HARI MINGU ADVENT 1, 30 November 2025

 

HARI MINGU ADVENT 1 (Ungu)

Minggu,  30 November 2025

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka.

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA

P : Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan

Pada hari ini kita memasuki Masa Advent, masa suci yang membuka Tahun Liturgi Gereja.. Gereja mengajak kita menyiapkan hati, supaya kita siap menerima Tuhan Yesus yang datang membawa damai dan keselamatan.

Dalam bacaan pertama dari kitab Yesaya 2:1-5, Nabi Yesaya menunjukkan harapan besar: Tuhan akan memimpin kita ke jalan damai dan keselamatan. Tidak ada lagi permusuhan, tidak ada lagi saling menyakiti. Kita pun diajak belajar menjadi pembawa damai di rumah dan lingkungan kita.

Dalam bacaan kedua dari Roma 13:11-14a , Santo Paulus mengingatkan kepada kita bahwa sekaranglah waktunya bangun dari tidur rohani. Kita diajak untuk meninggalkan hal-hal buruk yang menjauhkan kita dari Tuhan dan mulai hidup dalam terang kasih-Nya.

Dalam Injil Matius 24:37-44, Yesus berkata, “Berjaga-jagalah!” Artinya, kita harus selalu siap, melalui doa, kebaikan, dan hati yang bersih, karena Tuhan bisa datang kapan saja dalam hidup kita.

Mari kita memasuki perayaan Ibadat Sabda ini dengan hati yang tenang dan terbuka. Kita mohon agar Tuhan menolong kita menyiapkan diri sepanjang masa Advent ini, supaya kita semakin dekat dengan-Nya.

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

04. TANPA KEMULIAAN

05. DOA PEMBUKA

P : Marilah kita berdoa,

[hening sejenak Allah Bapa yang Mahakuasa, anugerahilah kami, umat-Mu, kehendak yang kuat untuk menyongsong kedatangan Kristus dengan cara hidup yang baik. Semoga dengan demikian kami layak mewarisi Kerajaan Surga, bersama Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin. 

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]

07. BACAAN I (Yes 2:1-5) -duduk-

"Tuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan Allah yang damai abadi."

L. Bacaan dari Kitab Yesaya:

Inilah firman yang dinyatakan kepada Yesaya, putra Amos, tentang Yehuda dan Yerusalem: Pada hari-hari yang terakhir akan terjadilah hal-hal ini: Gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di puncak gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata, "Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuh jalan itu. Sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan dari Yerusalem akan keluar sabda Tuhan." Tuhan akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. Maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa yang lain, dan mereka tidak akan lagi berlatih perang. Hai kaum keturunan yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan.

L. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN

(Mzm 98:5-6.7-8.9a; Ul:lh.9)

Refren: Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita

Mazmur:
1. Ku bersukacita waktu orang berkata kepadaku: Mari kita pergi ke rumah Tuhan. Sekarang kaki kami berdiri di gerbangmu, hai Yerusalem.
2. Kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur pada nama Tuhan sesuai dengan peraturan.
3. Berdoalah agar Yerusalem sejahtera "Damai bagi orang yang mencintai Engkau. "Semoga damai turun atas wilayahmu dan kesentosaan atas purimu."
4. Atas nama saudara dan sahabatku kuucapkan selamat kepadamu. Demi bait Tuhan Allah kita ku- mohonkan bahagia bagimu.

09. BACAAN II (Rm 13:11-14a) -duduk-

"Keselamatan sudah dekat pada kita."

L.  Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:
Saudara-saudara, kamu mengetahui keadaan waktu sekarang: Saatnya telah tiba kamu bangun dari tidur. Sebab sekarang ini keselamatan sudah lebih dekat pada kita daripada waktu kita baru mulai percaya. Malam sudah hampir lewat, dan sebentar lagi pagi akan tiba. Sebab itu, marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, dan mengnakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan; jangan dalam percabulan dan hawa nafsu; jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi, kenakanlah Tuhan Yesus sebagai perlengkapan senjata terang.

L. Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

10. ALLELUIA

P : Alleluia

U : Alleluia

P :  Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu. 

U : Alleluia

11. INJIL (Mat 24:37-44) -berdiri

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Matius

 (Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)

P. Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Seperti halnya pada zaman Nuh, demikianlah kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada zaman sebelum air bah itu orang makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera; mereka tidak menyadari apa yang terjadi sampai air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua. Demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua orang perempuan sedang menggiling gandum, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Oleh karena itu, berjaga-jagalah sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi, ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pencuri datang waktu malam, pastilah ia berjaga-jaga, dan tidak membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu selalu siap siaga, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus.

12. RENUNGAN SINGKAT

Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan

Pagi ini kita mulai masa Adven.Adven itu artinya “kedatangan”. Advent itu seperti waktu orang menunggu tamu penting datang. Kalau ada tamu istimewa mau datang ke rumah, pasti kita bersih-bersih rumah, menyiapkan makanan, kaca-kaca dilap, halaman disapu. Kita mau rumah kita rapi supaya tamu merasa diterima dengan baik. Tuhan Yesus mau datang ke hati kita. Tapi Dia tidak mau masuk ke hati yang kotor dan gelap. Makanya kita diberi waktu empat minggu ini untuk membersihkan hati, seperti kita membersihkan rumah kalau mau kedatangan tamu penting.

Dalam bacaan pertama dari Kitab Yesaya, Nabi Yesaya bercerita tentang masa depan yang indah. Semua orang akan datang kepada Tuhan. Tidak ada lagi perang, tidak ada lagi pertengkaran. Pedang, alat untuk berkelahi, akan ditempa menjadi alat pertanian. Senjata berubah jadi alat untuk menanam dan memberi hidup.

Artinya, Tuhan mau dunia ini penuh damai. Tuhan mau keluarga kita rukun. Tuhan mau kampung kita harmonis. Kalau ada keluarga yang bermusuhan, Tuhan mau kita berdamai. Kalau ada sakit hati, Tuhan mengajak kita untuk saling mengampuni. Advent itu masa untuk memperbaiki hubungan. Mulai dari rumah dulu, suami istri, orang tua dan anak, saudara sekandung, tetangga.

Di bacaan kedua, Santo Paulus bilang, “Sudah waktunya bangun dari tidur.” Bukan tidur badan, tetapi tidur rohani.Kadang kita hidup hari demi hari tanpa doa. Kadang kita jauh dari Tuhan. Kadang kita hidup asal jalan saja tanpa memikirkan kebaikan, tidak peduli sesama, tidak peduli Gereja. Paulus mengajak kita bangun: bangun dari malas berdoa, bangun dari marah-marah terus, bangun dari kebiasaan buruk, bangun dari hidup yang sembarangan. Advent itu waktu untuk berubah sedikit demi sedikit. Tidak perlu langsung berubah besar, mulai dari hal kecil. Rajin doa pagi, lebih sabar, lebih perhatian kepada keluarga, berhenti berkata kasar, jujur dalam pekerjaan.

Dalam Injil Matius , Yesus bilang, “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu kapan Tuhan datang.” Yesus memberi contoh zaman Nuh. Waktu itu orang-orang sibuk makan, minum, bekerja, pesta. Mereka pikir semuanya aman. Tapi mereka lupa Tuhan. Mereka tidak peduli peringatan. Kita pun sering sama seperti itu. Sibuk kerja, sibuk urusan dunia, sampai lupa urusan Tuhan. Yesus tidak melarang kita bekerja dan bersenang-senang. Tetapi Ia ingin kita ingat Tuhan setiap hari. Berjaga-jaga itu artinya: hidup jujur, hidup baik, berdoa dengan sederhana, berbuat kasih kepada orang sekitar, siap kapan pun Tuhan memanggil kita. Siap bukan karena takut, tapi karena kita mau hidup dekat dengan Tuhan.

Masa Advent adalah waktu yang pendek, hanya empat minggu. Mari kita pakai waktu ini untuk fokus: perbaiki hati, berdamai dengan orang, belajar sabar, mulai kebiasaan doa yang sederhana, dan melakukan kebaikan kecil setiap hari. Seperti orang kampung membersihkan rumah kalau ada tamu penting mau datang, begitu juga kita bersihkan hati agar Yesus menemukan tempat yang layak dalam diri kita.

13. HENING SEJENAK

14. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT

P. Ajakan Tuhan untuk selalu waspada mendorong kita untuk bekerja dan berdoa:

L. Bagi Gereja kita: Semoga Bapa mendorong Gereja agar selalu menanggapi harapan-Nya dengan menjadi cahaya dan kedamaian bagi semua orang. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L.   Bagi bangsa-bangsa yang saling berperang: Semoga Allah Bapa yang Mahapengasih menerangi para bangsa agar terus berjuang dalam menciptakan perdamaian dunia dan menjauhkan diri dari pertikaian fisik. Marilah kita mohon, …

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L.  Bagi para penderita: Semoga kedatangan Yesus Kristus Putra Bapa membawa harapan dan hiburan baru bagi para penderita. Marilah kita mohon, …

U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L.  Bagi kita sendiri: Semoga Bapa mendatangkan cahaya menghalau kegelapan hati kita dan mengantar kami menjadi manusia baru. Marilah kita mohon, …
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

P.  Allah Bapa di surga, pada masa persiapan penuh harapan ini perkenankanlah kami mengarahkan hidup dan kedamaian dunia, sekarang dan sepanjang masa.
U. Amin.

16. KOLEKTE

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.

17. DOA PUJIAN

P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di surga.

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Kami bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa, agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).

18A. Cara A: DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.

[Hening sejenak]

19A. BAPA KAMI Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

(Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

(Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)

 P : Tubuh Kristus.

U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)

----------------------------------------------------------------------------------------------

18B. Cara B. TANPA KOMUNI

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

19B. BAPA KAMI --Berdiri

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Dapat dilaksanakan Salam Damai.

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.

20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.

▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.

▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.

 21. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11

P : Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.

Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang segala abad, Amin.

22. AMANAT PENGUTUSAN

P : Sesudah kita dikuatkan oleh Sabda, marilah kita melangkah kembali ke tengah dunia dengan hati yang penuh harapan. Tuhan mengingatkan kita hari ini bahwa ketekunan, kesetiaan, dan kerja keras adalah jalan menuju hidup yang diberkati. Pergilah dengan semangat baru. Jadilah pembawa terang bagi keluarga dan sesama. Kerjakan tugas harian dengan jujur, tekun, dan penuh kasih.
Dan jika tantangan datang, ingatlah janji Tuhan bahwa ketekunanmu akan menyelamatkan hidupmu.

23. DOA PENUTUP

P : Marilah kita berdoa:

Kami mohon, ya Tuhan, semoga misteri yang kami rayakan ini mendatangkan keselamatan bagi kami. Ajarilah kami untuk tetap merindukan harta surgawi di tengah suka duka ini. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.

U. Amin. 

24. MOHON BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN

 P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]

 P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.

P : Marilah pergi, kita diutus.

U : Amin.

25. LAGU PENUTUP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAT SABDA HARI MINGU BIASA XXV Tahun C (Minggu, 21 September 2025)

Ibadat Sabda Minggu, 09 November 2025

Ibadat Sabda HARI MINGU BIASA XXVIII, 12 Oktober 2025