IBADAT RABU ABU Tahun C

 

IBADAT RABU ABU Tahun C (Ungu)

Rabu, 05 Maret 2025

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.

U : Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA

P : Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan

Hari ini kita memulai masa Prapaskah dengan perayaan Rabu Abu. Tanda abu melambangkan pertobatan, kerendahan hati, dan kesadaran akan kematian serta dosa manusia. Tanda Abu di dahi sering kali diiringi dengan ucapan, “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” atau “Ingatlah bahwa engkau debu, dan kepada debu engkau akan kembali”. Ucapan tersebut menyadarkan kita akan kefanaan hidup, dan mengajak kita untuk kembali kepada Tuhan melalui pertobatan serta mempersiapkan hati untuk menerima kasih serta pengampunan yang diwujudkan dalam peristiwa Paskah.

Perayaan Rabu abu juga merupakan tanda dimulainya masa Prapaskah.  Prapaskah adalah sebuah perjalanan rohani yang mengajak kita untuk menyelami misteri kehidupan, kematian, dan kebangkitan melalui refleksi, pertobatan, dan pengorbanan. Dalam tradisi Kristen, Prapaskah berlangsung selama 40 hari sebelum Paskah. Angka 40 ini bukan sekadar simbol waktu, tetapi juga lambang pemurnian dan persiapan hati untuk menghadapi rencana besar Tuhan.

Ada tiga pilar utama yang sering ditekankan selama masa Prapaskah: doa, puasa, dan sedekah. Doa menguatkan hubungan kita dengan Tuhan, puasa melatih penguasaan diri dan solidaritas dengan yang menderita, sedangkan sedekah mengajarkan kemurahan hati dan kepekaan terhadap kebutuhan orang lain.

Nabi Yoel berkata, "Kembalilah dengan segenap hati." Tuhan tidak minta kesempurnaan, hanya hati yang mau pulang. Yesus bilang, "Berdoa, berpuasa, bersedekahlah dalam diam." Bukan untuk pamer, tapi untuk bertemu Tuhan di dalam hati. Dan Paulus menegaskan, "Sekarang waktunya." Bukan besok, bukan nanti, sekarang.

Marilah kita merendahkan hati, mengakui kefanaan kita, dan bertobat, seraya memohon rahmat Tuhan untuk menjalani perjalanan rohani menuju Paskah dengan penuh kesetiaan (hening sejenak)

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

04. LAGU TUHAN KASIHANILAH KAMI

05. DOA PEMBUKA

P : Marilah kita berdoa,

[hening sejenak]  Ya Allah, bantulah kami umat kristiani untuk memulai puasa suci ini. Semoga dengan pengendalian diri, kami memperoleh kekuatan untuk mengalahkan kelesuan rohani. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U. Amin.

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]

07. BACAAN PERTAMA (Yl 2:12-18) -duduk-

 "Sekarang juga, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh."

L. Bacaan dari Nubuat Yoel:

"Sekarang," beginilah firman Tuhan, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh. Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, lalu meninggalkan berkat menjadi kurban sajian dan kurban curahan bagi Tuhan, Allahmu. Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang lanjut usia, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah pengantin laki-laki keluar dari kamarnya, dan pengantin perempuan dari kamar tidurnya. Baiklah para imam, pelayan-pelayan Tuhan, menangis di antara balai depan mezbah, dan berkata, "Sayangilah, ya Tuhan, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa-bangsa: Di mana Allah mereka?" Maka Tuhan menjadi cemburu karena tanah-Nya dan menaruh belas kasihan kepada umat-Nya.

L. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

08. MENDARASKAN MAZMUR

TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN

Ulangan: Kasihanilah kami ya Allah, karena kami orang berdosa.  

Mazmur:

1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu, hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku.
2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.
3. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
4. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu.

09. BACAAN KEDUA 2Kor 5:20-6:2) -duduk-

"Berilah dirimu didamaikan dengan Allah, sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan."

L.  Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, kami ini adalah utusan-utusan Kristus; seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami. Dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: Berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Kristus yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihati kamu supaya kamu jangan membuat sia-sia kasih karunia Allah yang telah kamu terima. Sebab Allah berfirman, "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Camkanlah, saat inilah saat perkenanan itu; hari inilah hari penyelamatan itu.

L. Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

10. ALLELUIA

P :

U : Terpujilah Kristus Tuhan, raja Mulia dan kekal

P : Jangan kautegarkan hatimu; dengarkanlah suara Tuhan pada hari ini

U : Terpujilah Kristus Tuhan, raja Mulia dan kekal

11. INJIL (Mat 6:1-6.16-18) -berdiri-

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Matius

 (Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)

P. Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Hati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat. Karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong supaya dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri di rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, 'Mereka sudah mendapat upahnya.' Tetapi jika engkau berdoa masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, 'Mereka sudah mendapat upahnya.' Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus.

12. RENUNGAN SINGKAT

Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan

Hari ini, ketika tanda abu ditempatkan di dahi kita, kita akan mendengar kata-kata yang sederhana namun mengguncang: "Bertobatlah, dan percayalah kepada Injil" atau "Ingatlah, engkau adalah debu, dan akan kembali menjadi debu." Ini adalah panggilan untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk hidup dan menatap ke dalam diri: siapa kita sebenarnya, dan ke mana kita menuju?

Nabi Yoel berseru, "Kembalilah kepada-Ku dengan segenap hati, dengan berpuasa, dengan menangis, dan dengan mengaduh." Pertobatan yang diminta bukan sekadar permukaan, bukan hanya mengurangi makanan atau meninggalkan kebiasaan buruk, butuh hati yang benar-benar terbuka dan bertobat karena menyadari kita sudah jauh dari Tuhan. Abu di dahi adalah tanda kerendahan, bukan kebanggaan; pengakuan bahwa kita rapuh, berdosa, dan butuh belas kasih.

Yesus dalam Injil Matius mengingatkan kita agar ibadah kita,doa , puasa, dan sedekah, tidak menjadi pertunjukan. "Jangan lakukan itu di depan orang supaya dipuji," katanya. Ini tantangan besar di zaman kita, di mana segala sesuatu sering dipamerkan demi pengakuan. Prapaskah mengajak kita masuk ke dalam hati, tempat hanya Tuhan yang melihat. Di sana, dalam keheningan, kita bertemu dengan kebenaran tentang diri kita dan kasih Tuhan yang tak pernah usai.

Rasul Paulus menambahkan: "Sekarang adalah waktu yang tepat, sekarang adalah hari keselamatan." Rabu Abu adalah undangan untuk tidak menunda. Hidup ini singkat, dan tanda abu mengingatkan kita bahwa kita tidak abadi. Tapi di balik kefanaan itu ada harapan: Tuhan menanti kita dengan tangan terbuka, siap mengampuni dan memperbarui.

Apa yang perlu aku lepaskan di Prapaskah ini? Kebiasaan, sikap, atau luka yang menjauhkanku dari Tuhan dan sesama? Dan apa yang bisa aku lakukan—dalam doa, pengorbanan, atau kebaikan—untuk kembali dengan segenap hati?

Marilah kita melangkah ke 40 hari ini dengan keberanian untuk jujur pada diri sendiri dan percaya bahwa Tuhan sanggup membentuk kita menjadi baru. Abu ini bukan akhir, melainkan awal menuju kebangkitan. Tuhan Memberkti.

13. PEMBAGIAN ABU

(Kemudian, abu dibagikan kepada umat, dengan memberi tanda salib dengan abu pada dahi mereka sambil berkata:)

P. "Bertobatlah dan percayalah kepada Injil"

U. Amin.

(Selama penerimaan abu, dinyanyikan lagu-lagu yang sesuai atau hening)

14. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT

P.  Bila kita mau benar-benar bertobat, maka Tuhan akan menaruh belas kasih kepada kita. Maka, marilah kita berdoa bersama kepada-Nya:

L.  Bagi Gereja: Semoga Bapa mendorong Gereja bertobat dan membarui diri, supaya siapa pun merasa bahagia di dalamnya. Marilah kita mohon,...

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi para pemimpin masyarakat: Semoga Bapa membimbing para pemimpin agar selalu memberi teladan hidup sederhana dan takwa kepada-Mu. Marilah kita mohon,.....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L.  Bagi perdamaian di Ukraina: Semoga pemimpin Rusia segera menghentikan invasi yang merusak di Ukraina; semoga mereka berhenti menjajah, menguasai serta menghisap negara lain. Semoga bagi para pengungsi Engkau beri kekuatan dan ketabahan, dan bagi para korban meninggal akibat invasi ini diterima di sisi Bapa di surga. Marilah kita mohon:

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu

L. Bagi mereka yang menderita: Semoga masa Prapaskah ini mendatangkan rezeki bagi para papa sehingga tercukupi kebutuhan mereka akan sandang, pangan dan papan berkat amal bakti umat-Mu. Marilah kita mohon,....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L.  Bagi diri kita: Semoga Bapa menggerakkan hati kami pada masa Prapaskah ini, sehingga kami benar-benar mengingkari dosa dan sanggup memperjuangkan keadilan dan kejujuran bagi masyarakat. Marilah kita mohon,.....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

 P.  Allah Bapa sumber kejujuran dan keadilan, kerukunan dan kedamaian, kami mengakui kelemahan, kemiskinan dan kecondongan kami menyombongkan diri di depan orang. Ampunilah kami dan dengarkanlah permohonan kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.

16. KOLEKTE

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.

17. DOA PUJIAN

P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).

18. Cara A: DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.

[Hening sejenak]

19. BAPA KAMI Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

20. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)

 P : Tubuh Kristus.

U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)

21. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11

P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.

Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2 - 11.

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.

22. AMANAT PENGUTUSAN

P : Pesan ini menggarisbawahi tiga hal utama:

Rabu Abu bukan sekadar ritual abu di dahi, tetapi panggilan untuk pulang kepada Tuhan dengan jujur, meninggalkan dosa, dan memperbaiki hidup. Tuhan Yesus mengajarkan agar doa, puasa, dan kebaikan kita tidak untuk dilihat orang, melainkan untuk mendekat kepada Tuhan dalam ketulusan.  Seperti kata Paulus, sekarang adalah saatnya untuk berdamai dengan Tuhan—jangan tunda, karena hidup ini sementara, dan kasih Tuhan selalu menanti. Kita dari debu dan akan kembali ke debu, tapi di antara keduanya, kita dipanggil untuk hidup dalam kasih dan harapan.

23. DOA PENUTUP

P : Marilah kita berdoa:

Ya Allah, Engkau menghendaki agar kami makan dari roti yang satu dan minum dari piala yang sama. Semoga kami yang telah dipersatukan dalam Kristus dapat dengan sukacita menghasilkan buah bagi keselamatan dunia. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

U. Amin. 

24. MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN

 P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.

 P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.  

P : Marilah pergi, kita diutus.

U : Amin.

25. LAGU PENUTUP

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025