IBADAT MINGGU PRAPASKAH II Tahun C

 

IBADAT MINGGU PRAPASKAH II Tahun C (Ungu)

Minggu, 16 Maret 2025

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.

U : Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA

P : Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak dikasihi dan diberkati Tuhan

Pada hari Minggu Prapaskah Kedua ini, bacaan-bacaan suci mengundang kita untuk merenungkan tentang iman, pertobatan yang membawa perubahan atau transformasi, dan janji-janji Tuhan. Dalam bacaan 1 dari kitab Kejadian 15:5-12, 17-18, Allah menjanjikan berkat kepada Abraham berupa keturunan, tanah dan umur Panjang jika Abraham tetap setia dan percaya pada rencana Allah. Iman Abram adalah  kebenaran. Ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya iman dalam hubungan kita dengan Allah. Dalam bacaan kedua dari Filipi 3:17 – 4:1: St. Paulus memanggil orang-orang Kristen untuk meniru pemimpin yang setia dan menjaga mata mereka pada tujuan surgawi, bukan duniawi. Paulus memperingatkan bahwa berfokus pada kesenangan duniawi mengarah pada kehancuran, sementara rumah kita yang sebenarnya ada di surga.  Dalam Injil : Lukas 9:28B-36, Yesus mengungkapkan kemuliaan-Nya dalam peristiwa transfigurasi kepada Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Ini menunjukkan sifat ilahi-Nya dan mempersiapkan mereka untuk peristiwa Salib.  Tema-tema ini membantu kita untuk tumbuh lebih dekat dengan Tuhan selama Masa Prapaskah. (hening sejenak)

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

04. LAGU TUHAN KASIHANILAH KAMI

05. DOA PEMBUKA

P : Marilah kita berdoa,

[hening sejenak]  Allah Bapa Yang Mahamulia, Engkau telah memaklumkan kepada kami bahwa Yesus Kristus adalah Putra-Mu terkasih. Ajarilah kami untuk selalu mendengarkan dan melaksanakan Sabda-Nya dan berilah kami pengertian akan misteri sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya demi keselamatan kami. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U. Amin.

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]

07. BACAAN PERTAMA (Kej 15:5-12,17-18) -duduk-

"Perjanjian Allah dengan Abraham."

   

L. Bacaan dari Kitab Kejadian:
            
Sekali peristiwa Tuhan membawa Abram keluar dari rumah serta berfirman, “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat!” Maka firman-Nya kepada Abram, “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Lalu percayalah Abram kepada Tuhan; maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Tuhan berfirman lagi kepada Abram, “Akulah Tuhan, yang membawa engkau keluar dari Ur Kasdim guna memberikan negeri ini menjadi milikmu.” Tetapi Abram bertanya, “Ya Tuhan Allah, dari manakah aku tahu bahwa aku akan memilikinya?” Firman Tuhan kepadanya, “Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati.” Abram mengambil semuanya itu, membelahnya menjadi dua, lalu diletakkannya belahan-belahan itu yang satu di samping yang lain; tetapi burung-burung itu tidak ia belah. Ketika burung-burung buas hinggap di atas daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu gelap gulita yang mengerikan turun meliputinya. Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara belahan-belahan daging itu. Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman, “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai Efrat yang besar itu.”

L. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

08. MENDARASKAN MAZMUR  TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN

(Mzm 27:1.7-8.9abc.13-14)

Ulangan: Tuhan adalah terang dan keselamatankuMazmur:

Ayat oleh Pemazmur :
1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
2. Dengarlah, ya Tuhan, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! Wajah-Mu kucari, ya Tuhan, seturut firman-Mu, "Carilah wajah-Ku!"
3. Janganlah menyembunyikan wajah-Mu dari pada-Ku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka. Engkaulah pertolonganku, ya Allah penyelamatku, janganlah membuang aku, dan janganlah meninggalkan daku.
4. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan, di negeri orang-orang yang hidup. Nantikanlah Tuhan, kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan..

09. BACAAN KEDUA (Flp 3:17 - 4:1) -duduk-


"Kristus akan mengubah tubuh kita menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia."


L.  Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi:

     
Saudara-saudara, ikutilah teladanku, dan perhatikanlah mereka yang hidup seperti kami. Sebab, seperti yang telah sering kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang hidup sebagai musuh salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut, kemuliaan mereka ialah hal-hal aib, sedangkan pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara-perkara duniawi. Tetapi kita adalah warga Kerajaan Surga. Dari sana juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus, Sang Penyelamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, sesuai dengan kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. Karena itu, Saudara-saudaraku yang kukasihi dan kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah dengan teguh dalam Tuhan!

L. Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

10. BAIT PENGANTAR INJIL

P :

U : Terpujilah Kristus Tuhan, raja Mulia dan kekal

P : Dari awan yang bercahaya, Allah Bapa berbicara, inilah Anak-Ku yang Kukasihi dengarkanlah Dia

U : Terpujilah Kristus Tuhan, raja Mulia dan kekal

11. INJIL (Luk 9:28b-36) -berdiri-

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas

 (Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)

P. Sekali peristiwa Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa. Ketika sedang berdoa, wajah Yesus berubah, dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan, dan berbicara tentang tujuan kepergian Yesus yang akan digenapi-Nya di Yerusalem. Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur, dan ketika terbangun, mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya; juga kedua orang yang berdiri di dekat Yesus itu. Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada Yesus, “Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Sementara Petrus berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka. Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia!” Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Murid-murid itu merahasiakan semua itu, dan pada masa itu mereka tidak menceritakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu.

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus.

12. RENUNGAN SINGKAT

Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan

Bacaan pertama dari Kejadian mengisahkan perjanjian Allah dengan Abraham. Allah menjanjikan keturunan yang banyak bagaikan bintang di langit, tanah dan umur Panjang, meskipun Abraham belum melihatnya secara langsung. Iman Abraham diperkuat oleh janji Allah, dan ia mempercayainya meski harus menantikan penggenapan dalam waktu yang lama. Ini mengajarkan kita untuk percaya pada rencana Allah, bahkan ketika kita hanya melihat "awan gelap" dalam hidup kita, seperti yang digambarkan dalam kisah itu.

Dalam bacaan kedua dari surat Filipi, St. Paulus mengingatkan kita bahwa "kewargaan kita ada di sorga," dan kita menantikan Juruselamat yang akan mengubah tubuh kita menjadi mulia seperti tubuh-Nya. Ini adalah panggilan untuk hidup dengan fokus pada tujuan akhir, bukan hanya pada kenyamanan sementara di dunia ini. Prapaskah adalah waktu untuk menata kembali prioritas kita, meninggalkan hal-hal yang menjauhkan kita dari Allah, dan mendekat kepada-Nya.

Dalam bacaan Injil Lukas, Yesus membawa Petrus, Yohanes, dan Yakobus naik ke gunung untuk berdoa. Di sana, mereka menyaksikan kemuliaan-Nya: wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilauan. Musa dan Elia muncul, berbicara dengan Yesus tentang "kepergian-Nya" yang akan digenapi di Yerusalem, yaitu penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Lalu, suara dari awan berkata, "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."

Peristiwa ini bukan hanya sekadar pertunjukan kemuliaan, tetapi juga penguatan iman bagi para murid—dan bagi kita—untuk menghadapi jalan salib. Dalam Masa Prapaskah, kita diajak untuk tidak hanya terpaku pada penderitaan, tetapi juga pada harapan kebangkitan yang dijanjikan. Transfigurasi menjadi pengingat bahwa di balik salib ada kemuliaan, dan panggilan kita adalah "mendengarkan Dia" dalam setiap langkah hidup.

Petrus, dalam kekagumannya, ingin tinggal di atas gunung dan mendirikan kemah. Namun, Yesus mengajak mereka turun kembali ke dunia nyata, tempat tugas dan tantangan menanti. Kita pun sering kali ingin "berlama-lama" dalam saat-saat bahagia atau nyaman bersama Tuhan, tetapi panggilan kita adalah membawa kemuliaan itu ke dalam kehidupan sehari-hari—ke dalam keluarga, pekerjaan, dan lingkungan kita.

Mendengarkan Dia berarti mengikuti Yesus tidak hanya dalam momen kemuliaan, tetapi juga dalam jalan salib. Apa yang perlu kita lepaskan di Masa Prapaskah ini agar kita bisa lebih setia mendengarkan suara-Nya? Mungkin itu kebiasaan buruk, sikap egois, atau ketakutan yang menghalangi kita untuk percaya penuh pada janji-Nya.

13. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

14. DOA UMAT

P.  Oleh karena kasih-Nya yang begitu agung kepada manusia. Allah Bapa berkenan mengutus Putra-Nya Tuhan kita Yesus Kristus demi keselamatan kita, dengan bersabda, "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia!" Maka marilah kita berdoa kepada Bapa, Allah yang sungguh dekat dan penuh kasih setia:

L.  Bagi Gereja Allah: Semoga Umat Allah semakin menyadari bahwa tugas perutusan sebagai putra-putri-Nya yang terkasih adalah berbagi hidup dengan sesama demi keselamatan seluruh umat manusia. Marilah kita mohon,.....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi Sri Paus, para uskup dan segenap pejabat Gereja: Semoga Allah Bapa mencurahkan Roh-Nya kepada Sri Paus, para uskup dan segenap pimpinan Gereja, agar dengan semangat penuh dan mantap membangun Gereja untuk masa depan. Marilah kita mohon,………

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

P.  Bagi para bangsa: Semoga Bapa mencurahkan berkat-Nya kepada para bangsa agar jangan berlomba dalam persenjataan, melainkan dalam usaha memerangi kemiskinan rakyat. Marilah kita mohon,.....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.  

L.  Bagi mereka yang terbelenggu oleh kemiskinan dan menderita kelaparan: Semoga Allah menumbuhkan di dalam hati kita rasa belas kasih dan cinta kasih yang mendalam terhadap mereka yang lapar dan miskin sehingga kita pun tergerak untuk secara nyata membantu mereka keluar dari belenggu kemiskinan dan kelaparan. Marilah kita mohon,.....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi diri kita: Semoga Bapa memberkati kita semua sehingga selalu menghayati kehadiran Kristus di dalam diri kita masing-masing dan di tengah-tengah umat.  Marilah kita mohon,....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

P.  Allah Bapa kami yang mahamulia, dengarkanlah doa-doa kami dan berikanlah kekuatan belas kasih-Mu kepada mereka yang mengandalkan kebaikan hati-Mu sebagai Bapa, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

15. KOLEKTE

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.

16. DOA PUJIAN

P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).

17. Cara A: DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.

[Hening sejenak]

18. BAPA KAMI Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

19. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)

 P : Tubuh Kristus.

U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)

20. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11

P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.

Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2 - 11.

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.

21. AMANAT PENGUTUSAN

P : Dalam Transfigurasi, Yesus menampakkan kemuliaan-Nya, namun juga mengarah pada salib-Nya. Suara Allah berkata, "Dengarkanlah Dia." Abraham percaya janji Allah meski belum terlihat, Paulus mengingatkan kita akan harapan sorga. Prapaskah mengajak kita mendengar Yesus, melepaskan yang sia-sia, dan setia mengikuti-Nya menuju kebangkitan.

22. DOA PENUTUP

P : Marilah kita berdoa:

Ya Allah Yang Mahabaik, kami bersyukur karena telah Kauperkenankan untuk menyambut Putra-Mu. Berilah kami kekuatan untuk menjalani pertobatan kami sehingga pada saatnya kami Kauperkenankan untuk mengalami kemuliaan Putra-Mu yang abadi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U. Amin. 

23. MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN

 P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.

 P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah. 

P : Marilah pergi, kita diutus.

U : Amin.

24. LAGU PENUTUP

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025