IBADAT MINGGU PRAPASKAH I Tahun C

 

IBADAT MINGGU PRAPASKAH I Tahun C (Ungu)

Minggu, 09 Maret 2025

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.

U : Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA

P : Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak dikasihi dan diberkati Tuhan

Hari ini kita  memulai perjalanan masa Prapaskah (Berdoa, Berpuasa dan bersedeka). Masa Ini adalah waktu khusus untuk merenungkan iman kita agar tumbuh lebih dekat dengan Allah. Dalam bacaan 1 dari Kitab Ulangan 26: 4-10, Nabi Musa mendorong orang-orang untuk mempersembahkan buah-buahan pertama mereka kepada Allah, mengingat perjalanan nenek moyang mereka di padang gurun, pembebasan dari perbudakan di Mesir, dan karunia tanah yang dijanjikan. Seruan  ini mendorong kita untuk memberikan yang terbaik kepada Allah sebagai ungkapan syukur. Dalam bacaan ke-2 dari Surat kepada jemaat di Roma 10: 8-13, St. Paulus menegaskan  bahwa Yesus yang adalah Tuhan akan menyelamatkan semua orang. Tidak ada perbedaan; semua orang yang berseru kepada Tuhan akan diselamatkan. Dalam Injil Lukas 4:1-13, Yesus dicobai oleh iblis. Ia bertahan dan menang melawan cobaan. Ini mengajarkan kita untuk berdiri teguh melawan godaan dalam hidup kita. Ia menggunakan Kitab Suci untuk melawan godaan iblis. Hal Ini menunjukkan kuasa firman Tuhan dalam membimbing kita dan melindungi kita. Allah bersama kita dalam perjuangan kita. Kita dapat mengandalkan bantuan Tuhan ketika kita menghadapi tantangan.

Bacaan-bacaan suci tersebut menekankan kepercayaan kepada Tuhan dalam segala situasi. Kepercayaan ini adalah kunci untuk perjalanan iman kita selama Masa Prapaskah. (hening sejenak)

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

04. LAGU TUHAN KASIHANILAH KAMI

05. DOA PEMBUKA

P : Marilah kita berdoa,

[hening sejenak]  Allah Yang Mahakuasa, kami menjalankan masa Prapaskah ini sebagai tanda pertobatan kami. Semoga kami semakin mengenal misteri Kristus dan mampu menghadirkan-Nya dengan hidup yang pantas. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U. Amin.

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]

07. BACAAN PERTAMA (Ul 26:4-10) -duduk-

"Pengakuan iman bangsa terpilih."

L. Bacaan dari Kitab Ulangan:

Pada waktu itu Musa berkata kepada bangsanya tentang hal ikhwal persembahan, katanya, “Imam harus menerima bakul dari tanganmu, dan meletakkannya di depan mezbah Tuhan, Allahmu. Kemudian engkau harus menyatakan di hadapan Tuhan, Allahmu, begini: Bapaku dahulu seorang Aram, seorang pengembara. Ia pergi ke Mesir dengan sedikit orang saja, dan tinggal di sana sebagai orang asing. Tetapi di sana ia menjadi suatu bangsa yang besar, kuat dan banyak jumlahnya. Ketika orang Mesir menganiaya dan menindas kami dan menyuruh kami melakukan pekerjaan yang berat, maka kami berseru kepada Tuhan, Allah nenek moyang kami, lalu Tuhan mendengarkan suara kami; Ia memerhatikan kesengsaraan, kesukaran, dan penindasan terhadap kami. Lalu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung, dengan kedahsyatan yang besat dan dengan tanda serta mujizat-mujizat Tuhan membawa kami keluar dari Mesir; Lalu membawa kami ke tempat ini, dan memberikan kepada kami negeri ini, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Oleh sebab itu, di sini aku membawa hasil pertama dari bumi yang telah Kauberikan kepadaku, ya Tuhan.”.

L. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

08. MENDARASKAN MAZMUR  TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN

(Mzm 91:1-2,10-11,12-13,14-15)

Ulangan: Ya Tuhan Lindungilah Kami dalam kesesakan  

Mazmur:

1. Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan, "Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai."
2. Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
3. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk pada batu. Singa dan ular tedung, akan kaulangkahi, anak singa dan naga akan kauinjak.
4. Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkan dia dan memuliakannya.

