IBADAT SABDA MINGGU ADVEN 4 / Tahun C

 

IBADAT SABDA MINGGU ADVEN 4 / Tahun C (Ungu)

Minggu, 22 Desember 2024

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA

P : Bapa-ibu, saudara/I, orang- orang muda dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan

Hari ini kita memasuki Minggu Adven ke-4. Bacaan-bacaan suci hari ini membantu kita untuk  mempersiapkan diri menyambut natal.

·         Dalam bacaan 1 Mikha 5:1-4A, Nabi Mikha bernubuat bahwa Allah akan mengutus seorang penguasa dari Betlehem yang akan membawa damai, dan kebesarannya akan mencapai ujung-ujung bumi. Yesus Kristus lahir di Betlehem, sebuah kota kecil. Ini menunjukkan bahwa Tuhan sering bekerja melalui awal yang sederhana.

·         Dalam bacaan ke-2 dari kitab Ibrani 10:5-10 menegaskan kepada kita bahwa Yesus datang untuk melakukan kehendak Allah Bapa. Yesus adalah imam Agung yang sempurna yang menyerahkan diri-Nya sebagai pengorbanan terakhir untuk dosa-dosa kita. Berkat pengorbanan Kristus, kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya. Dia menunjukkan kepada kita pentingnya menaati Allah.

·         Dalam bacaan Injil dari Lukas 1:39-45, Bunda Maria mengunjungi Elizabet. Dan Elisabet  menyebut Maria sebagai wanita yang diberkati, karena Maria percaya pada firman Allah. Maria membawa Yesus kepada sepupunya, dan Elizabeth pun mengenal Yesus. Kita dapat membawa Kristus kepada orang lain melalui hubungan kita, dimulai dengan orang-orang yang kita kenal dan yang terdekat dengan kita, seperti yang dilakukan Maria dengan Elizabeth.

(hening sejenak)

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

Tanpa Kemuliaan

04. DOA PEMBUKA

P : Marilah kita berdoa,

[hening sejenak]  Allah Bapa Yang Mahapengasih, kedatangan Putra-Mu sudah semakin mendekat. Bukalah hati kami untuk menyambut-Nya dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur atas hidup baru yang akan dianugerahkan-Nya kepada kami. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masaU. Amin.

05. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]

06. BACAAN PERTAMA (Mi 5:2-5a)

 

 “Dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel."

             
L. Bacaan dari Nubuat Mikha: 

Beginilah firman Tuhan Allah, “Hai Betlehem di wilayah Efrata, hai engkau yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudaj sejak purbakala, yang sudah ada sejak dahulu kala. Ia akan membiarkan mereka sampai saatnya perempuan yang mengandung itu telah melahirkan; lalu saudara-saudaranya yang masih ada akan kembali kepada orang Israel. Maka ia akan bertindak, dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan Tuhan, yaitu dalam kemegahan nama Tuhan Allahnya. Mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, dan dia menjadi damai sejahtera.”

L. Demikianlah sabda Tuhan

 U. Syukur kepada Allah.

07. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN

(Mzm: 80: 2ac,3b,15-16,18-19; Ul: lh.6)

Refr. : “Bangkitkanlah ya Tuhan kegagahanMu dan datanglah menyelamatkan kami” 

Ayat oleh Pemazmur :

1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, dengarkan kami, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan! Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
2. Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu.
3. Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang ada di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan. Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu; biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.

08. BACAAN (Ibr 10:5-10) -duduk-

     

"Lihat, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu."

                      

L. Bacaan dari Surat Kepada Orang Ibrani:                                                               
Saudara-saudara, ketika Kristus masuk ke dunia, Ia berkata, “Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki! Sebagai gantinya Engkau telah menyediakan tubuh bagiku. Kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau juga tidak berkenan. Maka Aku berkata, Lihatlah Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku, sebagaimana tertulis dalam gulungan kitab tentang Aku.” Jadi mula-mula Yesus berkata Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki, kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau tidak berkenan – meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat; - dan kemudaian Ia berkata Lihat, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu. Jadi yang pertama Ia hapuskan untuk mengekkan yang kedua. Dan karena kehendak Allah inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan Tubuh Yesus Kristus.

L. Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

09. ALLELUIA

P : Alleluia

U : Alleluia

P : “Aku ini hamba Tuhan, jadilah padauk menurut perkataanMu”.

U : Alleluia

10. INJIL (Luk 1:39-45) -berdiri-

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas

 (Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)

P. Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan, menuju sebuah kota di wilayah Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai ke telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah ia yang telah percayam sebab firman Tuhan yang diktakan kepadanya akan terlaksana.

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus.

11. RENUNGAN SINGKAT

Bapa-ibu, saudara/I, orang- orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan

Bacaan-bacaan suci hari ini membawa kita lebih dekat dengan kelahiran Yesus dan mengundang kita untuk merenungkan tema-tema penting. Melalui bacaan-bacaan dari Kitab Mikha, Kitab Ibrani, dan Injil Lukas, kita belajar tentang janji Allah, pentingnya awal yang sederhana, ketaatan kepada kehendak Allah, dan mengenali Yesus dalam kehidupan kita. Merefleksikan bacaan-bacaan hari ini mempersiapkan hati kita untuk sukacita Natal.

·         Bacaan pertama dari kitab Mikha 5:1-4A berbicara tentang seorang penguasa yang datang dari Betlehem. Kota kecil ini tampaknya tidak penting, namun dipilih oleh Allah untuk menjadi tempat kelahiran Yesus. Ini mengajarkan kita bahwa Tuhan sering bekerja melalui awal yang sederhana. Kebesaran bisa datang dari tempat-tempat kecil dan sederhana. Kita diingatkan bahwa Tuhan menghargai kerendahan hati dan sering memilih apa yang mungkin diabaikan oleh dunia.

Janji Allah untuk mengirim seorang penguasa dari Betlehem menunjukkan kesetiaan-Nya. Dia menepati janji-Nya, tidak peduli seberapa kecil permulaannya. Kita dapat percaya bahwa Tuhan memiliki rencana untuk kita masing-masing, bahkan jika itu dimulai di tempat-tempat yang sederhana. Kita tidak perlu berkecil hati dengan awal yang kecil tetapi percaya bahwa Tuhan dapat melakukan hal-hal besar melalui hal-hal yang kecil. Dengan merangkul kerendahan hati dan percaya pada janji-janji Allah, kita mempersiapkan hati kita untuk kedatangan Yesus.

·         Bacaan kedua dari kitab Ibrani10:5-10 menyoroti ketaatan Yesus terhadap kehendak Allah. Dalam bacaan ini, Yesus menyatakan bahwa Dia datang untuk melakukan apa yang Allah inginkan, bukan apa yang Dia inginkan. Ini mengajarkan kepada kita pentingnya menempatkan kehendak Tuhan di atas keinginan kita sendiri.

Yesus menawarkan diri-Nya sebagai korban, menunjukkan tindakan ketaatan yang tertinggi. Ini bukan hanya peristiwa satu kali tetapi komitmen seumur hidup untuk mengikuti rencana Tuhan. Kita dipanggil untuk mengikuti teladan Yesus dengan mencari dan melakukan kehendak Allah dalam hidup kita.

Mematuhi Tuhan bisa menjadi tantangan, terutama ketika itu bertentangan dengan rencana kita sendiri. Namun, bacaan ini mengingatkan kita bahwa kepenuhan sejati berasal dari menyelaraskan hidup kita dengan tujuan Tuhan. Ketaatan ini mengarah pada hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan dan kehidupan yang lebih bermakna.

·         Bacaan Injil Lukas 1:39-45 mengingatkan kita untuk mengenal dan selalu mencari tanda-tanda kehadiran Allah dalam hidup kita. Kunjungan Bunda Maria membawa sukacita kepada Elisabet. Elizabeth mengenali Yesus ketika bayinya, Yohanes, melompat kegirangan dalam rahimnya. Elizabeth bisa saja menganggap gerakan bayinya hanya sebagai gejala normal selama proses kehamilan. Sebaliknya, dia melihatnya sebagai suatu tanda yang lebih besar. Dia mengakuinya sebagai momen rahmat dan kedekatan dengan sang penebus. Ini mengajarkan kita untuk melihat peran Tuhan dalam peristiwa kecil sehari-hari.

