IBADAT SABDA MINGGU ADVEN 3 / Tahun C
IBADAT SABDA MINGGU ADVEN 3 / Tahun C (Pink/Ungu)
MINGGU GAUDETE (MINGGU BERSUKACITA)
Minggu, 15 Desember 2024
Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus
Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Bapa-ibu, saudara/I, orang- orang muda dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan
Hari ini kita memasuki Minggu Adven ketiga atau Minggu Gaudete (Minggu Bersukacitalah). Dalam antifon pembuka Rasul Paulus mengajak kita untuk “Bersukacilah selalu dalam Tuhan, sekali lagi kukatakan: bersukacitalah! Sebab Tuhan sudah dekat” (Flp. 4:4-5)Dia mengajak umat beriman untuk bersukacita karena pesta kelahiran Yesus sudah dekat. Kita diajak untuk bersukacita dan menemukan harapan dalam kedatangan Tuhan kita. Pesan dari Nabi Zefanya, Rasul Paulus , dan Penginjil Lukas mendorong kita untuk merayakan kehadiran Allah, menemukan kedamaian dalam kasih-Nya, dan mempersiapkan hati kita untuk Yesus Kristus.
(hening sejenak)
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
Tanpa Kemuliaan
04. DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa,
[hening sejenak] Ya Allah, pandanglah umat-Mu, yang dengan tekun menantikan perayaan kelahiran Putra-Mu. Bantulah kami agar kami bersukacita karena keselamatan yang seagung itu, dan dengan riang-ria merayakannya dalam ibadat yang meriah. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
05. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
06. BACAAN PERTAMA (Zef 3:14-18a)
“Tuhan Allah bersorak gembira karena engkau.”
L. Bacaan dari Nubuat Zefanya:
Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bergembiralah, hai Israel! Bersukacita dan beria-rialah dengan segenap hati hai puteri Yerusalem! Tuhan telah menyingkirkan hukuman yang dijatuhkan atasmu, Ia telah menebas binasa musuh-musuhmu. Raja Israel, yakni Tuhan, ada di tengah-tengahmu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem, "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lunglai. Tuhan Allahmu ada ditengah-tengahmu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bersukaria karena engkau, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, dan Ia bersorak-gembira karena engkau seperti pada pertemuan raya
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
07. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN
(Yes. 12:2-3.4bcd.5-6)
Refr. : “Berserulah dan bersorak-sorailah, sebab Yang Mahakudus agung di tengah-tengahmu”
Ayat oleh Pemazmur :
1. Sungguh,
Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar, sebab Tuhan Allah
itu kekuatan dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan
menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
2. Pada waktu itu kamu akan berkata, "Bersyukurlah kepada Tuhan,
panggillah nama-Nya. Beritahukanlah karya-Nya di antara bangsa-bangsa,
masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur."
3. Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-Nya, baiklah hal ini diketahui
di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab
Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu.
08. BACAAN (Flp 4:4-7) -duduk-
“Tuhan sudah dekat.”
L. Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi:
Saudara-saudara, bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi dalam segala hal nyatakanlah keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Maka damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus..
U. Syukur kepada Allah
09. ALLELUIA
P : Alleluia
U : Alleluia
P : “Roh Tuhan Allah ada padauk; ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin”.
U : Alleluia
10. INJIL (Luk 3:10-18) -berdiri-
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas
(Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Ketika Yohanes Pembaptis mewartakan pertobatan, orang banyak bertanya kepadanya, "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes, "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat demikian juga." Pada waktu itu datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis, dan mereka bertanya kepada Yohanes, "Guru, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes, "Jangan menagih lebih banyak dari yang telah ditentukan!" Dan prajurit-prajurit pun bertanya kepadanya, "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka, "Jangan merampas dan jangan memeras, dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu!" Tetapi orang banyak itu sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hati tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias. Karena itu Yohanes bekata kepada semua orang itu, "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa daripada aku masih akan datang, dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Alat penampi sudah ada di tangan-Nya: Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya untuk mengumpulkan gandum ke dalam lumbung-Nya. Tetapi debu jerami akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan." Dan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak.
P. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
11. RENUNGAN SINGKAT
Bapa-ibu, saudara/I, orang- orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan
Bacaan-bacaan suci hari ini mendorong kita untuk menemukan sukacita dan harapan dalam kedatangan Tuhan. Dan Tuhan sendiri menyapa kita untuk bersuka cita.
· Dalam bacaan I Nabi Zefanya mengajak umat Israel untuk bersukacita karena dosa-dosa mereka diampuni dan bahwa Tuhan sungguh mencintai mereka sehingga Ia mau tinggal di tengah-tengah mereka. Oleh karena itu mereka tidak perlu takut karena Tuhan mengasihi dan menyertai mereka. Lebih jelas Zefanya menulis, “Bersorak sorailah hai Putri Zion, bergembiralah hai Israel! Bersukacita dan beria-riahlah dengan segenap hati, hai Puteri Yerusalem! Tuhan telah menyingkirkan hukuman yang dijatuhkan atasmu dan musuh-musuhmu dibinasakan. Jangan takut karena Tuhan ada di tengah-tengahmu.” Kita dipanggil untuk menjadi bahagia dan penuh harapan karena Allah sudah dekat. Kehadiran Tuhan membawa kedamaian dan keamanan. Nabi Zefanya menggambarkan dunia di mana Allah melindungi dan menyelamatkan umat-Nya. Ini adalah gambaran yang kuat tentang kasih dan perhatian Tuhan. Kita didorong untuk percaya kepada Tuhan dan percaya bahwa Dia akan menjaga kita agar tetap aman.
· Dalam bacaan II Paulus mengingatkan jemaat di Filipi bahwa mengimani Kristus berarti bersukacita selalu di dalam Tuhan. Memang selalu ada pengalaman pahit-manis, jatuh-bangun, sedih dan gembira dalam hidup kita. Pengalaman di mana orang harus bergumul dengan dirinya dan dengan lingkungan hidupnya. Namun St. Paulus menegaskan kepada kita untuk selalu bersukacita dalam Tuhan dan tidak perlu khawatir tentang apa pun. Dia mendorong kita untuk berdoa dan bersyukur kepada Tuhan, dan kemudian kita akan mengalami kedamaian Allah.
· Pertanyaan yang muncul adalah mengapa perlu bersukacita? Paulus memberi jawaban pasti: “Tuhan sudah dekat!” Sama halnya dengan Zefanya yang mengatakan “Jangan takut”, Paulus mengatakan, “Jangan khawatir”. Kekhawatiran disingkirkan dan yang terpenting adalah menyatakan keinginan kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Dampak dari semua ini menurut Paulus adalah ada damai dan persatuan yang utuh dengan Kristus Yesus.
· Lalu “Apa yang harus kita perbuat?” Penginjil Lukas menghadirkan figur Yohanes Pembaptis yang datang ke sungai Yordan untuk membaptis. Pada saat itu datanglah orang-orang kepadanya untuk dibaptis, karena mereka juga mengira bahwa dialah Mesias. Yohanes menunjukkan satu sikap pertobatan bagi kita semua yakni kerendahan hati. Ia mengakui dirinya sebagai bukan Mesias. Membungkuk dan membuak tali sepatuNya pun Yohanes merasa tidak layak. Yohanes hanya membaptis dengan air, tetapi sang Mesias yang tidak lain Yesus akan membaptis dengan Roh Kudus dan Api. Kebajikan kerendahan hati Yohanes menginspirasikan kita untuk rendah hati di hadapan Tuhan dan mengakui diri kita sebagai orang berdosa yang membutuhkan Tuhan.
· Kita diundang untuk memahami pertobatan sebagai jalan untuk menyambut kedatangan Tuhan. Yohanes Pembabtis mengatakan kepada tiga kelompok yang berbeda yakni orang banyak, para pemungut cukai dan prajurit Romawi untuk bertobat dengan membangun mentalitas saling berbagi dalam kasih, jujur dan adil. Ini adalah model pertobatan yang radikal. Apakah kita juga memiliki kemampuan saling berbagi dalam kasih? Apakah kiat berlaku jujur dan adil kepada sesama? Bertobatlah, Tuhan sudah dekat. Bersukacitalah di dalam Tuhan!
12. HENING SEJENAK
13. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
14. DOA UMAT
P : Allah Bapa yang Mahabaik, kami bergembira atas kedatangan kembali Yesus Kristus, Putra-Mu dalam kemuliaan. Maka dengarkanlah kiranya doa permohonan kami:
L. Bagi Gereja dan para pejabat di dalamnya: Semoga Bapa mendampingi Gereja-Nya dalam mewartakan kabar sukacita keselamatan-Mu. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi para penanggung jawab dalam masyarakat: Semoga Bapa memberkati para penanggung jawab dalam masyarakat agar mereka dengan rela dan gembira mengusahakan kemajuan dan perbaikan masyarakatnya. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi mereka yang sedang kecewa dan bimbang: Semoga Bapa menerangi mereka yang sedang kecewa dan bimbang dengan sinar cahaya-Nya sehingga sanggup dan tabah dalam menghadapi kesulitan. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi kita di sini: Semoga Bapa, membimbing akan tugas panggilan kita, sehingga sanggup melaksanakannya dengan rela dan gembira hati. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L Bagi kepentingan diri kita masing-masing : ... (hening) ... Kami mohon ...
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
P. Allah Bapa yang Mahabaik, sebagaimana orang-orang sezaman Yohanes Pembaptis kami pun perlu pertobatan. Tuntunlah kami untuk melepaskan kepuasan diri kami agar mampu menghampakan diri seperti Kristus, Putra-Mu dan Tuhan kami.
U : Amin
15. KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
16. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
17A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
18A. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.
(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P : Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
17B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
18B. BAPA KAMI --Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Dapat dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.
Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
19B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.
20. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11
P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.
21. AMANAT PENGUTUSAN
P : Sabda Tuhan hari ini mengundang kita untuk selalu bersukacita dalam Tuhan. Masing-masing kita memiliki pergumulan hidup tertentu. Namun dalam pergumulan itu hendaklah kita selalu memandang kepada Tuhan sebagai sumber sukacita dan keselamatan kita. Tuhan Yesus berkata, “terlepas dari Aku, kamu tidak bisa berbuat apa-apa” (Yoh 15:5). Itu sebabnya tepat sekali Paulus yang mengatakan, “Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan”. Tuhan sudah dekat!!
22. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa:
Ya Tuhan Yang Mahamurah, semoga oleh daya ilahi sakramen ini, kami dibersihkan dari cacat cela dan dengan demikian kami siap menyambut hari raya mendatang. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. .
U. Amin.
23. MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
24. LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar