Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam
Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus
Raja Semesta Alam (Putih)
Minggu,
16 November 2025
Para
Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk
nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan
suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata,
“Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan
bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka.
01. TANDA
SALIB DAN SALAM
P : Dalam
nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih
karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus
beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA
PEMBUKA
P : Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang
dikasihi dan diberkati Tuhan
Pada hari ini kita bersama-sama merayakan Hari Raya
Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam, puncak dari seluruh perjalanan
iman kita sepanjang Tahun Liturgi. Gereja mengajak kita memandang Yesus sebagai
Raja, bukan Raja yang duduk dalam kemegahan duniawi, tetapi Raja yang
memerintah dari kayu salib dengan kasih dan pengampunan.
Bacaan 1 dari 2Sam
5:1-3 menceritakan saat seluruh suku Israel datang kepada Daud di Hebron
untuk mengangkatnya sebagai raja, serta mengakui bahwa Tuhan sendiri telah
memilih Daud untuk menggembalakan umat-Nya. Penobatan Daud sebagai raja menjadi
gambaran awal tentang Raja sejati yang akan datang, yakni Yesus Kristus, yang
menggembalakan umat-Nya dengan kasih dan kesetiaan. Dalam Bacaan II dari Kolose 1:12–20, Rasul Paulus
menyampaikan pujian agung tentang Kristus: Ia adalah gambar Allah yang tidak
kelihatan, yang ke dalam kerajaan-Nya kita dipindahkan dari kegelapan. Segala
sesuatu diciptakan oleh dan untuk Dia, dan melalui salib-Nya, Kristus
mendamaikan segala sesuatu dengan Allah. Bacaan ini menunjukkan keagungan
Kerajaan Kristus. Ia Raja bukan hanya atas manusia, tetapi atas seluruh
ciptaan. Kekuasaan-Nya memulihkan dan mendamaikan. Bacaan Injil
Lukas 23:35–43 menunjukkan kepada kita wajah Raja yang berbeda: Raja yang dekat
dengan manusia, Raja yang tidak menyelamatkan diri-Nya, tetapi menyelamatkan
kita semua. Bahkan kepada seorang penjahat di saat-saat terakhir hidupnya,
Yesus berjanji, “Hari ini juga engkau akan bersama Aku di Firdaus.” Yesus meraja dengan pengampunan, bukan kekuasaan.
Kerajaan-Nya terbuka bagi siapa saja yang datang dengan kerendahan hati dan
iman, bahkan bagi pendosa di detik terakhir hidupnya.
03. TOBAT
DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah
menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan
Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya
mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya
telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon
kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada
saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang
Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup
yang kekal.
04.
MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa
juga menyanyikan lagu kemulian dari buku Mada Bakti]
P :
Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan
damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami
memuji Dikau,
U : Kami
meluhurkan Dikau.
P : Kami
menyembah Dikau,
U : Kami
memuliakan Dikau.
P : Kami
bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan
Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan
Yesus Kristus, Putera yang tunggal.
U : Ya Tuhan
Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.
P : Engkau
yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau
yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau
yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
U : Karena
hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya
Engkaulah Tuhan.
U : Hanya
Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.
P : bersama
dengan Roh Kudus,
U : dalam
kemuliaan Allah Bapa. Amin.
05. DOA
PEMBUKA
P : Marilah
kita berdoa,
[hening sejenak] Allah Yang Mahakuasa dan
kekal, Engkau berkenan membarui segala sesuatu dalam diri Putra-Mu terkasih,
Raja Semesta Alam. Semoga segala makhluk yang telah dibebaskan dari perbudakan
berhamba pada kebesaran-Mu dan tanpa henti memuji-muji Engkau. Dengan
pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa
bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
06. AJAKAN
MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah
kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar
Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.
[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN I
(2Sam 5:1-3)
-duduk-
"Mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel."
