IBADAT SABDA MINGGU PASKAH VII TAHUN C

 

 

IBADAT SABDA MINGGU PASKAH VII TAHUN C (Putih)

Minggu, 01 Juni 2025

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA

P : Bapa-ibu, saudara/I, orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan

Selamat pagi. Hari ini kita merayakan Minggu Paskah ke-7. Bacaan-bacaan suci hari ini berfokus pada kesatuan dalam kasih dan keberanian dalam kesaksian iman. Bacaan I dari Kisah Para Rasul 7:55-60 menceritakan tentang kemartiran Stefanus. Dalam saat kematian, Stefanus melihat kemuliaan Allah dan Tuhan Yesus di sisi Allah. Ia wafat dengan doa pengampunan bagi para pembunuhnya, meneladani kasih dan pengampunan Kristus. Kemartiran Stefanus menggemakan Penyaliban Yesus, mengajarkan kepada kita untuk mempersembahkan hidup dalam kasih dan pengampunan. Kita diajak untuk tetap setia dan berani bersaksi, bahkan dalam saat tersulit. Bacaan II dari kitab Wahyu 22:12-17, 20 berisi pesan iman dan harapan bahwa, Yesus Kristus akan datang lagi dan memberikan ganjaran kepada setiap orang menurut perbuatannya, maka kita harus siap. Keselamatan adalah undangan gratis, tapi harus dijawab dengan pertobatan dan hidup kudus. Dalam bacaan injil Yohanes 17:20-26, Yesus berdoa untuk persatuan di antara para pengikutnya dan menyatakan bahwa dia adalah jalan, kebenaran, dan kehidupan. Doa Yesus ini mengajak kita untuk hidup dalam kasih dan kesatuan, mencerminkan hubungan antara Yesus dan Bapa. Ini mengingatkan kita bahwa mengikuti ajaran Yesus sangat penting bagi semua orang percaya, dan kita dipanggil untuk hidup dalam harmoni satu dengan lain.

(hening sejenak)

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa juga menyanyikan lagu kemulian dari buku Mada Bakti]

P : Kemuliaan kepada Allah di surga

U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.

P : Kami memuji Dikau,

U : Kami meluhurkan Dikau.

P : Kami menyembah Dikau,

U : Kami memuliakan Dikau.

P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.

U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.

P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.

U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.

P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.

U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.

P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.

U : Karena hanya Engkaulah kudus.

P : Hanya Engkaulah Tuhan.

U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.

P : bersama dengan Roh Kudus,

U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

05. DOA PEMBUKA

P : Marilah kita berdoa,

[hening sejenak]  Ya Allah, kami percaya bahwa Juru Selamat manusia telah bersatu dengan Dikau dalam kemuliaan. Dengan rendah hati kami mohon semoga kami boleh merasakan bahwa Ia senantiasa menyertai kami sampai akhir zaman seperti dijanjikan-Nya. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa,, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U. Amin.

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]

07. BACAAN PERTAMA (Kis 7:55-60) -duduk-

"Aku melihat Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."


L. Bacaan dari Kisah Para Rasul: 

Di hadapan Mahkamah Agama Yahudi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

L. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN

(Mzm 97:1.2b.6.7c.9;)

Refr. :

Mazmur:

1. Tuhan adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya!
2. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. Segala dewata sujud menyembah Allah.
3. Sebab Engkaulah ya Tuhan, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi. Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.

09. BACAAN KEDUA (Why 7:9.14b-17) -duduk-


"Datanglah Tuhan Yesus!"


L.  Bacaan dari Kitab Wahyu:

Aku Yohanes, mendengar suara yang berkata kepadaku, "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah untuk membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir." Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota yang turun dari surga, dari Allah. Aku mendengar pula suara yang berkata, "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang." Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

L. Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

10. ALLELUIA

P : Alleluia

U : Alleluia

P : "Aku tidak meninggalkanmu sebagai Yatim Piatu. Aku akan datang kembali kepadamu, dan hatimu akan bersuka cita."

U : Alleluia

11. INJIL (Yoh 17:20-26)-berdiri-

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Yohanes

 (Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)

P. Dalam perjamuan terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi para pengikut-Nya, "Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.".

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus.

12. RENUNGAN SINGKAT

Bapa-ibu, saudara/I, orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan

Kita berada di penghujung masa Paskah, masa di mana kita terus merenungkan kuasa kebangkitan Kristus yang mengubahkan hidup. Bacaan-bacaan suci hari ini mengajak kita untuk merenungkan dua hal: kesatuan dalam kasih yang Yesus doakan bagi kita, dan keberanian dalam kesaksian seperti yang ditunjukkan oleh Stefanus, sang martir pertama. Di tengah dunia yang penuh perpecahan, tantangan, dan ketidakpastian, bagaimana kita sebagai umat Tuhan dapat hidup sebagai saksi kebangkitan yang setia?

Bacaan I dari Kisah Para Rasul 7:55-60 menceritakan tentang Stefanus, yang dengan penuh Roh Kudus, melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sisi kanan Allah. Bahkan di saat kematiannya, Stefanus tetap setia, berdoa untuk pengampunan bagi mereka yang melemparinya dengan batu. Keberanian Stefanus bukan hanya dalam menghadapi kematian, tetapi dalam kesetiaannya untuk memberitakan kebenaran Injil, apa pun risikonya.

Kesaksian Stefanus mengingatkan kita bahwa menjadi pengikut Kristus tidak selalu mudah. Di dunia yang sering kali menolak kebenaran atau nilai-nilai Injil, kita mungkin menghadapi cemoohan, penolakan, atau bahkan penganiayaan. Namun, seperti Stefanus, kita dipanggil untuk tetap setia, penuh kasih, dan berani.

Di zaman media sosial dan informasi instan seperti sekarang, kita sering dihadapkan pada tekanan untuk berkompromi dengan nilai-nilai dunia atau tetap diam demi kenyamanan. Bagaimana kita bisa menjadi “Stefanus modern” yang berani menyuarakan kebenaran dengan kasih? Mungkin dengan berani menentang ketidakadilan di sekitar kita, atau dengan membagikan kasih Kristus melalui tindakan nyata, seperti membantu mereka yang terpinggirkan di masyarakat.

Bacaan II dari Kitab Wahyu 22:12-14, 16-17, 20 mengingatkan kita akan janji kedatangan Kristus kembali: “Sesungguhnya Aku datang segera!” Ini adalah harapan besar untuk kita sebagai orang percaya. Di tengah tantangan dunia, kita tidak hidup tanpa tujuan. Kristus telah menang atas dosa dan maut, dan Ia akan datang kembali untuk membawa kita kepada kehidupan yang kekal.

Kita juga diundang: “Barang siapa yang haus, datanglah, ambillah air kehidupan dengan cuma-cuma.” Ini adalah panggilan untuk membagikan kabar baik kepada semua orang, tanpa terkecuali.

Di tengah krisis global, seperti perubahan iklim, ketidakstabilan ekonomi, atau konflik sosial, pesan-pesan bacaan ini memberi kita harapan. Kita tidak hanya dipanggil untuk bertahan, tetapi untuk menjadi terang yang membawa harapan kepada dunia.

Dalam bacaan Injil Yohanes 17:20-26, kita mendengar doa Yesus yang sangat mendalam: “Aku berdoa, supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau.” Yesus tidak hanya berdoa untuk para murid-Nya pada zaman itu, tetapi juga untuk kita semua yang percaya kepada-Nya melalui pemberitaan mereka. Kesatuan ini bukan sekadar kesepakatan pikiran, tetapi kesatuan dalam kasih, tujuan, dan misi untuk memuliakan Allah.

Konflik, polarisasi, dan perpecahan ada di mana-mana, baik di media sosial, keluarga, politik, maupun dalam komunitas kita sendiri. Doa Yesus adalah panggilan bagi kita untuk menjadi jawaban atas doa-Nya. Kita dipanggil untuk membangun jembatan, bukan tembok; untuk mendengarkan, bukan hanya berbicara; untuk mengasihi, bahkan ketika kita berbeda. Apakah gereja kita, komunitas kita, atau keluarga kita mencerminkan kasih yang mempersatukan ini?

Kita dipanggil untuk menjadi saksi kasih Kristus yang merangkul semua orang, tanpa memandang perbedaan.

Firman Tuhan yang kita dengar dan kita renungkan hari ini mengajak kita untuk hidup dalam kesatuan kasih seperti yang Yesus doakan, menunjukkan keberanian dalam kesaksian seperti Stefanus, dan berpegang pada harapan akan kedatangan Kristus seperti yang dijanjikan dalam kitab Wahyu. Mari kita menjadi gereja yang hidup, yang tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus di dalam gereja, tetapi juga membawa kebangkitan itu ke dunia melalui kasih, keberanian, dan harapan kita.

13. HENING SEJENAK

14. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT

P. Yesus telah berjanji bahwa Bapa akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-nya. Maka, marilah kita berdoa dengan penuh kepercayaan kepada Allah, Bapa kita.
L.   Bagi Bapa Paus dan para Uskup: Semoga Bapa dan para Uskup Kauanugerahi Roh Kebijaksanaan dan kekuatan. Semoga mereka tersentuh oleh Roh sehingga memimpin umat beriman dengan penuh semangat untuk membebaskan, membina dan membarui.  Marilah kita mohon,...
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi para pemimpin dunia: Semoga para pemimpin dunia Kauanugerahi Roh nasihat dan kekuatan. Semoga mereka diterangi oleh Roh sehingga memakai kekuasaan dan pengaruh mereka demi kesejahteraan manusia. Marilah kita mohon,.....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L.  Bagi para pegiat komunikasi sosial: Semoga para pegiat komunikasi sosial dapat menjadi corong pewartaan kabar yang menyejukkan dan membangkitkan harapan baru bagi setiap orang untuk membangun relasi sosial yang berkeadilan dan bermartabat. Marilah kita mohon,.....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi saudara-saudari kita yang sedang mengalami kesulitan dalam hidup: Semoga saudara-saudari kami yang dalam kesulitan Kauanugerahi Roh penghiburan dan harapan. Semoga berkat hiburan Roh mereka berani meneruskan perjalanan hidupnya walaupun dirundung kesusahan dan ketidakpastian. Marilah kita mohon,.....

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi perdamaian di wilayah-wilayah yang sedang bertikai: Semoga api perdamaian semakin bernyala di tengah-tengah wilayah yang saat ini masih bertikai. Marilah kita mohon,....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi kita semua di sini: Semoga Kau curahkan anugerah-anugerah Roh Kudus atas kami semua. Semoga Roh Kudus tinggal dalam diri kami sehingga kami ikut membangun Gereja dan masyarakat menurut bakat-bakat yang telah Kauberikan kepada kami masing-masing. Marilah kita mohon,......
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 

P.  Ya Allah, curahkanlah anugerah-anugerah Roh Kudus atas seluruh umat yang percaya kepada-Mu. Bantulah kami dengan kasih-Mu agar mendapat bagian dalam kebahagiaan yang tak pernah akan musnah sepanjang masa. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.

16. KOLEKTE

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.

17. DOA PUJIAN

P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).

18A. Cara A: DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.

[Hening sejenak]

19A. BAPA KAMI Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)

 P : Tubuh Kristus.

U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)

----------------------------------------------------------------------------------------------

18B. Cara B. TANPA KOMUNI

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

19B. BAPA KAMI --Berdiri

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Dapat dilaksanakan Salam Damai.

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.

20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.

▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.

▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.

 21. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11

P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.

Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.

22. AMANAT PENGUTUSAN

 P : Hari ini kita telah merenungkan kuasa kebangkitan Kristus yang memanggil kita untuk hidup dalam kesatuan kasih, menunjukkan keberanian dalam kesaksian, dan berpegang pada harapan akan kedatangan-Nya kembali. Doa Yesus dalam Yohanes 17, keberanian Stefanus dalam Kisah Para Rasul, dan janji Tuhan dalam kitab Wahyu mengingatkan kita bahwa kita bukan hanya penerima kasih Allah, tetapi juga utusan-Nya di dunia. Karena itu, pergilah dari tempat ini dengan semangat Paskah yang hidup.

23. DOA PENUTUP

P : Marilah kita berdoa:

Allah, Penyelamat kami, kabulkanlah doa-doa kami. Semoga berkat perayaan misteri yang amat suci ini, kami sungguh percaya bahwa kemuliaan yang diperoleh Kristus, Sang Kepala, akan dinikmati juga oleh Tubuh-Nya, yakni seluruh Gereja. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

U. Amin. 

24. MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN

 P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]

 P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.

P : Marilah pergi, kita diutus.

U : Amin.

25. LAGU PENUTUP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025