IBADAT MINGGU PRAPASKAH IV Tahun C (Minggu Sukacita)
IBADAT MINGGU PRAPASKAH IV Tahun C (Ungu/Merah Muda)
Minggu Laetare (Minggu Sukacita)
Minggu, 30 Maret 2025
Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak dikasihi dan diberkati Tuhan
Bacaan-bacaan suci di hari Minggu Prapaskah ke-4 ini menawarkan pelajaran tentang belas kasihan dan kasih Allah. Allah memanggil kita untuk berdamai dengan Dia dan sesama. Bacaan1 dari kitab Yosua 5:9a.10-12 menceritakan perjalanan bangsa Israel memasuki Tanah Terjanji setelah keluar dari perbudakan di Mesir. Mereka merayakan Paskah pertama mereka di Tanah Perjanjian. Ini menandai awal yang baru dan penggenapan Allah atas janji-janji-Nya. Allah menghapus aib dan dosa masa lalu bangsa Israel, menandai awal baru bagi mereka di Tanah Terjanji. Ini mencerminkan tema Prapaskah tentang pengampunan dan pembaruan hidup. Dalam bacaan ke-2 dari 2 Korintus 5: 17-21 St. Paulus mengatakan kepada kita bahwa melalui Kristus, Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya. Kita dipanggil untuk berdamai dengan Allah dan orang lain. Melalui kematian dan kebangkitan Kristus, kita diperbarui menjadi "ciptaan baru." Ini adalah inti dari Prapaskah: meninggalkan "yang lama" (dosa) dan menerima "yang baru" (kehidupan dalam kasih karunia). Dalam Injil Lukas 15: 1-3.11-32 Yesus menceritakan perumpamaan tentang anak yang hilang. Bapa menyambut kembali anak yang hilang. Perumpamaan ini menyoroti sukacita pengampunan. Baik ayah dan anak mengalami sukacita ketika pengampunan diberikan dan diterima. Ini menunjukkan belas kasihan Allah yang tak ada habisnya bagi mereka yang bertobat. Perumpamaan ini adalah inti dari Masa Prapaskah: panggilan untuk bertobat, menerima pengampunan Allah, dan bersukacita atas kasih-Nya yang besar
(hening sejenak)
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
04. LAGU TUHAN KASIHANILAH KAMI
05. DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa,
[hening sejenak] Ya Allah, dengan pengantaraan Sabda-mu, Engkau telah memulihkan hubungan damai dengan umat manusia secara mengagumkan. Kami mohon, berilah agar umat Kristiani, dengan cinta bakti yang penuh semangat dan iman yang hidup, bergegas menyongsong hari-hari raya yang akan datang. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA Yos 5:9a.10-12) -duduk-
"Umat Allah memasuki tanah yang dijanjikan, dan merayakan Paskah.
L. Bacaan dari Kitab Yosua:
Sekali peristiwa, setelah Yosua selesai menyunatkan seluruh bangsa, berfirmanlah Tuhan kepada Yosua, “Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir dari padamu.” Sementara berkemah di Gilgal, orang Israel itu merayakan Paskah pada hari yang keempat belas bulan itu, pada waktu petang, di dataran Yerikho. Lalu pada hari sesudah Paskah mereka makan hasil negeri itu, yakni roti yang tidak beragi dan bertih gandum, pada hari itu juga. Pada keesokan harinya, setelah mereka makan hasil negeri itu, manna tidak turun lagi. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan.
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN
Ulangan: Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan.
Ayat oleh Pemazmur :
1. Aku hendak memuji Tuhan setiap
waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku
bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
2. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama
memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan
daku dari segala kegentaranku.
3. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak
akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan
mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
09. BACAAN KEDUA (2Kor 5:17-21) -duduk-
"Allah mendamaikan kita dengan diri-Nya lewat Kristus."
L. Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus:
Saudara-saudara, barangsiapa ada dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Yang lama telah berlalu, dan sungguh, yang baru sudah datang. Semuanya ini datang dari Allah yang telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dengan perantaraan Kristus dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya lewat Kristus tanpa memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami. Dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: Berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Kristus yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
10. BAIT PENGANTAR INJIL
P :

U : Terpujilah Kristus Tuhan, raja Mulia dan kekal
P : Baiklah aku kembali kepada Bapa-ku dan berkata “Bapa Aku telah berdosa terhadap Surga dan terhadap Bapa”.
U : Terpujilah Kristus Tuhan, raja Mulia dan kekal
11. INJIL (Luk 15:1-3.11-32) -berdiri-
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas
(Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasa datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya, “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” Maka Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada mereka, “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya, ‘Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku’. Lalu ayahnya membagi-bagi harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu, lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya harta miliknya, timbullah bencana kelaparan di negeri itu, dan ia pun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babi. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya, ‘Betapa banyak orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebut anak Bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan Bapa.’ Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihat dia, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya, ‘Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebut anak Bapa.’ Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya, “Lekaslah bawa kemari jubah yang terbaik, kenakanlah kepadanya; pasanglah cincin pada jarinya, dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. Tetapi anaknya yang sulung sedang berada di ladang. Ketika pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. Jawab hamba itu, ‘Adikmu telah kembali, dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatkan kembali anak itu dengan selamat.’ Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya, “Telah bertahun-tahun aku melayani Bapa, dan belum pernah aku melanggar perintah Bapa, tetapi kepadaku belum pernah Bapa memberikan seekor anak kambing pun untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak Bapa yang telah memboroskan harta kekayaan Bapa bersama dengan pelacur-pelacur, maka Bapa menyembelih anak lembu tambun untuk dia.’ Kata ayahnya kepadanya, ‘Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali
P. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN SINGKAT
Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan
Hari ini kita memasuki Minggu Prapaskah Keempat, yang disebut Minggu Sukacita. Di tengah perjalanan pertobatan kita menuju Paskah, Gereja mengajak kita untuk melihat betapa besar kasih Allah yang menanti kita.
Bacaan pertama dari Yosua mengingatkan kita bahwa Allah selalu memberi awal baru. Bangsa Israel, setelah bertahun-tahun di padang gurun, akhirnya memasuki Tanah Terjanji. Manna berhenti, dan mereka makan hasil tanah itu. Allah berkata, "Hari ini Aku telah mengampuni dosa Mesir dari kamu." Ini adalah Paskah baru, permulaan baru. Begitu juga dengan kita. Ketika kita pulang kepada Allah, Ia menghapus dosa kita, luka masa lalu, kegagalan, dan rasa malu, dan memberi kita roti kehidupan baru.
Rasul Paulus dalam bacaan kedua menegaskan, "Barangsiapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru." Prapaskah adalah waktu untuk menjadi ciptaan baru. Bukan hanya berhenti dari dosa, tetapi menjadi duta kasih dan pendamaian, seperti yang Paulus katakan. Allah tidak memperhitungkan pelanggaran kita. Yesus telah membayar semuanya di kayu salib.
Dalam Injil Tuhan Yesus menyampaikan perumpamaan tentang Bapa yang baik. Anak bungsu dalam perumpamaan itu penuh dengan semangat muda, meminta warisannya dan pergi. Ia ingin bebas, mengejar impian, menikmati hidup. Tapi di negeri jauh, ia kehilangan segalanya, mulai dari harta, martabat, bahkan harapan. Ia akhirnya duduk di antara babi, lapar, dan terpuruk. Lalu, sesuatu bergerak di hatinya. Ia teringat rumah ayahnya, bukan hanya makanan di meja, tetapi kasih yang pernah ia tolak. Ia memutuskan, "Aku akan pulang."
Sementara itu, anak sulung tetap di rumah. Ia bekerja keras, taat, dan setia. Tapi ketika adiknya pulang dan ayahnya mengadakan pesta, ia marah. "Aku yang setia tidak pernah dapat apa-apa, tapi anakmu yang borobudur ini disambut dengan sukacita!" Hatinya penuh kebencian, meski ia tidak pernah meninggalkan rumah.