L. Bacaan
dari Kitab Kedua Samuel:
Sekali
peristiwa datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron. Mereka itu
berkata, "Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama, yakni ketika
Saul masih memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang
Israel. Lagipula Tuhan telah berfirman kepadamu: Engkaulah harus menggembalakan
umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel." Maka
datanglah semua tua-tua Israel menghadap Daud di Hebron, lalu Daud mengadakan
perjanjian dengan mereka di sana, di hadapan Tuhan. Kemudian mereka mengurapi
Daud menjadi raja atas Israel.
L.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur
kepada Allah.
08.
MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN
(Mzm 122:1-2,4-5;R:1)
Refren: Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan
sukacita
Mazmur:
1. Aku bersuka cita ketika orang berkata kepadaku, "Mari
kita pergi ke rumah Tuhan." Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu,
hai Yerusalem.
2. Kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur kepada
nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh
kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.
09.
BACAAN II (Kol 1:12-20) -duduk-
"Allah telah
memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih."
L. Bacaan dari Surat Rasul
Paulus kepada umat di Kolose:
Saudara-saudara, semoga kamu
mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang membuat kamu layak mendapat
bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam Kerajaan
Terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke
dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih; di dalam Kristus itulah kita memiliki
penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. Kristus adalah gambar Allah yang tidak
kelihatan, Dia adalah yang sulung, yang lebih utama dari segala yang
diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di
surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik
singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa ; segala sesuatu
diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada mendahului segala sesuatu, dan segala
sesuatu ada di dalam Dia. Dialah kepala tubuh, yaitu jemaat, Dialah yang
sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia lebih utama
dalam segala sesuatu. Seluruh kepenuhan Allah berkenan di dalam Dia, dan oleh Dialah
Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi maupun
yang ada di surga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur
kepada Allah
10. ALLELUIA
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Diberkatilah Dia yang
datang dalam nama Tuhan, diberkatilah Kerajaan yang akan datang, Kerajaan bap
akita Daud
U : Alleluia
11. INJIL (Luk
23:35-43) -berdiri
P : Marilah
kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas
(Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu
jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Ketika
Yesus bergantung di salib, pemimpin-pemimpin bangsa Yahudi mengejek-Nya,
"Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang ia menyelamatkan diri-Nya
sendiri jika Ia benar-benar Mesias, orang yang dipilih Allah!" Juga
prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam
kepada-Nya dan berkata, "Jika Engkau raja orang Yahudi, selamatkan
diri-Mu!" Ada juga tulisan di atas kepala-Nya, "Inilah Raja Orang
Yahudi." Salah seorang dari penjahat yang digantung itu menghujat Yesus,
katanya, "Bukankah Engkau Kristus?" Selamatkanlah diri-Mu sendiri dan
kami!" Tetapi, penjahat yang seorang lagi menegur dia, katanya,
"Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah? Padahal engkau menerima
hukuman yang sama! Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan
yang setimpal dengan perbuatan kita. Tetapi, orang ini tidak berbuat sesuatu
yang salah." Lalu ia berkata kepada Yesus, "Yesus, ingatlah akan
daku, apabila Engkau datang sebagai Raja!" Kata Yesus kepadanya, "Aku
berkatamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama Aku di dalam
Firdaus."
P.
Demikianlah Injil Tuhan
U.
Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN
SINGKAT
Bapa-ibu,
saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan
Hari ini
kita merayakan pesta besar: Hari Raya Yesus Kristus, Raja Semesta Alam, penutup Tahun Liturgi. Yesus adalah
Raja atas segalanya, atas hati kita, atas dunia ini, dan atas masa depan kita. Tetapi ketika kita mendengar kata
“raja,” mungkin kita membayangkan tentang kemewahan, kekuasaan, atau seseorang
yang duduk di takhta tinggi. Namun bacaan-bacaan hari ini mengajari kita bahwa cara
Yesus menjadi Raja sangat berbeda.
Dalam bacaan
pertama dari kitab 2Sam 5:1-3, suku-suku Israel datang kepada Daud dan berkata,
“Engkaulah tulang dan daging kami.” Mereka mengakui bahwa Tuhan sendiri
telah memilih Daud untuk memimpin dan menggembalakan mereka. Gambaran ini
membantu kita memahami bahwa menjadi raja berarti menjadi gembala: mengurus,
mendampingi, dan melindungi umat. Daud adalah bayangan dari raja yang sejati,
yakni Yesus Kristus, Gembala yang Baik.
Dalam bacaan
kedua dari Kol
1:12–20, Rasul Paulus
memperkenalkan Yesus dengan cara yang luar biasa: Ia adalah gambar Allah,
segala sesuatu diciptakan oleh-Nya dan untuk-Nya, dan melalui salib-Nya Ia
mendamaikan segala sesuatu. Kristus adalah Raja sejati, bukan hanya atas
Gereja, bukan hanya atas manusia, tetapi atas seluruh ciptaan. Namun Ia meraja
bukan dengan memaksa, melainkan dengan mendamaikan, menyembuhkan,
mempersatukan.
Dalam bacaan
Injil hari ini, kita mendengar kisah penyaliban. Di sana Raja kita tidak
memakai mahkota emas, melainkan mahkota duri. Ia tidak duduk di atas takhta,
tetapi tergantung di kayu salib. Orang-orang mengejek-Nya: "Jika Engkau
Raja, selamatkanlah diri-Mu!". Di sebelah-Nya ada dua penjahat. Yang
satu menghina, tapi yang lain memohon, "Yesus, ingatlah aku kalau Engkau
datang sebagai Raja." Dan Yesus jawab, "Hari ini juga, kamu akan
bersamaku di Firdaus." Luar biasa. Di saat yang paling sakit, Yesus tetap
mengasihi dan mengampuni sampai akhir. Ia tidak menyelamatkan diri-Nya, Ia
menyelamatkan kita. Inilah Raja kita: Raja yang memerintah dengan hati, bukan
dengan pedang
Dunia sering
berkata raja itu orang kuat, kaya, atau berkuasa. Namun Yesus menunjukan kepada
kita cara pandang yang berbeda, yakni kerajaan kasih, pengampunan, dan
pelayanan. Bayangkan kalau kita hidup seperti itu. Misalnya, di rumah, kalau
ada pertengkaran dengan pasangan atau anak, jangan balas marah, tapi ampuni
seperti Yesus mengampuni penjahat itu. Di tempat kerja, jangan rebut kekuasaan,
tapi melayani rekan-rekanmu seperti Daud melayani umatnya.
Hari ini mari
kita bertanya kepada diri kita sendiri, Apakah Yesus sungguh menjadi Raja dalam
hidupku? Bukan hanya di gereja, tetapi dalam pikiran kita, perkataan kita, keputusan
sehari-hari, cara kita memperlakukan orang lain.
Jika Yesus
Raja kita, maka kita dipanggil untuk: Membangun damai, bukan pertengkaran. Memberi
pengampunan, bukan menyimpan dendam. Menunjukkan belas kasih, terutama kepada
yang lemah. Menjadi gembala kecil bagi keluarga, komunitas, dan sesama. Kerajaan
Kristus dimulai dari hati yang mau diubah oleh kasih-Nya.
13. HENING
SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah
menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan
dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P. Saudara-saudari,
Kristuslah Sang Raja. Kita dan semesta alam tunduk kepada-Nya. Marilah kita
berdoa kepada-Nya:
L. Bagi Sri
Paus, para Uskup, para Imam dan semua kaum beriman: Semoga Raja semesta alam
membimbing para pemimpin Gereja kami untuk selalu tekun dan setia
mempertahankan warisan iman yang mereka terima dari para rasul di tengah
arus-arus besar zaman ini. Marilah kita mohon ….
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi para
pemimpin negara: Semoga Raja semesta alam membimbing para pemimpin negara kami
agar mampu dan berkehendak mempergunakan wewenangnya dengan bijaksana untuk
kesejahteraan umum. Marilah kita mohon, …
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi
mereka yang mengalami penindasan dan kesewenang-wenangan: Semoga Raja semesta
alam membimbing dan melindungi mereka yang mengalami penindasan dan
kesewenang-wenangan agar mereka tetap memiliki harapan dan kekuatan untuk
memperjuangkan hidup mereka. Marilah kita mohon,………
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
L.
Bagi kita semua: Semoga Raja semesta alam, memberkati kita dalam membangun
dunia baru ini dan semoga kita selalu ingat akan hukum cinta kasih-Nya. Marilah
kita mohon ……
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
P. Ya Bapa,
dengarkanlah dan kabulkanlah doa kami menurut kasih dan cinta-Mu, dengan
pengantaraan Kristus, Tuhan kami yang menjadi kekuatan dan harapan kami, kini
dan sepanjang masa.
U. Amin.
16. KOLEKTE
[Selanjutnya
ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada
sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu
dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada
Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
17. DOA
PUJIAN
P :
Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita
untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan
yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di
surga.
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami
bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah
jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di
hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa,
dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa,
agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus
itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa,
umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam
gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka,
bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus
Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat]
dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat],
kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua
kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut
komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A. Cara A:
DENGAN KOMUNI
Sesudah
Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia
membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen
Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah
mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar
bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan
sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami
sambil berdiri.
P :
Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita
memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan
saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati
di hadirat Tuhan.
[Hening
sejenak]
19A. BAPA
KAMI Berdiri
P : Atas
petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami
yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah
kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari
ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah
kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah
kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A. SALAM
DAMAI DAN KOMUNI
Bila
ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah
kita saling memberikan salam damai.
(Umat
memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah
Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu
menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah
Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Hosti
dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke
perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan
saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya
akan sembuh.
(Dengan
khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani
umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P :
Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
18B. Cara B.
TANPA KOMUNI
P : Pada
perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita
menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B. BAPA
KAMI
--Berdiri
P :
Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka
sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana
yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa
kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah
kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari
ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah
kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah
kami dari yang jahat.
Dapat
dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah
kita saling memberikan salam damai.
Umat
memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
20B. DOA
KOMUNI BATIN
Berlutut/berdiri
Pemimpin
mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan
antara lain sebagai berikut:
P : Kini,
mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati
kita.
P : Yesus
bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan
kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting
tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok
anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam
Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku,
aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu
lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku.
Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah
sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah
datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan
biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening
sejenak]
P : Dalam
keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir
saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan
mengatakan:
P : Yesus,
datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus,
datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪
Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga
kali.
▪
Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪
Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.
21.
MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11
P : Marilah
kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang
membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai
dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak
memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya
dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita
bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab
aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu
kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia
dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang
yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa
baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan
TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang
takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang
mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan
Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang
segala abad, Amin.
22. AMANAT
PENGUTUSAN
P : Setelah kita
merayakan Ibadat Sabd aini dan merenungkan Yesus sebagai Raja Semesta Alam,
kita diutus untuk membawa semangat Kerajaan-Nya ke dalam hidup sehari-hari.
Kita tidak diutus sebagai penguasa, tetapi sebagai pelayan kasih, sebagaimana
Kristus meraja dengan kerendahan hati dan pengampunan. Marilah kita pulang
dengan hati yang diperbarui: menghadirkan damai di rumah, membangun persaudaraan
di lingkungan, mengulurkan pengampunan kepada yang bersalah, dan menunjukkan belas
kasih kepada mereka yang membutuhkan.
Semoga
melalui kata dan tindakan kita, orang lain dapat merasakan bahwa Kristus
sungguh meraja di dunia ini, melalui hidup kita yang sederhana, tulus, dan
penuh kasih.
23. DOA
PENUTUP
P : Marilah
kita berdoa:
Ya Tuhan,
kami telah menerima santapan suci, jaminan hidup abadi. Semoga kami yang bangga
menaati perintah Kristus, Raja Semesta Alam, diperkenankan menikmati hidup
abadi di dalam Kerajaan Surga bersama Dia, yang hidup dan berkuasa, sepanjang
segala masa.
U.
Amin.
24. MOHON
BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN
P :
Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat
Tuhan. [hening sejenak]
P :
Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita
ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada
diri sendiri]
DALAM NAMA
BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan
Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur
kepada Allah.
P : Marilah
pergi, kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU
PENUTUP
Komentar
Posting Komentar