Yesus Kristus datang kepada kita sebagai bayi di Betlehem, dan Ia juga datang kepada kita dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika kita hanya melihat Dia dalam adegan kelahiran, kita kehilangan banyak momen rahmat. Kita harus siap untuk bertemu Dia dalam interaksi kita dengan yang lain. Melalui doa dan sakramen, kita mempersiapkan diri untuk mengenali dan menyambut Yesus setiap hari.

·         Bacaan-bacaan suci hari ini mendorong kita untuk waspada dan terbuka terhadap kehadiran Tuhan. Seperti Elizabeth, kita harus menyadari tanda-tanda kasih karunia Allah di sekitar kita. Dengan demikian, kita mempersiapkan hati kita untuk Yesus dan mengalami sukacita akan kedatangan-Nya, tidak hanya pada hari Natal tetapi setiap hari.

12. HENING SEJENAK

13. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

14. DOA UMAT

P : Kedatangan Yesus, Tuhan dan Penyelamat kita kian dekat. Dialah Sang Putra yang membebaskan kita dari segala kelemahan dan dosa. Di dalam penantian penuh pengharapan akan kedatangan-Nya, marilah kita memanjatkan doa-doa kepada Allah Bapa kita:
L.  Bagi Gereja: Semoga Gereja, umat Allah di dunia, menyambut Tuhan Yesus dengan sepenuh hati dan dengan gembira dalam diri saudara-saudari kita yang kecil miskin. Marilah kita mohon: 
U.  Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L.  Bagi perdamaian dunia: Semoga umat yang merindukan perdamaian tidak membiarkan dunia ini terpecah belah terus, melainkan mengupayakan keselarasan dan kerjasama yang telah dimungkinkan bagi kita oleh Yesus Kristus, Sang Raja Damai. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L.  Bagi mereka yang tersesat: Semoga mereka yang hidupnya tersesat dan mereka yang hidup dalam alam ketidakpastian serta ketakutan, mengetahui siapakah penyelamat mereka. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L.  Bagi semua kelompok umat kristiani yang akan merayakan kegembiraan Natal, baik di lingkungan paroki maupun di tempat kerja ataupun di sekolah, memupuk persatuan dan persahabatan serta semakin sanggup untuk melayani sesama tanpa pamrih. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

P. Allah Bapa yang mahabaik, dengan gembira kami menantikan kedatangan Putra-Mu. Sebab kami percaya akan kebaikan dan cinta kasih-Mu kepada umat manusia, yang tampak bagi kami dalam diri Yesus, Penyelamat kami, kini dan sepanjang masa.

U. Amin.

15. KOLEKTE

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.

16. DOA PUJIAN

P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).

17A. Cara A: DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.

[Hening sejenak]

18A. BAPA KAMI Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)

 P : Tubuh Kristus.

U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)

----------------------------------------------------------------------------------------------

17B. Cara B. TANPA KOMUNI

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

18B. BAPA KAMI --Berdiri

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Dapat dilaksanakan Salam Damai.

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.

19B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.

▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.

▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.

 20. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11

P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.

Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.

21. AMANAT PENGUTUSAN

 P : Minggu Keempat Adven ini membantu kita untuk mempersiapkan diri menyambut perayaan Natal dengan merenungkan janji Allah, pentingnya awal yang sederhana, ketaatan kepada kehendak Allah, dan mengakui Yesus dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika kita mendekati perayaan kelahiran Yesus, marilah kita membuka hati kita untuk pelajaran-pelajaran ini dan menjalaninya setiap hari.

22. DOA PENUTUP

P : Marilah kita berdoa:

Ya Tuhan Yang Mahamurah, semoga oleh daya ilahi sakramen ini, kami dibersihkan dari cacat cela dan dengan demikian kami siap menyambut hari raya mendatang. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

U. Amin. 

23. MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN

 P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]

 P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.

P : Marilah pergi, kita diutus.

U : Amin.

24. LAGU PENUTUP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025