IBADAT SABDA HARI RAYA KENAIKAN YESUS KRISTUS TAHUN C
IBADAT SABDA HARI RAYA KENAIKAN YESUS KRISTUS TAHUN C (Putih)
Kamis, 29 Mei 2025
Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus
Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Bapa-ibu, saudara/I, orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan
Hari ini kita merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke surga, suatu peristiwa iman yang menguatkan kita dalam pengharapan dan sukacita. Bacaan Pertama dari Kisah Para Rasul 1:1-11 menegaskan bahwa kenaikan Yesus Kristus bukanlah akhir, melainkan awal dari misi Gereja. Para murid diutus untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia dengan kekuatan Roh Kudus, dan kita pun dipanggil untuk melanjutkan misi ini dengan iman dan keberanian. Selain itu, Dua malaikat, dalam bacaan ini, mengingatkan para murid bahwa Yesus akan kembali kelak dengan cara yang sama. Bacaan Kedua dari surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus 1:17-23 menekankan tentang kemuliaan dan otoritas Yesus Kristus yang telah naik ke surga. Kenaikan-Nya menegaskan bahwa Ia adalah Tuhan atas segala ciptaan, dan kita semua dipanggil untuk hidup dalam kuasa-Nya, dengan penuh harapan akan penyertaan-Nya yang kekal. Bacaan Injil Lukas 24:46-53 menekankan sukacita dan misi yang diberikan Yesus kepada para murid. Kenaikan-Nya bukanlah perpisahan yang menyedihkan, melainkan sumber kegembiraan karena Yesus tetap hadir melalui Roh Kudus. Kita diajak untuk hidup dalam sukacita iman dan setia menjalankan misi pewartaan.
(hening sejenak)
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa juga menyanyikan lagu kemulian dari buku Mada Bakti]
P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.
05. DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa,
[hening sejenak] Allah Yang Mahakuasa, semoga kami bersorak-sorai karena sukacita yang suci dan dengan gembira mengucap syukur. Sebab dalam diri Kristus yang naik ke surga kami ditinggikan, dan sebagai anggota Tubuh-Nya kami pun berharap akan turut serta dalam kemuliaan Kristus, Kepala Gereja, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07.
BACAAN PERTAMA (Kis
1:1-11) -duduk-
"Mereka melihat Dia terangkat ke surga."
L. Bacaan dari Kisah Para Rasul:
Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberikan perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Kepada mereka Ia menampakkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. Pada suatu ketika, waktu makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, sebab beginilah kata-Nya – “telah kamu dengar dari pada-Ku, Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ, “Tuhan, pada masa inikah Engkau mau memulihkan kerajaan bagi Israel?” Jawab-Nya, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, kamu akan menerima kuasa, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, dan sampai ke ujung bumi. Sesudah mengatakan demikian, terangkatlah Yesus disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Yesus naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka. Kedua orang itu berkata kepada mereka, “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus yang terangkat ke surga meninggalkan kamu ini akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga.”
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN
(Mzm 30:2.4.5-6.11.12a.13)
Refr. :

Mazmur:
1. Hai segala bangsa,
bertepuk-tanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak sorai! Sebab Tuhan, Yang
Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja Agung atas seluruh bumi.
2. Allah telah naik diiringi sorak-sorai. Tuhan mengangkasa diiringi bunyi
sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah! Kidungkanlah mazmur bagi
Raja kita, kidungkan mazmur!
3. Sebab Allah adalah Raja atas seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling
indah! Allah merajai segala bangsa, di atas takhta-Nya yang kudus Ia
bersemayam.
09.
BACAAN KEDUA (Ef
1:17-23) -duduk-
"Allah mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya dalam surga."
L. Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus:
Saudara-saudara, kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang Mahamulia, aku memohon supaya Ia memberi kamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar, supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya; yaitu betapa kaya kemuliaan yang dijanjikan-Nya untuk diwarisi oleh orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya. Kekuatan itu sesuai dengan daya kuasa Allah, yang bekerja dalam Kristus, yakni kuasa yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan Allah dalam surga. Di situ Kristus jauh lebih tinggi dari segala pemerintahan dan penguasa, kekuasaan dan kerajaan serta tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini melainkan juga di dunia yang akan datang. Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan Allah kepada Gereja sebagai kepala dari segala yang ada. Gereja itulah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Diri-Nya, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
10. ALLELUIA
P : Alleluia
U : Alleluia
P : "Pergilah dan Ajarlah semua bangsa, Firman Tuhan; Aku menyertai kamu senantisa sampai akhir zaman."
U : Alleluia
11. INJIL (Yoh 10:27-30)-berdiri-
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas
(Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Sesudah bangkit dari antara orang mati, Yesus menampakkan diri kepada para murid. Kata-Nya kepada mereka, “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga. Dan lagi: Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini. Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari atas.” Lalu Yesus membawa murid-murid itu ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke surga. Para murid menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam bait Allah dan memuliakan Allah.
P. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN SINGKAT
Bapa-ibu, saudara/I, orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan
Hari ini kita merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus, sebuah peristiwa iman yang penuh sukacita. Kenaikan Yesus bukanlah perpisahan yang menyedihkan, melainkan undangan untuk hidup dalam harapan dan menjalankan misi-Nya di dunia.
Dalam Kisah Para Rasul (Kis 1:1-11), Yesus berjanji kepada para murid bahwa mereka akan menerima kuasa dari Roh Kudus untuk menjadi saksi-Nya hingga ke ujung bumi. Bayangkan para murid saat itu: mereka baru saja menyaksikan keajaiban kebangkitan, namun kini Yesus akan meninggalkan mereka secara fisik. Mungkin mereka merasa bingung atau takut. Namun, Yesus tidak meninggalkan mereka sendirian. Ia menjanjikan Roh Kudus, yang akan memberi mereka keberanian dan hikmat.
Di zaman sekarang, kita juga sering menghadapi ketidakpastian—entah itu tantangan di tempat kerja, krisis dalam keluarga, atau keresahan di tengah dunia yang penuh konflik. Kenaikan Yesus mengingatkan kita bahwa kita tidak ditinggalkan. Roh Kudus hadir untuk menguatkan kita, memberi inspirasi, dan menuntun kita dalam setiap langkah. Pertanyaannya, apakah kita membuka hati untuk menerima kuasa Roh Kudus ini?
Bacaan kedua dari Efesus (Ef 1:17-23) menggambarkan Yesus sebagai Raja yang dimuliakan, duduk di atas segala kuasa dan otoritas. St. Paulus berdoa agar kita diberi roh kebijaksanaan untuk mengenal Allah lebih dalam dan memahami betapa besar kuasa-Nya yang bekerja dalam hidup kita. Kenaikan Yesus bukan hanya tentang Ia kembali ke surga, tetapi juga tentang otoritas-Nya yang melampaui segala yang ada di dunia ini, baik tantangan, ketakutan, maupun kegagalan.
Saudara-saudari, di tengah dunia yang sering kali membuat kita merasa kecil atau tidak berdaya, Yesus yang naik ke surga mengingatkan kita bahwa Ia adalah Tuhan yang berkuasa. Ia adalah kepala Gereja, dan kita adalah tubuh-Nya. Ketika kita menghadapi kesulitan, misalnya, tekanan ekonomi, konflik sosial, atau tantangan moral, kita dipanggil untuk hidup dengan keyakinan bahwa kuasa Kristus jauh lebih besar. Marilah kita berdoa seperti Paulus, memohon kebijaksanaan untuk melihat karya Allah di tengah hidup kita.
Injil Lukas (Luk 24:46-53) menggambarkan sukacita para murid setelah menyaksikan kenaikan Yesus. Mereka tidak bersedih, tetapi kembali ke Yerusalem dengan penuh sukacita, memuji Allah. Mengapa? Karena Yesus tidak hanya memberkati mereka, tetapi juga mengutus mereka untuk mewartakan kabar gembira tentang pertobatan dan pengampunan dosa kepada segala bangsa.
Di Indonesia tahun 2025 ini, misi ini sangat relevan. Kita hidup di tengah masyarakat yang beragam, namun juga dihadapkan pada tantangan seperti intoleransi, ketidakadilan, dan dampak perubahan iklim. Sebagai umat Kristiani, kita dipanggil untuk menjadi saksi Kristus dalam konteks ini. Kita tidak perlu melakukan hal-hal besar; kadang-kadang, tindakan sederhana seperti mendengarkan tetangga yang sedang kesusahan, menjaga kebersihan lingkungan, atau berbicara dengan penuh kasih di media sosial sudah menjadi pewartaan Injil.
Tuhan Yesus naik ke surga bukan untuk meninggalkan kita, tetapi untuk mengutus kita. Ia menjanjikan Roh Kudus, memberikan kuasa-Nya, dan mempercayakan misi kepada kita. Di tengah dunia yang penuh tantangan, kita dipanggil untuk membawa sukacita Injil melalui tindakan nyata: kasih, keadilan, dan perdamaian. Percayalah, dengan kuasa Roh Kudus, kita tidak pernah sendirian dalam menjalankan misi ini.
13. HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P. Tuhan Yesus Kristus, hari ini kami merayakan kenaikan-Mu ke surga. Kami yakin bahwa Engkau tetap beserta kami, sebab Engkau akan mengutus Roh Kudus-Mu untuk mendampingi kami. Maka, dengarlah permohonan-permohonan kami:
L. Bagi semua bangsa: Semoga Tuhan Yesus Kristus mengutus Roh-Nya, agar semua bangsa percaya kepada-Nya dan menjadi murid-murid-Nya yang akan meneruskan karya penyelamatan dunia yang telah dirintis-Nya. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi kita semua: Semoga Tuhan Yesus Kristus mencurahkan Roh Keberanian di dalam hati kita agar kita berani memberi kesaksian iman dalam keluarga, di tempat kerja dan dalam masyarakat. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi semua orang yang mengalami nasib malang, yang ditimpa kesusahan dan
penderitaan: Semoga Tuhan Yesus Kristus mencurahkan kekuatan kepada semua orang
yang mengalami penderitaan, agar mereka bertemu dengan murid-murid-Nya dan
mendapatkan pertolongan serta penghiburan yang sangat mereka harapkan. Marilah
kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi kita yang hadir di sini: Semoga Tuhan Yesus Kristus mendampingi kita agar kita menjalankan tugas sehari-hari dengan semangat yang bernyala, penuh gairah dan harapan. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
P. Tuhan Yesus yang mulia, bila kami memohon sesuatu dalam nama-Mu, Engkau berjanji akan mengabulkannya. Maka, dengarlah doa kami ini dan tinggallah beserta Gereja senantiasa, Engkau yang hidup dan bertakhta, kini dan sepanjang segala masa.
U. Amin.
16. KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
17. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
19A. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.
(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P : Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
18B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B. BAPA KAMI --Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Dapat dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.
Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.
21. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11
P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.
22. AMANAT PENGUTUSAN
P : Hari ini, dalam sukacita Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus, kita telah merenungkan janji, kuasa, dan misi yang diberikan Yesus kepada kita. Ia naik ke surga bukan untuk meninggalkan kita, melainkan untuk mengutus kita menjadi saksi-Nya di dunia, dengan kekuatan Roh Kudus. Marilah kita tinggalkan perayaan Ibadat Sabda ini dengan hati penuh syukur dan semangat baru. Jadilah pembawa kabar gembira di tengah keluarga, komunitas, dan masyarakat. Tunjukkan kasih Kristus melalui tindakan nyata: membantu mereka yang membutuhkan, menjaga keharmonisan di tengah keberagaman, dan hidup sebagai teladan iman di mana pun kita berada.
23. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa:
Allah yang Mahakuasa dan kekal, Engkau memperkenankan kami yang hidup di dunia ini menikmati misteri-misteri ilahi. Kami mohon, bangkitkanlah dalam diri kami kerinduan akan tanah air surgawi, temapt kami ditinggikan dalam kemuliaan-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.
U. Amin.
24. MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar