IBADAT SABDA MINGGU PASKAH III TAHUN C
IBADAT SABDA MINGGU PASKAH III TAHUN C (Putih)
Minggu, 04 Mei 2025
Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus
Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Bapa-ibu, saudara/I, orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan
Bacaan-bacaan Suci di Minggu Pskah III ini mengingatkan kita akan sukacita dan tanggung jawab sebagai Umat Allah dan pengikut Kristus. Tema-tema ini membantu kita merenungkan panggilan untuk menjalani iman kita dengan cinta dan kesetiaan. Bacaan I dari Kisah Para Rasul 5:27-32, 40b-41, menyoroti keberanian dan iman para rasul sebagai saksi kebangkitan Kristus. Mereka setelah dipenuhi Roh Kudus, dengan berani memberitakan kebangkitan Yesus meskipun menghadapi penentangan dari para pemimpin agama. Para rasul tetap teguh untuk menaati Allah daripada manusia, bahkan ketika dihadapkan dengan penganiayaan. ini mengingatkan kita bahwa kebangkitan Yesus adalah dasar iman yang mendorong kita untuk menempatkan kehendak Allah sebagai yang utama dalam hidup. Peristiwa ini juga menunjukkan kepada kita bahwa penderitaan karena iman adalah alasan untuk sukacita dan bukan putus asa. Dalam Bacaan II dari Wahyu 5:11-14, malaikat yang tak terhitung jumlahnya dan semua makhluk menyembah Anak Domba (Yesus Kristus). Bacaan ini menegaskan kemenangan Kristus atas kematian dan otoritas-Nya sebagai Penebus. Ini mengajak kita untuk menyembah Yesus yang bangkit. Bacaan Injil Yohanes 21:1-19 menceritakan penampakan Yesus kepada para murid di tepi Danau Tiberias setelah kebangkitan-Nya. Bacaan ini menekankan kehadiran Yesus yang bangkit dalam kehidupan sehari-hari para murid, memperbarui panggilan mereka untuk melayani. Dialog dengan Petrus menunjukkan pengampunan dan kepercayaan Yesus kepadanya meskipun Petrus pernah menyangkal-Nya, mencerminkan kasih dan pemulihan dalam Paskah.
(hening sejenak)
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa juga menyanyikan lagu kemulian dari buku Mada Bakti]
P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.
05. DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa,
[hening sejenak] Ya Allah, umat-Mu selalu bersukacita karena semangatnya telah Engkau barui. Semoga kami yang hari ini bergembira karena telah Engkau angkat menjadi anak-Mu menantikan hari kebangkitan dengan harapan penuh syukur. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (Kis 5:27b-32.40b-41) -duduk-
"Kami dan Roh Kudus adalah saksi hal-hal ini."
L. Bacaan dari Kisah Para Rasul:
Setelah ditangkap oleh pengawas Bait Allah, para rasul dihadapkan ke Mahkamah Agama Yahudi. Imam Agung mulai menegur mereka, "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam nama Yesus. Namun ternyata kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu, dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami." Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, "Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Penyelamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. Dan kami adalah saksi segalanya itu: kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia." Mereka lalu menyesahkan para rasul, dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena nama Yesus.
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN
(Mzm 30:2.4.5-6.11.12a.13)
Refr. : “Aku Hendak Memuju Nama-Mu, Ya Tuhan, Selama-lamanya.”
Mazmur:
1. Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan,
sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak membiarkan musuh-musuhku
bersukacita atas diriku. Tuhan, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati,
Engkau menghidupkan daku di antara mereka yang turun ke liang kubur.
2. Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihi oleh-Nya, dan
persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! Sebab hanya sesaat Ia murka,
tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi
terdengar sorak-sorai.
3. Dengarlah Tuhan, dan kasihanilah aku! Tuhan jadilah penolongku! Aku yang
meratap Kauubah menjadi orang yang menari-nari, Tuhan, Allahku, untuk
selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.
09. BACAAN KEDUA (Why 5:11-14) -duduk-
"Anak Domba yang disembelih itu layak menerima kuasa dan kekayaan."
L. Bacaan dari Kitab Wahyu:
Aku, Yohanes, melihat dan mendengar suara banyak malaikat di sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua di surga; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa; dan aku mendengar suara nyaring dari mereka, "Anak Domba yang disembelih itu layak menerima kuasa dan kekayaan, hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian!" Dan aku mendengar semua makhluk yang di surga dan yang di bumi, yang di bawah bumi dan yang di laut, dan semua yang ada di dalamnya, berkata, "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, puji-pujian dan hormat, kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!" Dan keempat makhluk di surga itu berkata, "Amin!" Dan para tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
10. ALLELUIA
P : Alleluia
U : Alleluia
P : "Kristus, Pencipta Semesta Alam, telah bangkit. Ia Penuh Kasih kepada Umat Manusia."
U : Alleluia
11. INJIL (Yoh 21:1-19)-berdiri-
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Yohanes
(Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Sesudah bangkit dari antara orang mati, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai Danau Tiberias. Ia menampakkan diri sebagai berikut: Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid Yesus yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka, "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya, "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat, lalu naik ke perahu. Tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai akan tetapi murid-murid itu tidak tahu bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka, "Hai anak-anak adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka, "Tidak ada!" Maka kata Yesus kepada mereka, "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya, dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Petrus, "Itu Tuhan!" Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja; dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Ketika tiba di darat, mereka melihat api arang, dan di atasnya ada ikan serta roti. Kata Yesus kepada mereka, "Bawalah beberapa ikan yang baru kamu tangkap itu!" Simon Petrus naik ke perahu, lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya; dan sungguhpun sebanyak itu ikannya, jala itu tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka, "Marilah dan sarapanlah!" Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, `Siapakah Engkau', sebab mereka tahu bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka; demikian juga ikan itu. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati. Sesudah mereka sarapan, Yesus berkata kepada Simon Petrus, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya, "Benar, Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya, "Gembalakanlah domba-domba-Ku!" Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepadanya, "Benar, Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya, "Gembalakanlah domba-domba-Ku!" Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedihlah hati Petrus, karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya, `Apakah engkau mengasihi Aku'. Maka ia berkata kepada-Nya, "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu! Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya, "Gembalakanlah domba-domba-Ku!" Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya, ketika masih muda, engkau sendiri mengikat pinggangmu dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki. Tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu, dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." Hal ini dikatakan Yesus untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Yesus berkata kepada Petrus, "Ikutlah Aku!"
P. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN SINGKAT
Bapa-ibu, saudara/I, orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan
Bacaan-bacaan Suci yang baru saja kita dengar menawarkan pelajaran penting tentang ketaatan kepada Tuhan, penyembahan, dan kasih. Kita diingatkan pada sukacita dan tanggung jawab yang datang dengan mengikuti Yesus. Renungan ini membantu kita memahami dan menerapkan pelajaran ini dalam kehidupan kita.
Bacaan I dari Kisah Para Rasul 5:27-32 memberi gambaran kepada kita tentang tantangan yang dihadapi para rasul setelah kebangkitan Yesus Kristus. Para rasul tetap berdiri teguh dalam iman ketika ditanya oleh imam besar. Mereka menjawab “Kami harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia.” (Kis. 5:29). Kebangkitan Yesus memberi mereka keberanian untuk berbicara tentang kasih dan kuasa Tuhan.
Ketaatan kepada Tuhan memang membutuhkan keberanian dan kepercayaan. Para rasul tahu bahwa mengikuti Allah tidaklah mudah, tetapi mereka memilih untuk menaati-Nya. Iman semacam ini mengilhami kita untuk tetap setia pada perintah Tuhan, bahkan ketika itu sulit.
Kita pun menghadapi banyak situasi di mana kita harus memilih antara menaati Tuhan atau mengikuti dunia. Mungkin kita tidak dihadapkan pada pengadilan seperti para rasul, tapi kita sering menghadapi tantangan dalam hidup. Mungkin kita takut berbagi iman kita karena khawatir dianggap aneh. Atau kita ragu-ragu untuk melakukan yang benar karena takut dikucilkan.
Kisah para Rasul ini mendorong kita untuk berdiri teguh dalam iman kita. Dengan mengutamakan Allah, kita menunjukkan komitmen kita terhadap kehendak-Nya. Kebangkitan Yesus mengingatkan kita bahwa Allah selalu bersama kita. Seperti para rasul, mari kita berani menunjukkan kasih Kristus melalui perkataan dan perbuatan kita.
Dalam bacaan II dari Kitab Wahyu 5:11-14, Rasul Yohanes melihat gambaran luar biasa: semua makhluk di surga dan bumi memuji dan menyembah Yesus, Anak Domba yang telah menang atas kematian. Mereka berseru, “Ya Anak Domba yang disembelih, Engkau layak menerima kuasa, kekayaan, hikmat, dan kemuliaan!” (Why. 5:12). Ini adalah puji-pujian kepada Yesus yang hidup dan memerintah selamanya.
Penglihatan ini menunjukkan kepada kita bahwa Perayaan Ekaristi dan Ibadat Sabda adalah pusat iman kita dan membawa kita lebih dekat kepada Allah. Selain itu, Menyembah Yesus Kristus berarti menempatkan Dia sebagai pusat hidup kita. Ketika kita memilih untuk mengasihi sesama, bekerja dengan jujur, atau melayani dengan rendah hati, itu adalah bentuk pujian kita kepada-Nya. Mari kita hidup setiap hari sebagai ungkapan syukur kepada Yesus yang telah bangkit untuk kita.
Dalam Injil Yohanes 21:1-19, Yesus bertanya kepada Petrus sebanyak tiga kali apakah Petrus mengasihi Dia. Jawaban Petrus menegaskan kasihnya, dan Yesus mengatakan kepadanya untuk merawat para pengikut-Nya. Yesus tidak menghukum Petrus, tetapi justru mempercayakan tugas besar kepada Petrus karena Dia tahu kasih Petrus kepada-Nya.
Percakapan dalam injil ini menyoroti pentingnya cinta dan tanggung jawab dalam iman kita. Mencintai Yesus harus lebih dari sekedar kata-kata. Ini berarti mengambil tindakan. Yesus tahu kita tidak sempurna. Kita mungkin pernah gagal, meragukan, atau takut. Tapi seperti Petrus, Yesus mengampuni kita dan memanggil kita untuk melayani. Panggilan itu bisa sederhana: menjadi orang tua yang penuh kasih, teman yang mendengarkan, atau anggota gereja yang setia. Apa pun panggilan kita, Yesus yang bangkit berjalan bersama kita, memberikan kekuatan untuk menjalaninya. Tuhan memberkati……
13. HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P. Tuhan kita Yesus Kristus tinggal bersama kita untuk memimpin karya-karya Gereja dan menyertai kita baik dalam tugas maupun dalam suka-duka kita. Dengan penuh kepercayaan marilah berdoa kepada-Nya:
L. Bagi Gereja Kudus. Kita berdoa bagi seluruh Gereja agar terbuka membarui diri, sehingga umat beriman tetap merasa nyaman dan betah tinggal di dalamnya; semoga semua umat tetap setia akan iman yang mereka terima melalui Gereja. Marilah kita mohon….
U. Dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi masyarakat kita. Semoga masyarakat dapat melihat kebaikan yang diwartakan dan dihidupi oleh Gereja, sehingga mereka terdorong membarui diri dalam upaya membangun kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warga. Marilah kita mohon….
U. Dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi mereka yang dihina karena iman akan Kristus. Semoga mereka diberi kekuatan oleh bimbingan Tuhan agar tetap setia dan bertahan dalam iman akan Kristus yang bangkit; semoga kita dapat membantu mereka dalam kesulitannya. Marilah kita mohon….
U. Dengarkanlah umat-Mu.
L. agi kita semua. Kiranya Allah memberikan rahmat ketekunan kepada kita, agar hubungan kita semakin dekat dengan-Nya dan sesama. Semoga kita memiliki pengharapan yang kuat akan kebahagiaan bersama Kristus. Marilah kita mohon….
U. Dengarkanlah umat-Mu.
P. Demikianlah ya Bapa, doa-doa permohonan yang kami sampaikan ke hadirat-Mu. Semoga Engkau berkenan mengabulkannya sebab semua ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
16. KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
17. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
[Hening sejenak]
19A. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.
(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P : Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
18B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B. BAPA KAMI --Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Dapat dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.
Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.
21. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11
P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.
22. AMANAT PENGUTUSAN
P : Minggu Paskah III ini mengingatkan kita bahwa kebangkitan Yesus adalah kabar sukacita yang dapat mengubah hidup kita. Seperti para rasul yang berani bersaksi, mari kita ceritakan kasih Kristus melalui perbuatan kita. Seperti kata pemazmur hari ini, percayalah bahwa Tuhan mengubah duka menjadi tarian sukacita. Seperti Petrus, jawablah panggilan Tuhan dengan hati yang setia, karena Yesus yang bangkit selalu menyertai kita. Hidup dalam cahaya Paskah, dan biarkan dunia melihat kemenangan-Nya melalui hidup kita.
23. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa:
Marilah kita berdoa, Ya Tuhan, kami telah merenungkan Sabda-Mu dan menimba kekuatan daripada-Mu di dalam perayaan ini. Semoga kami saling menolong satu sama lain, agar kami dapat membangun kerajaan-Mu di tengah masyarakat kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U. Amin.
24. MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU PENUTUP
Komentar
Posting Komentar