09. BACAAN KEDUA (Rm 10:8-13) -duduk-

"Pengakuan iman orang yang percaya kepada Kristus."

L.  Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara, inilah yang dikatakan Kitab Suci, “Firman itu dekat padamu, yakni di dalam mulut dan di dalam hatimu!” Itulah firman iman yang kami beritakan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulutnya orang mengaku dan diselamatkan. Karena Kitab Suci berkata, “Barangsiapa percaya kepada Dia tidak akan dipermalukan.” Sebab tidak ada perbedaan antara oarng Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu ini adalah Tuhan semua orang, dan Dia kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab barangsiapa berseru kepada nama Tuhan ia akan diselamatkan..

L. Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

10. BAIT PENGANTAR INJIL

P :

U : Terpujilah Kristus Tuhan, raja Mulia dan kekal

P : Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap Sabda Allah

U : Terpujilah Kristus Tuhan, raja Mulia dan kekal

11. INJIL (Luk 4:1-13) -berdiri-

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas

 (Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)

P. Sekali peristiwa Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari Sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dan dicobai Iblis. Selama di situ Yesus tidak makan apa-apa, dan sesudah waktu itu Ia lapar. Lalu berkatalah Iblis kepada Yesus, “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.” Jawab Yesus kepadanya, “Ada tertulis: manusia hidup bukan dari roti saja”. Kemudian Iblis membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi, dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada Yesus semua kerajaan dunia. Kata Iblis kepada-Nya, Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku, dan aku akan memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Maka, kalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.” Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau harus berbakti!” Kemudian Iblis membawa Yesus ke Yerusalem, dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya, “Jika Engkau anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: mengenai Engkau, Allah akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya supaya kaki-Mu jangan terantuk pada batu.” Yesus menjawab, katanya, “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Sesudah mengakhiri semua pencobaan itu, Iblis mundur dari Yesus, dan menunggu waktu yang baik

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus.

12. RENUNGAN SINGKAT

Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan

Hari ini, pada Minggu Pertama Prapaskah. Bacaan-bacaan suci hari ini mengingatkan kita akan perjalanan iman, baik melalui pengalaman umat Israel, pencobaan Yesus, maupun panggilan kita untuk percaya kepada-Nya. Masa Prapaskah adalah waktu pertobatan, refleksi, dan kesiapan hati untuk menyambut misteri kebangkitan Kristus. Namun, seperti Yesus di padang gurun, kita juga menghadapi pencobaan yang menguji iman dan ketergantungan kita pada Allah.

Dalam Bacaan Pertama dari Kitab Ulangan 26:4-10, kita mendengar Musa mengingatkan umat Israel untuk mempersembahkan hasil panen (buah-buahan) pertama kepada Allah sebagai ungkapan kepercayaan dan rasa syukur mereka, karena Tuhan telah membebaskan mereka dari perbudakan Mesir. Mereka diminta membawa hasil pertama dari tanah perjanjian sebagai tanda pengakuan bahwa segala berkat berasal dari Allah. Ini adalah panggilan bagi kita untuk mengenang karya Tuhan dalam hidup kita. Di tengah kesulitan atau kelimpahan, apakah kita masih setia mengandalkan Tuhan, atau justru tergoda untuk mengandalkan kekuatan sendiri?

Dalam Injil Lukas 4:1-13 Yesus dicobai iblis di padang gurun. Setelah berpuasa selama 40 hari, Yesus digoda oleh iblis dalam tiga cara: mengubah batu menjadi roti (kebutuhan jasmani), menerima kuasa atas dunia (ambisi kekuasaan duniawi), dan melompat dari Bait Allah (mencobai Tuhan). Namun, Yesus menolak setiap godaan dengan Alkitab dan firman Allah. Ia menunjukkan bahwa hidup sejati tidak hanya bergantung pada roti, kuasa, atau tanda-tanda ajaib, melainkan pada ketaatan dan kepercayaan penuh kepada Bapa.

Godaan-godaan ini juga hadir dalam hidup kita. Kita menghadapi tantangan serupa dalam hidup kita

Kita mungkin tergoda untuk mencari kepuasan instan, mengejar ambisi duniawi, atau meragukan penyertaan Tuhan saat hidup terasa sulit. Yesus mengajarkan kita bahwa jawaban atas godaan bukan terletak pada kekuatan manusiawi, tetapi pada firman Tuhan yang hidup di hati kita. Seperti yang ditegaskan dalam Roma 10:8-13, keselamatan tersedia untuk semua orang yang berseru kepada Tuhan, yang dekat dengan kita melalui sabda-Nya.

Mazmur 91 hari ini menjadi penguat: “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi… akan berkata kepada Tuhan, ‘Tuhanlah tempat perlindunganku.’” Ketika kita berlindung pada Tuhan, Ia menjanjikan perlindungan dan kehadiran-Nya, bahkan di tengah badai pencobaan. Masa Prapaskah mengundang kita untuk kembali pada ketergantungan penuh kepada Allah, meninggalkan apa yang memisahkan kita dari-Nya, dan memperkuat iman kita melalui doa, puasa, dan tindakan amal.

Saudara-saudari, mari kita gunakan Minggu Pertama Prapaskah ini untuk merenung: Godaan apa yang paling sering kita hadapi? Apakah kita mencoba mengatasinya dengan kekuatan sendiri, atau dengan berserah kepada Tuhan? Yesus telah menang atas pencobaan, dan melalui Dia, kita pun diberi kekuatan untuk menang. Marilah kita berjalan bersama-Nya di padang gurun hidup ini, dengan iman yang teguh dan hati yang terbuka pada kehendak Bapa.

13. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

14. DOA UMAT

P.  Pada masa prihatin dan tobat ini marilah kita panjatkan doa kepada Allah Bapa di surga:
L.  Bagi Sri Paus dan para Uskup: Semoga sabda dan teladan hidup Sri Paus dan para Uskup mendorong kami untuk lebih memperdalam dan memperkembangkan iman kami. Marilah kita mohon,.....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

P.  Bagi para bangsa: Semoga Bapa mencurahkan berkat-Nya kepada para bangsa agar jangan berlomba dalam persenjataan, melainkan dalam usaha memerangi kemiskinan rakyat. Marilah kita mohon,.....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
   

P. Bagi dunia yang menderita kelaparan: Semoga Bapa mendampingi kami, agar kami membantu saudara-saudari yang berada dalam kesulitan bukan hanya dengan sandang pangan, tetapi terlebih dengan keramahan dan keujujuran dalam melaksanakan tugas kami masing-masing. Marilah kita mohon,....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

P.  Bagi paroki kita: Sadarkanlah kami bahwa pertobatan sejati membarui hubungan kami yang jujur dengan Tuhan dan sesama. Marilah kita mohon,.....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

P. Allah Bapa yang Mahabaik, doa-doa ini adalah ungkapan maksud baik kami untuk selama Masa Prapaskah empat puluh hari ini, mengarahkan hidup kami kepada-Mu dan kepada sesama kami menurut teladan Yesus Kristus. Kami yakin Engkau akan mengabulkannya, maka kami persembahkan diri kami kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

15. KOLEKTE

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.

16. DOA PUJIAN

P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).

17. Cara A: DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.

[Hening sejenak]

18. BAPA KAMI Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

19. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)

 P : Tubuh Kristus.

U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)

20. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11

P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.

Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2 - 11.

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.

21. AMANAT PENGUTUSAN

P : Mempercayai Tuhan berarti percaya bahwa Dia akan membimbing dan mendukung kita. Ini berarti berpaling kepada-Nya dalam doa dan mengandalkan kekuatan-Nya. Selama masa Prapaskah, kita dipanggil untuk memperdalam kepercayaan kita kepada Tuhan melalui doa, puasa, dan tindakan amal. Mari kita gunakan masa Prapaskah ini untuk memperkuat kepercayaan kita kepada Tuhan. Dengan mengandalkan Dia, kita bisa menghadapi tantangan apa pun dan bertumbuh dalam iman kita. Kepercayaan pada Tuhan adalah dasar dari perjalanan spiritual kita.

22. DOA PENUTUP

P : Marilah kita berdoa:

Allah Bapa sumber kehidupan, kami bersyukur atas rezeki surgawi yang telah kami santap. Kami mohon, jadikanlah kami putra-putri-Mu, yang hidup berkat sabda dan Roh Yesus Kristus, Putra-Mu. Dialah Tuhan, Pengantara kami

U. Amin. 

23. MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN

 P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.

 P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.  

P : Marilah pergi, kita diutus.

U : Amin.

24. LAGU PENUTUP

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025