HARI MINGU ADVENT 1, 30 November 2025
HARI
MINGU ADVENT 1 (Ungu)
Minggu,
30 November 2025
Para
Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk
nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan
suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata,
“Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan
bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka.
01. TANDA
SALIB DAN SALAM
P : Dalam
nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih
karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus
beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA
PEMBUKA
P : Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang
dikasihi dan diberkati Tuhan
Pada hari ini kita memasuki Masa Advent, masa suci
yang membuka Tahun Liturgi Gereja..
Gereja mengajak kita menyiapkan hati, supaya kita siap menerima Tuhan Yesus
yang datang membawa damai dan keselamatan.
Dalam bacaan pertama dari kitab Yesaya
2:1-5, Nabi Yesaya menunjukkan harapan besar: Tuhan akan
memimpin kita ke jalan damai dan keselamatan. Tidak ada lagi permusuhan, tidak
ada lagi saling menyakiti. Kita pun diajak belajar menjadi pembawa damai di
rumah dan lingkungan kita.
Dalam bacaan kedua dari Roma
13:11-14a , Santo Paulus mengingatkan kepada kita bahwa
sekaranglah waktunya bangun dari tidur rohani. Kita diajak untuk meninggalkan
hal-hal buruk yang menjauhkan kita dari Tuhan dan mulai hidup dalam terang
kasih-Nya.
Dalam Injil Matius 24:37-44, Yesus berkata, “Berjaga-jagalah!” Artinya, kita
harus selalu siap, melalui doa, kebaikan, dan hati yang bersih, karena Tuhan
bisa datang kapan saja dalam hidup kita.
Mari kita memasuki perayaan Ibadat Sabda ini dengan
hati yang tenang dan terbuka. Kita mohon agar Tuhan menolong kita menyiapkan
diri sepanjang masa Advent ini, supaya kita semakin dekat dengan-Nya.
03. TOBAT
DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah
menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan
Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya
mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya
telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon
kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada
saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang
Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup
yang kekal.
04. TANPA
KEMULIAAN
05. DOA
PEMBUKA
P : Marilah
kita berdoa,
[hening sejenak Allah Bapa yang Mahakuasa, anugerahilah kami, umat-Mu,
kehendak yang kuat untuk menyongsong kedatangan Kristus dengan cara hidup yang
baik. Semoga dengan demikian kami layak mewarisi Kerajaan Surga, bersama
Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh
Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
06. AJAKAN
MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah
kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar
Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.
[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN I
(Yes 2:1-5)
-duduk-
"Tuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan Allah yang damai
abadi."
L. Bacaan
dari Kitab Yesaya:
Inilah
firman yang dinyatakan kepada Yesaya, putra Amos, tentang Yehuda dan Yerusalem:
Pada hari-hari yang terakhir akan terjadilah hal-hal ini: Gunung tempat rumah
Tuhan akan berdiri tegak di puncak gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas
bukit-bukit. Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana dan banyak suku bangsa
akan pergi serta berkata, "Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah
Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita
berjalan menempuh jalan itu. Sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan dari
Yerusalem akan keluar sabda Tuhan." Tuhan akan menjadi hakim antara
bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. Maka mereka akan
menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau
pemangkas. Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa
yang lain, dan mereka tidak akan lagi berlatih perang. Hai kaum keturunan
yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan.
L.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur
kepada Allah.
08.
MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN
(Mzm 98:5-6.7-8.9a; Ul:lh.9)
Refren: Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan
sukacita
Mazmur:
1. Ku bersukacita waktu orang berkata kepadaku: Mari kita
pergi ke rumah Tuhan. Sekarang kaki kami berdiri di gerbangmu, hai Yerusalem.
2. Kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur pada
nama Tuhan sesuai dengan peraturan.
3. Berdoalah agar Yerusalem sejahtera "Damai bagi orang yang mencintai
Engkau. "Semoga damai turun atas wilayahmu dan kesentosaan atas
purimu."
4. Atas nama saudara dan sahabatku kuucapkan selamat kepadamu. Demi bait Tuhan
Allah kita ku- mohonkan bahagia bagimu.
09.
BACAAN II (Rm 13:11-14a) -duduk-
"Keselamatan
sudah dekat pada kita."
L. Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat
di Roma:
Saudara-saudara, kamu mengetahui keadaan waktu sekarang: Saatnya telah tiba
kamu bangun dari tidur. Sebab sekarang ini keselamatan sudah lebih dekat pada
kita daripada waktu kita baru mulai percaya. Malam sudah hampir lewat, dan
sebentar lagi pagi akan tiba. Sebab itu, marilah kita menanggalkan
perbuatan-perbuatan kegelapan, dan mengnakan perlengkapan senjata terang!
Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta
pora dan kemabukan; jangan dalam percabulan dan hawa nafsu; jangan dalam
perselisihan dan iri hati. Tetapi, kenakanlah Tuhan Yesus sebagai perlengkapan
senjata terang.
L.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur
kepada Allah
10. ALLELUIA
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Perlihatkanlah
kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan dan berilah kami keselamatan yang dari
pada-Mu.
U : Alleluia
11. INJIL (Mat
24:37-44) -berdiri
P : Marilah
kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Matius
(Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu
jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Sekali
peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Seperti halnya pada
zaman Nuh, demikianlah kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada zaman sebelum
air bah itu orang makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai pada hari Nuh
masuk ke dalam bahtera; mereka tidak menyadari apa yang terjadi sampai air bah
itu datang dan melenyapkan mereka semua. Demikian pulalah halnya kelak pada
kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang
seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua orang perempuan
sedang menggiling gandum, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan
ditinggalkan. Oleh karena itu, berjaga-jagalah sebab kamu tidak tahu pada hari
mana Tuhanmu datang. Tetapi, ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu
mana pencuri datang waktu malam, pastilah ia berjaga-jaga, dan tidak membiarkan
rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu selalu siap siaga, karena Anak
Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
P.
Demikianlah Injil Tuhan
U.
Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN
SINGKAT
Bapa-ibu,
saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan
Pagi ini
kita mulai masa Adven.Adven itu artinya “kedatangan”. Advent itu seperti waktu orang
menunggu tamu penting datang. Kalau ada tamu istimewa mau datang ke rumah,
pasti kita bersih-bersih rumah, menyiapkan makanan, kaca-kaca dilap, halaman
disapu. Kita mau rumah kita rapi supaya tamu merasa diterima dengan baik. Tuhan Yesus
mau datang ke hati kita. Tapi Dia tidak mau masuk ke hati yang kotor dan gelap.
Makanya kita diberi waktu empat minggu ini untuk membersihkan hati, seperti
kita membersihkan rumah kalau mau kedatangan tamu penting.
Dalam bacaan
pertama dari Kitab Yesaya, Nabi Yesaya bercerita tentang masa depan yang indah.
Semua orang akan datang kepada Tuhan. Tidak ada lagi perang, tidak ada lagi
pertengkaran. Pedang, alat untuk berkelahi, akan ditempa menjadi alat
pertanian. Senjata berubah jadi alat untuk menanam dan memberi hidup.
Artinya, Tuhan
mau dunia ini penuh damai. Tuhan mau keluarga kita rukun. Tuhan mau kampung
kita harmonis. Kalau ada keluarga yang bermusuhan, Tuhan mau kita berdamai.
Kalau ada sakit hati, Tuhan mengajak kita untuk saling mengampuni. Advent itu
masa untuk memperbaiki hubungan. Mulai dari rumah dulu, suami istri, orang tua
dan anak, saudara sekandung, tetangga.
Di bacaan
kedua, Santo Paulus bilang, “Sudah waktunya bangun dari tidur.” Bukan tidur
badan, tetapi tidur rohani.Kadang kita hidup hari demi hari tanpa doa.
Kadang kita jauh dari Tuhan. Kadang kita hidup asal jalan saja tanpa memikirkan
kebaikan, tidak peduli sesama, tidak peduli Gereja. Paulus mengajak kita
bangun: bangun dari malas berdoa, bangun dari marah-marah terus, bangun dari
kebiasaan buruk, bangun dari hidup yang sembarangan. Advent itu waktu untuk
berubah sedikit demi sedikit. Tidak perlu langsung berubah besar, mulai dari
hal kecil. Rajin doa pagi, lebih sabar, lebih perhatian kepada keluarga,
berhenti berkata kasar, jujur dalam pekerjaan.
Dalam Injil
Matius , Yesus bilang, “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu kapan Tuhan
datang.” Yesus memberi contoh zaman Nuh. Waktu itu orang-orang sibuk makan,
minum, bekerja, pesta. Mereka pikir semuanya aman. Tapi mereka lupa Tuhan.
Mereka tidak peduli peringatan. Kita pun sering sama seperti itu. Sibuk kerja,
sibuk urusan dunia, sampai lupa urusan Tuhan. Yesus tidak melarang kita bekerja
dan bersenang-senang. Tetapi Ia ingin kita ingat Tuhan setiap hari.
Berjaga-jaga itu artinya: hidup jujur, hidup baik, berdoa dengan sederhana, berbuat
kasih kepada orang sekitar, siap kapan pun Tuhan memanggil kita. Siap bukan
karena takut, tapi karena kita mau hidup dekat dengan Tuhan.
Masa Advent
adalah waktu yang pendek, hanya empat minggu. Mari kita pakai waktu ini untuk
fokus: perbaiki hati, berdamai dengan orang, belajar sabar, mulai kebiasaan doa
yang sederhana, dan melakukan kebaikan kecil setiap hari. Seperti orang kampung
membersihkan rumah kalau ada tamu penting mau datang, begitu juga kita
bersihkan hati agar Yesus menemukan tempat yang layak dalam diri kita.
13. HENING
SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah
menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan
dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P. Ajakan
Tuhan untuk selalu waspada mendorong kita untuk bekerja dan berdoa:
L. Bagi
Gereja kita: Semoga Bapa mendorong Gereja agar selalu menanggapi harapan-Nya
dengan menjadi cahaya dan kedamaian bagi semua orang. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
L.
Bagi bangsa-bangsa yang saling berperang: Semoga Allah Bapa yang Mahapengasih
menerangi para bangsa agar terus berjuang dalam menciptakan perdamaian dunia
dan menjauhkan diri dari pertikaian fisik. Marilah kita mohon, …
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
L.
Bagi para penderita: Semoga kedatangan Yesus Kristus Putra Bapa membawa harapan
dan hiburan baru bagi para penderita. Marilah kita mohon, …
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
L.
Bagi kita sendiri: Semoga Bapa mendatangkan cahaya menghalau kegelapan hati
kita dan mengantar kami menjadi manusia baru. Marilah kita mohon, …
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
P.
Allah Bapa di surga, pada masa persiapan penuh harapan ini perkenankanlah kami
mengarahkan hidup dan kedamaian dunia, sekarang dan sepanjang masa.
U. Amin.
16. KOLEKTE
[Selanjutnya
ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada
sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu
dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada
Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
17. DOA
PUJIAN
P :
Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita
untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan
yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di
surga.
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami
bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah
jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di
hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa,
dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa,
agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus
itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa,
umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam
gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka,
bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus
Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat]
dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat],
kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua
kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut
komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A. Cara A:
DENGAN KOMUNI
Sesudah
Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia
membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen
Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah
mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar
bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan
sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami
sambil berdiri.
P :
Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita
memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan
saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati
di hadirat Tuhan.
[Hening
sejenak]
19A. BAPA
KAMI Berdiri
P : Atas
petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami
yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah
kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari
ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah
kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah
kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A. SALAM
DAMAI DAN KOMUNI
Bila
ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah
kita saling memberikan salam damai.
(Umat
memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah
Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu
menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah
Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Hosti
dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke
perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan
saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya
akan sembuh.
(Dengan
khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani
umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P :
Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
18B. Cara B.
TANPA KOMUNI
P : Pada
perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita
menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B. BAPA
KAMI
--Berdiri
P :
Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka
sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana
yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa
kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah
kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari
ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah
kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah
kami dari yang jahat.
Dapat
dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah
kita saling memberikan salam damai.
Umat
memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
20B. DOA
KOMUNI BATIN
Berlutut/berdiri
Pemimpin
mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan
antara lain sebagai berikut:
P : Kini,
mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati
kita.
P : Yesus
bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan
kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting
tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok
anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam
Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku,
aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu
lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku.
Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah
sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah
datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan
biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening
sejenak]
P : Dalam
keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir
saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan
mengatakan:
P : Yesus,
datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus,
datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪
Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga
kali.
▪
Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪
Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.
21.
MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11
P : Marilah
kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang
membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai
dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak
memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya
dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita
bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab
aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu
kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia
dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang
yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa
baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan
TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang
takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang
mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan
Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang
segala abad, Amin.
22. AMANAT
PENGUTUSAN
P : Sesudah kita
dikuatkan oleh Sabda, marilah kita melangkah kembali ke tengah dunia dengan
hati yang penuh harapan. Tuhan mengingatkan kita hari ini bahwa ketekunan,
kesetiaan, dan kerja keras adalah jalan menuju hidup yang diberkati. Pergilah
dengan semangat baru. Jadilah pembawa terang bagi keluarga dan sesama. Kerjakan
tugas harian dengan jujur, tekun, dan penuh kasih.
Dan jika tantangan datang, ingatlah janji Tuhan bahwa ketekunanmu akan
menyelamatkan hidupmu.
23. DOA
PENUTUP
P : Marilah
kita berdoa:
Kami mohon,
ya Tuhan, semoga misteri yang kami rayakan ini mendatangkan keselamatan bagi
kami. Ajarilah kami untuk tetap merindukan harta surgawi di tengah suka duka
ini. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa,
sepanjang segala masa.
U.
Amin.
24. MOHON
BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN
P :
Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat
Tuhan. [hening sejenak]
P :
Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita
ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada
diri sendiri]
DALAM NAMA
BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan
Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur
kepada Allah.
P : Marilah
pergi, kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU
PENUTUP
Komentar
Posting Komentar