Saudara-saudari, siapa di antara kita yang tidak pernah menjadi anak bungsu? Kita sering tersesat—mungkin bukan ke negeri jauh, tapi ke dalam dosa, kesombongan, atau keegoisan. Kita menghabiskan "warisan" kasih Allah untuk hal-hal yang sia-sia. Tapi ada saat di mana kita terbangun, seperti anak bungsu, dan berkata, "Aku harus pulang." Dan di situlah keajaiban terjadi: Bapa tidak menunggu dengan cambuk, tetapi dengan pelukan. Ia berlari menyambut kita, sebelum kita selesai mengucap kata maaf.
Namun, jangan lupakan anak sulung. Mungkin kita juga pernah menjadi dia, merasa benar sendiri, menghakimi orang lain yang bertobat, atau iri pada kasih yang diberikan kepada mereka yang tidak pantas. Anak sulung ada di rumah, tapi hatinya jauh dari ayahnya. Saudara-saudari, Prapaskah bukan hanya tentang meninggalkan dosa, tetapi juga tentang melembutkan hati.
Pertanyaannya: apakah kita siap pulang dan menerima kasih itu?
Prapaskah bukan akhir, tetapi jalan menuju Paskah. Anak yang hilang kembali, dan ada pesta di rumah Bapa. Hari ini, di Minggu Sukacita ini, dengarkan suara Bapa yang berkata, "Kembalilah, anak-Ku. Aku menantimu." Mari kita pulang, dan bawa sukacita itu kepada dunia.
13. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
14. DOA UMAT
P. Allah Bapa kita adalah Bapa yang menantikan kedatangan kita dalam menghadapi kesulitan. Maka marilah kita panjatkan doa kepada-Nya.
L. Bagi para pejabat pimpinan Gereja: Semoga Allah Bapa memberkati para pejabat pimpinan Gereja agar selalu ramah dan bijaksana seperti Kristus dan senantiasa memerhatikan kesejahteraan umum. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi perdamaian dunia secara
khusus di Ukraina: Semoga masyarakat dunia selalu berjuang untuk menciptakan
perdamaian dan kerukunan sehingga setiap orang memiliki kekuatan dan keberanian
untuk menentang perang, penindasan, ketidak-adilan, dan penghancuran. Marilah
kita mohon, ….
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi paroki kita: Semoga
Bapa memberkati umat-Nya, agar hasil pencaharian, pembaruan dan pendalaman iman
memberikan hidup dan gairah kepada setiap orang. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi para pemimpin dan mereka yang diserahi tanggung jawab di tengah masyarakat: Semoga Bapa, mendampingi para pemimpin agar mereka memikirkan matang-matang berdasarkan iman me-ngenai keputusan-keputusan yang mau diambil. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi keluarga-keluarga kita sebagai persekutuan: Semoga bapak ibu mengilhami anak-anak dengan iman mereka yang hidup, dan semoga kaum muda dengan tulus hati mencari kebenaran, keadilan serta harapan kristiani. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
P. Allah Bapa yang Mahakudus, dengarkanlah doa kami. Perkenankanlah kami bersyukur kepada-Mu atas segala anugerah yang telah kami terima. Buatlah kami tenang karena percaya akan memperoleh apa yang kami harapkan dalam dan karena Kristus, Pengantara kami.
U. Amin.
15. KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
16. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
17. DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
18. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
19. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.
(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P : Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
20. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11
P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2 - 11.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.
21. AMANAT PENGUTUSAN
P : Hari ini kita diajak untuk merenungkan belas kasihan, kesetiaan, dan awal yang baru yang Allah tawarkan kepada kita. Melalui kisah Paskah pertama Israel di Tanah Perjanjian, perumpamaan Anak yang hilang, dan ajaran Paulus tentang menjadi ciptaan baru di dalam Kristus, kita belajar tentang kepedulian Allah yang terus-menerus dan panggilan untuk bertobat. Bacaan-bacaan ini mengingatkan kita tentang pentingnya rasa syukur, pengampunan, dan cara hidup kasih di dalam Kristus.
22. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa:
Ya Allah, Engkau menerangi setiap orang yang lahir di dunia. Kami mohon, terangilah hati kami dengan sinar rahmat-Mu agar kami mampu selalu memikirkan hal-hal yang pantas dan layak bagi keagungan-Mu serta mencintai Engkau dengan sungguh-sungguh. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U. Amin.
23. MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
24. LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar