Ibadat Sabda Minggu Bisa XXXIII 16 November 2025
HARI
MINGU BIASA XXXIII Tahun C (Hijau)
Minggu,
16 November 2025
Para
Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk
nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan
suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata,
“Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan
bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka.
01. TANDA
SALIB DAN SALAM
P : Dalam
nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih
karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus
beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA
PEMBUKA
P : Bapa-ibu, saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang
dikasihi dan diberkati Tuhan
Pada hari Minggu Biasa XXXIII ini, Gereja mengundang
kita untuk merenungkan tiga hal penting: keteguhan iman, tanggung jawab hidup,
dan harapan akan hari Tuhan.
Dalam bacaan I dari kitab Maleakhi 4:1-2a, Tuhan mengingatkan bahwa akan datang hari pemurnian,
hari yang menyingkapkan kebenaran. Bukan untuk menakuti kita, tetapi untuk
menyembuhkan dan membangkitkan umat yang setia. Rasul Paulus pun, dalam bacaan
ke-2 dari 2 Tes. 3:7-12, menegaskan
bahwa hidup beriman tidak terpisah dari kerja keras dan tanggung jawab
sehari-hari. Sementara dalam Injil Lukas 21: 5-19, Yesus meneguhkan hati kita:
di tengah kegoncangan dunia dan tantangan hidup, Ia berjanji bahwa ketekunan
kitalah yang akan menyelamatkan kita.
Maka, marilah kita memasuki perayaan Ibadat Sabda ini
dengan hati yang terbuka. Kita mohon rahmat agar tetap teguh dalam iman, tekun
dalam karya-karya baik, dan setia mengikuti Tuhan meski menghadapi berbagai
kesulitan. Semoga perayaan ini meneguhkan langkah kita menuju “surya kebenaran”
yang dijanjikan Tuhan bagi setiap orang yang berharap kepada-Nya.
03. TOBAT
DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah
menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan
Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya
mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya
telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon
kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada
saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang
Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup
yang kekal.
04.
MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.Bisa
juga menyanyikan lagu kemulian dari buku Mada Bakti]
P :
Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan
damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami
memuji Dikau,
U : Kami
meluhurkan Dikau.
P : Kami
menyembah Dikau,
U : Kami
memuliakan Dikau.
P : Kami
bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan
Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan
Yesus Kristus, Putera yang tunggal.
U : Ya Tuhan
Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.
P : Engkau
yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau
yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau
yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
U : Karena
hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya
Engkaulah Tuhan.
U : Hanya
Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.
P : bersama
dengan Roh Kudus,
U : dalam
kemuliaan Allah Bapa. Amin.
05. DOA
PEMBUKA
P : Marilah
kita berdoa,
[hening sejenak] Allah Bapa yang kekal dan
kuasa, Engkau menghendaki agar kami semua selamat. Semoga kami selalu waspada
dan siap sedia menyambut kedatangan Kerajaan-Mu dengan tetap bertekun pada
tugas dan panggilan kami masing-masing. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus
Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh
Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
06. AJAKAN
MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah
kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar
Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.
[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN I
((Mal
4:1-2a) -duduk
"Bagimu
akan terbit surya kebenaran."
L. Bacaan
dari Kitab Maleakhi:
“Sungguh,
hari Tuhan akan datang, menyala seperti perapian! Maka semua orang yang gegabah
dan setiap orang yang berbuat fasik akan menjadi seperti jerami, dan akan
terbakar oleh hari yang datang itu,” firman Tuhan semesta alam; “akar dan
cabang mereka pun tidak akan ditinggalkan. Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku,
bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya.”
L.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur
kepada Allah.
08.
MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN/LAGU ANTAR BACAAN
(Mzm 98:5-6.7-8.9a; Ul:lh.9)
Refren: Tuhan telah membebaskan dan menyelamatkan
daku
Mazmur:
1. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri
dan sangkakala yang nyaring, bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan.
2. Biarlah gemuruh laut dan segala isinya, dunia dan semua
yang diam di dalamnya! Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan
gunung-gemunung bersorak-sorai bersama-sama.
3. Biarlah mereka bersorak-sorai di hadapan
Tuhan, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan dan
mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
09. BACAAN II (2 Tes
3:7-12) (duduk)
"Barangsiapa tidak mau bekerja, janganlah ia makan."
L. Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada
umat di Tesalonika:
Saudara-saudara,
kamu sendiri tahu bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami
tidak lalai bekerja di antara kamu. Kami tidak makan rezeki orang dengan
Cuma-Cuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan
menjadi beban bagi siapa pun di antara kamu. Bukan karena kami tidak berhak
menerima rezeki dari kamu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami
teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti. Sebab ketika berada di tengah-tengahmu,
kami telah memperingatkan, “Barangsiapa tidak mau bekerja, janganlah ia makan!
Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya
dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna.
Orang-orang yang demikian kami peringatkan dan kami nasihati dalam Tuhan Yesus
Kristus supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian
makan dari hasil jerih payahnya sendiri.
L.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur
kepada Allah
10. ALLELUIA
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Bangkitlah dan
angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat
U : Alleluia
11. INJIL (Yoh
2:13-22) -berdiri
P : Marilah
kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut St. Yohanes
(Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu
jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.)
P. Sekali
peristiwa, ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi
bangunan yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai barang
persembahan, berkatalah Yesus, “Akan datang harinya segala yang kamu lihat di
situ diruntuhkan, dan tidak akan ada satu batu pun di-biarkan terletak di atas
batu yang lain.” Lalu murid-murid bertanya kepada Yesus, “Guru, bilamanakah itu
akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” Jawab Yesus,
“Waspadalah, jangan sampai kamu disesatkan. Sebab banyak orang akan
datang dengan memakai nama-Ku dan berkata Akulah Dia atau Saatnya sudah dekat .
Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan bila kamu mende-ngar tentang perang dan
pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi
dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.” Kemudian
Yesus berkata kepada mereka, “Bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan
melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan di berbagai tempat
akan ada penyakit sampar dan kelaparan. Dan akan terjadi juga hal-hal yang
mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi sebelum semuanya
itu kamu akan ditangkap dan dianiaya. Karena nama-Ku kamu akan diserahkan ke
rumah-rumah ibadat, dimasukkan ke dalam penjara, dan dihadapkan kepada
raja-raja dan para penguasa. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk
bersaksi. Sebab itu tetap teguhlah di dalam hatimu, jangan kamu memikirkan
lebih dahulu pembelaanmu. Aku sendirilah yang akan memberi kamu kata-kata hikmat,
sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantai lawan-lawanmu. Kamu akan
diserahkan juga oleh orangtuamu, saudara-saudaramu, kaum keluarga dan
sahabat-sahabatmu, dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh; karena
nama-Ku kamu akan dibenci semua orang. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut
kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.
P.
Demikianlah Injil Tuhan
U.
Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN
SINGKAT
Bapa-ibu,
saudara/I, orang-orang muda dan anak-anak yang dikasihi dan diberkati Tuhan
Hari ini
bacaan-bacaan suci mengajak kita melihat hidup dengan lebih dalam. Bukan hanya
apa yang kita lihat dengan mata, tetapi juga apa yang Tuhan sedang kerjakan di
balik segala peristiwa.
Dalam bacaan
pertama, Nabi Maleakhi berkata bahwa hari Tuhan akan datang “menyala seperti
perapian.” Ada Dua Jenis “Api”: Api yang bisa membakar Jerami :orang yang hidup dalam
dosa. Dan api yang adalah sinar matahari
bagi orang yang takut akan Tuhan. Api Tuhan bukan untuk menakut-nakuti
kita, tapi untuk memurnikan. Seperti emas yang dibersihkan dalam api supaya
murni dan berharga, demikian juga hidup kita.
Kadang Tuhan
mengizinkan masalah, tekanan, dan tantangan, bukan supaya kita hancur, tapi
supaya hati kita semakin murni, semakin percaya, dan semakin dekat kepada-Nya. Dan
kepada orang yang setia, Tuhan berjanji: “akan terbit bagimu surya kebenaran
dengan kesembuhan pada sayapnya.” Artinya, akan ada terang, pemulihan, sukacita
baru.
Dalam bacaan
kedua, Rasul Paulus sangat tegas:“Siapa yang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.”
Ini bukan
kata kasar. Ini undangan untuk bertanggung jawab. Rasul Paulus ingin mengajar kita bahwa iman
harus diwujudkan dalam tanggung jawab hidup. Orang beriman bukan orang yang
malas. Orang beriman tidak hanya menunggu mujizat turun dari langit, tetapi
berusaha, bekerja, berkarya, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya. Kita
dipanggil untuk memberi yang terbaik, bukan setengah hati.
Dalam bacaan
Injil hari ini Yesus berbicara tentang kesulitan, perang, bencana, masalah
besar, bahkan penganiayaan. Zaman boleh berubah, tantangan boleh meningkat,
namun pesan Yesus sangat jelas: “Dengan ketekunanmu, kamu akan memperoleh
hidupmu.” Yesus tahu hidup tidak selalu mudah. Ia tidak menjanjikan jalan tanpa
batu, tanpa duri. Tapi Ia berjanji satu hal: Jika kita bertahan, tetap teguh,
tetap percaya, kita tidak akan hilang. Tuhan akan memegang hidup kita. Banyak
orang kuat saat keadaan baik, tetapi iman sejati tampak ketika keadaan sulit.
Bacaan-bacaan
suci hari ini mengingatkan kita bahwa setiap tantangan bukan untuk melemahkan,
tetapi untuk membentuk kita menjadi lebih kuat. Tuhan tidak pernah meninggalkan
kita berjalan sendiri. Ia hadir dalam setiap Langkah dan setiap usaha kecil
yang kita lakukan dengan setia.
Jangan
menyerah ketika keadaan terasa berat. Teruslah melangkah. Teruslah berharap.
Teruslah percaya. Sebab di balik setiap proses, Tuhan sedang menyiapkan sesuatu
yang indah. Seperti matahari pagi yang selalu terbit setelah malam, demikian
juga harapan akan selalu datang bagi hati yang bertahan dan tetap percaya.
13. HENING
SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah
menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan
dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P. Marilah
kita berdoa kepada Bapa, yang telah mengetahui permohonan kita sebelum kita ucapkan:
L. Bagi semua saja yang terpanggil membimbing kita: Semoga Bapa, menerangi agar
para pembimbing kita tahu membagi tanggung jawab kepada orang lain dan bersedia
mempercayainya. Marilah kita mohon, ….
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
L. Bagi
perdamaian dunia: Semoga Bapa, membimbing para pemimpin bangsa-bangsa agar
dapat menahan diri dalam perlombaan senjata-senjata penghancur umat manusia.
Marilah kita mohon,
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
L.Bagi
mereka yang sungguh kekurangan dalam hal-hal yang pokok: Semoga Bapa,
melindungi para papa, agar kesempatan-kesempatan hidup jangan sampai
dihancurkan oleh keakuan orang lain. Marilah kita mohon,………
U. Tuhan,
dengarkanlah umat-Mu.
L.
Bagi kita yang berada di sini: Semoga Bapa, membimbing agar kita setia satu
sama lain dan tidak hidup menggantungkan diri pada kebaikan orang lain. Marilah
kita mohon,……………
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
P.
Allah Bapa kami yang mahakuasa, Putra-Mu telah datang di dunia dan menjadi
seorang di antara kami. Dengan kekuatan cinta kasih dan rahmat-Mu kami takkan
jemu-jemunya berbuat baik sekarang dan sepanjang hidup kami.
U. Amin..
16. KOLEKTE
[Selanjutnya
ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada
sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu
dihantar dan diletakkan di depan mimbar diiringi lagu persembahan yang bernada
Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
17. DOA
PUJIAN
P :
Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan selalu mendatangi kita dan menawarkan kita
untuk kembali ke rumah-Nya. Ada banyak tempat di rumah Bapa kita. Kepada Tuhan
yang mahabaik dan mahabelaskasih ini, kita pun berseru: Terpujilah Engkau di
surga.
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Kami
bersyukur kepadamu, ya Allah Bapa kami, sebab anak-anak-Mu yang terpisah-pisah
jauh oleh kedurhakaan dosa, telah Engkau himpun kembali menjadi satu di
hadapan-Mu, demi darah Putra-Mu dan kekuatan Roh Kudus. Maka kami berseru:
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa,
dengan perantaraan Kristus, Engkau mencurahkan Roh Kudus atas segala bangsa,
agar Ia tinggal dalam hati para Putera-Mu, dan dengan anugerah-Nya, Roh Kudus
itu mempersatukan semua orang. Maka kami berseru:
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa,
umat yang disatukan oleh kekuatan Tritunggal Kudus itu, Engkau kumpulkan dalam
gereja, yakni tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Maka kami berseru:
U :
Terpujilah Engkau di surga.
P : Maka,
bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus
Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat]
dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat],
kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua
kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut
komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A. Cara A:
DENGAN KOMUNI
Sesudah
Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia
membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen
Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah
mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar
bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan
sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami
sambil berdiri.
P :
Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita
memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan
saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati
di hadirat Tuhan.
[Hening
sejenak]
19A. BAPA
KAMI Berdiri
P : Atas
petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami
yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah
kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari
ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah
kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah
kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A. SALAM
DAMAI DAN KOMUNI
Bila
ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah
kita saling memberikan salam damai.
(Umat
memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah
Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu
menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: )
P : Inilah
Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Hosti
dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke
perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan
saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya
akan sembuh.
(Dengan
khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani
umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:)
P :
Tubuh Kristus.
U : Amin. (Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.)
----------------------------------------------------------------------------------------------
18B. Cara B.
TANPA KOMUNI
P : Pada
perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita
menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B. BAPA
KAMI
--Berdiri
P :
Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka
sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana
yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa
kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah
kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari
ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah
kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah
kami dari yang jahat.
Dapat
dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah
kita saling memberikan salam damai.
Umat
memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
20B. DOA
KOMUNI BATIN
Berlutut/berdiri
Pemimpin
mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan
antara lain sebagai berikut:
P : Kini,
mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati
kita.
P : Yesus
bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan
kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting
tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok
anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam
Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku,
aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu
lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku.
Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah
sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah
datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan
biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening
sejenak]
P : Dalam
keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir
saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan
mengatakan:
P : Yesus,
datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus,
datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪
Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga
kali.
▪
Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪
Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu.
21.
MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11
P : Marilah
kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan.
Yang
membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai
dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak
memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya
dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita
bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab
aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu
kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia
dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang
yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa
baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan
TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang
takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang
mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. Kemuliaan kepada Bapa dan
Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu Dan sepanjang
segala abad, Amin.
22. AMANAT
PENGUTUSAN
P : Sesudah kita
dikuatkan oleh Sabda, marilah kita melangkah kembali ke tengah dunia dengan
hati yang penuh harapan. Tuhan mengingatkan kita hari ini bahwa ketekunan,
kesetiaan, dan kerja keras adalah jalan menuju hidup yang diberkati. Pergilah
dengan semangat baru. Jadilah pembawa terang bagi keluarga dan sesama. Kerjakan
tugas harian dengan jujur, tekun, dan penuh kasih.
Dan jika tantangan datang, ingatlah janji Tuhan bahwa ketekunanmu akan
menyelamatkan hidupmu.
23. DOA
PENUTUP
P : Marilah
kita berdoa:
Allah Bapa
yang Mahabaik, kami bersyukur karena Engkau telah menunjukkan jalan keselamatan
kepada kami dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu. Semoga, tubuh-Nya yang telah
kami terima sungguh menjadi bekal perjalanan hidup kami untuk mewujudkan cinta
kasih keadilan, dan damai sejahtera serta untuk memasuki Kerajaan_mu yang
abadi. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam
persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U.
Amin.
24. MOHON
BERKAT TUHAN DAN PENGUTUSAN
P :
Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat
Tuhan. [hening sejenak]
P :
Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita
ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada
diri sendiri]
DALAM NAMA
BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan
Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur
kepada Allah.
P : Marilah
pergi, kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU
PENUTUP
Komentar
Posting Komentar