IBADAT SABDA MINGGU ADVEN 2

 

IBADAT SABDA MINGGU ADVEN 2 / Tahun C (Ungu)

Minggu, 08 Desember 2024

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA

P : Bapa-ibu, saudara/I, orang- orang muda dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan

Bacaan-bacaan suci di hari Minggu Kedua Adven ini memanggil kita untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan. Kita akan dibimbing untuk merenungkan janji-janji Allah dan kesiapan kita secara spiritual untuk menyambut kedatangan Tuhan. Bacaan pertama dari kita Baruch berbicara tentang Tuhan yang memimpin umat-Nya dengan belas kasihan dan keadilan. Perjalanan kembali kepada Tuhan ini bukan hanya kembali secara fisik tetapi juga secara spiritual. Dalam bacaan kedua dari Filipi 1:4-6, 8-11 St Paulus menyatakan keyakinan bahwa Allah, yang memulai pekerjaan yang baik di Filipi, akan membawanya sampai selesai. St. Paulus bersyukur bahwa Tuhan menggerakan hati banyak orang untuk membatunya mewartakan injil. Ini menunjukkan bahwa perjalanan kita menuju Tuhan tidak dimaksudkan untuk berjalan sendirian tetapi dengan dukungan dan dorongan orang lain. Dalam bacan Injil Lukas 3:1-6, Yohnes pembabtis memanggil orang untuk bertobat dan dibaptis. Pertobatan membantu kita membersihkan jalan bagi Yesus dalam hidup kita

(hening sejenak)

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

Tanpa Kemuliaan

04. DOA PEMBUKA

P : Marilah kita berdoa,

[hening sejenak]  Allah yang Mahakuasa dan Maharahim, janganlah Engkau biarkan kesibukan duniawi menghalangi langkah kami menyongsong Putra-Mu. Semoga berkat bimbingan-Mu yang bijaksana, kami dipersatukan dengan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

U. Amin.

05. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]

06. BACAAN PERTAMA (Bar 5:1-9)

“Allah akan mempertunjukkan seri wajahmu.”

L. Bacaan dari Nubuat Barukh:

“Hai Yerusalem, hendaklah engkau menanggalkan pakaian kesedihan dan kesengsaraanmu, lalu mengenakan perhiasan kemuliaan Allah untuk selama-lamanya. Hendaklah engkau berselubungkan kampuh kebenaran Allah, dan memasang di atas kepalamu tajuk kemuliaan dari Yang Kekal. Sebab di bawah kolong langit seri wajahmu akan dipertunjukkan oleh Allah. Dari pihak Allah engkau akan diberi nama abadi: damai Sejahtera – Hasil – Kebenaran dan Kemuliaan – Hasil – Takwa. Bangkitlah, hai Yerusalem, hendaklah engkau berdiri tegak di ketinggian! Tengoklah ke timur! Lihatlah anak-anakmu sudah berkumpul atas firman dari yang Kudus; mereka berkumpul dari tempat matahari terbenam sampai ke tempat terbitnya. Bersukarialah, karena Allah telah ingat kepada mereka. Memang dahulu mereka pergi dari padamu dengan berjalan kami, digiring oleh musuh. Tetapi kini mereka dikembalikan kepadamu oleh Allah. Mereka diusung dengan hormat seolah-olah di atas tandu kerajaan. Sebab Allah memerintahkan, supaya segala gunung yang tinggi dan segenap bukit abadi diratakan, supaya sekalian jurang ditimbun menjadi tanah yang rata. Dengan demikian Israel dapat berjalan dengan aman di bawah naungan kemuliaan Allah. Hutan rimba dan segala pohon yang harum semerbak pun menaungi Israel atas perintah Allah. Sebab Israel akan dituntun dengan sukacita oleh Allah, oleh cahaya kemuliaan-Nya, dan dengan belas kasihan serta kebenaran-Nya.” 

L. Demikianlah sabda Tuhan

 U. Syukur kepada Allah.

07. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN

(Mzm 126:1-2ab.2cd-3.4-5.6; Ul: 1a)

Refr. : “Aku wartakan karya Agung-Mu Tuhan, Karya AgungMu karya keselamatan” 

Ayat oleh Pemazmur :

1. Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawa ria, dan lidah kita dengan sorak-sorai.

2. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, "Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini." Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.

3. Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorak-sorai.

4. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

08. BACAAN (Flp 1:4-6.8-11) -duduk-     

“Usahakanlah supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang Hari Kristus.”

                      

L. Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi:

 Saudara-saudara, setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil dari hari pertama sampai sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, bahwa Allah yang telah memulai karya baik di antaramu, akan melanjutkannya sampai pada hari Kristus Yesus. Sebab Allahlah saksiku betapa dengan kasih mesra Kristus Yesus aku merindukan kamu. Dan inilah doaku: Semoga kasihmu semakin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian. Dengan demikian kamu dapat memilih apa yang baik, agar kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus. Dan akhirnya, semoga kamu dipenuhi dengan buah kebenaran oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.

L. Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

09. ALLELUIA

P : Alleluia

U : Alleluia

P : “Persiapkanlah jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan bagiNya, dan semua orang akan melihat keselamatan yang datang dari Tuhan”.

U : Alleluia

10. INJIL (Luk 3:1-6) -berdiri-

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas

 (Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)

P. Dalam tahun kelima belas pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi walinegeri Yudea, dan Herodes menjadi raja – wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, menjadi waja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias menjadi raja – wilayah Abilene; pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Agung, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun. Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan, Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis! Maka Allah akan mengampuni dosamu, seperti ada tertulis dalam nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Siapkanlah jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya, Setiap lembah akan ditimbun, setiap gunung dan bukit akan menjadi rata. Yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan. Dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.”

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus.

11. RENUNGAN SINGKAT

Bapa-ibu, saudara/I, orang- orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan

Yohanes Pembabtis, dalam bacaan injil hari ini,  mengundang kita untuk mempersiapkan hati kita bagi Yesus. Dia mendesak kita untuk membuat jalan kita lurus, yang berarti menghapus apa pun rintangan di antara kita dan Allah. Jalan adalah sarana untuk sampai ke tujuan. Dan hati adalah jalan untuk mengalami perjumpaan penuh sukacita dengan Tuhan. Dibutuhkan jalan yang lurus, jalan yang rata dan bebas hambatan, mempermudah dan memperlancar  suatu perjalanan yang aman, lancar dan damai. Sebaliknya, bila berliku, tidak rata, rusak akan menjadi hambatan untuk mencapai tujuan.

Kita semua menghadapi tantangan yang berbeda, seperti kebanggaan yang sia-sia atau kenyamanan, yang dapat menghambat perjalanan spiritual kita. Selama masa Adven ini, kita dipanggil untuk mengatasi rintangan ini dan memberi ruang bagi Tuhan.

Yohanes Pembaptis  dengan lantang menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis”. Dan seruan ini disampaikan di padang gurun. Padang gurun lambang hidup yang penuh tantangan, lambang hati yang kering tanpa harapan, penuh bahaya yang mengancam, tidak ada kehidupan. Padang gurun adalah lambang hati manusia yang jauh dari kebahagiaan dan keselamatan, karena dosa.

Yohanes Pembaptis  menawarkan  harapan dengan mengumumkan bahwa perubahan akan datang dan mereka harus siap. Persiapan ini tidak pasif; dibutuhkan upaya aktif. Panggilan Yohanes untuk dibaptis adalah panggilan untuk meninggalkan kebiasaan lama dan mempersiapkan sesuatu yang baru. Ini tentang mengubah hati dan kehidupan kita untuk menyambut Yesus. Jalan hati ini harus disiapkan untuk datangnya Tuhan. Jalan hati yang bengkok harus diluruskan, yang lekak-lekuk oleh kesombongan harus diratakan, agar semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan. Keselamatan itu bersemi dari hati, jalan hati yang pantas bagi Tuhan.

Sebagai orang Katolik, kita berbagi dalam misi kenabian melalui baptisan kita. Yohanes Pembaptis memberitakan pekerjaan Allah, dan kita juga dipanggil untuk mengungkapkan Allah melalui kehidupan kita. Tindakan dan kata-kata kita harus mencerminkan iman kita dan membantu orang lain bertemu dengan Yesus. Namun, untuk melakukan ini secara efektif, pertama-tama kita harus menghadapi dan mengatasi hambatan kita sendiri. Kita harus bertobat dan percaya pada injil. Buah dari pertobatan adalah kasih, pengampunan, keadilan, perbuatan-perbuatan baik dan benar seturut kehendak Allah.

Minggu Kedua Adven ini mengingatkan kita bahwa dengan secara aktif mempersiapkan hati dan hidup kita, kita dapat membimbing orang lain dengan lebih baik menuju Kristus.

Keselamatan itu membutuhkan persiapan, yang terkadang sulit bagi kita, namun bukan tidak mungkin. Keselamatan harus kita upayakan dengan penuh ketekunan dan sukacita, sebagai sebuah ziarah menuju kepada keselamatan, yaitu Tuhan itu sendiri. Persiapan itu diperlukan agar kita tanpa hambatan dapat sampai pada perjumpaan yang membahagiakan.

12. HENING SEJENAK

13. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

14. DOA UMAT

P : Santo Yohanes Pembaptis diutus Allah Bapa untuk mempersiapkan jalan bagi datangnya Sang Juru Selamat dengan mengajak segenap umat bertobat dan memberi diri dibaptis. Marilah kita membuka diri akan panggilan keselamatan-Nya dan berdoa:

 

L. Bagi para pejabat Gereja: Semoga para pejabat Gereja selalu dipenuhi dengan iman, harapan dan kasih akan Kristus, Putra-Mu, agar mereka selalu menjadi saksi Injil-Mu yang mengundang kami untuk selalu tinggal di dalam Kerajaan keselamatan-Mu. Marilah kita mohon...

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

         

L. Bagi para pemimpin dan pengabdi masyarakat: Semoga para pemimpin dan pengabdi masyarakat selalu berada dalam pendampingan dan penyertaan-Mu, dan semoga Putra-Mu, Yesus Kristus, menjadi sumber dan tujuan yang akan menerangi setiap kebijakan serta pengabdian mereka bagi masyarakat. Marilah kita mohon....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

 

L. Bagi para penderita sakit dan cacat di sekitar kita: Semoga semangat bela rasa dan cinta kasih kami terhadap para penderita sakit dan cacat di sekitar lingkungan hidup semakin berkobar sehingga bersama dengan mereka kami kelak beroleh keselamatan abadi bersama-Mu di surga. Marilah kita mohon....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

 

L. Bagi diri kita yang hadir di sini: Semoga penantian penuh pengharapan akan kedatangan Putra-Mu, Yesus Kristus, di masa Adven ini membangkitkan semangat menggereja kami. Marilah kita mohon.

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L Bagi kepentingan diri kita masing-masing : ... (hening) ... Kami mohon ...

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 

P Bapa yang Mahabaik, Engkau senantiasa mengundang kami untuk selalu tinggal bersama-Mu. Bukalah mata hati kami agar hidup kami semakin terarah kepada-Mu, sebagaimana Yesus, Putra-Mu. Dialah Tuhan, Pengantara kami.

U : Amin

15. KOLEKTE

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.

16. DOA PUJIAN

P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).

17A. Cara A: DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.

[Hening sejenak]

18A. BAPA KAMI Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)

 P : Tubuh Kristus.

U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)

----------------------------------------------------------------------------------------------

17B. Cara B. TANPA KOMUNI

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

18B. BAPA KAMI --Berdiri

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Dapat dilaksanakan Salam Damai.

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.

19B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.

▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.

▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.

 20. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11

P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.

Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.

21. AMANAT PENGUTUSAN

 P : Masa Adven, masa penuh rahmat kita menantikan dan mempersiapkan serta menyongsong penuh sukacita kedatangan-Nya. Kita menyambut-Nya dengan penuh harapan. Kita berharap dan membiarkan Allah berkarya secara ajaib dalam hidup kita masing-masing. Inilah jalan yang dapat kita tempuh yakni pertobatan. Jangan tunda untuk bertobat!

22. DOA PENUTUP

P : Marilah kita berdoa:

Ya Tuhan, kami telah Engkau kenyangkan dengan makanan rohani. Semoga dengan mengambil bagian dalam misteri kudus ini kami dibantu agar dengan bijaksana menimbang hal-hal duniawi dan dengan tekun mengusahakan hal-hal surgawi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U. Amin. 

23. MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN

 P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]

 P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.

P : Marilah pergi, kita diutus.

U : Amin.

24. LAGU PENUTUP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025