IBADAT MINGGU PRAPASKAH III Tahun C
IBADAT MINGGU PRAPASKAH III Tahun C (Ungu)
Minggu, 23 Maret 2025
Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak dikasihi dan diberkati Tuhan
Hari Minggu Ketiga Prapaska mengajak kita untuk merenungkan tentang panggilan Tuhan, pertobatan dan bertumbuh dalam iman. Dalam Bacaan Pertama (Keluaran 3:1-8a, 13-15), kita mendengar kisah Musa yang bertemu dengan Allah. Allah berjanji untuk membebaskan umatNya dari perbudakan di Mesir. Ini adalah pengingat bahwa Allah selalu hadir dalam hidup kita, bahkan di tengah kesulitan, dan Dia memanggil kita untuk mengenal-Nya lebih dalam serta menjalani hidup sesuai kehendak-Nya. Dalam Bacaan Kedua (1 Korintus 10:1-6, 10-12), St. Paulus mengingatkan jemaat Korintus tentang pengalaman umat Israel di padang gurun. Meskipun mereka menerima berkat besar dari Allah, banyak dari mereka yang jatuh dalam dosa dan tidak sampai ke Tanah Terjanji. Paulus menegaskan bahwa kisah ini menjadi peringatan bagi kita: jangan menganggap remeh anugerah Allah, dan hiduplah dalam ketaatan kepada kehendakNya. Dalam Injil Lukas 13:1-9, Tuhan Yesus menyampaikan perumpmaan tentang pohon ara. Melalui perumpmaan ini Tuhan Yesus berbicara tentang perlunya bertobat. Dia memperingatkan bahwa tanpa pertobatan, kita akan binasa. Perumpamaan ini juga menyoroti kesabaran Tuhan. Dia memberi kita waktu untuk bertobat, berubah dan bertumbuh dalam iman, namun kita harus menanggapinya dengan pertobatan yang sungguh-sungguh sebelum terlambat.
Merenungkan bacaan-bacaan ini membantu memperdalam pemahaman kita tentang kehadiran Tuhan dan kebutuhan kita akan pertobatan. Kita dibimbing untuk hidup lebih setia dan percaya pada janji-janji Tuhan.
(hening sejenak)
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
04. LAGU TUHAN KASIHANILAH KAMI
05. DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa,
[hening sejenak] Allah Bapa Yang Maharahim, Engkau menghendaki agar kami selamat. Oleh karena itu, mengundang kami untuk bertobat. Kami mohon, teguhkanlah niat dan usaha kami dalam bermatiraga agar sungguh membuahkan pertobatan sejati dalam diri kami sehingga kami Kaujauhkan dari kebinasaan dan Kauanugerahi keselamatan. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (Kel 3:1-8a,13-15) -duduk-
"Allah telah mengutus aku kepadamu."
L. Bacaan dari Kitab Keluaran:
Di tanah Midian Musa biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali peristiwa Musa menggiring kawanannya ke seberang padang gurun, dan tiba di gunung Allah, yakni Gunung Horeb. Lalu malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Musa melihat-lihat, dan tampaklah: Semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. Musa berkata, “Baiklah aku menyimpang ke sana, dan menyelidiki penglihatan yang hebat itu. Mengapa semak duri itu tidak terbakar?” Ketika dilihat Tuhan bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya, “Musa, Musa!” Musa menjawab, “Ya Allah!” Lalu Allah berfirman, “Janganlah mendekat! Tanggalkanlah kasut dari kakimu, sebab tempat dimana engkau berdiri itu adalah tanah kudus.” Allah berfirman lagi, “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Musa lalu menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. Lalu Tuhan berfirman, “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka. Ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir.” Ketika Allah mengutus Musa untuk membawa umat Israel keluar dari Mesir, Musa berkata kepada Allah, “Tetapi apabila aku menemui orang Israel, dan berkata kepada mereka, ‘Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu’, dan mereka bertanya kepadaku, ‘Siapakah nama-Nya’, apakah yang harus kukatakan kepada mereka?” Firman Allah kepada Musa, “Aku adalah ‘Sang Aku’.” Lalu Allah melanjutkan, “Katakanlah kepada orang Israel itu, ‘Sang Aku’ telah mengutus aku kepadamu.” Firman Allah pula kepada Musa, “Katakanlah ini kepada orang Israel, ‘Tuhan, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu’. Itulah nama-Ku untuk selama-lamanya, dan itulah sebutan-Ku turun temurun.”
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN
(Mzm 103:1-4.6-7.8.11)
Ulangan: Tuhan adalah Pengasih dan Penyayang
Mazmur:
Ayat oleh Pemazmur :
1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya.
2. Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala
penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau
dengan kasih setia dan rahmat!
3. Tuhan menjalankan keadilan dan hukum bagi semua orang yang diperas. Ia telah
memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, dan memaklumkan
perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.
4. Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih
setia. Setinggi langit dari bumi, demikianlah besarnya kasih setia Tuhan atas
orang-orang yang takwa kepada-Nya..
09. BACAAN KEDUA (1Kor 10:1-6,10-12) -duduk-
"Kehidupan bangsa Israel di padang gurun telah dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita."
L. Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:
Saudara-saudara, aku mau supaya kamu mengetahui, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. Jadi untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. Mereka semua makan makanan rohani yang sama, dan minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. Tetapi, sungguh pun demikian, Allah tidak berkenan kepada sebagian terbesar dari mereka. Maka mereka ditewaskan di padang gurun. Semua itu telah terjadi sebagai contoh bagi kita; maksudnya untuk memperingatkan kita, supaya kita jangan menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat. Demikian pula, janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. Semua itu telah menimpa mereka sebagai contoh bagi kita; semua itu dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada zaman akhir yang kini telah tiba. Sebab itu siapa yang menyangka bahwa dirinya teguh berdiri, hati-hatilah supaya jangan jatuh!
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
10. BAIT PENGANTAR INJIL
P :

U : Terpujilah Kristus Tuhan, raja Mulia dan kekal
P : Bertobatlah Sabda Tuhan, karena kerajaan Surga Sudah Dekat
U : Terpujilah Kristus Tuhan, raja Mulia dan kekal
11. INJIL (Luk 13:1-9) -berdiri-
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas
(Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Sekali peristiwa datanglah beberapa orang kepada Yesus dan membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang dibunuh Pilatus dan darahnya dicampurkan dengan darah kurban yang mereka persembahkan. Maka berkatalah Yesus kepada mereka, “Sangkamu orang-orang Galilea itu lebih besar dosanya daripada semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib demikian? Tidak, kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua pun akan binasa dengan cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya daripada semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak, kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua pun akan binasa dengan cara demikian.” Kemudian Yesus mengatakan perumpamaan ini, “Ada seorang mempunyai sebatang pohon ara, yang tumbuh di kebun anggurnya. Ia datang mencari buah pada pohon itu, tetapi tidak menemukannya. Maka berkatalah ia kepada pengurus kebun anggur itu, ‘Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini, namun tidak pernah menemukannya. Sebab itu tebanglah pohon ini! Untuk apa pohon ini hidup di tanah ini dengan percuma!’ Pengurus kebun itu menjawab, ‘Tuan, biarkanlah dia tumbuh selama setahun ini lagi. Aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya. Mungkin tahun depan akan berbuah. Jika tidak, tebanglah!
P. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN SINGKAT
Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan
Bacaan-bacaan suci Pada Minggu Prapaskah Ketiga ini mengajak kita untuk merenungkan makna hidup kita: panggilan untuk bertobat dan kesabaran Allah yang memberi kita waktu untuk berubah.
Bacaan pertama dari Keluaran mengingatkan kita bahwa Allah adalah "AKU ADALAH AKU", Dia yang selalu hadir, yang mendengar tangisan umat-Nya dan ingin membebaskan mereka. Dalam hidup kita pun, Dia hadir, mengetuk pintu hati kita, menawarkan pembebasan dari dosa dan kebiasaan buruk. Mazmur 103 menegaskan bahwa Allah itu "pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya." Kesabaran-Nya adalah undangan untuk kita berubah, bukan alasan untuk menunda-nunda.
Namun, Rasul Paulus dalam 1 Korintus mengingatkan kita agar tidak menyepelekan waktu rahmat ini. Pengalaman umat Israel di padang gurun menjadi peringatan: banyak dari mereka gagal menghasilkan buah iman karena ketidaktaatan. "Janganlah kita jatuh seperti mereka," kata Paulus. Waktu yang diberikan Allah bukan tanpa batas, ada saatnya kita harus menunjukkan buah pertobatan kita.
Dalam Injil Lukas 13:1-9, beberapa orang datang kepada Yesus membawa berita tentang tragedi orang-orang Galilea yang dibunuh Pilatus dan orang-orang yang tewas tertimpa menara di Siloam. Mereka bertanya-tanya, "Apakah ini hukuman atas dosa mereka?" Namun, Yesus menjawab dengan tegas: "Tidak! Tetapi jika kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa."
Jawaban Yesus ini mengguncang. Ia tidak membiarkan kita terjebak dalam spekulasi tentang dosa orang lain, melainkan mengarahkan pandangan kita ke dalam diri sendiri. Prapaskah adalah waktu untuk bertanya: "Apakah hidupku sudah berbuah bagi Allah dan sesama?" Yesus tidak datang untuk menghakimi, tetapi untuk memanggil kita kembali kepada kasih Bapa. Ia ingin kita hidup, bukan binasa.
Kemudian, melalui perumpamaan pohon ara, Yesus memperlihatkan Allah yang sabar dan penuh harap. Pohon ara itu sudah tiga tahun tidak berbuah, dan pemilik kebun ingin menebangnya. Namun, tukang kebun memohon, "Biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan merawatnya dengan lebih baik." Ini adalah gambaran nyata tentang Allah kita—Allah yang tidak buru-buru menghukum, tetapi memberi kita "waktu rahmat" untuk bertobat dan menghasilkan buah kehidupan.
Inspirasi untuk Hidup:
Bayangkan diri kita sebagai pohon ara itu. Mungkin kita merasa hidup kita tidak berbuah, mungkin karena kemalasan rohani, keegoisan, atau luka yang kita biarkan menguasai hati. Tetapi dengarlah suara tukang kebun itu: Yesus sedang "mencangkul" dan "memupuk" kita melalui doa, Sakramen, dan firman-Nya. Dia percaya kita bisa berubah. Dia memberi kita kesempatan lagi untuk menghasilkan buah kasih, pengampunan, dan kebaikan.
Hari ini, mari kita ambil langkah kecil tapi nyata. Mungkin dengan memaafkan seseorang yang sulit kita maafkan, meluangkan waktu untuk berdoa lebih dalam, atau membantu sesama yang membutuhkan. Prapaskah adalah waktu untuk bertumbuh dan berbuah. Jangan biarkan kesabaran Allah sia-sia dalam hidup kita.
13. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
14. DOA UMAT
P. Marilah kita berdoa kepada
Allah Bapa kita yang selalu siap sedia mendampingi kita dalam perjalanan
L. Bagi para Uskup dan para Imam: Semoga Bapa berkenan mendampingi dan
meneguhkan para pejabat Gereja sehingga hidup mereka menjadi teladan bagi umat
dalam menghayati perintah-perintah Allah serta menjadi bukti bahwa cinta kasih
kepada Allah dan sesama adalah perintah tertinggi. Marilah kita mohon,.....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi perdamaian dunia: Semoga masyarakat dunia selalu berjuang untuk menciptakan perdamaian dan kerukunan sehingga setiap orang memiliki kekuatan dan keberanian untuk menentang perang, penindasan, ketidak-adilan, dan penghancuran. Marilah kita mohon, ….
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi semua yang telah menjatuhkan pilihan mau mengikuti Kristus: Semoga Bapa membantu para pengikut Putra-Nya agar setia akan pilihan mereka dan tidak silau oleh kemewahan dunia atau keindahan lahiriah. Marilah kita mohon, ….
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi paroki kita: Semoga Bapa menguatkan kita agar semakin mencintai Ekaristi, tekun mengikuti perayaan Ekaristi sepenuh hati agar menjadi kekuatan bagi kita untuk berbuat baik dan hidup suci. Marilah kita mohon,.....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
P. Allah Bapa kami, Engkau telah
mengutus Putra-Mu untuk menunjukkan jalan hidup sejati. Ajarilah kami mengikuti
teladan-Nya dengan tulus dan rendah hati. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan
kami.
U. Amin.
15. KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
16. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
17. DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
18. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
19. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.
(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P : Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
20. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11
P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2 - 11.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.
21. AMANAT PENGUTUSAN
P : Prapaskah adalah saat untuk kembali kepada Allah dengan hati yang rendah. Allah tidak langsung "menebang" kita saat kita gagal, tetapi dengan sabar menanti kita berbuah. Mari kita gunakan kesempatan ini untuk mendekat kepada-Nya, memperdalam doa kita, dan menghidupi kasih kepada sesama.
22. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa:
Allah yang penuh kasih, Engkau telah tinggal dalam diri kami melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, yang berkenan menjadi santapan bagi kami. Kami mohon, berkatilah kami untuk mematuhi Sabda Putra-Mu dengan berlaku adil dan penuh belas kasih terhadap sesama sebagaimana Ia memperlakukan kami sehingga kelak kami pun Engkau perkenankan memasuki kehidupan abadi yang Kaujanjikan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami
U. Amin.
23. MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
24. LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar