IBADAT SABDA MINGGU PASKAH II TAHUN C

 

 

IBADAT SABDA MINGGU PASKAH II TAHUN C (Putih)

Minggu, 27 April  2025

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA

P : Bapa-ibu, saudara/I, orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan

Minggu Paskah II ini merayakan Kerahiman dan pengampunan Allah yang tak terbatas. Bacaan-bacaan Suci menyoroti tema iman, penyembuhan, dan pentingnya percaya pada kebangkitan Kristus. Dalam bacaan I dari Kisah Para Rasul 5:12-16, para rasul melakukan banyak tanda dan keajaiban, menunjukkan kuasa penyembuhan dari Allah. Orang-orang membawa yang sakit ke hadapan para rasul, bahkan bayangan Petrus saja dipercaya dapat menyembuhkan. Bacaan ini menunjukkan kuasa kebangkitan Kristus yang terus bekerja melalui para rasul. Selainitu, bacaan ini mencerminkan bagaimana belas kasihan Allah membawa penyembuhan fisik dan spiritual kepada setiap orang yang percaya. Dalam bacaan II dari kitab Wahyu 1:9-11A, 12-13, 17-19 berbicara tentang Rasul Yohanes yang menyaksikan kemuliaan Kristus. Yesus menyatakan diri sebagai "Yang Awal dan Yang Akhir" yang hidup untuk selama-lamanya, memegang kunci maut dan dunia orang mati. Kita dipanggil untuk menjadi saksi kerahiman Kristus di dunia.  Bacaan Injil Yohanes 20:19-31 menceritakan dua penampakan Yesus kepada para murid setelah kebangkitan-Nya. Di sebuah ruangan yang terkunci, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Ny. Ia memberikan damai sejahtera, menunjukkan luka-luka-Nya, dan mengutus mereka dengan kuasa Roh Kudus dan memberi otoritas kepada mereka untuk mengampuni dosa. Thomas, yang awalnya tidak hadir meragukan kesaksian mereka. Kemudian, Yesus muncul lagi, mengundang Thomas untuk menyentuh luka-lukanya, yang mengarah pada deklarasi iman Thomas “Ya Tuhanku dan Allah-ku. Yesus memberkati orang-orang percaya di masa depan yang tidak melihat namun percaya. Peristiwa-peristiwa ini dicatat untuk menegaskan iman kepada Yesus sebagai Kristus. Bacaan-bacaan Suci ini adalah pengingat akan belas kasihan dan kasih Allah yang tak ada habisnya bagi kita. Tema-tema ini mendorong kita untuk percaya kepada Yesus, mencari pengampunan-Nya, dan berbagi berkat-Nya dengan orang lain.

(hening sejenak)

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa juga menyanyikan lagu kemulian dari buku Mada Bakti]

P : Kemuliaan kepada Allah di surga

U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.

P : Kami memuji Dikau,

U : Kami meluhurkan Dikau.

P : Kami menyembah Dikau,

U : Kami memuliakan Dikau.

P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.

U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.

P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.

U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.

P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.

U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.

P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.

U : Karena hanya Engkaulah kudus.

P : Hanya Engkaulah Tuhan.

U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.

P : bersama dengan Roh Kudus,

U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

05. DOA PEMBUKA

P : Marilah kita berdoa,

[hening sejenak]  Allah yang Maharahim, dalam perayaan pesta Paskah ini Engkau menyalakan iman umat yang dikuduskan bagi-Mu. Tambahkanlah rahmat yang telah Engkau anugerahkan agar kami semua semakin memahami betapa agung pembaptisan yang menyucikan kami, betapa luhur Roh yang melahirkan kami kembali, dan betapa mulia darah yang menebus kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U. Amin.

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]

07. BACAAN PERTAMA (Kis 5:12-16)

"Jumlah orang yang percaya kepada Tuhan makin bertambah."

L. Bacaan dari Kisah Para Rasul: 

Pada waktu itu para rasul mengadakan banyak tanda dan mukjizat di antara orang banyak. Semua orang beriman selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat. Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak. Makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai serta tilam, supaya apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. Juga banyak orang dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun. Mereka membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.

L. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN

Refr. : “Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab baiklah Dia.”

Mazmur:

1. Biarlah Israel berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya" Biarlah kaum Harun berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya Biarlah orang yang takwa pada Tuhan berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya!"
2. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karena-Nya!
3. Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan Tuhan Allah, Dia menerangi kita.   

09. BACAAN KEDUA (Why 1:9-11a.12-13.17-19)

"Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya."

L.  Bacaan dari Kitab Wahyu:

Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, sedang berada di pulau yang bernama Patmos terdorong oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus. Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh, dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala. Kata suara itu, “Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab, dan kirimkanlah kepada jemaat di Asia.” Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Ketika aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. Di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Ketika melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati. Tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata, “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, Aku adalah Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya, dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.”

L. Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

10. ALLELUIA

P : Alleluia

U : Alleluia

P : "Yesus bersabda “Hai Thomas Karena melihat Aku,  engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

U : Alleluia

11. INJIL (Yoh 20:19-31)-berdiri-

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Yohanes

 (Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)

P. Setelah Yesus wafat di salib, pada malam pertama sesudah hari Sabat, berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus, berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, "Damai sejahtera bagi kamu!" Sesudah berkata demikian, Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi, "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Dan sesudah berkata demikian, Yesus menghembusi mereka dan berkata, "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada." Pada waktu Yesus datang itu Tomas, seorang dari kedua belas murid, yang juga disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka. Maka kata murid-murid yang lain kepada-Nya, "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu, dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu, dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang. Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Yesus berkata kepada Tomas, "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku. Ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku, dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!" Tomas menjawab kepada-Nya, "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya, "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini. Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya oleh imanmu kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus.

12. RENUNGAN SINGKAT

Bapa-ibu, saudara/I, orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan

Bacaan-bacaan suci yang baru saja kita dengar menawarkan kesempatan unik untuk merenungkan belas kasihan dan kasih Allah yang tak ada habisnya. Ini adalah waktu untuk memperdalam iman kita dan merangkul perdamaian dan pengampunan yang datang dari iman akan Tuhan Yesus. renungan ini mengeksplorasi tema-tema kunci dari kerahiman, iman, dan panggilan kita untuk berbagi kasih Allah dengan orang lain.

Dalam bacaan I dari Kisah Para Rasul 5:12-16, kita melihat para rasul yang penuh keberanian. Mereka melakukan mujizat, menyembuhkan orang sakit berkat kebangkitan Yesus. Bahkan bayangan Petrus saja membawa kesembuhan. Kuasa kebangkitan itu bukan hanya peristiwa di masa lalu, tetapi realitas yang hidup di tengah-tengah mereka. Orang-orang yang tadinya lumpuh, sakit, atau putus asa, kini bangkit dan bersukacita karena mereka bertemu dengan kasih Allah melalui para rasul.

Dunia kita hari ini penuh dengan orang-orang yang "lumpuh", bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara rohani, emosional, dan sosial. Ada yang lumpuh karena ketakutan, kecewa karena kegagalan, atau terpuruk karena dosa. Bacaan ini mengingatkan kita bahwa kita, sebagai murid-murid Yesus, dipanggil untuk menjadi "bayangan Petrus" masa kini. Melalui tindakan kasih, doa, dan kesaksian hidup, kita bisa membawa penyembuhan dan harapan kepada mereka yang menderita.

Bacaan kedua dari Kitab Wahyu 1:9-19,  membawa kita kepada Yohanes, yang sedang diasingkan di Pulau Patmos. Ia mendapat penglihatan yang luar biasa: Yesus yang bangkit, yang berkata, “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir... Aku hidup untuk selama-lamanya.” Yesus bukan hanya hadir, tetapi Ia adalah Tuhan yang berkuasa atas hidup dan mati, yang memegang kunci masa depan kita.

Mungkin ada di antara kita yang merasa seperti Yohanes: terasing, tertekan, atau merasa sendirian dalam pergumulan hidup. Mungkin kita sedang menghadapi penyakit, kehilangan pekerjaan, atau konflik keluarga. Namun, sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa Yesus yang bangkit selalu hadir di tengah badai hidup kita. Ia berkata, “Jangan takut!” Ia adalah sumber harapan yang tidak pernah padam.

Dalam bacaan Injil dari Yoh 20:19-31, kita dingatkan akan pentingnya iman dalam hidup sebagai umat Katolik. Seperti Thomas, kita mungkin memiliki keraguan dan ketidakpastian dalam perjalanan iman kita. Keraguan iut muncul, baik karena kita merasa doa kita belum dijawab, ketika hidup terasa tidak adil, atau ketika kita belum melihat tanda-tanda nyata dari kehadiran-Nya. Tetapi lihatlah betapa lembutnya Yesus menanggapi Tomas. Ia datang kembali, mengundang Tomas untuk menyentuh luka-luka-Nya, dan Tomas pun berseru, “Tuhanku dan Allahku!”. Yesus tidak menghukum keraguan Tomas, tetapi mengubahnya menjadi iman yang kuat. Yesus selalu bersama kita, siap untuk memperkuat iman kita. Kita harus percaya pada janji-janji Tuhan, bahkan ketika kita tidak dapat melihatnya dengan jelas.

Hari ini Tuhan Yesus  berkata kepada kita, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Iman sejati tidak selalu membutuhkan tanda-tanda spektakuler. Iman sejati adalah keberanian untuk percaya bahwa Tuhan hadir, bahkan ketika kita tidak melihat-Nya. Iman adalah keputusan untuk mempercayakan hidup kita kepada kasih-Nya, terutama di saat-saat tersulit.

Hari Minggu Kerahiman Ilahi ini adalah waktu untuk merenungkan belas kasihan Allah, kekuatan iman kita, kedamaian dan pengampunan yang kita terima dari Tuhan. Ini adalah pengingat untuk percaya kepada Yesus, mencari belas kasihan-Nya, dan menjadi sumber belas kasih bagi orang lain. Dengan merangkul pelajaran-pelajaran ini, kita dapat tumbuh dalam iman kita dan hidup lebih penuh sebagai umat Katolik.

13. HENING SEJENAK

14. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT

P : Bagi mereka yang memegang pemerintahan dalam masyarakat kita: Semoga para pemimpin masyarakat lebih dijiwai semangat kasih dan solidaritas kepada rakyat-Nya terutama yang miskin dan kurang beruntung dari-pada semangat mencari kepentingan sendiri. Marilah kita mohon,.....
U. Dengarkanlah umat-Mu.

L.  Bagi mereka yang sedang sakit, menderita dan mengalami cobaan hidup: Semoga mereka yang sedang menderita tetap percaya kepada Tuhan, Sang Penyembuh dan Pemberi hidup. Marilah kita mohon,.....
U. Dengarkanlah umat-Mu.

L. Semoga Bapa menganugerahkan kepada Bapa Suci Paus Fransiskus yang telah Kau panggil menghadap-Mu, kepenuhan hidup dan sukacita sebagaimana telah dijanjikan bagi para pekerja di kebun anggur-Mu. Marilah kita mohon:

U. Dengarkanlah umat-Mu.

L.  Bagi umat di paroki kita ...... dan di tempat-tempat lain: Semoga iman kepada Yesus menuntun kita sehingga dapat mempercayai kebaikan orang lain dan dipersatukan dalam cinta kasih-Nya. Marilah kita mohon,.....

U. Dengarkanlah umat-Mu.

P.  Allah Bapa yang Maharahim, Putra-Mu yang bangkit telah menyatakan belas kasih-Mu. Semoga kerukunan di antara kami dan cinta kasih antar kami, menjadi tanda bagi semua orang yang menyaksikan cara hidup kami, bahwa Engkau berbelas kasih kepada siapa pun. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U. Amin.

16. KOLEKTE

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.

17. DOA PUJIAN

P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).

18A. Cara A: DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.

[Hening sejenak]

19A. BAPA KAMI Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)

 P : Tubuh Kristus.

U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)

----------------------------------------------------------------------------------------------

18B. Cara B. TANPA KOMUNI

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

19B. BAPA KAMI --Berdiri

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Dapat dilaksanakan Salam Damai.

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.

20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.

▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.

▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.

 21. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11

P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.

Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.

22. AMANAT PENGUTUSAN

 P : Minggu Kerahiman Ilahi ini mengingatkan kita akan belas kasihan yang Tuhan tunjukkan dengan mengutus Yesus kepada kita. Inkarnasi Yesus adalah tanda yang jelas dari kasih dan kerahiman Allah. Melalui Yesus, kita dapat sepenuhnya berdamai dengan Allah dan mengalami Roh Kudus dalam hidup kita. Hubungan dengan Allah, melalui Yesus, meyakinkan kita bahwa bahkan kematian pun tidak dapat memisahkan kita dari kasih-Nya.

23. DOA PENUTUP

P : Marilah kita berdoa:

Allah yang Mahakuasa, kami mohon, semoga rahmat Sakramen Paskah yang telah kami terima terus bekerja di dalam hati kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U. Amin. 

24. MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN

 P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]

 P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.

P : Marilah pergi, kita diutus.

U : Amin.

25. LAGU PENUTUP

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025