IBADAT MINGGU PRAPASKAH V Tahun C
IBADAT MINGGU PRAPASKAH V Tahun C (Ungu)
Minggu, 06 April 2025
Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan
Hari ini kita memasuki Minggu Prapaskah Kelima dalam Tahun C. Dalam perjalanan menuju Paskah, kita diajak untuk semakin mendalami misteri sengsara dan kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus. Bacaan-bacaan hari ini mengingatkan kita akan kasih Allah yang tak pernah berkesudahan dan panggilan untuk bertobat serta memperbarui hidup kita.
Bacaan Pertama dari Yesaya 43:16-21: Allah memberitahu umatNya untuk melupakan masa lalu. Allah berjanji untuk melakukan sesuatu yang baru bagi umatNya. Tema ini mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu menawarkan kita awal yang baru. Dan kita tidak boleh memikirkan kesalahan masa lalu tetapi fokus pada masa depan. Dalam Bacaan kedua dari Filipi 3:8-14: Rasul Paulus menulis bahwa ia menganggap segala sesuatu sebagai sampah dibandingkan dengan keunggulan mengenal Kristus. Ia melupakan apa yang di belakang dan berlari menuju tujuan akhir, yaitu kebangkitan bersama Kristus. Tema ini mengajak kita untuk melepaskan hal-hal duniawi dan fokus pada panggilan ilahi. Dalam Prapaskah, ini adalah seruan untuk meninggalkan dosa, memperbarui komitmen iman, dan mengejar hidup yang berpusat pada Kristus.Semuanya dianggap sebagai kerugian dibandingkan dengan mengenal Kristus. Kebenaran berasal dari iman, bukan hukum. Berusaha untuk mengetahui kuasa Kristus dan berbagi penderitaan-Nya, kita terus menuju kehidupan kekal bersama-Nya.
Dalam Injil Yohanes 8:1-11, Yesus berjumpa dengan seorang wanita yang dituduh berzinah. Wanita itu dibawa oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang berusaha menjebak Yesus. Yesus menjawab dengan bijak. Dia menunjukkan bahwa hanya orang yang tidak berdosa yang boleh melemparkan batu pertama. Hal ini menyebabkan para penuduhnya pergi, dan Yesus, yang ditinggalkan sendirian dengan wanita itu, memilih untuk tidak mengutuknya. Yesus menasihatinya untuk meninggalkan dosa. Injil ini menyoroti belas kasih dan pengampunan Yesus. Alih-alih menghukum, Yesus menawarkan kesempatan untuk bertobat. Ini adalah cerminan sempurna dari Prapaskah: Allah tidak menginginkan kematian pendosa, melainkan pertobatan dan kehidupan baru.
(hening sejenak)
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
04. LAGU TUHAN KASIHANILAH KAMI
05. DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa,
[hening sejenak] Tuhan dan Allah kami, Putra-Mu telah menyerahkan diri-Nya sampai wafat karena kasih-Nya kepada kami. Kami mohon, semoga berkat bantuan-Mu, kami hidup dan bertindak penuh semangat dalam kasih yang sama. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (Yes 43:16-21) -duduk-
"Aku hendak membuat sesuatu yang baru, dan Aku akan memberi minum umat pilihan-Ku."
L. Bacaan dari Kitab Yesaya:
Tuhan telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat; Ia telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, dan membawa tentara serta pasukan yang gagah, yang terbaring dan tidak dapat bangkit, yang sudah mati dan sudah padam laksana sumbu. Beginilah Firman Tuhan yang telah melakukan semua itu, "Janganlah mengingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Binatang hutan akan memuliakan Aku, demikian pula serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku; umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku"
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN
UlanganAku wartakan karya agungMu, Tuhan. Karya AgungMu karya keselamatan
Ayat oleh Pemazmur :
1. Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawa ria, dan lidah kita dengan sorak-sorai.
2. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, "Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!" Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
3. Pulihkanlah kepada kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
4. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
09. BACAAN KEDUA (Flp 3:8-14) -duduk-
"Oleh karena Kristus aku telah melepaskan segala sesuatu, sambil membentuk
diri menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya."
L. Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi:
Saudara-saudara, segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia, bukan dengan kebenaranku sendiri karena menaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena iman kepada Kristus, yaitu kebenaran yang dianugerahkan Allah berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah: mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan bersatu dalam kematian-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya akhirnya aku beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan berarti aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
10. BAIT PENGANTAR INJIL
P :

U : Terpujilah Kristus Tuhan, raja Mulia dan kekal
P : berbaliklah kepadaKu dengan segenap hatimu, Sabda Tuhan. Sebab Aku Maha pengasih dan Maha Penyayang”.
U : Terpujilah Kristus Tuhan, raja Mulia dan kekal
11. INJIL (Yoh 8:1-11) -berdiri-
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Yohanes
(Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Sekali peristiwa Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah, lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari dengan batu perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?" Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Yesus, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis di tanah dengan jari-Nya. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka, "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan ini." Lalu Yesus membungkuk lagi dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu, yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya, "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawab perempuan itu, "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
P. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN SINGKAT
Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan
Hari ini, di Minggu Prapaskah Kelima, kita semakin mendekati misteri Paskah, sengsara, kematian, dan kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus. Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini mengajak kita untuk merenungkan tiga hal: janji pembaruan dari Allah, panggilan untuk melepaskan masa lalu, dan belas kasih yang mengubah hidup.
Pertama, dalam bacaan pertama Tuhan berbicara melalui Nabi Yesaya kepada umat-Nya yang sedang dalam pembuangan, bahwa Dia akan melakukan sesuatu yang baru. Dia meminta mereka untuk melupakan masa lalu dan menantikan apa yang akan Dia lakukan, “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru. Aku akan membuat jalan di padang gurun dan sungai di padang pasir.” Hidup kita kadang-kadang terasa seperti padang gurun, kering, penuh tantangan, dan tanpa harapan. Mungkin kita terjebak dalam dosa, kebiasaan buruk, atau luka masa lalu. Tetapi Allah menjanjikan sesuatu yang baru. Dia tidak hanya mengingatkan kita pada keajaiban masa lalu, seperti membelah Laut Merah, tetapi Dia juga ingin membuka jalan baru dalam hidup kita hari ini. Pertanyaannya: apakah kita mau percaya dan melangkah bersama Dia?
Kedua, Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat Filipi menunjukkan sikap yang luar biasa. Dia mengingatkan kita untuk terus maju menuju tujuan kita di dalam Kristus. Dia berkata, “Aku melupakan apa yang di belakangku dan berlari menuju apa yang di depanku.” Paulus pernah menjadi penganiaya jemaat, tetapi setelah bertemu Kristus, dia tidak lagi terpaku pada masa lalunya. Dia fokus pada panggilan Allah, yakni kebangkitan dan hidup kekal. Prapaskah adalah waktu untuk melepaskan beban yang menghambat kita. Mungkin itu rasa bersalah, dendam, atau kekecewaan. Seperti Paulus, kita diajak untuk menatap ke depan, mengejar tujuan yang telah Allah tetapkan bagi kita, yaitu hidup dalam kasih dan kekudusan.
Ketiga, Injil hari ini bercerita tentang perempuan yang kedapatan berzinah. Orang-orang Farisi siap menghukum perempuan itu, tetapi Yesus justru membalikkan situasi dengan berkata, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, lemparlah batu pertama.” Satu per satu, mereka pergi, menyadari bahwa mereka juga tidak sempurna. Lalu Yesus berkata kepada perempuan itu, “Aku tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi.” . Ini adalah inti dari Prapaskah: Allah tidak ingin menghukum kita, tetapi mengampuni dan mengubah kita. Yesus tidak hanya menyelamatkan perempuan itu dari hukuman, tetapi juga memberinya kesempatan untuk memulai hidup baru.
Bacaan-bacaan menegaskan kepada kita bahwa Allah selalu membuka jalan baru, bahkan di saat kita merasa tidak ada harapan. Selain itu, Kita juga dipanggil untuk melepaskan masa lalu dan mengejar panggilan Allah dengan penuh semangat. Kita juga diajak untuk percaya bahwa belas kasih Allah adalah kekuatan yang membebaskan kita dari dosa dan mengantar kita pada kehidupan baru.
Di minggu kelima Prapaskah ini, mari kita tanyakan pada diri sendiri: Dosa apa yang perlu saya akui di hadapan Allah untuk menerima pengampunan-Nya? Dan bagaimana saya bisa menjadi saluran belas kasih bagi orang lain, seperti Yesus kepada perempuan dalam Injil?
13. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
14. DOA UMAT
P. Marilah kita berdoa kepada Allah Bapa kita, yang demi Kirstus dan dengan perantaraan-Nya telah membrikan kesempatan hidup baru:
L. Bagi Gereja: Semoga Umat Allah semakin mampu menghayati, mengamalkan dan mewartakan isi iman-kepercayaan katolik secara tepat dan efektif. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi mereka yang menjauhkan diri
dari Gereja: Semoga demi kerahiman-Mu Engkau menyapa mereka yang menjauhkan
diri daripada-Mu dan dari umat-Mu. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi perdamaian dunia: Semoga masyarakat dunia selalu berjuang untuk menciptakan perdamaian dan kerukunan sehingga setiap orang memiliki kekuatan dan keberanian untuk menentang perang, penindasan, ketidak-adilan, dan penghancuran. Marilah kita mohon, ….
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi kaum muda: Semoga orang muda Katolik membuka dan mengembangkan diri agar menjadi pribadi yang memiliki ketangguhan untuk belajar dan berlatih serta keberanian untuk berbagi dan berkorban sehingga semakin terlibat dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat, serta menjadi teladan iman dan kedewasaan hidup bagi kaum muda. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi kita sendiri: Sadarkanlah kami bersama agar sebagai kelompok dan perorangan mempunyai rasa tanggung jawab atas kesejahteraan para penderita di sekitar kami dan di tempat-tempat lain. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
P. Allah Bapa yang Maharahim,
kami pun takkan berani melemparkan batu pertama, sebab kami pun tak lupa tanpa
dosa. Tolonglah kami dalam pertobatan kami. Demi Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
15. KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
16. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
17. DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
18. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
19. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.
(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P : Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
20. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11
P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2 - 11.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.
21. AMANAT PENGUTUSAN
P : Hari ini Allah mengingatkan kita untuk melepaskan kesalahan dan kegagalan masa lalu. Kita seharusnya tidak memikirkan apa yang tidak dapat kita ubah. Sebaliknya, kita harus fokus pada kesempatan baru yang Tuhan berikan kepada kita. Dengan percaya pada janji-Nya, kita dapat bergerak maju dengan harapan dan keyakinan dalam rencana-Nya untuk kita..
22. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa:
Ya Allah, yang Mahakuasa, kami telah menyambut Tubuh dan Darah Putra-Mu. Maka kami mohon, semoga kami senantiasa diterima sebagai anggota Tubuh Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U. Amin.
23. MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
24. LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar