IBADAT SABDA MINGGU ADVEN 1Tahun C
IBADAT SABDA
MINGGU ADVEN 1 / Tahun C (Ungu)
Minggu, 01
Desember 2024
Para Petugas Liturgi
berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa
siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi
dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”,
dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan
bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan
Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus
Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Bapa-ibu,
saudara/I, orang- orang muda dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan
Hari Minggu Adven Pertama Tahun C ini menandai awal tahun
liturgi yang baru. Masa Adven merupakan masa
yang penuh makna bagi umat Katolik. Masa ini menjadi kesempatan bagi kita untuk
mempersiapkan diri menyambut perayaan Natal dan kedatangan Yesus Kristus
yang ke-2. Ada
tiga momen kedatangan Yesus Kristus: Pertama, Kristus datang dalam sejarah manusia sebagai penggenapan
nubuat Perjanjian Lama. Kedua, Kristus datang kepada kita hari ini
melalui Gereja dan sakramen-sakramen; dan ketiga, Kristus akan datang secara
definitif pada akhir zaman untuk menghakimi dan memperbaharui dunia. Kerangka
ini mendorong kita untuk melihat ke masa lalu, saat ini, dan masa depan untuk
mempersiapkan hati kita bagi Yesus.
Karena itu, hendaknya kita
selalu dalam situasi adven, karena Tuhan bisa datang kapan saja dalam setiap
peristiwa hidup kita. Kedatangan Tuhan serba tidak terduga, maka bacaan-bacaan
suci hari ini
mengingatkan kita agar selalu berjaga, waspada
dan siap sedia
setiap waktu. Dengan mempersiapkan diri dengan baik, kita akan dapat menyambut
kedatangan Yesus Kristus dengan sukacita dan harapan.
(hening sejenak)
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui
bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan
Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang
Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan
pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa,
saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya
mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan
tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita,
mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
Tanpa Kemuliaan
04. DOA PEMBUKA
P
: Marilah kita berdoa,
[hening
sejenak] Allah Bapa yang Mahakuasa, anugerahilah kami,
umat-Mu, kehendak yang kuat untuk menyongsong kedatangan Kristus dengan cara
hidup yang baik. Semoga dengan demikian kami layak mewarisi Kerajaan Surga,
bersama Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam
persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa..
U. Amin.
05. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita
untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita
iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya
bacaan dibacakan dari Alkitab]
06. BACAAN PERTAMA (Yer 33:14-16)
"Aku
akan menumbuhkan Tunas Keadilan bagi Daud."
L. Bacaan dari Nubuat Yeremia:
Beginilah firman Tuhan, “Sungguh,
waktunya akan datang, bahwa Aku menepati janji yang telah Kukatakan kepada kaum
Israel dan kaum Yehuda. Pada waktu itu Aku akan menumbuhkan Tunas Keadilan bagi
Daud. Ia akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri. Pada waktu itu
Yehuda akan dibebaskan dan Yerusalem akan hidup dengan tenteram. Dan dengan
nama inilah mereka akan dipanggil: “Tuhan keadilan-Kita.”
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
07. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU
ANTAR BACAAN
(Mzm 25:4bc-5ab.8-9.10.14)
Refr. : Kepada-Mu,
ya Tuhan, Kuangkat jiwaku
Ayat oleh Pemazmur :
1. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu
kepadaku ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku, bawalah aku berjalan
dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan
daku.
2. Tuhan itu baik dan benar, sebab
ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang
rendah hati, menurut hukum dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang
bersahaja.
3. Segala jalan Tuhan adalah kasih
setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian dan
peringatan-peringatan-Nya. Tuhan bergaul karib dengan orang yang takwa
pada-Nya, dan perjanjian-Nya Ia beritahukan kepada mereka.
08. BACAAN KEDUA (1Tes 3:12-4:2) -duduk-
"Semoga
Tuhan Allah menguatkan hatimu pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita."
L. Bacaan dari Surat Pertama Rasul
Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:
Saudara-saudara, semoga Tuhan
menjadikan kamu bertambah-tambah, dan berkelimpahan dalam kasih satu sama lain,
dan dalam kasih terhadap semua orang seperti kami pun menaruh kasih kepadamu.
Semoga Ia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus di hadapan Allah dan
Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, bersama orang kudus-Nya.
Akhirnya, Saudara-saudara, demi Tuhan Yesus kami meminta dan menasihati kamu:
Kamu telah mendengar dari kami, bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan
kepada Allah. Hal itu memang sudah kamu turuti. Tetapi baiklah kamu
melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk
mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus.
U. Syukur kepada Allah
09. ALLELUIA
P : Alleluia
U : Alleluia
P : “Perlihatkanlah kepada kami
kasih setiaMu ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu”.
U : Alleluia
10. INJIL (Mrk 13:24-32)-berdiri-
P : Marilah kita bersama-sama
mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas
(Pemimpin
dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan
dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Sekali peristiwa
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Akan tampak tanda-tanda pada matahari,
pada bulan dan bintang-bintang, dan pada bumi. Bangsa-bangsa di bumi.
Bangsa-bangsa di bumi akan ketakutan dan bingung menghadapi deru dan gelora
laut. Orang akan mati ketakutan karena cemas berhubung dengan segala sesuatu
yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan bergoncangan. Pada waktu
itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan
dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu di mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah
mukamu sebab penyelamatanmu sudah dekat. Oleh karena itu, jagalah dirimu,
jangan sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta
kepentingan-kepentingan duniawi, dan jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba jatuh
ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi
ini. Berjagalah-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu mendapat kekuatan
untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di
hadapan Anak Manusia.”
P. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
11. RENUNGAN SINGKAT
Bapa-ibu, saudara/I, orang- orang
muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan
·
Bacaan-bacaan suci hari ini memanggil kita
untuk selalu waspada dan siap-sedia setiap waktu dengan berdoa, hidup dalam kasih, beramal dan percaya pada janji-janji Allah.
·
Dalam bacaan pertama, Nabi Yeremia berbicara
tentang janji Allah untuk membawa keadilan dan kebenaran. Dan janji Allah itu
terpenuhi dalam diri Yesus Kristus. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa Allah
setia dan menepati firman-Nya.
Pesan Nabi Yeremia adalah
sumber harapan. Bahkan di masa-masa sulit, kita dapat percaya bahwa Tuhan
bekerja untuk kebaikan kita. Janji-janji-Nya memberi kita kekuatan dan
keberanian. Ketika kita merasa tidak yakin atau takut, kita dapat mengingat
bahwa Tuhan memiliki rencana untuk kita, seperti yang Dia lakukan untuk
orang-orang di zaman Nabi Yeremia. Kita belajar menunggu
dengan iman dan kesabaran.
·
Tema percaya pada janji-janji Allah juga
ditemukan dalam bacaan Injil hari ini. Yesus mengatakan kepada kita untuk
berdiri dan mengangkat kepala karena penebusan kita sudah dekat. Ini berarti
kita tidak perlu takut tetapi percaya bahwa Allah akan memenuhi
janji-janji-Nya. Yesus akan kembali, dan kita harus siap.
Ketika kita memulai masa Adven,
mari kita fokus untuk percaya pada janji-janji Allah. Apakah kita menempatkan
harapan kita pada-Nya? Apakah kita yakin bahwa Dia akan membimbing kita? Dengan
percaya pada janji-janji Allah, kita dapat mempersiapkan hati kita untuk kedatangan
Yesus dan menemukan kedamaian dalam kesetiaan-Nya.
·
Dalam bacaan kedua, Santo Paulus berdoa agar
orang-orang Tesalonika hidup dalam cinta kasih dan dalam kekudusan. Pesan ini sangat
penting saat kita memulai masa Adven. Kita dipanggil untuk hidup sesuai dengan
ajaran Tuhan dan menjauhkan diri dari dosa. Tindakan-tindakan ini mencerminkan
kasih Allah dalam hidup kita. Dengan demikian, kita mempersiapkan hati kita
untuk kedatangan Yesus.
·
Dalam Bacaan Injil Tuhan mendorong kita untuk
memusatkan perhatian pada doa dan
perbuatan baik. Dia meminta kita untuk selalu berdoa memohon kekuatan agar
mampu bertahan menghadapi tantangan dan cobaan dalam hidup. Doa membantu kita agar
tetap terhubung dengan Allah dan kuat dalam iman. Pokok Ini mengingatkan kita
bahwa kita membutuhkan pertolongan Tuhan setiap hari. Dengan berdoa, kita
semakin dekat dengan-Nya dan mempersiapkan hati kita untuk kedatangan-Nya.
12. HENING SEJENAK
13. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan
dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan
Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
14. DOA UMAT
P : Dengan penuh harapan kita
menantikan kedatangan Tuhan. Dialah cahaya dunia, Penyelamat para bangsa. Maka
marilah kita panjatkan doa kepada Bapa di surga:
L. Bagi Gereja Kudus: Semoga Bapa
hadir di tengah kami dan semoga kehadiran-Mu menjadikan Gereja cahaya bagi
semua orang di dunia ini. Marilah kita mohon...
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi orang-orang yang dianiaya
demi kebenaran dan keadilan: Semoga Bapa senantiasa meneguhkan dan menghibur
orang-orang yang dianiaya demi keadilan dan kebenaran sehingga mereka terus
bertekun dalam menjadi saksi Injil-Mu bagi semakin cerahnya dunia. Marilah kita
mohon....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L.
Bagi orang-orang yang tergoncangkan oleh masalah kejahatan dan terorisme
di dunia: Semoga Bapa melindungi mereka semua. Semoga mereka tetap percaya pada
Allah yang adil, pengasih dan penyayang. Semoga semua orang yang berkehendak
baik bekerjasama untuk mengakhiri aksi kejahatan dan kebencian, penindasan, dan
ketidakadilan, serta mengusahakan perdamaian, kemerdekaan dan keadilan. Marilah
kita mohon.....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi masyarakat kita: Semoga Bapa membuka masyarakat
di sekitar kami, agar dapat melihat karya cinta-Mu yang agung melalui umat-Mu.
Marilah kita mohon....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi mereka yang putus asa dan
tidak melihat jalan keluar dari kesulitan-kesulitannya: Semoga Bapa membimbing
mereka yang sedang menghadapi kesulitan agar dapat menemukan sesama yang mampu
mengajak mereka memulai lagi dengan harapan akan masa depan yang lebih cerah.
Marilah kita mohon....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi kita semua di sini: Semoga
Bapa membangkitkan kami dari kemalasan, agar pada masa menjelang Natal ini,
hidup kami diresapi benar-benar oleh cinta kasih Kristus. Marilah kita mohon.
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L Bagi kepentingan diri kita
masing-masing : ... (hening) ... Kami mohon ...
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
P Allah Bapa kami di surga, kami
mohon semoga kami dalam masa penantian ini semakin mengarahkan hidup kami pada
diri Yesus Kristus. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.
U : Amin
15. KOLEKTE
[Selanjutnya ada
pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada
sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu
dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada
Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
16. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih,
Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya.
Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan
mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya
Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan
dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah
Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan
Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam
hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua
orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan
oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh
Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat
beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan
madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan
satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul
Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut
komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak
menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
17A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian,
Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain
korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari
tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala
yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan
umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin
mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita
tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan
menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki
yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
18A. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita
dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai,
Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan
salam damai.
(Umat memberikan salam
damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai,
Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti
kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah Anak Domba Allah yang
menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori
ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin
dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas,
Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
(Dengan khidmat, Pemimpin
menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang
menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P : Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
17B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak
menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran
Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
18B. BAPA KAMI --Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita
telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu
dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya
sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat.
Dapat dilaksanakan Salam
Damai.
P : Marilah kita saling memberikan
salam damai.
Umat memberikan salam
damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
19B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua
yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain
sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati
kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang
sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam
Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari
dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu
tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau
sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya,
dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak
dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara
rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan
mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah
daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita
masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama
kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi
oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin,
dapat dinyanyikan satu lagu.
20. MENDOAKAN MAZMUR
34:2-11
P : Marilah kita bersama-sama,
mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang membawakan Alkitab, kita buka
Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala
waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku
bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama
memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan
melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,
maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang
tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala
kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan
Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai
orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan
Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN,
tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh
Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad,
Amin.
21. AMANAT PENGUTUSAN
P : Sebagai orang beriman, kiranya kita dapat menyambut kedatangan Tuhan dengan
sukacita, bukan dengan rasa takut dan dukacita. Mari kita menyambut kedatangan
Tuhan dengan berbagi sukacita dalam berbagai kegiatan belarasa. Sehingga
kedatangan Tuhan sungguh dapat dirasakan oleh semua orang dalam karya
keselamatan.
Berjaga-jaga
dalam menyambut kedatangan Tuhan pada masa advent ini dapat
kita lakukan dengan
aksi Natal, berpantang, menjauhkan diri dari hiburan-hiburan yang tidak sehat
dan berusaha hidup sesuai dengan ajaran Tuhan. Dengan
demikian, kita dapat menjaga kehidupan dan kesehatan dengan baik.
22. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa:
Kami mohon, ya Tuhan, semoga misteri
yang kami rayakan ini mendatangkan keselamatan bagi kami. Ajarilah kami untuk
tetap merindukan harta surgawi di tengah suka duka ini. Dengan pengantaraan
Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.
U. Amin.
23. MOHON BERKAT TUHAN DAN
PENGUTUSAN
P : Sebelum mengakhiri
perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati
kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH
KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah
selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
24. LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar