IBADAT SABDA MINGGU ADVEN 2
IBADAT SABDA
MINGGU ADVEN 2 / Tahun C (Ungu)
Minggu, 08
Desember 2024
Para Petugas Liturgi
berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa
siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi
dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”,
dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan
bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan
Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus
Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Bapa-ibu,
saudara/I, orang- orang muda dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan
Bacaan-bacaan suci di hari Minggu
Kedua Adven ini memanggil kita untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan. Kita akan
dibimbing untuk merenungkan janji-janji Allah dan kesiapan kita secara
spiritual untuk menyambut kedatangan Tuhan. Bacaan pertama dari kita Baruch
berbicara tentang Tuhan yang memimpin umat-Nya dengan belas kasihan dan
keadilan. Perjalanan kembali kepada Tuhan ini bukan hanya kembali secara fisik
tetapi juga secara spiritual. Dalam bacaan kedua dari Filipi 1:4-6, 8-11
St Paulus menyatakan keyakinan bahwa
Allah, yang memulai pekerjaan yang baik di Filipi, akan membawanya sampai
selesai. St. Paulus bersyukur bahwa Tuhan menggerakan hati banyak orang untuk
membatunya mewartakan injil. Ini menunjukkan bahwa perjalanan kita menuju Tuhan
tidak dimaksudkan untuk berjalan sendirian tetapi dengan dukungan dan dorongan
orang lain. Dalam bacan Injil Lukas 3:1-6, Yohnes
pembabtis memanggil orang untuk bertobat dan dibaptis. Pertobatan membantu kita
membersihkan jalan bagi Yesus dalam hidup kita
(hening sejenak)
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui
bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan
Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang
Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan
pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya
berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan
Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya
mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan
tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita,
mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
Tanpa Kemuliaan
04. DOA PEMBUKA
P
: Marilah kita berdoa,
[hening sejenak]
Allah yang Mahakuasa dan Maharahim, janganlah Engkau biarkan kesibukan
duniawi menghalangi langkah kami menyongsong Putra-Mu. Semoga berkat
bimbingan-Mu yang bijaksana, kami dipersatukan dengan Yesus Kristus, Putra-Mu,
yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah,
sepanjang segala masa.
U. Amin.
05. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita
untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita
iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya
bacaan dibacakan dari Alkitab]
06. BACAAN PERTAMA (Bar 5:1-9)
“Allah akan
mempertunjukkan seri wajahmu.”
L. Bacaan dari Nubuat Barukh:
“Hai Yerusalem, hendaklah engkau
menanggalkan pakaian kesedihan dan kesengsaraanmu, lalu mengenakan perhiasan
kemuliaan Allah untuk selama-lamanya. Hendaklah engkau berselubungkan kampuh
kebenaran Allah, dan memasang di atas kepalamu tajuk kemuliaan dari Yang Kekal.
Sebab di bawah kolong langit seri wajahmu akan dipertunjukkan oleh Allah. Dari
pihak Allah engkau akan diberi nama abadi: damai Sejahtera – Hasil – Kebenaran
dan Kemuliaan – Hasil – Takwa. Bangkitlah, hai Yerusalem, hendaklah engkau
berdiri tegak di ketinggian! Tengoklah ke timur! Lihatlah anak-anakmu sudah
berkumpul atas firman dari yang Kudus; mereka berkumpul dari tempat matahari
terbenam sampai ke tempat terbitnya. Bersukarialah, karena Allah telah ingat
kepada mereka. Memang dahulu mereka pergi dari padamu dengan berjalan kami,
digiring oleh musuh. Tetapi kini mereka dikembalikan kepadamu oleh Allah.
Mereka diusung dengan hormat seolah-olah di atas tandu kerajaan. Sebab Allah
memerintahkan, supaya segala gunung yang tinggi dan segenap bukit abadi
diratakan, supaya sekalian jurang ditimbun menjadi tanah yang rata. Dengan
demikian Israel dapat berjalan dengan aman di bawah naungan kemuliaan Allah.
Hutan rimba dan segala pohon yang harum semerbak pun menaungi Israel atas
perintah Allah. Sebab Israel akan dituntun dengan sukacita oleh Allah, oleh
cahaya kemuliaan-Nya, dan dengan belas kasihan serta kebenaran-Nya.”
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
07. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU
ANTAR BACAAN
(Mzm 126:1-2ab.2cd-3.4-5.6; Ul:
1a)
Refr. : “Aku
wartakan karya Agung-Mu Tuhan, Karya AgungMu karya keselamatan”
Ayat oleh Pemazmur :
1. Ketika Tuhan memulihkan keadaan
Sion, kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh
dengan tawa ria, dan lidah kita dengan sorak-sorai.
2. Pada waktu itu berkatalah orang
di antara bangsa-bangsa, "Tuhan telah melakukan perkara besar kepada
orang-orang ini." Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka
kita bersukacita.
3. Pulihkanlah keadaan kami, ya
Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang
menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorak-sorai.
4. Orang yang berjalan maju dengan
menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa
berkas-berkasnya.
08.
BACAAN (Flp
1:4-6.8-11) -duduk-
“Usahakanlah supaya kamu suci dan
tak bercacat menjelang Hari Kristus.”
L. Bacaan dari Surat Rasul Paulus
kepada Jemaat di Filipi:
Saudara-saudara, setiap kali aku berdoa untuk
kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada
Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil dari hari pertama sampai
sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, bahwa Allah yang telah memulai
karya baik di antaramu, akan melanjutkannya sampai pada hari Kristus Yesus.
Sebab Allahlah saksiku betapa dengan kasih mesra Kristus Yesus aku merindukan
kamu. Dan inilah doaku: Semoga kasihmu semakin melimpah dalam pengetahuan yang
benar dan dalam segala macam pengertian. Dengan demikian kamu dapat memilih apa
yang baik, agar kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus. Dan
akhirnya, semoga kamu dipenuhi dengan buah kebenaran oleh Yesus Kristus untuk
memuliakan dan memuji Allah.
U. Syukur kepada Allah
09. ALLELUIA
P : Alleluia
U : Alleluia
P : “Persiapkanlah jalan bagi
Tuhan, luruskanlah jalan bagiNya, dan semua orang akan melihat keselamatan yang
datang dari Tuhan”.
U : Alleluia
10. INJIL (Luk 3:1-6) -berdiri-
P : Marilah kita bersama-sama
mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas
(Pemimpin
dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan
dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Dalam tahun kelima
belas pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi walinegeri
Yudea, dan Herodes menjadi raja – wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, menjadi
waja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias menjadi raja – wilayah
Abilene; pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Agung, datanglah firman
Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun. Maka datanglah Yohanes ke
seluruh daerah Yordan dan menyerukan, Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis!
Maka Allah akan mengampuni dosamu, seperti ada tertulis dalam nubuat Yesaya:
Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Siapkanlah jalan bagi Tuhan,
luruskanlah jalan bagi-Nya, Setiap lembah akan ditimbun, setiap gunung dan
bukit akan menjadi rata. Yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk
akan diratakan. Dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.”
P. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
11. RENUNGAN SINGKAT
Bapa-ibu, saudara/I, orang- orang
muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan
Yohanes Pembabtis, dalam bacaan
injil hari ini, mengundang kita untuk
mempersiapkan hati kita bagi Yesus. Dia mendesak kita untuk membuat jalan kita
lurus, yang berarti menghapus apa pun rintangan di antara kita dan Allah. Jalan
adalah sarana untuk sampai ke tujuan. Dan hati adalah jalan untuk mengalami
perjumpaan penuh sukacita dengan Tuhan. Dibutuhkan jalan yang lurus, jalan yang
rata dan bebas hambatan, mempermudah dan memperlancar suatu perjalanan
yang aman, lancar dan damai. Sebaliknya, bila berliku, tidak rata, rusak akan
menjadi hambatan untuk mencapai tujuan.
Kita semua menghadapi tantangan yang
berbeda, seperti kebanggaan yang sia-sia atau kenyamanan, yang dapat menghambat
perjalanan spiritual kita. Selama masa Adven ini, kita dipanggil untuk
mengatasi rintangan ini dan memberi ruang bagi Tuhan.
Yohanes Pembaptis dengan lantang menyerukan: “Bertobatlah dan
berilah dirimu dibaptis”. Dan seruan ini disampaikan di padang gurun. Padang
gurun lambang hidup yang penuh tantangan, lambang hati yang kering tanpa
harapan, penuh bahaya yang mengancam, tidak ada kehidupan. Padang gurun adalah
lambang hati manusia yang jauh dari kebahagiaan dan keselamatan, karena dosa.
Yohanes Pembaptis menawarkan
harapan dengan mengumumkan bahwa perubahan akan datang dan mereka harus
siap. Persiapan ini tidak pasif; dibutuhkan upaya aktif. Panggilan Yohanes
untuk dibaptis adalah panggilan untuk meninggalkan kebiasaan lama dan
mempersiapkan sesuatu yang baru. Ini tentang mengubah hati dan kehidupan kita untuk
menyambut Yesus. Jalan hati ini harus disiapkan untuk datangnya Tuhan. Jalan
hati yang bengkok harus diluruskan, yang lekak-lekuk oleh kesombongan harus
diratakan, agar semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.
Keselamatan itu bersemi dari hati, jalan hati yang pantas bagi Tuhan.
Sebagai orang Katolik, kita berbagi
dalam misi kenabian melalui baptisan kita. Yohanes Pembaptis memberitakan
pekerjaan Allah, dan kita juga dipanggil untuk mengungkapkan Allah melalui
kehidupan kita. Tindakan dan kata-kata kita harus mencerminkan iman kita dan
membantu orang lain bertemu dengan Yesus. Namun, untuk melakukan ini secara
efektif, pertama-tama kita harus menghadapi dan mengatasi hambatan kita
sendiri. Kita harus bertobat dan percaya pada injil. Buah dari pertobatan
adalah kasih, pengampunan, keadilan, perbuatan-perbuatan baik dan benar seturut
kehendak Allah.
Minggu Kedua Adven ini mengingatkan
kita bahwa dengan secara aktif mempersiapkan hati dan hidup kita, kita dapat
membimbing orang lain dengan lebih baik menuju Kristus.
Keselamatan itu membutuhkan
persiapan, yang terkadang sulit bagi kita, namun bukan tidak mungkin.
Keselamatan harus kita upayakan dengan penuh ketekunan dan sukacita, sebagai
sebuah ziarah menuju kepada keselamatan, yaitu Tuhan itu sendiri. Persiapan itu
diperlukan agar kita tanpa hambatan dapat sampai pada perjumpaan yang
membahagiakan.
12. HENING SEJENAK
13. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan
dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan
Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
14. DOA UMAT
P : Santo Yohanes Pembaptis diutus
Allah Bapa untuk mempersiapkan jalan bagi datangnya Sang Juru Selamat dengan
mengajak segenap umat bertobat dan memberi diri dibaptis. Marilah kita membuka
diri akan panggilan keselamatan-Nya dan berdoa:
L. Bagi para pejabat Gereja: Semoga
para pejabat Gereja selalu dipenuhi dengan iman, harapan dan kasih akan
Kristus, Putra-Mu, agar mereka selalu menjadi saksi Injil-Mu yang mengundang
kami untuk selalu tinggal di dalam Kerajaan keselamatan-Mu. Marilah kita
mohon...
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi para pemimpin dan pengabdi masyarakat:
Semoga para pemimpin dan pengabdi masyarakat selalu berada dalam pendampingan
dan penyertaan-Mu, dan semoga Putra-Mu, Yesus Kristus, menjadi sumber dan
tujuan yang akan menerangi setiap kebijakan serta pengabdian mereka bagi
masyarakat. Marilah kita mohon....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi para penderita sakit dan
cacat di sekitar kita: Semoga semangat bela rasa dan cinta kasih kami terhadap
para penderita sakit dan cacat di sekitar lingkungan hidup semakin berkobar
sehingga bersama dengan mereka kami kelak beroleh keselamatan abadi bersama-Mu
di surga. Marilah kita mohon....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi diri kita yang hadir di
sini: Semoga penantian penuh pengharapan akan kedatangan Putra-Mu, Yesus
Kristus, di masa Adven ini membangkitkan semangat menggereja kami. Marilah kita
mohon.
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L Bagi kepentingan diri kita
masing-masing : ... (hening) ... Kami mohon ...
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
P Bapa yang Mahabaik, Engkau
senantiasa mengundang kami untuk selalu tinggal bersama-Mu. Bukalah mata hati
kami agar hidup kami semakin terarah kepada-Mu, sebagaimana Yesus, Putra-Mu.
Dialah Tuhan, Pengantara kami.
U : Amin
15. KOLEKTE
[Selanjutnya ada
pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada
sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu
dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada
Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
16. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih,
Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya.
Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan
mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya
Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan
dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah
Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan
Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam
hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua
orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan
oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh
Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat
beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan
madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan
satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul
Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut
komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak
menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
17A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian,
Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain
korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari
tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala
yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan
umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin
mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita
tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut
Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang
merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
18A. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita
dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai,
Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan
salam damai.
(Umat memberikan salam
damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai,
Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti
kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah Anak Domba Allah yang
menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori
ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin
dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas,
Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
(Dengan khidmat, Pemimpin
menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang
menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P : Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
17B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak
menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran
Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
18B. BAPA KAMI --Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita
telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu
dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya
sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang
jahat.
Dapat dilaksanakan Salam
Damai.
P : Marilah kita saling memberikan
salam damai.
Umat memberikan salam
damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
19B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua
yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain
sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati
kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang
sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam
Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari
dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu
tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau
sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya,
dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak
dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara
rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan
mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah
daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita
masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama
kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah
dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi
oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening
secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin,
dapat dinyanyikan satu lagu.
20. MENDOAKAN MAZMUR
34:2-11
P : Marilah kita bersama-sama,
mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang membawakan Alkitab, kita buka
Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala
waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku
bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama
memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan
melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,
maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang
tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala
kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan
Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai
orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan
Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN,
tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh
Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad,
Amin.
21. AMANAT PENGUTUSAN
P : Masa Adven, masa penuh rahmat kita
menantikan dan mempersiapkan serta menyongsong penuh sukacita kedatangan-Nya.
Kita menyambut-Nya dengan penuh harapan. Kita berharap dan membiarkan Allah
berkarya secara ajaib dalam hidup kita masing-masing. Inilah jalan yang dapat
kita tempuh yakni pertobatan. Jangan tunda untuk bertobat!
22. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa:
Ya Tuhan, kami telah Engkau
kenyangkan dengan makanan rohani. Semoga dengan mengambil bagian dalam misteri
kudus ini kami dibantu agar dengan bijaksana menimbang hal-hal duniawi dan
dengan tekun mengusahakan hal-hal surgawi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan
kami.
U. Amin.
23. MOHON BERKAT TUHAN DAN
PENGUTUSAN
P : Sebelum mengakhiri
perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati
kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH
KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah
selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
24. LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar