markus 10:17-30 berkisah tentang perjumpaan Tuhan Yesus dengan seorang pria muda kaya yang hendak meminta nasehat untuk memasuki kehidupan kekal. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa hidup kekal adalah karunia dari Allah yang membutuhkan iman dan dedikasi terhadap perintah-perintah-Nya. Tema-tema ini membantu kita untuk memahami bagaimana iman kita kepada Tuhan Yesus mengubah kita dan bagaimana kita harus tetap waspada terhadap kejahatan. (hening sejenak)

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa juga menyanyikan lagu kemulian dari buku Mada Bakti]

P : Kemuliaan kepada Allah di surga

U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.

P : Kami memuji Dikau,

U : Kami meluhurkan Dikau.

P : Kami menyembah Dikau,

U : Kami memuliakan Dikau.

P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.

U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.

P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.

U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.

P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.

U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.

P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.

U : Karena hanya Engkaulah kudus.

P : Hanya Engkaulah Tuhan.

U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.

P : bersama dengan Roh Kudus,

U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

05. DOA PEMBUKA

P : Marilah kita berdoa,

[hening sejenak]  Allah Bapa Yang Maha Pengasih, Engkau telah mencintai kami dengan kasih yang begitu besar. Semoga, kami pun senantiasa belajar dan berusaha untuk mencintai Engkau dan sesama melebihi cinta kami terhadap harta kekayaan yang akan binasa. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

U. Amin.

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]

07. BACAAN PERTAMA (Keb 7:7-11)   

Dibandingkan dengan roh kebijaksanaan, kekayaan kuanggap bukan apa-apa."

  L. Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan

Aku berdoa, dan aku pun diberi pengertian, aku bermohon, dan roh kebijaksanaan pun datang kepadaku. Dialah yang lebih kuutamakan daripada tongkat kerajaan dan takhta; dibandingkan dengannya, kekayaan kuanggap bukan apa-apa. Permata yang tak terhingga nilainya tidak kusamakan dengan dia, sebab segala emas di bumi hanya pasir saja di hadapannya, dan perak dianggap lumpur belaka di sampingnya. Kebijaksanaan kukasihi lebih daripada kesehatan dan keelokan rupa, dan aku lebih suka memiliki dia daripada cahaya, sebab kemilaunya tak kunjung henti. Namun demikian besertanya datang pula kepadaku segala harta milik, dan kekayaan yang tak terpemanai ada di tangannya.

L. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN

(Mzm 90:12-13,14-15,16-17)

Refr. : “Kenyangkanlah kami dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak sorai.”

Mazmur:

1. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Kembalilah, ya Tuhan, berapa lama lagi? Dan sayangilah hamba-hamba-Mu!

2. Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hayat. Buatlah sukacita kami seimbang dengan dukacita di masa lalu, seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami celaka.

3. Biarlah hamba-hamba-Mu menyaksikan perbuatan-Mu, biarlah anak-anak mereka menyaksikan semarak-Mu. Kiranya kemurahan Tuhan melimpah atas bumi! Teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah!

09. BACAAN KEDUA (Ibr 4:12-13) -duduk-

"Firman Allah sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita."

                     

L. Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani:
Saudara-saudara, firman Allah itu hidup dan kuat, lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun! Firman itu menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum! Firman itu sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungjawaban.

L. Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

10. ALLELUIA

P : Alleluia

U : Alleluia

P : Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan Surga.

U : Alleluia

11. INJIL (Panjang: Mrk10:17-30) (Singkat: 10:17-27)-berdiri-

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Markus

 (Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)

P. (Pada suatu hari Yesus berangkat meneruskan perjalanan-Nya. Maka datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya, "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus kepadanya, "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain Allah! Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta dan jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayah dan ibumu!" Kata orang itu kepada Yesus, "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya, "Hanya satu lagi kekuranganmu: Pergilah, juallah apa yang kaumiliki, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin. Maka engkau akan beroleh harta di surga. Kemudian datanglah ke mari, dan ikutlah Aku." Mendengar perkataan Yesus, orang itu menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyaklah hartanya. Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka, "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." Murid-murid tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi, "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Para murid semakin gempar dan berkata seorang kepada yang lain, "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata, "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab bagi Allah segala sesuatu adalah mungkin!") Lalu berkatalah Petrus kepada Yesus, "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" Maka Yesus menjawab, "Sungguh, Aku berkata kepadamu, barangsiapa, karena Aku dan karena Injil, meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak atau ladangnya, pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak-anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal."

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus.

12. RENUNGAN SINGKAT

·         Dalam Bacaan I dari Kitab Kebijaksanaan, Salomo berdoa untuk meminta kebijaksanaan di atas segalanya. Bagi Salomo kebijaksanaan lebih berharga dari pada kekuasaan, kekayaan, dan bahkan kesehatan. Semua hal-hal duniawi tersebut dapat kita raih dengan kemauan, koneksi, usaha dan pengetahuan. Namun dibutuhkan kebijaksanaa untuk mengolah dan mengatur apa yang kita miliki agar mendatangkan damai dan kesejahteraan bagi kita dan bagi orang-orang di sekitar kita. Bagi Salomo,  hikmat yang benar berasal dari Tuhan dan lebih berharga dari pada apa pun yang dimilikinya. Kekayaan dan kehormatan duniawi bersifat sementara dan dapat membawa kita menjauh dari Tuhan. Tetapi hikmat membantu kita hidup sesuai dengan kehendak Allah.

·         Kitab Ibrani, dalam bacaan ke-2, mengajarkan bahwa firman Tuhan itu hidup dan berkuasa. Ia lebih tajam dari pedang bermata dua, mampu menilai pikiran dan niat hati. Teks ini mengingatkan kita pada kuasa firman Tuhan dalam hidup kita.

Firman Tuhan bukan sekedar teks tertulis. Ia aktif dan berbicara kepada kita secara pribadi. Ia mengungkapkan pikiran kita yang terdalam dan membimbing kita di jalan yang benar. Firman Tuhan akan membantu kita untuk membedakan yang benar dari yang salah dan menuntun kita di jalan yang menyelamatkan. Mari kita berkomitmen untuk membaca Alkitab secara teratur, agar kita mengetahui kehendak dan rencana Tuhan atas hidup kita.

·         Dalam bacaan Injil, Tuhan Yesus berjumpa dengan seorang pemuda kaya yang bertanya bagaimana cara memperoleh hidup kekal. Yesus mengatakan kepadanya untuk menjual semua yang dia miliki, berikan semuanya kepada orang miskin, dan mengikuti-Nya. Ini adalah perintah yang sulit, tetapi menyoroti tantangan untuk lepas bebas dari hal-hal duniawi.

·         Dalam dunia yang serba cepat dan materialistis saat ini, konsumerisme mendorong orang untuk mengejar dan memperoleh barang dan jasa tanpa henti, bahkan menyamakan kebahagiaan dengan kekayaan materi. Konsumerisme memunculkan keserakahan dan sikap egois dalam diri manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan ketidakpedulian terhadap orang lain. Seringkali kekerasan dan konflik terjadi karena keserakahan dan egoisme dalam diri manusia.

·         Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa mengusahakan kekayaan bukanlah hal yang buruk, tetapi keterikatan padanya dapat membawa kita menjauh dari Allah dan sesama, bahkan dari anggota keluarga kita. Kita perlu bersikap bijaksana dalam menilai dan menggunakan  apa yang kita miliki, baik itu kekayaan, pengaruh maupun talenta. Sehingga kita mengalami dan merasakan suasana damai dan sejahtera.

·         Marilah kita berdoa kepada Tuhan untuk memberi kita kebijaksanaa. Marilah kita menghargainya di atas segalanya dan menggunakannya untuk memandu keputusan dan tindakan kita. Hikmat akan membantu kita untuk hidup dengan setia dan semakin dekat dengan Allah.

 

13. HENING SEJENAK

14. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT

P : Mengikuti Kristus adalah panggilan hidup sejati sebagai putra-putri Bapa Yang Maha Pengasih. Marilah kita berdoa kepada Bapa agar kita selalu diteguhkan dalam perjalanan kita mengikuti Kristus, jalan kebenaran dan kehidupan:

L. Bagi Gereja, Umat Allah: Semoga Bapa memberkati Gereja-Nya agar semakin teguh dalam mengikuti Kristus, satu-satunya jalan menuju kerajaan-Mu. Marilah kita mohon...

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.   

L. Bagi semua orang yang telah meninggal dengan tidak diketahui siapa-siapa, serta bagi mereka yang telah wafat sebagai martir untuk nilai-nilai yang mereka alami: Semoga Engkau mengingat mereka semua dan menempatkan mereka pada tempat damai abadi di sisi-Mu. Marilah kita mohon:

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi mereka yang miskin dan menderita: Semoga Bapa memberkati orang-orang miskin dan menderita. Tuntunlah mereka untuk selalu berpengharapan akan kasih-Mu yang tidak akan pernah meninggalkan kami. Marilah kita mohon....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi umat paroki kita: Semoga Bapa memberkati kita semua yang bersatu di dalam nama-Mu. Marilah kita mohon.

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 

L Bagi kepentingan diri kita masing-masing : ... (hening) ... Kami mohon ...

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 

P Allah Bapa kami, Engkau telah mencurahkan begitu banyak rahmat kepada kami dengan cuma-cuma. Ajarilah kami untuk memberi dengan cuma-cuma pula seturut kehendak-Mu dan Putra-Mu, Yesus Kristus, Tuhan, Pengantara kami.

U : Amin

16. KOLEKTE

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.

17. DOA PUJIAN

P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).

18A. Cara A: DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.

[Hening sejenak]

19A. BAPA KAMI Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)

 P : Tubuh Kristus.

U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)

----------------------------------------------------------------------------------------------

18B. Cara B. TANPA KOMUNI

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

19B. BAPA KAMI --Berdiri

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Dapat dilaksanakan Salam Damai.

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.

20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.

▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.

▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.

 21. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11

P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.

Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.

22. AMANAT PENGUTUSAN

 P : Dalam Bacaan Injil Tuhan Yesus mau menyadarkan kita, bahwa kekayaan atau harta yang disediakan dan diberikan oleh Allah kepada umat manusia adalah baik dan perlu. Namun Tuhan Yesus juga mengingatkan kita bahwa obsesi yang berlebihan terhadap harta atau kekayaan dapat menghalangi orang untuk berbuat baik. Yesus menggunakan hal kekayaan sebagai titik tolak untuk menunjukkan, bahwa kekayaan, harta milik, kekuasaan, kesusksesan, kemakmuran dapat merupakan jerat atau hambatan hidup yang berbahaya jika tidak dihayati dan dinilai secara bijaksana. Karena itu kesediaan melepaskan diri seutuhnya dari ikatan duniawi memang dituntut dari setiap murid Yesus yang sejati. Sebab hal-hal duniawi dapat memusatkan hati kita hanya kepada dunia ini saja. Dan bila kita dipanggil Tuhan, dapatkah kekayaan itu kita bawa serta? Bila hanya berpikir secara duniawi, kita hanya diajarkan memperhitungkan segala-galanya, baik relasi maupun perilaku kita terhadap orang lain, menurut ukuran harga bukan menurut ukuran nilai.

23. DOA PENUTUP

P : Marilah kita berdoa:

Ya Allah, kami bersyukur atas kekayaan rohani yang telah kami terima dalam Tubuh Kristus, Putra-Mu ini. Jadikanlah kami putra-putri-Mu yang saling memperkaya satu sama lain dalam iman, harapan dan cinta kasih sehingga kami pun layak menerima anugerah keselamatan abadi yang Kaujanjikan. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.

U. Amin. 

24. MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN

 P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]

 P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.

P : Marilah pergi, kita diutus.

U : Amin.

25. LAGU PENUTUP

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025